1,720,984 research outputs found

    EVALUASI SISTEM PENTANAHAN GARDU INDUK PAYAKUMBUH 275KV TERHADAP TEGANGAN SENTUH DAN LANGKAH SERTA GPR MENGGUNAKAN SOFTWARE CYMGRID

    Full text link
    Sistem pentanahan pada gardu induk memainkan peran penting dalam melindungi peralatan listrik dan mengalirkan arus hubung singkat saat terjadi gangguan. Umumnya, sistem pentanahan gardu induk menggunakan kombinasi grid dan batang pentanahan (rod) yang ditanam dalam tanah. Penelitian ini fokus pada sistem pentanahan Gardu Induk 275 kV di Payakumbuh, dengan simulasi menggunakan perangkat lunak CYMGrd sesuai standar IEEE 80/2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem pentanahan ini aman, dengan jumlah elemen konduktor sebanyak 415 batang. Tegangan sentuh dan tegangan langkah pada sistem ini berada di bawah batas yang diizinkan. Selain itu, tahanan pentanahannya juga memenuhi rekomendasi IEEE. Melalui modifikasi jumlah dan geometri konduktor, model ketiga terbukti menjadi pilihan terbaik dari segi ekonomis, dengan hanya 279 batang konduktor tetapi tetap memenuhi standar keselamatan

    Pemodelan Dan Simulasi Sistem Pengontrolan Tegangan Dan Frekuensi Generator Induksi Tipe Doubly Fed Aplikasi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin

    Full text link
    Simulasi ini menghasilkan suatu keluaran berupa tegangan, arus, daya, dan kecepatan angin per detik. Hasil dari keluaran simulasi ini dapat digunakan untuk menganalisa karakteristik suatu turbin angin yang sedang dirancang atuapun turbin angin yang akan dipasang di suatu daerah yang telah diketahui kecepatan angin rata-ratanya. Masing-masing bagian dibangun dalam bentuk blok-blok tersendiri dan data-data dari bagian tersebut dapat dimasukkan secara terpisah dari sistem. Persamaan rotor turbin yang diperoleh dari literatur dikonversikan kedalam bahasa matlab/simulink sehingga diperoleh satu blok rotor turbin dimana data-datanya dimasukan melalui dialog box yang lebih dikenal dengan grafik user interface (GUI) yang merupakan fasilitas dari matlab simulink.Demikian juga untuk bagian-bagian yang lain seperti : transmisi mekanik (gear box), generator, pengaturan tegangan dan frequensi, beban dan kapasitor. Setelah semua blok terbentuk dan telah diuji sesuai dengan karakteristik masing-masing, maka selanjutnya blok-blok tersebut dirangkai sesuai dengan turbin angin sesungguhnya dan simulasi turbin angin siap dijalankan. Hasil simulasi menunjukan tegangan yang dihasilkan sesusai dengan yang diharapkan yang berarti pengaturan tegangan frekuensi bekerja dengan bai

    Studi Kelayakan Sistem Pentanahan pada Gedung Teknik Elektro Universitas Andalas

    Full text link
    The grounding system is one part of the electric power system that has an important role in flowing overcurrent from the electric power system to the ground due to electrical power system disturbances or lightning strikes that can endanger the building and its surroundings. This grounding system aims to protect humans, electrical equipment, and electrical installations from the danger of electrical short circuits. In compliance with official regulations, safety standards and according to general electrical installation regulatory standards (PUIL) to avoid the danger of lightning strikes in buildings, it is necessary to have grounding resistance value of less than five ohms and is made as small as possible. In this study, the measurement of grounding resistance seen from the depth of the grounding and the grounding resistance are arranged in parallel. The results of this study indicate that the  parallel grounding resistance method produces a more significant reduction in the value of  grounding resistance compared to the grounding resistance in a certain depth From the calculation results, the resistance value of the Electrical Engineering Building at Andalas University using a rod electrode with a diameter of 0.016 meters is 24.5 Ω with an electrode depth of 0.5 meters and at a depth of 1 meter a grounding value of 17.52 Ω is obtained. The deeper the depth of the electrode, the smaller the resulting resistance value, and installing a grounding system with the multirod method, namely arranging electrodes in parallel with a certain depth, obtains less resistance compared to not parallelizing the electrode

    Analisa Kinerja Automatic Voltage Regulator Dalam Domain Waktu Menggunakan Metoda Ziegler-Nichols Dengan Pendekatan First Order Plus Dead Time

    Full text link
    Electric power systems produce power that can be used for various purposes. The distribution of electrical power and its relationship to the voltage and current generated by the generator. Voltage can change with changes in load. The change of voltage is undesirable due to it can cause disturbances to the power system. A device called Automatic Voltage Regulator (AVR) is used to maintain the voltage stable. This AVR is equipped with a control system to get the voltage stability following the specified criteria. In this study, the Ziegler -Nichols (Z-N) method is used with the First Order Plus Dead Time (FOPDT) approach. FOPDT is used for AVR control based on frequency response and transfer function methods. AVR used is direct current type AVR. The design that fulfils the criteria for controlling the voltage transfer response of direct current type AVR systems is the Proportional Integral Differential (PID) controller. This PID is designed using the Ziegler-Nichols method with the FOPDT approach based on the transfer function method. Information on the simulation results of the direct current type of system switching AVR response is obtained where the steady-state error value is 0.0000, the rise time value is 0.6114 seconds, the peak time value is 1.4391 seconds, the peak value is 1.1492 seconds, the maximum throughput is 14.942% and time to state steady reaches value at 2.5562 seconds. The values of parameter control are k of 13.2000, L of 0.4283, T of 1.0817, Proportional constant (Kp) of 0.2296, integral time constant (Ti) of 0.8564 and differential time constant (Td) of 4.6667.Keywords : Ziegler-Nichols, Fisrt order plus dead time, Automatic voltage regulator, Transient analysis AbstrakSistem tenaga listrik menghasilkan daya yang dapat di gunakan untuk berbagai keperluan. Penyaluran daya listrik ini erta hubungan nya dengan tegangan dan arus yang di hasilkan oleh pembangkit. Tegangan dapat berubah-ubah dengan berubahnya beban. Perubahan tegangan ini tidak diinginkan karena dapat mengakibatkan gangguan pada sistem tenaga. Untuk menjaga agar tegangan tetap stabil digunakan Automatic Voltage Regulator (AVR). AVR ini dilengkapi dengan sistim pengendalian untuk mendapatkan kestabilan tegangan sesuai dengan kriteria yang di tetapkan. Pada penelitian ini digunakan metoda Ziegler -Nichols (Z-N) dengan pendekatan First Order Plus Dead Time (FOPDT) berdasarkan tanggapan frekuensi dan metoda fungsi alih sebagai metoda pengendali AVR dan AVR yang digunakan adalah AVR tipe arus searah.Pengendali yang memenuhi kriteria rancangan untuk pengendalian tanggapan peralihan tegangan sistem AVR tipe arus searah adalah pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID). Pengendali Proporsional Integral Diferensial (PID) ini dirancang dengan menggunakan metoda Ziegler-Nichols dengan pendekatan First Order Plus Dead Time (FOPDT) berdasarkan metoda fungsi alih. Informasi hasil simulasi tanggapan peralihan sistem AVR tipe arus searah yang diperoleh dimana nilai kesalahan keadaan mantap sebesar 0.0000, nilai waktu naik sebesar 0.6114 detik, nilai waktu puncak sebesar 1.4391 detik, nilai puncak sebesar 1.1492 detik, nilai lewatan maksimum sebesar 14.942 % dan nilai waktu keadaan mantap sebesar 2.5562 detik. Untuk nilai parameter  pengendali yang digunakan adalah k sebesar 13.2000, L sebesar 0.4283, T sebesar 1.0817, konstanta Proporsional (Kp) sebesar 0.2296, konstanta waktu integral (Ti)  sebesar 0.8564 dan konstanta waktu diferensial (Td) sebesar 4.6667.Kata Kunci :Ziegler-Nichols, Fisrt order plus dead time, Automatic voltage regulator, Analis peraliha

    Implementasi Penyearah Modulasi Lebar Pulsa Sebagai Catu Daya Bagi Mekanisme Servo DC

    Full text link
    Salah satu aplikasi dimana penyearah PWM diterapkan adalah pada mekanisme servo DC, yaitu aplikasi posisi dengan menggunakan penggerak yang disuplai dengan sumber daya listrik arus searah (DC). Dalam mekanisme ini, koninuitas arus (current continuity) sangatlah penting untuk menjamin operasi normal dari beban (motor DC servo). Arus yang tidak kontinu berkontribusi terhadap tingginya kelembaman respon dinamik sistem kontrol selama priode arus bernilai nol, juga akan menyebabkan motor kehilangan kendali terhadap torka internalnya, hal mana terjadi khususnya pada kondisi torka rendah. Kontinuitas arus pada suatu mekanisme servo DC dipengaruhi oleh berbagai hal, baik oleh pengaruh parameter penyusun mekanisme tersebut (parameter penyearah, motor DC dan parameter rankaian kendali) maupun oleh kondisi operasi sistem. Ada kondisi operasi dimana arus suplai DC tidak malar (discontinue). Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana mengidentifikasi masalah kontinuitas arus ini dan performa keseluruhan sistem penyearah jika mekanisme servo DC disuplai dari suatu sumber tegangan DC PWM. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji disain dan penerapan suatu penyearah PWM jenis sumber arus tinggi tegangan rendah untuk penerapan pada mekanisme servo DC. Riak arus penyearah secara yang merupakan salah satu faktor penentu kontinuitas arus penyearah secara keseluruhan dianalisis dengan metoda pemisahkan komponen arus atas komponen arus riak dan komponen arus rata-rata. Analisis dilakukan pada suatu topologi penyearah arus tinggi tegangan rendah yang diperoleh dari penggabungan sub-sub penyearah melalui suatu transformotor interphasa. Pengujian penyearah PWM yang didisain dilakukan untuk melihat berbagai parameter performa penyearah seperti riak arus, kontinuitas dan total harmonics distortion yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan penyearah arus besar terkendali metode PWM yang dihasilkan memiliki Total Harmonic Distortion (THD) yang 50 % lebih kecil dibandingkan dengan penyearah tak terkendali, hal mana akan memberikan nilai faktor daya pada sisi input sistem penyearah yang lebih tinggi. Untuk menghasilkan arus beban yang kontinu, maka persyaratan yang harus dipenuhi adalah riak arus pada penyearah satu phasa memiliki nilai puncak ke puncak yang tidak lebih besar dari dua kali harga rata-rata dari arus keluaran penyearah satu phasanya (sub-penyearah). Hal ini dapat dituliskan 11,dc ≥ ½ Ĩ1(p-p). Jika arus keluaran penyearah satu phasa memiliki harga rata-rata yang lebih kecil dari pada setengah harga puncak ke puncak arus riaknya, maka akan ada interval waktu dimana nilai arus satu phasa bernilai nol. Ini berarti arus penyearah atu phasa tidak kontinu. Juga dari analisis diketahui bahwa kontinuitas arus dipengaruhi oleh nilai gandengan magnetis dari induktor interphasa. Induktor interphasa dengan gandengan positif akan memberikan riak arus beban yang kecil dan riak arus phasa yang besar tetapi mengakibatkan diskontinuitas arus pada sisi phasa yang besar tetapi mengakibatkan diskontinuitas arus pada sisi phasa. Sebaliknya untuk polaritas gandengan induktor interphasa yang negatif akan menghasilkan riak arus pada sisi phasa yang kecil dan memungkinkan terjadinya kontinuitas arus pada sisi phasa namun menghasilkan riak arus pada sisi beban yang lebih besar

    PENGEMBANGAN SIMULASI KOMPUTER UNTUK MENENTUKAN KARAKTERISTIK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN

    Full text link
    Simulasi ini menghasilkan suatu keluaran berupa tegangan, arus, daya, dan kecepatan angin per detik. Hasil dari keluaran simulasi ini dapat digunakan untuk menganalisa karakteristik suatu turbin angin yang sedang dirancang atuapun turbin angin yang akan dipasang di suatu daerah yang telah diketahui kecepatan angin rata-ratanya. Masingmasing bagian dibangun dalam bentuk blok-blok tersendiri dan data-data dari bagian tersebut dapat dimasukkan secara terpisah dari sistem. Persamaan rotor turbin yang diperoleh dari literatur dikonversikan kedalam bahasa matlab/simulink sehingga diperoleh satu blok rotor turbin dimana data-datanya dimasukan melalui dialog box yang lebih dikenal dengan grafik user interface (GUI) yang merupakan fasilitas dari matlab simulink.Demikian juga untuk bagian-bagian yang lain seperti : transmisi mekanik (gear box), generator, beban dan kapasitor. Setelah semua blok terbentuk dan telah diuji sesuai dengan karakteristik masing-masing, maka selanjutnya blok-blok tersebut dirangkai sesuai dengan turbin angin sesungguhnya dan simulasi turbin angin siap dijalankan.Dengan mengambil data dari salah satu turbin angin komersial dengan daya nominal 60 kW disimulasikan dengan kecepatan angin rata-rat 10 m/det. Hasil simulasi menunjukan tegangan yang dihasilkan 380 volt puncak ke puncak dan daya aktif 60 kW dan daya reaktif sekitar 50 kVar

    Peningkatan Faktor Penuaan Arester Tanpa Sela Isolasi Polymer Akibat Kontaminan Kalsium Karbonat

    Full text link
    Gapless arester leakage current can be used as an indicator to determine the aging level of the arester. Leakage current is influenced by contaminants present in the arester insulation. This paper analyzes the effect of contamination on arester leakage currents as an indicator of arester aging. Contaminants used are calcium carbonate plus kaolin dissolved into water, to determine the level of calcium carbonate contaminants, the ESDD (Equivalent Salt Deposit Density) method is used. Contaminated aresters are measured as leakage currents flowing to the block elements and to the arester insulation. Based on experiments that have been carried out, the increase in leakage current of the arester on the block element that increases the leakage current to the level of light, medium and heavy contamination rises by an average of 17.5% for the voltage of all test voltages. While at low and moderate contamination the leakage current that occurs in the polymer arester insulation does not significantly change, the leakage current generated is linear with the level of contaminants in the arester body. It can clearly be concluded that the effect of contamination is very significant in changes in leakage currents. Keywords : Gapless arester, Leakage current, Kontamination, Aging,   Abstrak Arus bocor arester tanpa sela dapat digunakan sebagai indikator untuk menentukan tingkat penuaan arester. Arus bocor dipengaruhi oleh kontaminan yang ada pada isolasi arester. Paper ini menganalisa pengaruh kontaminasi terhadap arus bocor arester sebagi indikator penuaan arester. Kontaminan yang digunakan adalah kalsium karbonat di tambah kaolin yang di larutkan kedalam air, untuk menentukan tingkat kontaminan kalsium karbonat maka digunakan metode ESDD (Equivalent Salt Deposit Density). Arester yang sudah berkontaminasi diukur arus bocor yang mengalir pada elemen blok dan pada isolasi arester. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, kenaikan arus bocor arester pada elemen blok bahwa kenaikan arus bocor untuk tingkat kontaminasi ringan,sedang dan berat naik rata-rata 17.5 % untuk semua tegangan uji. Sementara pada kontaminasi rendah dan sedang arus bocor yang terjadi pada isolasi polimer arester tidak. singnifikan perubahannya,Arus bocor yang dihasilkan linier dengan tingkat kontaminan pada badan arester. Secara jelas dapat disimpulkan bahwa pengaruh kontaminasi sangat signifikan dalam perubahan arus bocor. Kata Kunci : Arester tanpa sela, Arus bocor, Kontaminasi, Penuaan

    Perencanaan Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Untuk Warga Belajar Paket C Berbasis Open Source (Scilab) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karang Putih

    Full text link
    The planning for the development of a mathematics learning module for residents studying package C based on the open-source platform Scilab at the Community Learning Center (PKBM) Karang Putih is one of the solutions to address the lack of facilities, especially open-source learning media. The activity plan started with discussions and information sharing. In this stage, discussions and experiences were shared regarding the Scilab-based mathematics learning module for package C learners. The second activity is the analysis of the module's needs. Based on the discussion's outcomes, decisions will be made about the type of module to be created, the required features, potential challenges, necessary resources for the development process, and so on. The third activity is the design of the learning module. During this phase, the interface and layout of the open-source Scilab-based mathematics learning module are designed. The final activity is the development of the learning module. This stage involves implementing the outcomes of the analysis and design of the mathematics learning module. It also includes testing to ensure that all functions work as intended. By following this planned process, the development of the mathematics learning module for package C learners using Scilab will be expected to provide a valuable open-source learning resource at the Community Learning Center (PKBM) Karang Putih
    corecore