4 research outputs found
(Implementation and Development of HACCP System on Food Industry in Indonesia)
Research on implementation and development hazard analysis critical control point(HACCP) system on food safety on facing international trde and globalization .the methods used was based on descriptive analysis ,that are problem identification of food safety system issue on small and medium industry (SMI'S) ,selection and empowerment to SMI'S training and guiding in food safety system to SMI'S implementing of HACCP management system in SMI's ,food safety auditing based on food safety system to SMI's were still weak and need to be improved in terms of good manufacturing practice (GMP) facilities ,sanitation and personnel hygiene awareness ,responsibility and commitment on food safety system the food safety audit resulted that were five SMIs have met foodsafety plus requirements
Sistem Ketertelusuran Pada Industri Pangan Dan Produk Hasil Pertanian
Ketertelusuran adalah kemampuan dari suatu sistem untuk menelusuri produk dan riwayatnya melalui seluruh atau bagian dari rantai produksi, mulai dari saat pemanenan terhadap ketertelusuran pada produk pangan dan hasil pertanian dalam 10 tahun terakhir ini cenderung meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya kasus yang berhubungan dengan keamanan pangan dan penyakit langka (seperti penyakit kuku dan mulut, penyakit sapi gila, kontaminasi mikrobiologi pada produk segar, senyawa dioksin pada produk peternakan) serta meningkatnya perhatian dampak pangan hasil rekayasa genetika (GMO) pada rantai pangan manusia dan lingkungan. Implemnebtasi sistem ketertelusuran mempunyai aspek-aspek penying yang berhubungan dengan keamanan pangan, mutu dan labeling produk pangan. Cepatnya perkembangan pada teknologi informasi telah menyebabkan kemungkinan untuk menerapkan sistem ketertelusuran dalam industri pangan. Bagi produsen pangan skala kecil, pengembangan sistem secara kelompok dan sertifikasinya memudahkan dalam mengatasi kendala yang dihadapi pada penerapan sistem ketertelusuran, dengan penguatan kapasitas dalam pemilihan jenis teknologi tepat guna untuk ketertelusuran. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai konsep dan definisi ketertelusuran, keuntungan sistem ketertelusuran bagi industri pangan, pemerintah dan konsumen, implementasi sistem ketertelusuran pada produk pangan dan produk hasil pertanian, serta kendala dan peluang penerapan sistem ketertelusuran
(A study on microencapsulation of pepper oleoresin by using spray drying)
Microencapsulation of pepper oleoresin was conducted by using spray dryer in which gelatin, Tween 80, sodium alginat and dextrin were the wall material and pepper oleoresin and lecithin were the core material.The influence of solids concentration and drying condition on the product of microencapsulation and the retention of piperine and volatile oil.Drying temperature,however,may decrease the content of piperine and volatile oil in the product microencapsulated
Pengembangan Pembuatan sosis Ikan Cucut (The Development Of Shark Meat Sausage Manufacture)
Sosis ikan cucut dibuat dengan margarine 5%, tepung tapiokka 6%, gula pasir 1%, garam 1%, bumbu-bumbu 2,5% (terdiri dari bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, MSG dan pala dengan perbandingan 6 : 5 : 5 : 6: 1 : 1 : 1) dan dikukus pada suhu 90-95 derajat C selama 60 menit. Cara ini memberikan hasil sosis dengan warna, aroma, rasa dan tekstur yang dapat diterima konsumen dan secara mikrobiollogis memenuhi standard aging olah dan sosis olah yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan.Penambahan bahan ‘curing’ yang terdiri dari Natrium nitrit 150 ppm dan asam Askorbat 500 ppm menghasilkan sosis yang warnanya kemerah-merahan, tetapi tidak menunjukkan beda nayata dalam hal penerimaan oleh konsumen.Dengan harga produk Rp. 2.400/kg, perhitungan kasar menunjukkan bahwa pembuatan sosis ikan cucut seperti yang dilakukan dalam percobaan ini dapat memberikan keuntungan sebesar 19, 4%
