1,720,970 research outputs found
Praktek Menikahkan di Bawah Tangan Oleh Tokoh Masyarakat ( Studi di Kelurahan Muara Tuhup Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah)
Normaidah. 2018. Praktek Menikahkan di Bawah Tangan Oleh Tokoh Masyarakat ( Studi di
Kelurahan Muara Tuhup Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya
Kalimantan Tengah). Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga, Fakultas Syariah.
Pembimbing: (I) Dr. Syaugi Mubarak, MA., (II) Abdul Hafiz Sairazi, SHI, MHI.
Kata Kunci: Praktik, menikahkan di bawah tangan, tokoh.
Bertolak dari pasal 2 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang
Perkawinan,” bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Selanjutnya di dalam pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun
1975 Tentang pelaksanaan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, “
bahwa pencatatan perkawinan bagi mereka yang melangsungkan perkawinannya menurut
agama Islam, dilakukan oleh Pegawai Pencatat Nikah.” Namun pada kenyataannya di
Kelurahan Muara Tuhup, terdapat praktek pernikahan di bawah tangan melalui jasa tokoh
masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek pernikahan di bawah tangan yang
dinikahkan oleh tokoh di Kelurahan Muara Tuhup; kemudian alasan yang mendasari tokoh di
Kelurahan Muara Tuhup menikahkan pasangan-pasangan dengan pernikahan di bawah
tangan; dan juga untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pernikahan di bawah tangan
yang di Praktekkan di Kelurahan Muara Tuhup.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum sosiologis, dengan pendekatan
kualitatif deskriptif, dan teknik pengumpulan data observasi langsung dan juga wawancara
untuk menggali data yang relevan dengan penelitian. Adapun observasi yang dilakukan oleh
peneliti meliputi keadaan masyarakat setempat dari segi keagamaan, kebudayaan, lingkungan
dan juga ekonomi. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti meliputi tiga orang responden,
yaitu dua orang tokoh masyarakat dan seorang pria pelaku nikah bawah tangan
Dari hasil observasi dan wawancara, penelitian ini menghasilkan temuan: praktik
pernikahan bawah tangan yang dinikahkan oleh kedua tokoh masyarakat di Kelurahan Muara
Tuhup perbedaannya terletak pada wali nikah. Jika tokoh pertama menikahkan harus dengan
adanya wali, namun tokoh kedua menikahkan tidak adanya wali dalam akad. Jika tokoh
pertama hanya menikahkan pasangan-pasangan yang asli masyarakat setempat lain halnya
dengan tokoh kedua, yang dinikahkan adalah para perantau yang bekerja di sekitaran
Kelurahan Muara Tuhup. Alasan dari kedua tokoh agar tidak terjadi zina. Adapun salah satu
faktor terjadinya pernikahan bawah tangan karena telah menjadi kebiasaan nenek moyang
terdahulu menikah di bawah tangan atau tidak tercatat
Upaya Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Melalui Media Kartu Pada Siswa Kelas Iii Sdn Melayu 9 Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin
Normaidah, 2009. Upaya Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Melalui Media Kartu Pada Siswa Kelas Iii Sdn Melayu 9 Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin. PTK, Jurusan Jurusan Pendidikan Agama Islam / S. 1, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. H. Syarifuddin Syukur, M.Ag, (II) Surawardi, S.Ag, M.Ag.
Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya suatu strategi/model pembelajaran agar siswa mampu meningkatkan baca tulis Al-Qur’an terutama pada siswa Kelas III SDN Melayu 9 Kecamatan Banjarmasin Tengah. Untuk mengatasi hal tersebut maka peneliti perlu melakukan PTK, dalam hal ini penulis melakukan penelitian PTK. Agar tujuannya bisa tercapai disini pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Proses belajar membaca Al-Qur’an bagi pemula adalah dalam proses pengucapan huruf masih belum bisa membedakan antara pengucapan huruf satu dengan huruf yang lain dalam huruf hijaiyah dengan lafal yang hampir sama. Berdasaarkan permasalahan yang dihadapi siswa diatas, diharapkan melalui penelitian ini guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran. Peningkatan kreativitas mengajar guru mutlak perlu dikembangkan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisisnya melalui kajian-kajian reflektif, partisipatif, dan kolaboratif. Pengembangan program didasarkan pada data-data dan informasi dari siswa, guru dan setting sosial kelas secara alamiah melalui tiga tahapan siklus penelitian tindakan kelas.
Melalui pembelajaran dengan menggunakan media kartu hasilnya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa Kelas III SDN Melayu 9 Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. Hal ini dapat dilihat dari Aktivitas siswa, selama melaksanakan pembelajaran siswa rata-rata aktif dan bergairah pada saat PBM dengan persentasi rata-rata siklus I 65%, meningkat menjadi 75% pada siklus II, kemudian persentasi tersebut lebih meningkat pada siklus III menjadi 84%. Kegiatan Guru Mengajar, yaitu selama proses pembelajaran berlangsung dalam kegiatan belajar terhadap guru terjadi peningkatan dengan persentase rata-rata siklus I 56%, siklus II 71%, dan siklus III 89%. Hasil belajar belajar siswa meningkat, hal ini dapat dilihat dari tes hasil belajar siswa siklus I rata-rata nilai 6,5, meningkat pada siklus II menjadi rata-rata nilai 7,1 peningkatan ini kemudian diiringi pada siklus III yaitu rata-rata nilai 8,3. Karena hasil belajar meningkat maka hal tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada materi menulis dan membaca Al-Qur’an. Nilai tersebut sesuai dengan yang dipersyaratkan tuntas belajar yang telah ditetapkan oleh Kurikulum PAI yaitu rata-rata 7,00
Penggunaan Media Sedotan Lemon untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika pada Materi Operasi Hitung Bilangan pada Siswa Kelas 1 di Mi Khadijah Banjarmasin.
Normaidah, 2014. Penggunaan Media Sedotan Lemon untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika pada Materi Operasi Hitung Bilangan pada Siswa Kelas 1 di Mi Khadijah Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Dra. Mariani, M.Pd.I.
Kata kunci: Prestasi Belajar Siswa, Media Sedotan Lemon.
Penelitian ini bertolak dari tingkat prestasi siswa kelas I MI Khadijah Banjarmasin yang belum mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yaitu 56.40 sedangkan yang ditetapkan madrasah untuk mata pelajaran Matematika yaitu 60.00, khususnya materi Penjumlahan dengan teknik tanpa menyimpan dan dengan teknik menyimpan. Faktor-faktor penyebab belum tercapainya SKBM hasil belajar siswa ini diantaranya belum digunakannya media pembelajaran yang tepat, sehingga pembelajaran Matematika di kelas berjalan monoton, kurangnya kolaborasi antara guru dan siswa yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi belajar siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dalam penelitian tindakan kelas ini diujicobakan penggunaan media sedotan lemon dalam pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penerapan media sedotan lemon dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I MI Khadijah Banjarmasin dan mengetahui apakah dengan penggunaan media sedotan lemon dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa materi Penjumlahan dengan teknik tanpa menyimpan dan penjumlahan dengan teknik menyimpan kelas I MI Khadijah Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas, subjek penelitiannya adalah guru dan siswa kelas I MI Khadijah Banjarmasin yang berjumlah 26 orang yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Sumber Data diperoleh dari siswa, guru, dan observer atau teman sejawat. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara dan diskusi antara guru.
Aktivitas guru pada pembelajaran dengan menggunakan media sedotan lemon ini diperoleh pada siklus I rata-ratanya 36 pada klasifikasi baik, pada siklus I pertemuan II meningkat 38 pada klasifikasi baik, pada siklus II pertemuan I meningkat menjadi 43 pada klasifikasi sangat baik dan pada siklus II pertemuan II meningkat lagi sebesar 46 dengan klasifikasi sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan I skor rata-ratanya 69,91% yang berada pada klasifikasi cukup, pada siklus I pertemuan II skor rata-ratanya 72,39% yang berada pada klasifikasi baik. Pada siklus II pertemuan I skor rata-ratanya 76,09% pada klasifikasi baik dan siklus II pertemuan II skor rata-ratanya 80.63% yang berada pada klasifikasi sangat baikPrestasi belajar siswa pada siklus I pertemuan I memperoleh nilai rata-rata 63,07 dengan ketuntasan klasikal 69,24%, pada siklus I pertemuan II memperoleh nilai rata-rata 71,15 dengan ketuntasan klasikal sebesar 84,6%, siklus II pertemuan I memperoleh nilai rata-rata 72,30 dengan ketuntasan klasikal 88,46% dan siklus II pertemuan II memperoleh nilai rata-rata 78,07 dengan ketuntasan klasikal sebesar 96,162%. Dengan ketuntasan klasikal rata-rata 84,30% terjadi peningkatan pada tiap siklus
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
