45 research outputs found

    Tradisi Karo Di Desa Ngadisari Tengger Probolinggo Sejak Awal Pertumbuhan Hingga Tahun 2010

    No full text
    Wilayah Tengger adalah tempat yang dianggap suci oleh kerajaan Majapahit. Pada masa Hayam Wuruk wilayah ini dibebaskan dari pajak kenegaraan dan dianjurkan untuk menjalankan ritual–ritual keagamaan yang fungsinya untuk menjaga harmoni antara masyarakat adat Tengger dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya Tradisi yang berkembang dalam masyarakat hingga saat ini merupakan sebuah bagian dari budaya peninggalan Majapahit yang masih terus bertahan, serta bisa memberi petunjuk tentang kehidupan masa lampau khususnya kehidupan tradisional semasa kerajaan– kerajaaan Hindu–Buddha. Kepercayaan dan tradisi lama yang merupakan warisan dari nenek moyang tersebut oleh masyarakat dilestarikan dalam bentuk tradisi. Tradisi Karo merupakan hari raya terbesar kedua bagi masyarakat Tengger yang diselenggarakan pada bulan kedua (mangsa karo) kalender Tengger. Tradisi Karo ini merupakan wujud ucapan terima kasih masyarakat Tengger kepada Sang Hyang Widiwasa yang telah menciptakan 2 makhluk berbeda yaitu laki–laki dan perempuan (kekarone) sebagai leluhur mereka. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1). Bagaimanakah kondisi geografi, sosial budaya dan awal mula tradisi karo di Desa Ngadisari Tengger Probolinggo. (2). Bagaimanakah dinamika (perubahan, perkembangan, dan kesinambungan) yang terjadi pada Tradisi Karo di desa Ngadisari Tengger Probolinggo pada abad X hingga tahun 2010? (3). Usaha-usaha apa sajakah yang di lakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam melestarikan Tradisi Karo di Desa Ngadisari Tengger Probolinggo ?. Penelitian ini bertujuan (1). Untuk mengkaji secara mendalam mengenai kondisi geografi dan sosial budaya serta awal mula tradisi karo di Desa Ngadisari Tengger ix Probolinggo. (2). Untuk mengkaji secara mendalam mengenai dinamika atau perubahan, perekembangan, dan kesinambungan yang terjadi pada Tradisi Karo di desa Ngadisari Tengger Probolinggo dalam kurun waktu abad X hingga tahun 2010. (3). Untuk memaparkan secara komprehensif tentang usaha-usaha yang dilakukan Masyarakat Tengger dan Pemerintah Daerah dalam rangka pelestarian Tradisi Karo yang ada di desa Ngadisari Tengger Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah heuristik, kritik, intreprestasi dan historiografi. Penulis juga menggunakan pendekatan antropologi geografi, antopologi budaya dan sosiologi agama dengan teori fungsional struktural dan teori konflik. Penulis melaksanakan penelitian kurang lebih selama 3 bulan di lokasi penelitian dan 3 bulan dibeberapa instansi pemerintah seperti diantaranya: (1) Perpustakaan Universitas Jember; (2) Perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember; (3) Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Jember; (4) Dinas Pariwisata kabupaten Probolinggo; (5) Perpustakaan Daerah dan Badan Kearsipan kabupaten Probolinggo; (6) Kantor BPS Kabupaten Probolinggo; (7) Kantor Desa Ngadisari Tengger Probolinggo Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan adanya dinamika yang meliputi kesinambungan dan perulangan pada tradisi karo di wilayah Ngadisari serta terjadi pula perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaaannya. Perubahan dan perkembangan yang terjadi meliputi beberapa hal diantaranya Perubahan Nilai Religiusitas dalam Tradisi Karo, Pergeseran Fungsi Tradisi Karo dalam Kehidupan Masyarakat Ngadisari, Perkembangan Tata Cara Ritual Karo di Desa Ngadisari serta Pandangan dan Motivasi Masyarakat Tengger. Kemudian pada usaha–usaha masyarakat dan pemerintah yang lebih berperan penting dalam melestarikan tradisi karo sendiri adalah masyarakat Tengger khususnya yang tinggal di Desa Ngadisari. Sedangkan usaha-usaha pemerintah kabupaten Probolinggo sendiri lebih banyak fokus pada aspek pariwisata dan bukan usaha pelestariannya

    TRADISI KARO DI DESA NGADISARI TENGGER PROBOLINGGO DARI AWAL PERTUMBUHAN HINGGA TAHUN 2010

    No full text
    Wilayah Tengger adalah tempat yang dianggap suci oleh kerajaan Majapahit. Pada masa Hayam Wuruk wilayah ini dibebaskan dari pajak kenegaraan dan dianjurkan untuk menjalankan ritual–ritual keagamaan yang fungsinya untuk menjaga harmoni antara masyarakat adat Tengger dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya Tradisi yang berkembang dalam masyarakat hingga saat ini merupakan sebuah bagian dari budaya peninggalan Majapahit yang masih terus bertahan, serta bisa memberi petunjuk tentang kehidupan masa lampau khususnya kehidupan tradisional semasa kerajaan– kerajaaan Hindu–Buddha. Kepercayaan dan tradisi lama yang merupakan warisan dari nenek moyang tersebut oleh masyarakat dilestarikan dalam bentuk tradisi. Tradisi Karo merupakan hari raya terbesar kedua bagi masyarakat Tengger yang diselenggarakan pada bulan kedua (mangsa karo) kalender Tengger. Tradisi Karo ini merupakan wujud ucapan terima kasih masyarakat Tengger kepada Sang Hyang Widiwasa yang telah menciptakan 2 makhluk berbeda yaitu laki–laki dan perempuan (kekarone) sebagai leluhur mereka. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1). Bagaimanakah kondisi geografi, sosial budaya dan awal mula tradisi karo di Desa Ngadisari Tengger Probolinggo. (2). Bagaimanakah dinamika (perubahan, perkembangan, dan kesinambungan) yang terjadi pada Tradisi Karo di desa Ngadisari Tengger Probolinggo pada abad X hingga tahun 2010? (3). Usaha-usaha apa sajakah yang di lakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam melestarikan Tradisi Karo di Desa Ngadisari Tengger Probolinggo ?. Penelitian ini bertujuan (1). Untuk mengkaji secara mendalam mengenai kondisi geografi dan sosial budaya serta awal mula tradisi karo di Desa Ngadisari Tengger Probolinggo. (2). Untuk mengkaji secara mendalam mengenai dinamika atau perubahan, perekembangan, dan kesinambungan yang terjadi pada Tradisi Karo di desa Ngadisari Tengger Probolinggo dalam kurun waktu abad X hingga tahun 2010. (3). Untuk memaparkan secara komprehensif tentang usaha-usaha yang dilakukan Masyarakat Tengger dan Pemerintah Daerah dalam rangka pelestarian Tradisi Karo yang ada di desa Ngadisari Tengger Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah heuristik, kritik, intreprestasi dan historiografi. Penulis juga menggunakan pendekatan antropologi geografi, antopologi budaya dan sosiologi agama dengan teori fungsional struktural dan teori konflik. Penulis melaksanakan penelitian kurang lebih selama 3 bulan di lokasi penelitian dan 3 bulan dibeberapa instansi pemerintah seperti diantaranya: (1) Perpustakaan Universitas Jember; (2) Perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember; (3) Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Jember; (4) Dinas Pariwisata kabupaten Probolinggo; (5) Perpustakaan Daerah dan Badan Kearsipan kabupaten Probolinggo; (6) Kantor BPS Kabupaten Probolinggo; (7) Kantor Desa Ngadisari Tengger Probolinggo Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan adanya dinamika yang meliputi kesinambungan dan perulangan pada tradisi karo di wilayah Ngadisari serta terjadi pula perkembangan dan perubahan dalam pelaksanaaannya. Perubahan dan perkembangan yang terjadi meliputi beberapa hal diantaranya Perubahan Nilai Religiusitas dalam Tradisi Karo, Pergeseran Fungsi Tradisi Karo dalam Kehidupan Masyarakat Ngadisari, Perkembangan Tata Cara Ritual Karo di Desa Ngadisari serta Pandangan dan Motivasi Masyarakat Tengger. Kemudian pada usaha–usaha masyarakat dan pemerintah yang lebih berperan penting dalam melestarikan tradisi karo sendiri adalah masyarakat Tengger khususnya yang tinggal di Desa Ngadisari. Sedangkan usaha-usaha pemerintah kabupaten Probolinggo sendiri lebih banyak fokus pada aspek pariwisata dan bukan usaha pelestariannya

    PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI TINGKAT SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS SDN KEBONSARI KULON 3 KOTA PROBOLINGGO TAHUN AJARAN 2020-2021

    No full text
    Social studies is one of the compulsory subjects in elementary schools. This subject contains lessons related to social life. With the existence of social studies lessons in elementary schools, it is hoped that students will have knowledge of the basic concepts of social science, sensitivity to social problems in their environment, and the role of humans as social beings. The research method used in this research is mixed methods, in which this research is a combination of two approaches, namely qualitative and quantitative. Data collection techniques in this study using observation, interview and documentation techniques. The subjects used in this study were teachers and students of Kebonsari Kulon 3 Elementary School, Probolinggo City, 2020-2021 academic year. Therefore, this research is expected to be able to be useful for the social sciences, especially because IPS or Social Studies has a noble task and becomes an important foundation for the intellectual, emotional, cultural and social development of students, namely being able to develop ways of thinking, behaving and behaving responsibly. as individuals, citizens of society, citizens, and citizens of the world. Keywords: Social Studies Learning, Problems, Learning Method

    ANALISIS MANFAAT E-PAYMENT DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    No full text
    Introduction: Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi global atau teknologi internet mengarah pada pembentukan lingkungan elektronik global untuk kegiatan ekonomi, yang salah satu wujud nyata adalah beredarnya Epayment. Methods: Desain yang digunakan dalam Desain yang digunakan dalam penelitian ini melakukan pendekatan deskriptif kualitatif. participant-observation karena peneliti itu sendiri yang harus jadi instrument utama dalam pengumpulan data dengan cara mengobservasi langsung objek penelitian. Results: hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem digitalisasi sudah mulai massif digunakan karena internet tidak hanya tersedia di wilayah rural namun juga di wilayah urban, bahkan merebak ke penjuru negeri. Namun beberapa masih ada keraguan dalam penggunaan e payment karena penyalahgunaan oleh oknum sehingga tidak sesuai dengan syariat Islam. Oleh karenanya dalam pembahasan dideskripsikan secara lugas prinsip ekonomi Islam saat menggunakan e-payment, Conclusion and suggestion: penelitian ini di rekomendasikan bagi khalayak untuk menambah wawasan dalam memahami digitalisasi ekonomi namun tetap dalam koridor perspektif dan ajaran Islam. Keywords: e-payment; e-commerce; ekonomi isla

    The Phenomenon of Internet Addiction Disorder Online Gambling In Probolinggo

    No full text
    Information and communication technology in the 5.0 era is massive and make changes to people's lives. There are many positive impacts from the internet, but there are also negative impacts causing problematic behavior in society such as online gambling. This study uses a phenomenological type of qualitative approach. The sample used in this purposive sampling study was the active students of Probolinggo Regency. Data collection techniques used by researchers in this study were observation, in-depth interviews, and documentation. Testing the validity of the data in this study using source triangulation techniques. Analyzing the data obtained carried out several stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. The results of the study show that online gambling has a negative and positive impact on the lives of Probolinggo students who are already familiar with online gambling. The negative impacts felt by Probolinggo students in their lives such as decreased learning achievement, resulting in addiction, and lack of socializing with family. not only has a negative impact, but also has a positive impact on the lives of its users (students) such as getting big profits. This research is recommended to the public, especially educators and students, to be more aware of the phenomenon of addiction disorder which is quite worrying. Keywords: online gambling, student, internetTeknologi informasi dan komunikasi di era 5.0 dengan masif. Serta memberikan perubahan terhadap kehidupan  masyarakat. banyak dampak positif dari internet, tetapi juga terdapat dampak negative yang menimbulkan prilaku bermasalah di masyarakat seperti judi online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe fenomonologi. Sampel yang digunakan pada penelitian purposive sampling adalah mahasiswa aktif Kabupaten Probolinggo. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Menguji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Menganalisis data yang diperoleh melakukan beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa judi online membawa dampak negative dan positif  dalam kehidupan mahasiswa probolinggo yang sudah mengenal judi online. Dampak negative yang dirasakan mahasiswa probolinggo dalam kehidupannya seperti menurunya prestasi belajar, mengakibatkan ketagihan,  serta kurangnya bersosialisasi dengan keluarga. tidak hanya mengakibatkan dampak negatif, namun juga  mengakibatkan dampak yang positif bagi kehidupan para penggunannya (mahasiswa) seperti mendapatkan keuntungan yang besar. Penelitian ini direkomendasikan kepada khalayak utamanya pendidik dan peserta didik agar lebih mawas terhadap fenomena addiction disorder yang cukup mengkhawatirkan. Kata Kunci: judi online, mahasiswa, interne

    Revitalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Ludruk melalui Pembelajaran IPS Berbasis Literasi Budaya Pada Siswa SMP

    No full text
    Abstract: This study aims to analyze the values of local wisdom in the Ludruk tradition and their application in cultural literacy-based social studies learning. The research used a qualitative approach with a case study. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed using source triangulation and reduced for categorization. The results indicate that the values of local wisdom in ludruk include (1) the value of mutual cooperation manifested through group cooperation activities when acting out roles, (2) the value of spirituality reflected in moral messages with religious nuances, (3) the value of tolerance through the depiction of characters from various backgrounds, and (4) the value of peace through kidungan containing humorous verses and songs with a peaceful rhythm. Implementation in social studies learning is carried out through three approaches: learning about ludruk, learning with ludruk as a medium, and learning through ludruk to build character. This research contributes to strengthening cultural literacy and character formation in junior high school students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi Ludruk serta penerapannya di dalam pembelajaran IPS berbasis literasi budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan triangulasi sumber serta direduksi untuk dikategorisasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal dalam ludruk meliputi (1) nilai gotong royong yang dimanifestasikan melalui kegiatan kerjasama kelompok saat memerankan peran, (2) nilai spiritualitas yang tercermin dari pesan moral bernuansa keagamaan, (3) nilai toleransi melalui penggambaran tokoh dari berbagai latar belakang, serta (4) nilai cinta damai melalui kidungan berisi syair jenaka dan tembang berirama kedamaian. Implementasi dalam pembelajaran IPS dilakukan melalui tiga pendekatan: belajar tentang ludruk, belajar dengan ludruk sebagai media, dan belajar melalui ludruk untuk membangun karakter. Penelitian memberikan kontribusi pada penguatan literasi budaya dan pembentukan karakter siswa SMP

    KONTRIBUSI PENDIDIKAN IPS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DI MASA NEW NORMAL

    No full text
    The discovery of the coronavirus (SARS-CoV-2) and the spread of Covid-19 have caused the governmentto take drastic steps, namely taking a lockdown policy for the majority of the population. This research isused to determine or identify people's attitudes in the new normal era. Data analysis in this study wascarried out by researchers from the beginning, in every aspect of research activities. The data analysis stepthat the researchers used was the data analysis of the Miles and Huberman models carried out in this casestudy research were as follows: (1) data reduction; (2) display or presentation of data; (3) verification ordraw conclusions. Currently the Covid-19 outbreak is considered a transnational emergency. Apart fromthe human tragedy of the Covid-19 pandemic, this virus also has an increasingly large impact in variousfields. The education sector also experienced significant disruptions. Education from the community meanseducation provides answers to community needs. Education by the community means that the communityis placed as the subject / actor of education, not the object of education. In this context, society is requiredto play an active role and participation in every educational program.Keywords: Social Studies Education, Covid 19, New Normal Er

    Brain Booster Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kretek Kabupaten Bantul

    No full text
    Perkembangan otak janin semakin baik jika dilakukan stimulasi sejak dini. Puskesmas Kretek memiliki program kelas ibu yang secara rutin diberikan kepada ibu-ibu hamil di wilayah Kecamatan Kretek. Stimulasi terhadap otak janin ini sangat penting untuk diajarkan kepada ibu hamil supaya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama hamil, sehingga dapat membantu dalam mencedaskan anak kelak kemudian hari. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penyuluhan. Partisipan kegiatan ini adalah ibu hamil yang berada di Wilayah Puskesmas Kretek Bantul. Pengetahuan ibu hamil tentang stimulasi otak pada janin melalui ibu hamil di Puskesmas Kretek Bantul meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi

    Pembuatan Sushi dan Sate Buah Sebagai Alternatif Makanan Untuk Balita

    No full text
    One of the principles that must be considered in a balanced diet is food diversity. Children often refuse foods they don't like and only choose foods they like, so they need to be introduced to a variety of foods to optimize the achievement of balanced nutrition. Consumption of a variety of foods in toddlers can guarantee the completeness of the nutrients their bodies need, because each food contains a different source of nutrients, both in type and amount. Sushi is a popular food and easy to make. Sushi and fruit satay have good nutritional content for toddlers. Making sushi and fruit satay aims to provide food choices for toddlers that are nutritious and easy to make. The implementation of the activity was carried out by means of direct demonstrations, participants tried directly to make sushi and fruit satay with the ingredients provided. Participants were very enthusiastic doing the practice of making sushi and fruit satay

    SELF-CARE EDUCATION MASA MENSTRUASI PADA REMAJA

    No full text
    Menstrual self-care education in adolescents Adolescent girls during menstruation require self-care such as hygiene, nutrition, rest patterns, exercise or physical activity. Efforts can be made to maintain reproductive health in women, namely by maintaining feminine hygiene during menstruation (Tarwoto and Watonah, 2010). Studies conducted on adolescents show that adolescents have the wrong knowledge about self-care so that they do the wrong self-care (Ibrahim et al., 2022) Based on research conducted by Anamika et al. (2008) on students found that premenstrual syndrome and dysmenorrhea were the most disturbing complaints. The purpose of this service is to increase knowledge about self-care during menstruation in adolescent girls. The method that will be used is the online lecture using the Zoom meeting media. The results obtained from this community service activity are increased knowledge about self-care during menstruation in adolescent girls. The results of the evaluation showed that there was an increase in knowledge about self-care during menstruation of participants before attending the webinar and after attending the webinar. It is necessary to carry out community service continuously as an effort to increase adolescent knowledge about health as an effort to improve the quality of life of adolescents Keywords: Menstrual self-care education, adolescent
    corecore