308 research outputs found

    Strategi Partai Gerindra Dalam Memenangkan Dahlan Hasan dan Muhammad Ja'far Sukhairi Nasution Sebgaai bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal

    Full text link
    Dalam Proses demokrasi di Indonesia khususnya dalam pemilihan kepala daerah partai politik merupakan suatu kendraan politik bagi setiap orang yang ingin menduduki jabatan strategis di setiap pemerintahan. Pilkada merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pemerintahan, oleh karena itu Pilkada harus diselenggarakan secara berkualitas dengan partisipasi rakyat yang seluas-luasnya tanpa mengeluarkan ujaran kebencian serta menimbulkan konflik terhadap masyarakat demi mendapatkan kekuasaan. Oleh karena itu strategi sangat dibutuhkan dalam memenangkan suatu kontestasi politik. Tujuan penelitian untuk mengetahui Bagaimana strategi Partai Gerindra dalam memenangkan Dahlan Hasan Nasution dan Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal serta hambatan yang dialami waktu melakukan kampanye. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penilitian kualitatif. Serta teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Henry Mintzberg, James Brian yang meliputi, strategi sebagai plan, ploy, pattern, posisition, perspective. Dari hasil penelitian berkat kerjasama partai Gerindra, tim sukses, konsultan, dan partai pengusung lainnnya telah berhasil memenagkan calon yang diusung. melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat, akademisi, kepala desa, ormas serta berkunjung setiap ada keramaian di masyarakat adalah poin utama yang dilakukan. dengan tersistemnya kampanye tersebut membuat masyarakat yakin bahwa pasangan tersebut merupakan pasangan yang layak dipilih untuk menjadi pemimpin di daerahnya sehingga pasangan tersebut mampu memperoleh 56,67% suara.In the democratic process in Indonesia, especially in political party regional head elections is a political vehicle for everyone who wants to occupy strategic positions in each government. Pilkada is a means to realize the sovereignty of the people in government, therefore Pilkada must be held in a quality manner with the broadest participation of the people without issuing hate speech and causing conflict against society in order to gain power. Therefore a strategy is needed in winning a political contestation. The purpose of the study was to find out how the Gerindra Party's strategy in winning Dahlan Hasan Nasution & Ja'far Sukhairi Nasution as the Regent and Deputy Regent of Mandailing Natal District as well as the obstacles experienced during the campaign. The type of research used in this study is a qualitative research method. And the theory used in this research is Henry Mintzberg's theory, James Brian which includes, strategies as plan, ploy, pattern, position, perspective. From the results of the study thanks to the cooperation of the Gerindra party, the success team, consultants, and other bearer parties have succeeded in winning the nominated candidates. approaching community leaders, academics, village heads, mass organizations and visiting every time there is a crowd in the community are the main points that are carried out. with the systemic campaign, the community is convinced that the couple is a worthy partner to be chosen to be the leader in their area so that the pair is able to obtain 56.67% of the vote

    Metode terjemah al-Qur’an Ustadz Muhammad Idris Nasution

    Full text link
    Al-Qur'an diturunkan menggunakan bahasa arab dan merupakan risalah Allah untuk seluruh umat manusia. Mayoritas umat Islam di seluruh dunia tidak semua mengerti bahasa Arab, yang menjadikan salah satu faktor alasan yang menghalangi seorang muslim tidak bisa memaknai dan memahami isi kandungan dalam al-Qur'an. Terjemahan al-Qur'an merupakan salah satu opsi bagi yang tidak memahami bahasa Arab, sehingga memudahkan seorang Muslim dalam menggali kandungan hikmah al-Qur’an. Salah satu yang membahas terjemah al-Qur’an adalah kajian terjemah oleh ustadz Muhammad Idris Nasution. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah tentang bagaimana metode terjamah al-Qur’an ustadz Muhammad Idris Nasution dan bagaimana respon jama’ah kajian terjemah ustadz Muhammad Idris Nasution. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode terjamah al-Qur’an ustadz Muhammad Idris Nasution dan mengetahui respon jama’ah kajian terjemah ustadz Muhammad Idris Nasution. Terjemah al-Qur’an terbagi dalam dua macam, terjemah Harfiyyah, yaitu memindahkan suatu isi ungkapan dari suatu bahasa ke bahasa yang lain, dengan mempertahankan bentuk dan urutan kata dan susunan kalimat aslinya. Dan terjemah Maknawiyah atau Tafsiriyyah, yaitu mengungkapkan makna/ maksud perkataan atau kalimat dengan menggunakan bahasa lain tanpa terikat dengan mufrodat (kosa kata) dan tartib (susunan kata). Jenis penelitian yang peneliti pakai adalah jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif, yang mengumpulkan data dengan cara observasi, interview atau wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpul data menggunakan teknk, wawancara, observasi, dokumentasi kemudian dianalisis dengan cara berfikir induktif, teknik keabsahan data, analisis data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Setelah memperoleh data, maka hasil penelitian menunjukkan metode yang digunakan dalam kajian terjemah ustadz Idris adalah metode Harfiyyah. Hal ini bertujuan membantu jama’ah untuk memahami dasar-dasar struktur terjemahan sebelum beralih ke terjemahan yang lebih sempurna. Setelah jama’ah sudah paham, jama’ah bisa menerjemahkannya dengan menyesuaikan dengan bahasa setempat. Sedangkan respon jama’ah kajian terjemah ustadz Idris merespon positif dengan adanya kajian ini. Karena pengajaran ustadz Idris yang mudah dipahami dan mengerti, khusunya bagi jama’ahnya yang sudah berumur paruh bay

    Hydraulic simulations to evaluate and predict design and operation of the Chashma Right Bank Canal

    Full text link
    Irrigation systems / Irrigation canals / Flow control / Velocity / Canal regulation techniques / Hydraulics / Simulation models / Design / Operations / Crop-based irrigation / Distributary canals / Water delivery / Policy / Protective irrigation / Water allocation / Water requirements / Sedimentation / Water distribution / Equity / Water conveyance / Pakistan / Chashma Right Bank Canal

    ABU HASAN KRUENG KALEE: THE CHARISMATIC ULAMA OF ACEH

    No full text
    Abu Hasan Krueng Kalee is one of Aceh's charismatic scholars who teaches religious knowledge and other sciences. Abu Hasan Krueng Kalee has an important role in the sustainability of education, politics, and religion in Aceh. The research location that the author examined was Siem Village, Darussalam Sub-District. In this study, the authors used historical research methods, namely investigations that apply scientific solutions to the historical perspective of a problem with the steps of data collection, source criticism, interpretation, and writing method. The author draws a number of conclusions concerning Teungku Hasan bin Teungku Muhammad Hanafiyyah bin Teungku Shaykh 'Abbas bin Teungku Muhammad Fadhil based on the findings of the investigation. Muhammad Hasan was given the first name when he was born on 13 Rajab 1303 H, which corresponds to 18 April 1886 AD, in Gampong Langgoe Meunasah Keutumbu Village, Sangeue, Pidie. Teungku Haji Muhammad Hanafiyah bin Teungku Sheikh Abbas, often known as Teungku Chik Krueng Kalee One or Teungku Haji Muda Krueng Kalee, is the father of Abu Hasan Krueng Kalee. Nya'Ti Hafsah bint Teungku Ismail, the mother of Abu Hasan Krueng Kalee, was of Arab ancestry and migrated through Pase. Teungku Syekh Abdul Wahab and Asiah, two brothers of Abu Hasan Krueng Kalee.. Abu Hasan Krueng Kalee's contributions to religion and the country have been made in the areas of politics, education, and religion. Additionally, works of Abu Hasan Krueng Kalee might be used to instruct students. The writings include “Risalah Latifah Fi Adabi’z_Zikry” as well as “Jawahiru’I-‘ulum Fi kasyfi’I-ma’lum, An’amatu’I-fa-idatu fi isti’mali qa’odati’r-rabitat, ­Siraju’s-Salikin’ala minhaju’I-‘abidin

    A Critique of the Article “Abu al-Hasan Ahmad ibn Muhammad al-Tabari Toranji; the Famous Iranian Physician”

    Full text link
    Abu al-Hasan Ahmad ibn Muhammad al-Tabari Toranji, the author of the book "al-mu'alaja al-buqratiya", is one of the greatest physicians of Tabaristan and Iran in the fourth century AH. For this purpose, in the tenth issue (Volume 20, October 2018) of the Journal of Babol University of Medical Sciences, an article entitled "Abu al-Hasan Ahmad ibn Muhammad al-Tabari Toranji; the famous Iranian physician" has been published on pages 72-75 about the biography of this valuable scientist, which seems to have some problems and shortcomings in terms of historical geography. Therefore, the purpose of publishing this article is to critique the published article and draw appropriate conclusions in scientific studies

    The Position of Criticism in the History of Medicine Based on "A Critique of the Article, Abu al-Hasan Ahmad ibn Muhammad al-Tabari Toranji; the Famous Iranian Physician"

    No full text
    Historical criticism requires expertise and proficiency in general knowledge of history. Without historical knowledge, it is wrong to write a review. In writing the critique of the article "Abu al-Hasan Ahmad ibn Muhammad al-Tabari Toranji; the famous Iranian physician", year 2022, volume 24, number 1, none of the principles of historiography criticism have been observed. With a focus on historical geography, there is apparently a difference of opinion between the critics and the author of the article. Therefore, the aim of this article is critical discourse analysis of historiography and the birthplace of  Abu al-Hasan Ahmad ibn Muhammad al-Tabari Toranji

    Analisis Implementasi Pembiayaan Qardhul Hasan Pada lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus Pada KSPPS BMT Al Falah Cirebon)

    Full text link
    Salah satu fenomena yang terjadi pada pengaplikasian qardhul hasan di KSPPS BMT Al Falah masih belum berjalan secara optimal, karena ada beberapa anggota penerima pembiayaan qardhul hasan yang terkendala. Maka akan dilakukan investigasi terlebih dahulu terhadap anggota yang tidak mampu membayar dengan penutupan hutang nya melalui dana zakat dan infaq. Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang ada yaitu, untuk mengetahui bagaimana implementasi pembiayaan qardhul hasan. Apa saja kegunaan yang akan diperoleh nasabah pinjaman dari pembiayaan qardhul hasan. Serta tantangan dan solusi dalam implementasi pembiayaan qardhul hasan pada BMT Al Falah. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini penulis mengunakan data primer. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlahkan 3 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode oberservasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan Teori Yusuf, Nasution, Antonio, Purwadi, Cohen, Abdul Manan dan Muhammad menyatakan implementasi pembiayaan Qardhul Hasan di BMT Al Falah telah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam Fatwa DSNMUI No.19/DSN-MUI/IV/2001. Pembiayaan Qardhul Hasan di BMT Al Falah telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi nasabah, terutama di kalangan masyarakat kurang mampu. Implementasi pembiayaan Qardhul Hasan di BMT Al Falah didukung oleh beberapa faktor penunjang, seperti pendampingan intensif kepada anggota, komitmen kuat dari pihak internal BMT, dan kepatuhan terhadap aturan DSN-MUI. Kata Kunci: Implementasi, Pembiayaan, Qardhul Hasa

    al-Misbāh fī al-Nahw By Nāsir al-Dīn al-Mutarrizī al-Nahwī (d. 610/1213) A Critical Edition of the Text with the Life History of the Author

    Full text link
    Nāsir al-Dīn al-Mutarrizī al-Nahwī (d.610/1213) was one of the most renowned figures in the field of Arabic Grammar. He has left an indelible mark on the world of Arabic language and literature. He is also known as the successor of al-Zamakhsharī. He wrote a number of books but his al-Misbāh fī al-Nahw gained prominence at a level that no other book in this field could claim to achieve. For this reason, a great number of commentaries have been written in every age, of which the most famous are al-Daw and Khulāsat al-I‘rāb written by Tāj al-Dīn al-Isfrā’īnī and ‘Abd al- Karīm al-Tūsī (better known as Hājjī Bābā) respectively. Moreover, its translation into other languages also demonstrates its value as a useful book. Although al-Misbāh has been edited on more than one occasion, the published editions do not fulfil the needs and requirements of modern academic research criteria. The basic aim of this thesis is to present this book with a current modern research style so that the students, teachers and ordinary readers of Arabic language and literature may benefit from this work. This thesis is divided into two parts. The first part deals with the life history of the author and his other works. A brief note of the environment under which he grew up (generally referred to as the ‘Seljuk’ period) is also included in this part. The second part consists of a text edition that deals with the derivation (Takhrīj) of syntactical issues together with the differing opinions of grammarians on syntactical/grammatical issues. This part also proffers the idiomatic English translation of al-Misbāh

    Interviews with Muhammad Jamal Amr

    No full text
    هذه المقابلة مع مؤلف أدب الأطفال و الشاعر الأردني محمد جمال عمرو يتحدث عن مجلة للأطفال صدرت في الأردن بعنوان ""أروى"". يسلط الضوء على المعايير الأساسية التي يجب إتباعها عند كتابة قصائد للأطفال ، علاوة على ذلك ، يروي بعض النماذج من قصائده. أجرى المقابلة حسن شمس الدين.In this interview, Jordanian author of children books Muhammad Jamal Amr speaks about ""Arwa"" magazine published in Jordan and highlights standards for writing children poems.. The interview was conducted by Hasan Shams al-Din

    Trend childfree menurut pembacaan Muhammad Mutawalli Sya’rawi: telaah Tafsir Sya’rawi

    Full text link
    Skripsi ini membahas fenomena trend childfree (pilihan untuk tidak memiliki anak) dalam perspektif Islam, khususnya melalui pembacaan Muhammad Mutawalli Sya'rawi dalam kitab Tafsir Sya'rawi. Trend childfree merupakan fenomena yang semakin populer di kalangan generasi milenial, terutama di negara-negara maju, dan mulai merambah ke Indonesia. Fenomena ini menuai pro dan kontra, terutama ketika dilihat dari sudut pandang agama Islam yang menganggap memiliki keturunan sebagai salah satu tujuan pernikahan dan anugerah dari Allah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber data primer dari kitab Tafsir Sya'rawi dan sumber data sekunder dari buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Muhammad Mutawalli Sya'rawi menafsirkan fenomena childfree dan relevansi penafsirannya dengan konteks sosial modern, khususnya di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammad Mutawalli Sya'rawi menegaskan pentingnya memiliki keturunan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dalam tafsirnya, Sya'rawi mengutip beberapa ayat al-Qur'an yang menekankan bahwa anak adalah anugerah dan amanah dari Allah, serta bagian dari tujuan pernikahan. Sya'rawi mengkritik trend childfree yang didasarkan pada alasan-alasan materialistik atau hedonistik, karena hal ini bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang mengutamakan tanggung jawab sosial dan keluarga. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun Sya'rawi mengakui hak individu untuk memilih, beliau menekankan bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak harus didasarkan pada pertimbangan yang matang dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Relevansi penafsiran Sya'rawi terhadap trend childfree sangat kuat dalam konteks modern, terutama di Indonesia, di mana nilai-nilai keluarga dan agama masih sangat dijunjung tinggi
    corecore