512 research outputs found

    Pengaruh Karakteristik dan Perilaku Pencegahan Paparan terhadap Kadar Timbal (Pb) dalam Darah Petugas SPBU di Kota Medan Tahun 2014

    No full text
    Nowa&rys, we live in the full atmosphere of cdntaminaling subslances' environmental comwnents such as water, soil, and air have been seriously contaminated by contaminating substances. Today, contamination from leaded gasoline becomes increas[ng, along with the increasing number of motor vehicles. The peopte who take high risk of being exposed to lead (Pb) are the emplq)ees of SPBU (gas station) in Medan. ihe objective of the research wds to find out the inJluence of the characteristics and behavior on lead (Pb) conlent in the blood of SPBU employees in Medan, in 2014 The research used cross sectiondl design. The population and the samples were 32 employees who workcd for more than five years at SPBU, Medan, taken by using cluster sampling technique. The dala were processed statislically by using mult iple logistic r egres s ion tesl s. The result of the research showed that there was conelation of smoking habit dnd the length of .tervice with lead (Pb) content in the blood of the SPBU employees in Medan, in 2014. Smoking habit had the most doninant influence on the lead (Pb) content in the blood of the SPBLI employees in Medan, in 2014 It is recomended that SPBIJ employees reduce their smoking habit, und the emplol,ess w'ith the length of semice should examine their health reg arly' The poiicy td perramina related to lhe use of maskers during the employees are on duly '.rhorrkl i" tonsidcred so that the exposure to lead (Pb) in the SPBU employees can also be reduced.139 HalamanTesis Magiste

    Pengaruh Intensitas Kebisingan dan Karakteristik Pekerja terhadap Tekanan Darah Petugas Ground Handling di Apron Bandar Udara Internasional Kualanamu Tahun 2014

    No full text
    Noise is one of environment factors at work place that influence the health of ground handling staff at the airport apron. Based on measurement done by the health workers to the ground handling staff who came to the post of Port Health Office Class I Medan in the working area of Kualanamu International Airport, several of the staff were found to experience an above normal increase of blood pressure. The purpose of this analytical study with cross-sectional design conducted from January to March 2014 was to analyze the influence of noise intensity and workers characteristics on the blood pressure of ground handling staff at the apron of Kualanamu International Airport. The population of this study was all 106 ground handling staff and all of them were selected to be samples for this study through total sampling technique. The data for this study were obtained through questionnaire based interviews, observation and direct measurement. The data obtained were analyze through univariate analysis, bivariate analysis using Chi square test and multivariate analysis with multiple logistic regression test at α = 0,05. The result of this study showed that the variables that influenced the change of the ground handling staff’s blood pressure were noise intensity, age, length of servive, the use of hearing protection devices (ear muff) and training. The result of multiple logistic regression test showed that the most dominant variable influencing the change of blood pressure was noise intensity. The average of ground handling staff experiencing the change of blood pressure worked under the noise intensity above NAB, were over 28 years old, with length of service more than 5 years, did not use any hearing protection (ear muff) and never attended any training related to their work area. The ground handling staff should have awareness and discipline to use ear protective devices at work or in the work environment.Kebisingan merupakan salah satu faktor lingkungan tempat kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan petugas ground handling yang bertugas di apron bandar udara. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan petugas kesehatan terhadap petugas ground handling yang datang ke pos Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan wilayah kerja Bandara Kualanamu, terdapat sejumlah petugas yang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kebisingan dan karakteristik pekerja terhadap tekanan darah petugas ground handling di apron Bandar Udara Internasional Kualanamu. Metode penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari sampai dengan Maret 2014. Populasi adalah seluruh petugas ground handling berjumlah 106 orang dan seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner, observasi dan pengukuran langsung. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda pada pengujian α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah petugas ground handling yaitu intensitas kebisingan, umur, masa kerja, penggunaan alat pelindung telinga dan pelatihan. Hasil uji regresi logistik berganda variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah adalah intensitas kebisingan. Petugas yang mengalami perubahan tekanan darah setelah bekerja rata-rata menerima intensitas kebisingan diatas NAB, memiliki umur diatas 28 tahun, dengan masa kerja lebih dari 5 tahun, tidak menggunakan alat pelindung telinga dan tidak pernah mengikuti pelatihan yang berhubungan dengan bidang pekerjaannya. Petugas ground handling harus memiliki kesadaran dan disiplin untuk menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja atau berada dalam lingkungan kerja.131 HalamanTesis Magiste

    Pelaksanaan Pengolahan Limbah Cair di Pabrik Gula Sumatera Utara

    No full text
    Pembangunan industri disamping memberikan dampak positif juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah perubahan kwalitas lingkungan secara umum yang berlangsung ataupun tidak langsung mempengaruhi kesehatan masyarakat, untuk itu pengolahan air limbah merupakan keharusan bagi semua industri agar limbah yang dibnang sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga tidak membahayakan makhluk hidup. Jenis penelitian ini adalah survey yang bersifat deskriptif dimana hanya menggambarkan pelaksanaan pengolahan air limbah serta menyajikan data-data, catatan-catatan ataupun infonnasi-informasi mengenai pengolahan air limbah pabrik gula Sei Semayang dan pabrik gula Kwala Madu. Tujuan umum dari pcnelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan pengolahan limbah cair di pabrik gula Sumatera Utara tahun 2002. Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui pengamatan langsung dan pcngumpulan data maka dikctahui bahwa sumber air limbah cair pabrik gula berasal dari stasiun boiler, stasiun gilingan dan stasiun proses yang meliputi (stasiun pemurnian, stasiun evaporator, stasiun pan masakan, stasiun receiver continous cristalizer, centrifugal). Keadaan influent limbah dengan hasil yang dicapai sebelum pengolahan yang dilakukan dalam pabrik terkumpul dengan baik pada konstruksi pengolahan limbah yang baik yang tidak mengalami kebocoran atau kerusakan. Keadaan effluent limbah pabrik gula Sei Semayang pada bulan Februari sampai bulan April, parameter BOD 5 tidak melebihi dari batas yang telah ditetapkan, namun pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2002 parameter BOD 5 melebihi dari batas yang telah ditetapkan. Keadaan effiuent limbah pabrik gula Kwala Madu dari pengukuran parameter dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2002 , BOD 5, COD, TSS dan pH tidak melebihi dari batas yang te!ah ditetapkan. Berdasarkan hasil penelitian, maka perlu disarankan kepada Pimpinan PTPN II Medan terutama bagian Unit Pengolahan Limbah Cair agar pengolahan limbah cair pabrik gula Kwala Madu dan pabrik gula Sei Semayang dilakukan terus menerus selama enam bulan atau selang proses pembuatan gula78 HalamanSkripsi Sarjan

    Higiene dan Sanitasi Pengelolaan dan Pemeriksaan E.Coli dalam Makanan Jadi di Instalasi Gizi RSIA Sri Ratu Medan Tahun 2021

    Get PDF
    The hospital is a health care institution for the healing and recovery of patients, in the institution there are some installations, one of which is the installation of nutrition. Installation nutrition plays an important role in the recovery process for patients through balanced nutrition as well as food that is clean and healthy, therefore, the organizer or its handlers food should pay attention to personal hygiene as well as the principles of hygiene and sanitation other during the process of food processing takes place, in accordance with the standard that has been set in Regulation of the Minister of health of the republic of indonesia no.7 2019. The research method used in this research is a descriptive observational approach as well as laboratory tests. The location of the sampling carried out in the Installation Nutrition RSIA Sri Ratu Medan. Analysis of Hygiene and Sanitation using observation sheets, and the analysis of the content of the bacteria Escherichia.coli in food and feed using the method of Eosin Methylene Blue (EMB) that was conducted in the laboratory of Faculty of Mathematics and Natural Sciences, university of north Sumatra . Research results obtained through the observation sheet which consists of 6 (six) principles of hygiene and sanitation of food processing show of hygiene and sanitation in the Installation Nutrition RSIA Sri Ratu Medan there are 3 (three) principles of hygiene and sanitation that has been qualified namely the principle of the selection of raw materials of food, storage of food and presentation of food, while 3 (three) principal other, namely the storage of food raw materials, food processing and transport of food not meet the requirements that have been set. Laboratory test results for food samples tested consists of 6 (six) of the sample are white rice, chicken soup,perkedel,touge and tofu and soup macaroni using the method of EMB with 3 (three) times the process of dilution showed the entire food samples positive bacteria E.coli , the lowest numbers are in the soup macaroni with a value of 4 x 10³ while the highest rates are in the soto is 33 x 10³ all samples that tested already exceeds the value of the provision for E.coli, namely 0/grams of sample. For testing eating utensils, the E.coli number obtained is 0 so that it meets the specified requirements106 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Faktor Risiko Terjadinya Tuberkulosis Paru pada Pria Usia Produktif di Puskesmas Sunggal Medan Tahun 2019

    No full text
    The number of new cases of Tb/HIV reaches 1.02 million people of whom are 323,000 females (294,000 productive age) and 698,000 males (666,000 productive age). Pulmonary Tb cases in Indonesia is the second level disease which caused of death after cardiovascular disease. Sunggal Health Centre ranks fifth of the highest lung Tb level puskesmas in Medan City as much as 63% male and 37% female. The physical condition of housing in Medan City (lighting and ventilation) has not been maximized, causing the number of patients with pulmonary Tb to increase. The purpose of this study is to analizye of risk factors for pulmonary Tb of men in productive age in Sunggal Health Centre 2019. This type of research is a descriptive. Population in this study are all smear positive Tb pulmonary patients who are enrolled in the Sunggal health center medical record and treated at the Sunggal Health Center, the Samples in this study are 45 patients of pulmonary Tb BTA (+). Data collection through interviews using questionnaires and observation. The results of this study found that pulmonary tuberculosis patients at the Sunggal Health Center were mostly age group of 35-39 years as many as 20%, 60% had high school-educated, 24,4% did not have jobs and worked as laborers, 64.4% had smoking habits, and 22.2% had a history of contact who had lived with a person with pulmonary tuberculosis as well. As many as 24.4% of the residential density of respondents did not meet the requirements. As many as 24.4% of the ventilation area are not eligible. As many as 60% of the respondents home lighting did not meet the requirements because they had the habit of not opening their home windows. It is recommended to the public and patients with pulmonary tuberculosis to improve clean and healthy living behavior (not smoking), healthy eating patterns, separate rooms and wearing masks. For health centers to increase counseling to the community / Tb lung patients to change public health behaviors to be better and monitor PMO to remind patients with Tb lung routinely taking medication so that there is no resistance.Jumlah kasus baru Tb/HIV mencapai 1,02 juta orang diantaranya 323.000 wanita (294.000 usia produktif ) dan 698.000 laki-laki (666.000 usia produktif). Indonesia kasus Tb paru mengakibatkan kematian ke-2 setelah Kardiovaskuler. Puskesmas Sunggal menempati urutan kelima puskesmas tingkat Tb paru tertinggi di Kota Medan sebanyak 63% laki-laki dan 37% perempuan. Kondisi fisik perumahan di Kota Medan (pencahayaan dan ventilasi) belum maksimal, menyebabkan angka penderita Tb paru meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko terjadinya Tb paru pada pria usia produktif di Puskesmas Sunggal Medan Tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan adalah survei yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pria usia produktif yang menderita penyakit Tb paru BTA (+) yang terdaftar dalam rekam medis dan melakukan pengobatan di Puskesmas Sunggal, sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 penderita Tb paru BTA (+). Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penderita Tb paru pria usia produktif di Puskesmas Sunggal sebagian besar adalah kelompok usia 35-39 tahun sebanyak 20%, berpendidikan terakhir SMA sebanyak 60%, tidak memiliki pekerjaan dan bekerja sebagai buruh sebanyak 24,4%, sebanyak 64,4% adalah perokok aktif, dan 22,2% mempunyai riwayat kontak pernah tinggal serumah dengan penderita Tb paru juga. Sebanyak 24,4% kepadatan hunian responden tidak memenuhi syarat. Sebanyak 24,4% luas ventilasinya tidak memenuhi syarat. Sebanyak 60% pencahayaan rumah responden tidak memenuhi syarat karena memiliki kebiasaan tidak membuka jendela rumah. Disarankan kepada masyarakat dan penderita Tb paru meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (tidak merokok), pola makan yang sehat, pisah kamar dan memakai masker. Bagi puskesmas agar meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat/pasien Tb paru untuk merubah perilaku kesehatan masyarakat ke yang lebih baik serta memantau PMO untuk mengingatkan penderita Tb paru rutin minum obat agar tidak terjadi resistensi.95 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Kadar Timbal (Pb) Pada Makanan Jajanan Kaki Lima di Kecamatan Medan Area Tahun 2018

    No full text
    Makanan jajanan kaki lima berupa kue basah yaitu kue dadar gulung merupakan makanan jajanan kue basah yang paling disukai oleh masyarakat. Posisi tempat berjualan di pinggir jalan raya dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan kue dadar gulung yang memungkinkan terjadinya penyerapan logam berat timbal (Pb) dari asap kendaraan bermotor. Hal yang dikhawatirkan dengan adanya kondisi seperti ini, yakni cemaran timbal pada makanan jajanan kaki lima berupa kue basah yaitu kue dadar gulung yang jelas sangat membahayakan kesehatan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui higiene sanitasi tempat penjualan dan analisa kadar logam timbal (Pb) pada makanan jajanan kaki lima berupa kue basah yaitu kue dadar gulung di Sepanjang Jalan A. R. Hakim, Kecamatan Medan Area tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan observasi dan pengujian laboratorium dengan metode Spektropometri Serapan Atom (SSA). Sampel yang diambil untuk penelitian higiene sanitasi tempat penjualan di Sepanjang Jalan A. R. Hakim, Kecamatan Medan Area sebanyak 8 penjual dan didukung dengan pemeriksaan keberadaan logam berat timbal (Pb) sebanyak 8 sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa higiene sanitasi tempat penjualan tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan Kepmenkes RI No. 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang pedoman persyaratan higiene dan sanitasi makanan jajanan. Delapan sampel makanan jajanan kaki lima berupa kue basah yaitu kue dadar gulung memiliki kadar timbal yang berkisar 2,0-2,69 ppm yang berada diatas batas maksimum cemaran logam berat timbal (Pb) pada makanan yakni > 2 ppm. Di informasikan kepada masyarakat khususnya masyarakat di sekitaran Jalan A. R. Hakim, Kecamatan Medan Area agar lebih selektif dalam memilih makanan jajanan yang sehat seperti kue tidak berlendir, tidak mempunyai aroma basi atau busuk, tidak memiliki warna kue yang menyolok. Disarankan agar masyarakat juga lebih memperhatikan dalam memilih makanan jajanan yang sehat dan aman seperti tidak membeli dan mengkonsumsi makanan/minuman yang terbuka saat disajikan, dan masukan kepada Dinas Kesehatan Kota Medan agar melakukan penyuluhan kepada penjual makanan jajanan tentang higiene sanitasi makanan jajanan serta melakukan pemantauan rutin kepada penjual makanan jajanan.Street food like rolled pancake is one of street food cake which people like the most. The position of its street food of the location at highway side and the tools used in its making process enable the absorbtion of lead (Pb) as heavy metal from vehicles smoke. The problem is that the increasing lead pollution in street foods like rolled pancake can be very dangerous for consumen health. The aim of this research is to identify hygiene and sanitation of the street food of the location and lead (Pb) level analysis in street food like rolled pancake along A. R. Hakim Street, Medan Area Subdistrict year 2018. This is descriptive research. Primary data collecting method used observation and lab test of Atomic Absorption Spectropometry (AAS). Sample taken for hygiene and sanitation research street food of the location along A. R. Hakim Street, Medan Area Subdistrict count 8 sellers and it was supported by lead (Pb) level test counts 8 samples by total sampling. The results shows that hygiene and sanitation street food of the location didn’t meet the criteria of health according to Kepmenkes RI No. 942/Menkes/SK/VII/2003 about Guidance on hygiene and sanitation criteria of street foods. 8 samples of street foods in the form of wet cakes namely rolled pancake have lead levels from 2,0-2,69 ppm exceeded maxmimum limit of lead (Pb) pollution on food which is > 2 ppm. Informed to the community, especially the community around A. R. Hakim Street, Medan Area Subdistrict to be more selective in choosing healthy street food such as not slimy cakes, not having stale/rotten aroma, not having a striking cake color. It’s recommended that the community pay more attention to choosing healthy and safe the street food such as not buying and consuming food/drinks that are open ehen presented and input to the Medan City Health Office to conduct counseling to the seller of the street food about hygiene sanitation.Skripsi Sarjan

    Analisis Higiene Sanitasi dari Pengelolaan Makanan dan Kualitas Makanan Pasien di Instalasi Gizi RSU Haji Medan Tahun 2021

    No full text
    The nutrition installation is a place for processing patient food that plays a role in improving health for these patients, but the Nutrition Installation of RSU Haji Medan is still found transporting food using the same route as pedestrians in general, meeting corners of floors and walls that are not conical, open food storage places, and the temperature of the prepared/cooked food storage is still the same as the room temperature of the food processor. The purpose of this research was to determine the conditions of hygiene and sanitation in the Nutrition Installation of RSU Haji Medan and examine Escherichia Coli bacteria on tableware. The type of research is a survey research by observing the implementation of food management hygiene sanitation and laboratory analysis to determine the content of Escherichia Coli in the Nutrition Installation of RSU Haji Medan. The research was conducted in June 2020 through February 2021. The research sample was the entire population of the Nutritional Installation workers of the Medan Haji Hospital, as many as 35 people. Data analysis was carried out by descriptive analysis and displayed in the form of frequency distribution tables. The results of this study indicated that the sanitary hygiene principles applied in the Nutrition Installation of RSU Haji Medan was not eligible yet and the examination of Escherichia Coli bacteria on the tableware that has had been tested showed that 1 out of 5 cutlery contained Escherichia Coli bacteria, it was plate eating utensils, while hygiene food handlers were eligible according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 1096/Menkes/SK/VI/2011 regarding the hygiene requirements for food and beverage sanitation. Based on the results of this study, it is hoped that the RSU Haji Medan will be able to improve the application of food sanitation hygiene by holding doing regularly training and counseling programs for workers.Instalasi gizi merupakan tempat pengolahan makanan pasien yang berperan dalam meningkatkan kesehatan bagi pasien tersebut, tetapi Instalasi Gizi RSU Haji Medan masih dijumpai pengangkutan makanan menggunakan jalur yang sama dengan pejalan pada umumnya, pertemuan sudut lantai dan dinding tidak konus, tempat penyimpanan makanan yang terbuka, dan suhu penyimpanan makanan jadi/masak masih sama dengan suhu ruangan pengolah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi higiene sanitasi Instalasi Gizi RSU Haji Medan dan pemeriksaan bakteri Escherichia Coli pada peralatan makan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan mengamati pelaksanaan higiene sanitasi pengelolaan makanan dan analisis laboratorium untuk mengetahui kandungan Escherichia Coli di Instalasi Gizi RSU Haji Medan. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2020 sampai dengan bulan Februari 2021. Sampel penelitian adalah seluruh jumlah populasi pekerja Instalasi Gizi RSU Haji Medan sebanyak 35 orang. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip higiene sanitasi yang diterapkan di Instalasi Gizi RSU Haji Medan belum memenuhi syarat dan pemeriksaan bakteri Escherichia Coli pada peralatan makan yang sudah di uji menunjukkan bahwa 1 dari 5 alat makan terdapat kandungan bakteri Escherichia Coli yaitu alat makan plato, sedangkan higiene penjamah makanan memenuhi syarat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1096/Menkes/SK/VI/2011 tentang persyaratan higiene sanitasi jasaboga. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pihak RSU Haji Medan mampu meningkatkan penerapan higiene sanitasi makanan dengan mengadakan program pelatihan dan penyuluhan terhadap pekerja secara rutin.123 halamanSkripsi Sarjan

    Analisis Kualitas Air Danau Toba di Sekitar Pelabuhan Hotel dan Permukiman di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir Tahun 2019

    No full text
    There are many activities around Lake Toba, such as harbour, hotel and settlements, if not monitoring is worried it will experience a decline in quality caused by waste that sourced from public activities. This study aims to determine the quality of Lake Toba’s water around the harbour, hotel and settlements in Ajibata Subdistrict, Toba Samosir Regency. This study used a descriptive research. This study was carried out at District Ajibata with three sample points, each sample takes two samples. The primary data collection method is water testing in the laboratory, secondary data from various library literature. The method of data analysis is that the data obtained from the lab is presented on tables, then compare to the PP number 82 in 2001. The results of this study indicate that the physical quality of Lake Toba water (TSS and grease), chemical parameters (pH, nitrite, phosphate, DO and BOD) in the harbor and hotel still meets the permitted conditions. Whereas the chemical parameters arround the settlement (phosphate, DO, BOD and COD) has passed the permitted conditions. According to measurements of six samples, it can be inferred that settlements had the highest levels of contamination that the result chemical of water TSS (14,5 mg/l), phosphate (0,21 mg/l), DO (5,48 mg/l), BOD (3,65 mg/l) dan COD (32 mg/l). The status of water quality standards at harbor -8 (lightly polluted), at hotel 0 (unpolluted) and at settlement -40 (heavily polluted). The suggestion of this study are the owner of the ship to equip the toilet with toilet waste storage and local government gave public supervision so as not to dispose waste into River Naborsahan that connected with Lake Toba.Banyak aktivitas yang terdapat di sekitar Danau Toba seperti pada pelabuhan, hotel dan permukiman, apabila tidak ada pemantauan dikhawatirkan akan mengalami penurunan kualitas yang diakibatkan oleh limbah yang bersumber dari aktivitas masyarakat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air Danau Toba di sekitar pelabuhan, hotel dan permukiman di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Ajibata dengan tiga titik sampel, dimana pada setiap titik diambil dua sampel. Metode pengumpulan data primer yaitu pemeriksaan air di laboratorium dan secara sekunder dari berbagai literatur perpustakaan. Metode analisis data yaitu data yang diperoleh dari laboratorium disajikan dalam bentuk tabel, kemudian dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisik (TSS, minyak dan lemak), parameter kimia (pH, nitrit, fospat, DO dan BOD) di pelabuhan dan hotel masih memenuhi baku mutu. Sedangkan parameter kimia (fospat, DO, BOD dan COD) air di sekitar permukiman telah melewati baku mutu. Berdasarkan pengukuran terhadap enam sampel, dapat disimpulkan bahwa permukiman adalah tingkat pencemarannya paling tinggi dengan hasil TSS (14,5 mg/l), fospat (0,21 mg/l), DO (5,48 mg/l), BOD (3,65 mg/l), dan COD (32 mg/l). Status mutu air di pelabuhan yaitu -8 (tercemar ringan), hotel 0 (tidak tercemar) dan skor paling tinggi pada permukiman yaitu -40 (tercemar berat). Saran dari penelitian ini adalah supaya pemilik kapal melengkapi toilet kapal dengan penampungan limbah toilet, pemerintah setempat memberikan pengawasan kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah atau limbah ke Sungai Naborsahan yang terhubung dengan Danau Toba.102 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Penilaian Rumah Sehat dan Riwayat Penyakit Berbasis Lingkungan pada Balita di Desa Nagasaribu III Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2019

    No full text
    Environmental based diseases are diseases that arise due to the influence of environmental factors. One risk factor for transmission of various environmental-based diseases is an unhealthy residence. This research is descriptive research that aims to describe the condition of the population based on family, home and environmental information. The study was conducted in Nagasaribu III Village. The population in this study is a house that has toddlers with a total sample of 52 houses. The sampling technique used is simple random sampling with a questionnaire research instrument. The results showed that there were most of the houses classified into healthy homes, which were 3.84% with scores between 1030-1071. 51.9% of houses do not have ceilings. Houses that have an open SPAL of 17.3% and 82.69% of those who have non-waterproof and non-enclosed waste bins. Complaints of diseases experienced by toddlers are diarrhea of 52.38%, complaints of ARI as much as 23.80% and complaints of skin diseases as much as 23.80%. Houses are categorized into unhealthy homes because they do not have aspects of the house that meet the requirements such as not having a ceiling, ventilation which is covered with plastic or plywood, the house does not have kitchen smoke holes, poor lighting, no SPAL, a garbage disposal facility not in accordance with the requirements. Suggestions that can be given are to repair home components that do not meet the requirements, such as trash cans, vents that are opened to allow for air exchange, making simple SPAL.Penyakit berbasis lingkungan adalah penyakit yang timbul karena adanya pengaruh faktor lingkungan. Salah satu faktor resiko penularan berbagai penyakit berbasis lingkungan adalah tempat tinggal yang tidak sehat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif yang bertujuan menggambarkan keadaan populasi berdasarkan informasi keluarga, rumah dan lingkungannya. Penelitian dilaksanakan di Desa Nagasaribu III. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah yang ada Balita dengan jumlah sampel adalah 52 rumah. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan instrument penelitian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebagian besar rumah yang tergolong kedalam rumah sehat yaitu 3,84% dengan skor antara 1030-1071. 51,9% rumah tidak memiliki langit-langit. Rumah yang memiliki SPAL terbuka sebanyak 17,3% dan yang memiliki tempat sampah tidak kedap air dan tidak tertutup sebanyak 82,69%. Keluhan penyakit yang dialami Balita yaitu Diare sebesar 52,38%, keluhan penyakit ISPA sebanyak 23,80% dan keluhan penyakit kulit sebanyak 23,80%. Rumah dikategorikan kedalam rumah tidak sehat dikarenakan tidak memiliki aspek-aspek rumah yang memenuhi syarat seperti tidak memiliki langit-langit, ventilasi yang ditutup dengan plastik atau triplek, rumah tidak memiliki lubang asap dapur, pencahayaan yang kurang, tidak terdapat SPAL, sarana pembuangan sampah yang tidak sesuai dengan syarat. Saran yang dapat diberikan adalah untuk memperbaiki komponen rumah yang tidak memenuhi syarat, seperti tempat sampah, ventilasi yang dibuka agar terjadi pertukaran udara, pembuatan SPAL sederhana.107 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisis Sanitasi Lingkungan dan Riwayat Penyakit pada Permukiman Kumuh di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan

    No full text
    Permukiman kumuh yang tersebar di kota Medan ialah 18 kecamatan dan 42 kelurahan. Salah satunya di kecamatan Medan Labuhan yang memiliki luas kawasan sebesar 36,67 km2 statusnya kumuh. Kelurahan Nelayan Indah memilki luas wilayah kumuh sebesar 11,65 Ha dan termasuk ke dalam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Penyakit paling tinggi di daerah pemukiman kumuh Kelurahan Nelayan yaitu diare yang merupakan penyakit berbasis lingkungan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit pada permukiman kumuh di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Nelayan Indah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit pada pemukiman kumuh di kelurahan Nelayan Indah kecamatan Medan Labuhan. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian seluruh kepala keluarga di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Nelayan Indah berjumlah 2167 KK dan jumlah sampel 96 kepala Keluarga. Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif, kemudian data dikumpulkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek komponen rumah yang tidak memenuhi syarat yaitu langit-langit rumah sebanyak 66,7%, dinding sebanyak 76%, dan lubang asap dapur seluruhnya tidak memenuhi syarat kesehatan. Seluruh rumah penyediaannya air bersihnya memenuhi syarat, sebanyak 50% jamban yang memenuhi syarat, seluruh rumah tidak memenuhi syarat kesehatan untuk sarana pembuangan air limbah dan sarana pembuangan sampah. Aspek perilaku penghuni yang tidak memenuhi syarat yaitu membuang sampah sembarangan atau dibakar sebanyak 87,5%. Sebanyak 50% anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit berbasis lingkungan di antaranya penyakit diare, ISPA, kulit, dan DBD. Simpulan penelitian, perbaikan kualitas sanitasi lingkungan akan dapat memperbaiki kualitas derajat kesehatan masyarakat. Saran bagi warga ialah memperbaiki komponen rumah dan menerapkan perilaku hidup.The famous slum settlements in the city of Medan consist of 18 sub-districts and 42 sub-districts. One of them is in Medan Labuhan sub-district which has an area of 36.67 km2 which has a slum status. Kelurahan Nelayan Indah has a slum area of 11.65 hectares and is included in the City Without Slum Program (KOTAKU). The highest disease in the slum areas of Kelurahan Nelayan is diarrhea which is an environmentally based disease. The problem in this study is how to describe environmental sanitation and history of disease in Nelayan Indah Village, Nelayan Indah District. The purpose of this study was to analyze environmental sanitation and disease history in slum settlements in Nelayan Indah Village, Medan Labuhan District. This research is descriptive. The study population of all heads of families in the Nelayan Indah Village, Nelayan Indah District, was 2167 households and the total sample was 96 households. The research data were obtained from the results of interviews using questionnaires and analyzed descriptively, then the data collected were presented in the form of a frequency distribution table. The results showed that the components of the house that did not meet the requirements were the ceiling of the house as much as 66.7%, the walls as much as 76%, and the kitchen smoke holes all did not meet the health requirements. All houses have clean water that meets the requirements, as many as 50% of toilets meet the requirements, all houses do not meet the health requirements for waste water disposal facilities and garbage disposal facilities. The aspect of pnghuni behavior that did not meet the requirements was littering or burning as much as 87.5%. As many as 50% family members have a history of environmental based diseases including diarrhea, ARI, skin, and dengue fever. The conclusion of the study, improving the quality of environmental sanitation will be able to improve the quality of public health. Suggestions for residents are to improve the components of the house and implement life behaviors147 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore