60 research outputs found

    Pengaruh Keyakinan Motivasional (Motivational Beliefs) dan Konteks Kehidupan (Life Context) terhadap Keterlibatan Ibu dalam Pendidikan pada Anak Usia Dini.

    No full text
    Salah satu peranan penting dari keluarga terhadap pendidikan anak adalah keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Namun demikian, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivational beliefs dan life context terhadap keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini melibatkan 86 responden yang terdiri atas 43 responden ibu dari Desa Babakan dan 43 ibu responden dari Desa Dramaga yang dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki anak usia 3-5 tahun dan menjadi siswa di PAUD di kedua desa tersebut. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dengan alat bantu kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian skor keterlibatan ibu, motivational beliefs dan life context ibu berada pada kategori rendah. Karakteristik ibu yang berhubungan positif signifikan dengan motivational beliefs dan life context adalah pekerjaan ibu dan pendapatan per kapita. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa motivational beliefs dan life context dengan keterlibatan ibu berhubungan positif signifikan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa motivational beliefs dan life context memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keterlibatan ibu

    Pengaruh Interaksi Teman Sebaya dan Perkembangan Moral terhadap Perilaku Agresi Anak Usia Sekolah di Wilayah Miskin Perkotaan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh antara karakteristik anak dan keluarga, interaksi teman sebaya, perkembangan moral terhadap perilaku agresi anak usia sekolah di Kelurahan Tegal Lega Kecamatan Bogor Tengah dan Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan teknik cross sectional study. Populasi contoh adalah keluarga dengan anak usia sekolah kelas 4-6 sekolah dasar. Jumlah contoh dalam penelitian ini adalah 100 anak dan ibu yang terpiih secara proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang negatif dan sangat signifikan antara perkembangan moral dengan perilaku agresi. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan negatif antara perkembangan moral terhadap perilaku agresi. Penelitian ini tidak menemukan pengaruh antara karakteristik anak dan interaksi teman sebaya terhadap perilaku agresi

    Pengaruh Lingkungan Sekolah, Kecerdasan Sosial, Dan Self-Esteem Terhadap Prestasi Akademik Remaja Di Wilayah Perdesaan.

    No full text
    Pencapaian remaja untuk meraih prestasi akademik merupakan hasil dari interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, lingkungan sekolah, kecerdasan sosial dan self-esteem terhadap prestasi akademik remaja di wilayah perdesaan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Responden dalam penelitian ini berjumlah 150 siswa SMA di wilayah Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive dan penarikan contoh dilakukan dengan cara proportional random sampling. Hasil uji regresi menunjukan bahwa kecerdasan sosial dan self-esteem tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi akademik. Jenis kelamin dan lingkungan sekolah ditemukan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap prestasi akademik. Sebalikmya, pendapatan per kapita keluarga mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap prestasi akademik remaja perdesaan

    Pengaruh Tipe Kepribadian dan Kelekatan dengan Teman Sebaya terhadap Perilaku Bullying Remaja di Panti Asuhan.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tipe kepribadian dan kelekatan dengan teman sebaya terhadap perilaku bullying remaja di panti asuhan. Penelitian ini dilaksanakan di empat panti asuhan di Kota Bogor yang dipilih secara purposive berdasarkan rekomendasi dari Dinas Sosial Kota Bogor. Penelitian ini melibatkan 115 remaja yang tinggal di empat panti asuhan terpilih dengan kisaran usia 13 hingga 20 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan metode self-administered dan wawancara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepribadian extraversion, agreeableness, dan conscientiousness berhubungan positif signifikan dengan kelekatan teman sebaya. Tipe kepribadian neuroticism berhubungan negatif signifikan dengan kelekatan teman sebaya. Tipe kepribadian agreeableness berhubungan negatif signifikan dengan perilaku bullying. Usia dan tipe kepribadian conscientiousness berpengaruh negatif terhadap perilaku bullying. Tipe kepribadian openness to experience berpengaruh positif terhadap perilaku bullying. Jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap perilaku bullying. Remaja laki-laki memiliki skor perilaku bullying yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja perempuan

    Sensitivitas Ibu, Kelekatan Ibu-Anak, dan Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah di Wilayah Miskin Perkotaan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sensitivitas ibu, kelekatan ibu-anak, dan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di wilayah miskin perkotaan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Empang dan Tegallega, Kota Bogor yang melibatkan 100 contoh anak yang berusia 3-6 tahun beserta ibu yang dipilih secara proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pendidikan ibu dan sensitivitas ibu berhubungan positif signifikan dengan kelekatan ibu-anak. Lama pendidikan ibu dan pendapatan per kapita berhubungan positif signifikan dengan perkembangan kognitif anak. Besar keluarga berhubungan negatif signifikan dengan kelekatan ibu-anak dan perkembangan kognitif. Keikutsertaan PAUD dan lama pendidikan ibu berpengaruh positif terhadap perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan antara kelekatan ibu-anak dengan perkembangan kognitif anak

    Gaya Pengasuhan, Hubungan Guru-Anak, dan Kemandirian Anak Usia Prasekolah di Wilayah Miskin Perkotaan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya pengasuhan, hubungan guru-anak, terhadap kemandirian anak usia prasekolah di wilayah miskin perkotaan yaitu di Kelurahan Empang dan Kelurahan Tegallega, Kota Bogor. Penelitian ini melibatkan 50 orang anak yang dipilih secara purposive dengan ketentuan anak usia prasekolah berasal dari keluarga pra sejahtera atau sejahtera I, mengikuti program PAUD, dan ibu sebagai pengasuh utama. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner dan observasi.Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan separuh dari ibu menerapkan gaya pengasuhan pelatih emosi, sebagian besar anak berada pada dimensi kedekatan dengan guru, dan kemandirian anak menyebar hampir sama banyak pada kategori sedang dan tinggi. Faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian secara positif adalah usia ayah, besar keluarga, dan hubungan guru-anak, sedangkan yang memengaruhi kemandirian secara negatif adalahusia ibu. Kemandirian pada penelitian ini dipengaruhi oleh 26.0 persen oleh variabel yang diteliti

    Sensitivitas Ibu, Keterlibatan Ayah dan Kelekatan Ayah-Anak Usia Prasekolah di Wilayah Perdesaan.

    No full text
    Kelekatan yang terbentuk antara ayah dengan anak usia prasekolah dapat membantu anak untuk dapat mengoptimalkan masa Golden Age dan anak cenderung menjadi pribadi yang santun dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan sensitivitas ibu, keterlibatan ayah dan kelekatan ayah-anak usia prasekolah di wilayah perdesaan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor dengan melibatkan 50 anak beserta orangtuanya yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ayah dan lama ayah bekerja berhubungan negatif signifikan dengan kelekatan ayah-anak dan lama pendidikan orangtua, pendapatan per kapita, serta keterlibatan ayah berhubungan positif signifikan dengan kelekatan ayah-anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin anak dan keterlibatan ayah berpengaruh positif signifikan terhadap kelekatan ayah-anak serta usia ayah dan lama ayah bekerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kelekatan ayah-anak

    “Koperasi bilik syariah” : eksistensi budaya menuju kesejahteraan bagi pengrajin bilik di lereng gunung bunder rw viii kampung legok nyenang kabupaten bogor

    No full text
    Hal yang paling mendasar dalam mencapai usaha adalah kemampuan strategi dan manajemen organisasi. Masih banyak usaha-usaha yang belum memiliki organisasi bagus sehingga produksi sampai pemasaran belum termanajemen dengan rapi. Hal ini terjadi juga pada salah satu kampung di Lereng Gunung Bunder. Sebuah kampung dengan akses terjal dan jauh dari perkotaan ternyata menyimpan aktivitas kreasi bilik. Hampir semua penduduk kampung Legok Nyenang merupakan pengrajin bilik. Kegiatan tersebut berlangsung dari generasi ke generasi, mulai dari kalangan pemuda dan orang tua ikut melestarikan budaya membuat bilik bambu. Kegiatan yang mereka jadikan mata pencaharian ini sayangnya masih belum optimal. Bambu yang mereka anyam diproduksi dan dipasarkan secara individu kepada tengkulak desa, sehingga dari segi kuantitas hanya sedikit yang bisa mereka buat dan hasil penjualan itu hanya cukup untuk makan mereka sehari–hari. Hal yang menjadi masalah juga adalah akhirnya perekonomian mereka pun dikuasai tengkulak. Fakta di lapangan menunjukkan harga satu lembar bilik berukuran 2x2 meter dihargai setara dengan harga dua liter beras atau sekitar Rp12.000,00. Orientasi terhadap daerah perkotaan juga menjadi faktor lainnya. Sistem kepegawaian di daerah perkotaan mendorong banyak penduduk kampung tersebut mulai meninggalkan aktivitas dalam pembuatan bilik bambu karena bagi mereka pekerjaan membuat bilik adalah pekerjaan orang tua dan kurang menjanjikan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka kami memberikan solusi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) dengan pembentukan organisasi yang rapi melalui “Koperasi Bilik Syariah”: Eksistensi Budaya menuju Kesejahteraan bagi Pengrajin Bilik di Lereng Gunung Bunder RW VIII Kampung Legok Nyenang Kabupaten Bogor. Tujuan dari program ini adalah membentuk suatu organisasi yang terdiri dari para pengrajin bilik untuk mengorganisir produksi dan pemasaran kerajinan bilik dalam Kopersi Bilik bebasis syariah sehingga eksistensi budaya mengrajin bilik di desa tetap berkembang. Program ini meliputi kegiatan Koperasi in mind, Oeganization Building, Manajemen Accounting, Accounting in Action, Koperasi Syariah, dan Koperasi Bilik Syariah. Keunikan dan kreativitas program ini adalah penyelamatan dan eksistensi budaya mengrajin bilik untuk dijadikan sektor yang menjanjikan dalam peningkatan taraf perekonomian desa dan murni dijalankan oleh mahasiswa. Diharapkan program ini dapat menumbuhkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa dengan tidak melupakan esensi bilik sebagai bentuk kreativitas yang harus terus dikembangkan sebagai bagian kebudayaan di desa tersebut.Dikt

    Pengaruh Pengasuhan Spiritual dan Kualitas Lingkungan Sekolah terhadap Kecerdasan Spiritual Remaja

    No full text
    Pengasuhan orang tua dan lingkungan sekolah memegang peran penting dalam perkembangan kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengasuhan spiritual dan kualitas lingkungan sekolah terhadap kecerdasan spiritual pada remaja di sekolah berasrama dan tidak berasrama. Penelitian ini melibatkan 120 responden yang terdiri atas 60 siswa dari sekolah berasrama dan 60 siswa dari sekolah tidak berasrama. Pengasuhan spiritual diukur menggunakan modifikasi dari instrumen Pola Asuh Spiritual. Kualitas lingkungan sekolah diukur dengan mengadaptasi instrumen Kualitas Lingkungan Sekolah. Kecerdasan spiritual remaja diukur menggunakan The Spiritual Intelligence Self- Report Inventory-24. Hasil menunjukkan bahwa pengasuhan spiritual dan kualitas lingkungan sekolah pada remaja di sekolah berasrama menunjukkan performa lebih baik daripada remaja di sekolah tidak berasrama. Terdapat hubungan positif signifikan antara pengasuhan spiritual dan kualitas lingkungan sekolah dengan kecerdasan spiritual remaja. Kecerdasan spiritual remaja dipengaruhi oleh jenis kelamin dan kualitas lingkungan sekolah. Remaja laki-laki memiliki kecerdasan spiritual yang lebih tinggi dibandingkan remaja perempuan

    Kelekatan Orang Tua, Kelekatan Teman Sebaya, Status Identitas Diri, dan Orientasi Seksual Sesama Jenis pada Remaja.

    No full text
    Salah satu gangguan seksual yang sering ditemukan pada remaja adalah homoseksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, karakteristik remaja, kelekatan orang tua, kelekatan teman sebaya, dan status identitas diri terhadap orientasi sesama jenis pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Data yang dikumpulkan berupa data primer dari 45 responden dengan menggunakan pendekatan penelitian campuran kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh menggunakan teknik interview dan self report dengan menggunakan kuesioner pertanyaan tertutup dan terbuka. Hasil menunjukkan bahwa, ketika berpacaran dengan sesama jenis, lebih dari setengah remaja melakukan perilaku seksual kategori berat. Remaja mulai merasakan dirinya seorang penyuka sesama jenis sejak duduk sekolah dasar. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan identitas foreclosure dengan orientasi seksual sesama jenis. Hasil uji pengaruh menunjukkan kelekatan teman sebaya pada dimensi kepercayaan memiliki pengaruh positif terhadap orientasi seksual sesama jenis pada remaja. Sedangkan kelekatan ibu pada dimensi komunikasi, kelekatan teman sebaya pada dimensi pengasingan dan identitas foreclosure memiliki pengaruh negatif terhadap orientasi seksual sesama jenis
    corecore