4 research outputs found

    PERBANDINGAN RESPONS STRUKTUR ATAS JEMBATAN CABLE STAYED TIPE RADIAL AKIBAT BEBAN GEMPA VERTIKAL DAN HORIZONTAL

    No full text
    Jembatan cable stayed merupakan suatu sistem struktur statis tidak tentu berderajat tinggi, dengan gaya dalam yang bekerja di pengaruhi bersama oleh kekakuan komponen penunjang serta gaya-gaya kabel mutu tinggi serta pylon utamanya. Tugas akhir ini membahas mengenai analasis perbandingan strutuktur atas jembatan cable stayed Barelang dengan bentang 642 m yang berada di kota Batam akibat beban gempa vertikal dan horizontal, dengan studi kasus yang ditinjau kota Padang. Kota Padang merupakan kota yang rawan terhadap gempa. Perbandingan ini di bantu dengan menggunakan software SAP 2000 untiuk di analisa respons atas struktur jembatan secara keseluruhan. Pada jembatan ini untuk menganalisis beban gempa tersebut di gunakan data yang di masukkan di riwayat waktu (time history) dengan zona yang digunakan adalah kota Padang. Hasil perbandingan jembatan tipe radial ini didapatkan perbandingan respons (perpindahan dan gaya dalam) struktur akibat beban gempa horizontal lebih besar dibandingkan dengan gempa vertikal. Kata kunci : Jembatan cable stayed, tipe radial, gempa arah vertical gempa arah horizontal, time histor

    PENGARUH PERBEDAAN UKURAN KARET BAN BEKAS TERHADAP SIFAT MEKANIK

    No full text
    ABSTRAKBan bekas sulit diurai karena salah satu bahan penyusunnya adalah karet sintetis. Ban bekas digunakan untuk kerajinan tangan, namun besar peluang penggunaan ban bekas sebagai material konstruksi. Kajian ini bertujuan untuk membedakan ukuran karet ban bekas berdasarkan lolos saringan no.#4 (4.8 mm) dan lolos saringan no.#8 (2.3mm). Objek kajian ini adalah kuat tekan dan modulus elastisitas dengan benda uji slinder (&15 cm x 30 cm), kuat lentur dengan benda uji balok (10 cm x 10 cm x 50 cm),  serta kuat tarik dengan benda uji dogbone. Salah satu penyusun mortar adalah karet ban bekas pengganti sebagian dari volume pasir. Kadar karet yang di ambil dari kajian ini adalah 0%, 20%, 40% dan 60%. Kajian ini tidak didapatkan perbedaan yang signifikansi yang besar antara penggunaan karet ban bekas lolos saringan no.#4 (4.8 mm) dan lolos saringan no.#8 (2.3mm).Kata kunci: ban bekas, kuat tarik, kuat tekan, kuat lentur, modulus elastisitasABSTRACTUsed tires are difficult to decompose because one of the constituent materials is synthetic rubber. Used tires are used for handicrafts, but there is a big chance of using used tires as construction materials. This study aims to differentiate the size of used rubber tires based on sieve No. 4 (4.8 mm) and sieve # 8 (2.3mm). The object of this research is compressive strength and modulus of elasticity with slinder test specimens (15 cm x 30 cm), flexural strength with beam test specimens (10 cm x 10 cm x 50 cm), and tensile strength with dogbone specimens. One of the compilers of the mortar is a used tire rubber which partially replaces the volume of sand. The rubber content taken from this study is 0%, 20%, 40% and 60%. There was no significant difference between this study between the use of used rubber tires that passed filter No. #4 (4.8 mm) and passed filter # 8 (2.3 mm).Keywords: used tires, tensile strength, compressive strength, flexural strength, modulus of elasticit

    PENYULUHAN UPAYA PERINGATAN DINI DAN TANGGAP DARURAT TERHADAP BENCANA

    No full text
    Flood disasters represent a serious threat to communities in various regions of Indonesia. One effort to anticipate floods is by conducting community outreach regarding established guidelines for early warning and emergency response. The early warning guidelines include early warning systems, risk identification, communication and education, preparedness training, and evaluation of lessons learned. This community service activity aims to provide knowledge to the community and to remind them to remain concerned about their surrounding environment in order to prevent flood disasters. The method used by the research team was to conduct field counseling by gathering several residents of RT 053, Bukit Lama Subdistrict. The counseling delivered material on early emergency response to flood disasters. This community service activity is expected to be implemented by residents when floods occur in residential areas, thereby significantly reducing potential losses.Bencana banjir merupakan ancaman serius bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu upaya mengantispasi banjir dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pedoman upaya peringatan dini dan tanggap darurat yang telah dikembangkan. Adapun pedoman upaya peringatan dini adalah sistem peringatan dini, identifikasi resiko, komunikasi dan edukasi, pelatihan kesipapsiagaan dan evaluasi pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat serta mengingatkan kembali untuk tetap peduli terhadap lingkungan sekitar agar tidak terjadi bencana banjir. Metode yang digunakan tim peniliti yaitu memberikan   penyuluahn ke lapangan dengan mengumpulkan beberapa warga RT 053 kecamatan bukit lama, penyuluhan ini memberikan materi tanggap dini darurat bencana banjir. Pengabdian kepada masyarakat ini diharapakan dapat dapat implementasikan oleh warga ketika terjadi banjir di pemukiman sehingga kerugian banjir dapat dicegah secara signifikan

    Pengujian Terhadap Kekuatan Dan Pelapukan Beton Dengan Pengukuran Kekerasan Dan Karbonasi Dam Concrete Face Dan Spillway Pada Bendungan Cirata

    No full text
    Bendungan merupakan salah satu sarana multifungsi yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Guna menjaga dan meningkatkan jaminan keamanan bendungan dan pengoperasiannya maka diperlukan pemeriksaan teliti (assesment) melalui penerapan metodologi test/pengujian yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pelapukan dan kekuatan struktur beton concrete face dan spillway sejak dini guna menghindari kerusakan atau kerugian yang lebih besar dikemudian hari. Pekerjaan pengukuran dengan melakukan pengukuran/pengujian kekuatan beton secara langsung (non destructive – direct test) melalui uji tekan permukaan beton. Hasil dari pengujian hammer test dan karbonasi yang dilakukan di area concrete faced dan pharaphet adalah kuat tekan beton rata-rata pada dam concrete faced adalah sebesar 343 kg/cm2, rata-rata tebal beton yang mengalami karbonasi adalah sebesar 0,5 mm. Kuat tekan beton rata-rata pada dam pharaphet adalah sebesar 391 kg/cm2, rata-rata tebal beton yang mengalami karbonasi adalah sebesar 1 mm. Pengujian non-destructive adalah pengujian dengan schmidt hammer. Hasil pengujian ini adalah kuat tekan beton rata-rata pada spillway inlet adalah sebesar 378 kg/cm2, rata-rata tebal beton yang mengalami karbonasi adalah sebesar 0,83 mm. Kuat tekan beton rata-rata pada outlet spillway adalah sebesar 271 kg/cm2, rata-rata tebal beton yang mengalami karbonasi adalah sebesar 0,55 mm. Kuat tekan beton rata-rata pada bottom spillway outlet adalah sebesar 243 kg/cm2, rata-rata tebal beton yang mengalami karbonasi adalah sebesar 0,55 m
    corecore