64 research outputs found

    Klasifikasi Tanah dan Sifat-Sifat Fisika, Kimia Tanah Daerah Kurik Kumbe, Irian Jaya

    No full text
    I. Keadaan Umum Letak geografis Kawasan survei semi detail Kurik Kumbe termasuk dalam Kalurahan Kurik dan Izabadbekay, Kecamatan Merauke dan merupakan bagian dari daerah administratif Kabupaten Merauke, Propinsi Irian Jaya. Kawasan ini meliputi areal seluas 25.000 ha, terbagi dalam dua daerah, yaitu daerah A, terletak di kelurahan Izabadbekay seluas ll.350 ha dan daerah B, terletak di kelurahan Kurik seluas 13.650 ha. Secara geografis dibatasi oleh garis 140°15' Bujur Timur (Br) di sebelah Barat dan garis 140°271' Bujur Timur (Bt) dibagian timurnya. Di bagian utara dibatasi oleh garis 8°03' Lintang Selatan (LS) dan di sebelah selatan oleh garis 8°27' Ls. II. Keadaan Tanah 1. Genesa Genesa daerah A dan B kelihatan agak berbeda. Daerah A merupakan daerah endapan dari laut, terutama Yang dekat dengan pantai. Daerah B merupakan daerah endapan bahan-bahan dari pegunungan Jaya Wijaya. Perkembangan pembentukan tanahnya masih belum begitu lanjut, yaitu belum terbentuknya horison penciri (diagnostika} dalam profil tanah. 2. Klasifikasi Tanah Menurut sistem klasifikasi tanah Soil Taxonomy oleh USDA, di daerah ini hanya dapat dijumpai dua ordo tanah yang penting, yaitu Inceptisol seluas 9.361 ha atau 82,6% di daerah A dan seluas 11.635 atau 85,2% di daerah B. Ordo Entisol seluas 1.979 ha atau 17,4% di daerah A dan seluas 2.015 ha a tau 14,8% di daerah B. Di daerah survei ini sangat langka dijumpai adanya gambut. Banyak dijumpai adanya bekas-bekas bakaran pada lapis permukaan tanah. Kapasitasnya mungkin meningkat dengan kehadiran Limin, pemupukan dan pengukuran sejenis lainnya. Hasil analisis lanjutan menunjukkan kandungan bahan organik rendah hingga menengah dengan nilai lebih tinggi dari topsoil daripada lapisan Subsurface. Adany sisa-sisa debu dan material tumbuhan sering ditemui di lapisan permukaan, mengindikasikan bawa kebakaran sering terjadi di area pengamatan tersebut. Kandungan Nitrogen yang sangat rendah teramati bahkan pada tanah yang kaya akan bahan organik

    Erosi Catchment Area Waduk Wadaslintang

    No full text
    Tanah-tanah di daerah tropika, mudah menjadi mangsa erosi air, disebabkan karena curah hujan dan temperatur yang tinggi. Pencegahan erosi di daerah ini merupakan suatu masalah yang serius. Akibat kerusakan tanah di bagian hulu tidak saja menimbulkan masalah pendangkalan sungai, waduk dan saluran irigasi, tetapi bersama itu menimbulkan banjir, oleh karena kapasitas. sungai telah berkurang dan air dari hulu sekaligus masuk ke sungai. Dalam penelitian ini besarnya kehilangan tanah (erosi) dihitung dengan persamaan Wischmeier yang akhirnya dikenal sebagai. Universal Soil Loss Equation (USLE) yang dinyatakan sebagai berikut: A= R.K.LS.C.P. yang diartikan sebagai: A = rata-rata kehilangan tanah (ton/ha) R = faktor erosifitas hujan (1/ha)< K = faktor erodib.ilitas tanah (ton/I) LS= faktor panjang dan kemiringan lereng C = £aktor tanaman P = faktor tindakan pengawetan tanah Dari basil penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: 1. Faktor erosifitas hujan di daerah penelitian cukup besar. Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi di daerah penelitian. Faktor ini adalah faktor alam yang sukar. 2. Faktor erodibilitas tanah di daerah penelitian-agak tahan terhadap erosi. Hal ini disebabkan karena pada umumnya tanah di daerah penelitian ialah Latosol (Ultisol). Tanah tersebut ialah tanah yang telah mengalami perkembangan lanjut, mempunyai tekstur lempung sampai geluh, struktur remah sampai gumpal lemah, konsistensi gembur, permeabilitas sedang. 3. Faktor panjang lereng (L) dan k.e. miringan (S) di daerah penelitian cukup besar. Hal ini disebabkan karena daerah penelitian mempunyai fisiografi bergelombang. 4. Faktor pengelolaan tanaman dan tanah (CP). Faktor ini adalah satu-satunya faktor yang dapat dengan mudah untuk diperbaiki, untuk bisa mengurangi besarnya erosi di daerah penelitian. Perbaikan CP yang dianjurkan untuk daerah penelitian antara lain: a. Penghutanan daerah gundul/kritis b. Pengelolaan hutan dengan baik, sehingga tajuk bisa lebat,menutupi seluruh permukaan tanah. c. Pada daerah tegal dan kebun campuran supaya dikembangkan tanaman-tanaman perkebunan berumur panjang, sehingga sepanjang tahun bisa menutupi permukaan tanah

    PENGARUH TIDAK MAKSIMALNYA KERJA PELUMASAN DIESEL GENERATOR DI KM. PEKAN FAJAR

    No full text
    Bekti Supriyanto, 2018, NIT : 51145404. T, “Pengaruh Tidak Maksimalnya Kinerja Pelumasan Diesel Generator di KM. PEKAN FAJAR”, Skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : H. Suwondo, M.M, M.Mar.E, Pembimbing II : Febria Nurjaman, M.T. Based on the observation of lubrication function is very important above the ship, then the lubrication system must be given special attention in carrying out routine maintenance or lab testing in addition to other machinery. So that this lubrication system can work in accordance with its function on the ship so as not to disrupt the smooth operation of the ship. So the author poured in this thesis with the title “Pengaruh Tidak Maksimalnya Kerja Pelumasan Diesel Geerator di KM. Pekan Fajar” Based on the observation of lubrication function is very important above the ship, then the lubrication system must be given special attention in carrying out routine maintenance or lab testing in addition to other machinery. So that this lubrication system can work in accordance with its function on the ship so as not to disrupt the smooth operation of the ship. So the author poured in this thesis with the title. Furthermore the authors in data collection techniques is the method of observation, interview method, and literature review seta author gives the location /place of research. At the end of this thesis, the authors present the main substance of the conclusion, ie before there is better damage prevention by way of maintenance on the lubrication system. The treatment must be in accordance with the working hours (running hours) on the instruction manual book. Kata Kunci : Lubricating, LO Cooler, LO Filter, LO Pump, Viskositas, fishbone, FT

    Analisis Topik dan Author pada Jurnal Bahasa Inggris dengan Menggunakan Metode Author-Topik Model dan Gaussian Latent Dirichlet Allocation(GLDA)

    No full text
    Penggunaan Author-Topic Model telah banyak dilakukan pada bidang machine learning khususnya natural language processing. Metode ini pertama kali digunakan untuk mengetahui bidang penelitian dari seorang penulis dengan melihat topik dari dokumen yang telah ditulisnya. Meskipun model ini banyak digunakan, penerapannya masih memiliki banyak kekurangan. Hal yang paling menonjol adalah ketidakmampuan Latent Dirichlet Allocation (LDA) sebagai dasar dari Author-Topic Model untuk menangkap kata yang belum pernah terlihat dalam data training pada saat melakukan percobaan dari suatu dokumen uji dalam menentukan distribusi kata suatu topik atau biasa disebut out of vocabulary(OOV). OOV membuat topik yang didapat dari suatu dokumen uji tidak sesuai dengan yang diinginkan. Hal tersebut dapat terjadi karena kata-kata penting yang terdapat pada dokumen uji tidak dapat ditangkap oleh LDA. Maka dari itu, pada tugas akhir ini menggunakan Gaussian Latent Dirichlet Allocation (GLDA) pada author-topic model untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada LDA dengan mengubah jenis kata menjadi vektor kata. Metode GLDA ini digunakan untuk pembanding dari penelitian sebelumnya. Pembuatan author-topic model terbaik dari kedua metode dilakukan dengan menghitung nilai perplexity dan topic coherence untuk setiap metode. Hasil yang didapat menggambarkan bahwa penggunaan GLDA dapat mendapatkan hasil modelling yang lebih stabil disetiap iterasi. Namun, hasil yang didapatkan dari kemampuan kedua model dalam memberikan prediksi terhadap author dari dokumen baru memiliki persamaan. Pada kedua model terlihat bahwa persentase prediksinya tidak berbeda jauh. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan data dengan jenis kata yang terlali sedikit dan pembersihan data yang kurang baik. Sehingga membuat distribusi kata pada setiap topiknya terlihat tidak sesuai dengan topik dari dokumen tersebut. ================================================================================================================================= The use of Author-Topic Model has been widely used in the field of machine learning, especially natural language processing. This method was first used to find out the research field of an author by looking at the topic of the document he had written. Although this model is widely used, its application still has many disadvantages. The most prominent thing is the inability of Latent Dirichlet Allocation (LDA) as the basis of the Author-Topic Model to capture words that have never been seen in training data when conducting experiments from a test document in determining word distribution of a topic or commonly called out of vocabulary (OOV). OOV makes the topic obtained from a test document not as desired. This can happen because the important words contained in the test document cannot be captured by the LDA. Therefore, in this final assignment use the Dirichlet Allocation Latent Gaussian (GLDA) on the author-topic model to solve the problems that exist on the LDA by changing the type of word into a word vector. This GLDA method is used for comparison from previous studies. Making the best author-topic model of the two methods is done by calculating the perplexity value and topic coherence for each method. The results obtained illustrate that the use of GLDA can get more stable modeling results in each iteration. However, the results obtained from the ability of the two models to provide predictions to the author of the new document have similarities. In both models it can be seen that the percentage of predictions is not very different. This is due to too little use of data types and poor data cleaning. so that the distribution of words on each topic does not appear to fit the topic of the document

    Effect of Humic Acid and Molybdate on Phosphate Adsorption in Typic Hapludult of Cigudeg, Bogor

    No full text
    Humic acids containing carboxyl and hydroxyl groups that have the ability to cover the P adsorption  site in Typic Hapludults. Molybdate has similarity behaviour with phosphate in theacid soils. Research aim was to study the effects of molybdate and humic acid to the kinetics of phosphate adsorption in Typic Hapludults of Cigudeg, Bogor. Important of kinetics is to get accuration of materials transport, to control influence on anion mobility, that the assessment is needed for the efficient application of Mo and P. Aplication humic acid and molybdate as competitor anion of phosphate was conducted with combination of humic acid and Mo concentration as double anions. Many models describe the kinetics for the adsorption of phosphate by soils i.e. zero order, first order, second order, and Elovich. As ststistically, there was not interaction of humic acid and molybdate on P adsorption. Application of humic acid with rate of 100 mg.L-1 was not effective decrease P adsorption in Typic Hapludults. It was due to the pH of the adsorption system that get near to its pKa of carboxyl gruop about 5. Meanwhile aplication 2 and 5 mmol.L-1 of molybdate significantly decrease of P adsorption. The second order kinetics models apropriate to the adsorptionof P in the Typic Hapludults of Cigudeg, with determination coefficients value (R2) of  0.999-1 and standard error  value (SE) of 0.001–0.011.The results suggest that the molybdate as competitor anion affected the kinetics for the adsorption of phosphate due to the charge of molybdate
    corecore