1,720,978 research outputs found

    Profesionalitas Guru Dalam Pengembangan Bahan Ajar Al-Qur’an Hadits Di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar

    No full text
    Kata Kunci: Profesionalitas Guru, Bahan Ajar. Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru sangat membtuhkan bahan ajar sebagai acuhan dalam memberikan materi pelajaran begitu pula siswa membutuhkan panduan dan pedoman guna mempelajari materi yang diberikan guru agar siap menerima materi yang akan disampaikan oleh guru. Agar guru benar-benar memiliki keterampilandan kemampuan dalam menyusun bahan ajar maka diperlukan sekali keahlian guru, maka dari ituguru dituntut untuk profesional dibidangnya masing-masing. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis melakukan penelitian di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar dengan fokus penelitian (1) Bagaimana persiapan guru dalam mengembangkan bahan ajar Al-Qur’an Hadits di MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar? (2) Bagaimana upaya guru PAI dalam mengembangkan bahan ajar Al-Qur’an Hadits di MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar? (3) Bagaimana evaluasi guru dalam mengembangkan bahan ajar Al-Qur’an Hadits di MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar? Adapun tujuan dari pembahasan di atas adalah (1) Untuk mendeskripsikan persiapan guru dalam mengembangkan bahan ajar Al-Qur’an Hadits di MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar (2) Untuk mendeskripsikan upaya guru PAI dalam mengembangkan bahan ajar Al-Qur’an Hadits di MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar (3) Untuk mendeskripsikan evaluasi guru PAI dalam mengembangkan bahan ajar Al-Qur’an Hadits di MTs Sunan Kalijogo Ngadri Binangun Blitar Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan yang menjadi sumber dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, kepala MTs Sunan Kalijogo Ngadri dan siswa kelas VII. Untuk pengumpulan data yang diperlukan, penulis menggunakan beberapa metode yaitu metode observasi, metode interview dan metode dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yang peneliti peroleh dari observasi, interview dan dokumentasi menggunakan teknik analisa data riset deskriptif yang bersifat eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena tertentu. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini diantaranya adalah (1) Persiapan yang telah dilakukan guru Al-Qur’an Hadits MTs Sunan Kalijogo Ngadri dalam mengembangkan bahan ajar adalah dengan membuat program tahunan, program semester, silabus dan RPP sebagai acuan dalam kegiatan belajar dan pembelajaran. Selain itu juga melakukan persiapan situasi dan persiapan terhadap siswa yang akan dihadapi (2) Upaya Guru dalam Mengembangkan Bahan Ajar, diantaranya (a) Melakukan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), kegiatan ini dilakukan sesuai dengan rumpun mata pelajaran masing-masing untuk membahas materi, pembuatan silabus dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penyampaian mata pelajaran masing-masing guru. Hal ini dilakukan pada tingkat guru sekolah, tingkat diknas, tingkat depag se kabupaten dan nasional (b) Hafalan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits serta menugaskan para siswa untuk membuat makalah dan artikel baik individu maupun kelompok, dengan begitu mereka bisa ikut terjun langsung dan berpartisipasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta tidak lagi berpacu pada guru (3) Evaluasi Guru dalam Pengembangan Bahan Ajar Al-Qur’an Hadits dilakukan dengan cara evaluasi teman sejawat ataupun uji coba kepada siswa secara terbatas serta penilaian pada akhir program belajar mengajar (penilaian formatif), penilaian yang dilakukan pada akhir unit program, yaitu akhir semester dan akhir tahun (penilaian sumatif). Selain itu, dilakukan juga pengajaran remidial yang merupakan bagian dari penilaian diagnostik

    PERAN GURU AL-QUR’AN HADIST DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTs SUNAN KALIJOGO NGADRI KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Peran Guru Al-Qur’an Hadist dalam Menumbuhkan Minat Belajar Peserta Didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri” ini ditulis oleh Rizky Ahmad Fahrezi, 12201183258 dan di bimbing oleh Dr. Anissatul Mufarokah, S.Ag, M.Pd. Kata Kunci: Peran Guru Al-Qur’an Hadist, Minat Belajar Peserta Didik. Konteks penelitian ini dimulai dengan sebuah fenomena peran guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat belajar (membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an) peserta didik. Minat belajar membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh anak sebagai dasar mereka untuk memahami kandungan AlQur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman sekarang banyak anak didik yang belum bisa baca tulis Al Qur’an karena mereka tidak tertarik untuk mempelajarinya. Guru Al-Qur’an Hadist adalah orang yang berpengaruh pada perkembangan kemampuan membaca, menulis, dan menghafal Al Qur’an peserta didik di lembaga madrasah. Hal ini merupakan suatu yang menarik karena guru Al-Qur’an Hadist harus melaksanakan perannya dalam menumbuhkan minat membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an. Fokus peneliti dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana peran guru Al Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat membaca dan menulis Al-Qur’an peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri? (2) Bagaimana peran guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat menghafal Al-Qur’an peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri? (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat belajar peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan peran guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat membaca dan menulis Al-Qur’an peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri. (2) Untuk mendeskripsikan peran guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat menghafal Al-Qur’an peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri. (3) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat belajar peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan studi kasus. Peneliti hadir di lokasi MTs Sunan Kalijogo Ngadri dan mengumpulkan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya peneliti menganalisis dengan teknik analisis data deskriptif dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan teknik uji kredibilitas triangulasi sumber dan triangulasi teknik, memperpanjang pengamatan, pemeriksaan teman sejawat dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa (1) Peran guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat membaca dan menulis Al-Qur’an adalah (a) Sebagai pengajar, menyampaikan materi-materi ajar yang membantu peserta didik mempelajari kaidah baca tulis Al-Qur’an. Guru Al-Qur’an Hadist membina dan membantu peserta didik untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi, dan memahami materi standart yang dipelajari terkait kaidah baca tulis Al-Qur’an. (b) Sebagai Inisiator, guru menggagas ide dan mengawali pelaksanaan progam pemetaan kemampuan baca tulis AlQur’an. Bersama para ustadz pengajar, beliau juga menggagas progam madrasah diniyah yang kemudian dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an. (c) Sebagai fasilitator, guru menyediakan waktu dan ruang khusus peserta didik maupun guru berkonsultasi apabila terdapat kesulitan dalam pembelajaran, termasuk ketika peserta didik masih kesulitan dalam membaca dan menulis Al-Qur’an. (d) Sebagai organisator, guru menjadi pengelola progam pemetaan dan madrasah diniyah di MTs Sunan Kalijogo Ngadri. Guru Al-Qur’an Hadist bersama kepala sekolah dan para ustadz merancang, menjalankan, mengelola, dan mengevaluasi progam-progam tersebut. (e) Sebagai motivator, Guru meluangkan 60% waktunya selama pembelajaran untuk memberikan motivasi kepada peserta didik. Motivasi tersebut berupa dorongan semangat, ucapan optimis, dan nasehat untuk mencapai kehidupan lebih baik di masa depan. Motivasi juga diberikan berupa reward untuk peserta didik yang lancar baca tulis, dan menghafal Al-Qur’an, reward tersebut berupa hadiah alat tulis, alat sholat, dan mushaf Al-Qur’an. (f) Sebagai evaluator, guru Al-Qur’an Hadist bersama Kepala Madrasah, para ustadz dan wali peserta didik menyelenggarakan evaluasi setiap akhir semester untuk membahas perkembangan progam madrasah dan perkembangan kemampuan peserta didik. (2) Peran guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat menghafal Al-Qur’an peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri adalah (a) Sebagai pengajar, guru memberikan pengajaran berupa metode pembelajaran khusus bagi anak yang kesulitan menghafal Al-Qur’an. Karena penyebab anak kesulitan menghafal Al-Qur’an adalah ketidak mampuan mereka dalam membaca dan menulis AlQur’an, maka guru Al-Qur’an hadist memberikan metode ajar mengeja dan menulis hurus Al-Qur’an dari arab ke latin dan menghafalnya. Bagi anak didik yang sudah lancar, guru mengajar hafalan surat-surat pilihan dengan sistem nilai. (b) Sebagai motivator, guru memberikan semangat, ucpan optimis, dan nasehat kepada anak didik untuk giat dalam menghafal surat-surat Al-Qur’an. Guru juga memberikan kredit poin dan reward bagi peserta didik yang sudah mampu menghafal surat-surat yang diberikan, sehingga dapat memacu semangat peserta didik dalam menghafal. (3) Faktor pendukung dan penghambat guru Al-Qur’an Hadist dalam menumbuhkan minat belajar peserta didik di MTs Sunan Kalijogo Ngadri. (a) Faktor pendukung, yang pertama adalah dukungan dari seluruh elemen madrasah seperti kepala madrasah, guru lain, staf tata usaha, dan para ustadz pengajar madin. Kedua, dukungan wali peserta didik. Ketiga, sarana yang memperlancar kegiatan pembelajaran seperti pansuan ajar ustmani dan sarana masjid yang nyaman. (b) Faktor penghambat, yang pertama adalah masih banyak peserta didik yang belum bisa baca tulis Al-Qur’an. Kedua, Kurangnya perhatian orang tua terhadap kemampuan baca tulis anak sejak dini. Ketiga, Sarana yang kurang mendukung seperti kurangya ketersediaan layar proyektor dan banyak LCD proyektor rusak

    PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN YOUTUBE PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS VIII MTs SUNAN KALIJAGA NGADRI TAHUN AJARAN 2021/2022

    No full text
    Skripsi yang berjudul “Penggunaan Media Tayangan YouTube pada Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas VIII MTs Sunan Kalijaga Ngadri Tahun Ajaran 2021/2022” ini ditulis oleh Nafi’atul ‘Abidah, NIM 12210183120, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dian Risdiawati, M.Pd. Kata Kunci : Penggunaan Media tayangan YouTube, Menulis Teks Eksplanasi Media tayangan YouTube saat ini telah marak digunakan oleh berbagai kalangan. Salah satunya media tayangan YouTube digunakan oleh guru pada pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII IR MTs Sunan Kalijaga Ngadri untuk menarik minat serta memberikan pengalaman audiovisual bagi siswa sehingga, hal-hal yang tidak mungkin diperagakan oleh guru bisa dipelajari dengan jelas dari tayangan tersebut. Selain itu, media tayangan YouTube juga digunakan agar memudahkan siswa dalam menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan, upaya tersebut dilakukan guru untuk melihat kemampuan menulis teks eksplanasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan serta hambatan penggunaan media tayangan YouTube pada pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dengan guru bahasa Indonesia serta siswa kelas VIII IR MTs Sunan Kalijaga Ngadri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Alasan peneliti memilih MTs Sunan Kalijaga Ngadri sebagai tempat penelitian karena, kepala sekolah maupun guru pengajar cukup terbuka dan menerima kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan di sekolah tersebut. Hasil penelitian penggunaan media tayangan YouTube pada pembelajaran menulis teks eksplanasi siswa kelas VIII IR MTs Sunan Kalijaga Ngadri melalui tiga tahap, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi dapat dikatakan cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dari hasil kerja siswa dalam membuat teks eksplanasi dengan bantuan media tayangan YouTube. Siswa lebih antusias dalam proses pembelajaran serta mampu mengikuti prosedur penggunaan media tayangan YouTube yang disampaikan dengan tepat. Adapun faktor penghambat dan solusi penggunaan media tayangan YouTube pada pembelajaran menulis teks eksplanasi adalah koneksi internet yang lambat sehingga membuat proses pemutaran tayangan YouTube menjadi terhambat serta resolusi gambar yang kurang jelas apabila mengunduh dengan kapasitas yang rendah. Tetapi, faktor penghambat tersebut dapat diatasi dengan cara menyediakan paket data cadangan. Selain itu, hambatan tersebut juga dapat diatasi dengan mengunduh terlebih dahulu tayangan yang akan di ajarkan. Guru juga harus mencari atau mengunduh tayangan YouTube dengan kapasitas yang tinggi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS IV MI SUNAN AMPEL NGADRI BINANGUN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Akhlak Siswa Kelas IV MI Sunan Ampel Ngadri Binangun Blitar” ini ditulis oleh Diyah Safitri, NIM. 3217113027, dibimbing oleh Dr. H. Nurkholis, M.Pd. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction (TAI), Hasil Belajar Siswa. Tujuan penelitian: (1) Untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif tipe team accelerated instruction (TAI) pada mata pelajaran aqidah akhlak pokok bahasan akhlak terpuji dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV MI Sunan Ampel Ngadri Binangun Blitar tahun ajaran 2014/2015. (2) Untuk memaparkan model pembelajaran kooperatif tipe team accelerated instruction (TAI) pada mata pelajaran aqidah akhlak pokok bahasan akhlak terpuji dapat meningkatkan kerjasama dan tanggung jawab siswa kelas IV MI Sunan Ampel Ngadri Binangun Blitar tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) karena masalah yang dipecahkan berasal dari praktik pembelajaran di kelas. Proses pelaksanaannya sendiri meliputi: (1) Menyusun perencanaan (planning), (2) Melaksanakan tindakan (acting), (3) Pengamatan (observing) dan (4) Refleksi (reflection). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode observasi, metode wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa melalui pemahaman, kerja sama dan tanggung jawab siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar siswa pada tes awal mendapatkan nilai rata-rata 55,29 dengan persentase ketuntasan 23,52%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih belum tuntas dalam belajar dan masih jauh dari kriterian ketuntasan minimal yaitu 70 %. Sedangkan pada siklus I nilai rata-rata siswa 84,70 dengan persentase ketuntasan 70,58% dan siklus II nilai rata-rata siswa 88,52 dengan persentase ketuntasan 94,11%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team accelerated instruction (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa kelas IV MI Sunan Ampel Ngadri Binangun Blitar tahun pelajaran 2014/201

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore