90 research outputs found
Changing the Ties That Bind? The Emerging Roles and Identities of General Practitioners and Managers in the New Clinical Commissioning Groups in the English NHS
The English National Health Service (NHS) is undergoing significant reorganization following the 2012 Health and Social Care Act. Key to these changes is the shift of responsibility for commissioning services from Primary Care Trusts (PCTs) to general practitioners (GPs) working together in Clinical Commissioning Groups (CCGs). This article is based on an empirical study that examined the development of emerging CCGs in eight case studies across England between September 2011 and June 2012. The findings are based on interviews with GPs and managers, observations of meetings, and reading of related documents. Scott’s notion that institutions are constituted by three pillars—the regulative, normative, and cognitive–cultural—is explored here. This approach helps to understand the changing roles and identities of doctors and managers implicated by the present reforms. This article notes the far reaching changes in the regulative pillar and questions how these changes will affect the normative and cultural–cognitive pillars
Perubahan Mutu Buah Sawit Segar Akibat Penyinaran , Temperatur dan Kelembaban Selama di Tempat Pengumpulan Hasil
Tujuan Penelitian untuk menentukan perubahan mutu buah sawit segar akibat penyinaran, temperatur, dan kelembaban alami selama berada di tempat pengumpulan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di 5 lokasi perkebunan di Kabupaten Deli Serdang dan Simalungun yang berlangsung pada bulan Agustus 1999. Metode penelitian ialah metode survei, dan analisis data dengan regresi dan korelasi. Hasil Penelitian menunjukkan perubahan mutu terjadi selama tandan buah sawit berada di tempat pengumpulan hasil. Intensitas penyinaran yang lebih kuat cenderung mempercepat respirasi, meningkatkan kadar minyak, menurunkan kadar air, meningkatkan kadar ALB, meningkatkan kadar karoten, dan meningkatkan nilai DOBI. Peningkatan temperatur dapat menurunkan nilai DOBI (penurunan mutu), selanjutnya memperlambat kenaikan kadar ALB dan kadar karoten. Peningkatan kelembaban cenderung mempercepat respirasi, menurunkan kadar minyak, meningkatkan kadar air, meningkatkan kadar ALB, meningkatkan kadar karoten, dan menurunkan nilai DOBI (mempercepat oksidasi minyak). Interaksi antara intensitas penyinaran, temperatur dan kelembaban berpengaruh terhadap perubahan respirasi, kadar air dan kadar ALB pada hari ketiga; dan perubahan kadar minyak serta DOBI padahari kedua.113 HalamanTesis Magiste
Analisis Kinerja Fuzzy Inference dalam Fuzzy Inference System (FIS) Mamdani pada Prediksi Nilai Ekspor Hortikultura Indonesia
Forecasting the value of exports based on the previous 1 year in general already exists, but only uses the variable type of horticulture and the value of the value is not calculated in detail which makes the predicted value much different from the actual value. This research aims to build a combination of rule evaluation method and the method used for defuzzyfication in the process of predicting export values to obtain optimal predictions from the previous four years of export data. This model includes prediction of export value in the following year. So that it can be found a combination that produces accuracy values from several methods used in fuzzy inference Mamdani performance by involving several variables such as rainfall and horticultural production by applying the Max-Min and Probabilistic methods in the implication process and the defuzzification process using the Centroid method. With this model, it can be found the accuracy value from the combination of rule evaluation with defuzzyfication, namely Maximum with Centroid. By applying a different implication method each year, the membership value is not affected and with this combination in the prediction case the accuracy value is 81.03% with an error value of 18.97% and with probor have accuracy 85% and error value 14.81%.Peramalan nilai ekspor berdasarkan 1 tahun sebelumnya secara umum sudah ada, namun hanya menggunakan variabel jenis hortikultura dan nilai kenggotaaan tidak dihitung secara detail yang membuat nilai prediksi jauh berbeda dengan nilai aktualnya. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu kombinasi antara metode yang digunakan pada tahapan rule evaluation (komposisi aturan fuzzy) dengan metode yang digunakan untuk tahapan defuzzyfikasidalam proses prediksi nilai ekspor untuk mendapatkan prediksi yang optimal dari empat tahun data ekspor sebelumnya. Model ini meliputi prediksi nilai ekspor ditahun berikutnya. Sehingga dapat ditemukan sebuah kombinasi yang menghasilkan nilai akurasi dari beberapa metode yang digunakan dalam kinerja fuzzy inference Mamdani dengan melibatkan beberapa variabel seperti curah hujan dan produksi hortikultura dengan menerapkan metode Max-Min dan Probabilistik pada proses implikasi dan proses defuzzifikasi menggunakan metode Centroid. Dengan adanya model ini, dapat ditemukan nilai akurasi dari kombinasi rule evaluation (komposisi aturan fuzzy) dengan defuzzyfikasi yaitu Max-Min dengan Centroid. Dengan menerapkan metode implikasi yang berbeda pada tiap tahunnya, namun nilai keanggotaan tidak terpengaruh dan dengan kombinasi tersebut dalam kasus prediksi nilai keakuratannya adalah 81.03% dengan nilai eror 18.97% dan keakuratan menggunakan probor 85% dengan nilai eror 14.81%.105 HalamanTesis Magiste
Curating conclusions in ‘Among Us’: Collaborative Twitter fiction and the implied author
This article uses the author’s experiences of preparing and curating ‘Among Us’, a 24-hour collaborative Twitter fiction, to examine the role of creators and contributors in producing a consistent narrative with a coherent thematic focus. It draws upon the concept of the ‘implied author’ as it applies to blog fiction and other forms of networked digital storytelling. It outlines the processes that brought participants together, and explores the ways in which they sought out ideological suggestions in the curator’s prompts, predicting, supporting, resisting or commandeering these in their contributions in order to ultimately collaborate on the conclusions and act as a single, recognizable ‘implied author’
Pengaruh Pemberian Bahan Organik Kirinyuh (Eupathorium Odoratum) dan Paitan (Tithonia Diversifolia) Terhadap Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.): The Influence Of Organic Matter Of Kirinyuh (Eupathorium Odoratum) and That Of Organic Matter Of Paitan (Tithonia Diversifolia) On Some Soil Chemical Properties and Maize Yield On Ultisols
The study was performed in order to investigate the influence of organic matter of kirinyuh (Eupathorium odoratum) and that of organic matter of paitan (Tithonia diversifolia) on some soil chemical properties and maize yield on Ultisols of Village Huta Ginjang. The experiment was in a non-factorial randomized complete block design. The treatments included control, inorganic NPK 100 %, fresh bitter bush 10 t/ha, fresh wild sunflower 10 t/ha, decayed bitter bush 10 ton/ha, decayed wild sunflower 10 ton/ha, fresh bitter bush 10 ton/ha + 50 % NPK, fresh wild sunflower 10 ton/ha + 50 % NPK, decayed bitter bush 10 ton/ha + 50 % NPK, and decayed wild sunflower 10 ton/ha + 50 % NPK. The treatments was replicated three times. The results showed that the applications of fresh bitter bush (Euphatorium odoratum), decayed bitter bush, fresh bitter bush + 50 % NPK and fresh wild sunflower (Tithonia diversifolia), decayed wild sunflower, fresh wild sunflower + 50 % NPK significantly increased soil pH, N-total of soil, exchangeable K of soil, fresh fruit weight, and the 1,000 maize seed weight. However, the application of decayed wild sunflower combined with NPK was the most appropriate one since it generated the extraordinary value on parameters: soil pH, exchangeable K, fresh fruit weight and the 1,000 maize seed weight with their values in turn: 5,41; 2,53 me/100g; 357,33 g/plot dan 303,33 g/plot.
Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik kirinyuh dan titonia terhadap perubahan beberapa sifat kimia tanah dan produksi tanaman jagung pada tanah Ultisol. Percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial. Perlakuan terdiri dari : kontrol, NPK anorganik 100 %, kirinyuh segar 10 ton/ha, titonia segar 10 ton/ha, kompos kirinyuh 10 ton/ha, kompos titonia 10 ton/ha, kirinyuh segar 10 ton/ha + 50 % NPK, titonia segar 10 ton/ha + 50 % NPK, kompos kirinyuh 10 ton/ha + 50 % NPK, dan kompos titonia 10 ton/ha + 50 % NPK. Perlakuan diulang tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kirinyuh segar, kompos kirinyuh, kirinyuh segar + 50 % NPK, kompos kirinyuh + 50 % NPK, paitan segar, kompos paitan, paitan segar + 50 % NPK dan kompos paitan + 50 % NPK nyata memperbaiki pH tanah, K-dd tanah, bobot buah jagung dan bobot 1000 biji tanaman jagung, namun tidak nyata meningkatkan C-organik tanah, N-total tanah dan P-tersedia tanah Ultisol. kompos kirinyuh 10 ton/ha + 50 % NPK, dan kompos titonia 10 ton/ha + 50 % NPK, keduanya nyata memperbaiki pH tanah, Kdd tanah, bobot buah, dan bobot 1000 biji tanaman jagung. Pemberian kompos paitan ditambah dengan NPK merupakan perlakuan terbaik karena mampu menghasilkan nilai tertinggi pada parameter : pH tanah, K-dd tanah Ultisol, bobot buah jagung dan bobot 1000 biji jagung, dengan nilai masingmasing 5,41; 2,53 me/100g; 357,33 g/plot dan 303,33 g/plot
Pengaruh Pemberian Bahan Organik Kirinyuh (Eupathorium Odoratum) dan Titonia (Tithonia Diversifolia) Terhadap Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.): The Influence Of Organic Matter Of Kirinyuh (Eupathorium Odoratum) and That Of Organic Matter Of Titonia (Tithonia Diversifolia) On Some Soil Chemical Properties and Maize Yield On Ultisols
The study was performed in order to investigate the influence of organic matter of kirinyuh (Eupathorium odoratum) and that of organic matter of titonia (Tithonia diversifolia) on some soil chemical properties and maize yield on Ultisols of Village Huta Ginjang. The experiment was in a non-factorial randomized complete block design. The treatments included control, inorganic NPK 100 %, fresh bitter bush 10 t/ha, fresh wild sunflower 10 t/ha, decayed bitter bush 10 ton/ha, decayed wild sunflower 10 ton/ha, fresh bitter bush 10 ton/ha + 50 % NPK, fresh wild sunflower 10 ton/ha + 50 % NPK, decayed bitter bush 10 ton/ha + 50 % NPK, and decayed wild sunflower 10 ton/ha + 50 % NPK. The treatments was replicated three times. The results showed that the applications of fresh bitter bush (Euphatorium odoratum), decayed bitter bush, fresh bitter bush + 50 % NPK and fresh wild sunflower (Tithonia diversifolia), decayed wild sunflower, fresh wild sunflower + 50 % NPK significantly increased soil pH, N-total of soil, exchangeable K of soil, fresh fruit weight, and the 1,000 maize seed weight. However, the application of decayed wild sunflower combined with NPK was the most appropriate one since it generated the extraordinary value on parameters: soil pH, exchangeable K, fresh fruit weight and the 1,000 maize seed weight with their values in turn: 5,41; 2,53 me/100g; 357,33 g/plot dan 303,33 g/plot.
Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik kirinyuh dan titonia terhadap perubahan beberapa sifat kimia tanah dan produksi tanaman jagung pada tanah Ultisol. Percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial. Perlakuan terdiri dari : kontrol, NPK anorganik 100 %, kirinyuh segar 10 ton/ha, titonia segar 10 ton/ha, kompos kirinyuh 10 ton/ha, kompos titonia 10 ton/ha, kirinyuh segar 10 ton/ha + 50 % NPK, titonia segar 10 ton/ha + 50 % NPK, kompos kirinyuh 10 ton/ha + 50 % NPK, dan kompos titonia 10 ton/ha + 50 % NPK. Perlakuan diulang tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kirinyuh segar, kompos kirinyuh, kirinyuh segar + 50 % NPK, kompos kirinyuh + 50 % NPK, titonia segar, kompos titonia, titonia segar + 50 % NPK dan kompos titonia + 50 % NPK nyata memperbaiki pH tanah, K-dd tanah, bobot buah jagung dan bobot 1000 biji tanaman jagung, namun tidak nyata meningkatkan C-organik tanah, N-total tanah dan P-tersedia tanah Ultisol. Kompos kirinyuh 10 ton/ha + 50 % NPK, dan kompos titonia 10 ton/ha + 50 % NPK, keduanya nyata memperbaiki pH tanah, K dd tanah, bobot buah, dan bobot 1000 biji tanaman jagung. Pemberian kompos paitan ditambah dengan NPK merupakan perlakuan terbaik karena mampu menghasilkan nilai tertinggi pada parameter : pH tanah, K-dd tanah Ultisol, bobot buah jagung dan bobot 1000 biji jagung, dengan nilai masingmasing 5,41; 2,53 me/100g; 357,33 g/plot dan 303,33 g/plot
Tanggung Jawab Para Pihak dalam Perjanjian Pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) di Sei Galuh Riau Antara PT. Perkebunan Nusantara V dengan CV. Sipakko Jaya (Studi pada CV. Sipakko Jaya)
Hubungan antara manusia dalam hal pemenuhan kebutuhan harus diatur dan disepakati oleh kedua belah pihak dan dituangkan dalam bentuk perjanjian. Dimana pengaturannya terdapat dalam buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Perjanjian dianggap sah apabila telah memenuhi empat syarat sahnya suatu perjanjian. Pengangkutan merupakan salah satu kebutuhan yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia dan dalam pelaksanaannya diatur dalam perjanjian pengangkutan yang harus sesuai dengan pengaturan hukum pengangkutan yang berlaku. Perjanjian pengangkutan pada umumnya mengandung asas campuran dan dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari kendala yang muncul. Hal ini dapat berujung pada terjadinya sengketa antara para pihak yang membutuhkan adanya tanggung jawab para pihak dalam hal penyelesaian sengketa yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis empiris dimana sumber data yang digunakan adalah bahan-bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian dan pembahasan mendalam mengenai Perjanjian Pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) antara PT. Perkebunan Nusantara V dengan CV. Sipakko Jaya menunjukkan bahwa perjanjian pengangkutan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku serta menganut asas campuran dalam pelaksanaannya. Namun dalam hal tanggung jawab para pihak dalam penyelesaian sengketa tidak tercantum secara jelas di dalam Surat Perjanjian Pelaksanaan Kerja (Kontrak).138 HalamanSkripsi Sarjan
Kajian Tentang Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola Asal Biji Botani Melalui Uji Perkecambahan dan Pengaturan Penanaman di Lapangan
Lanna Reni Gustianty "Study on the Growth and Production of Potato (Solanum tuberosum L.) of Granola Variety Developed from Botanical Seed through Germination Test and Planting Arrangement on the Research Field". Under the supervision of T. Chairun Nisa B. (chair), and J.A. Napitupulu and Dartius (members). This research is intended to examine the influence of the media and distance of TPS seeds dissemination and the combination between the media and distance of TPS seed dissemination in the seed germinating area on the germination and growth of the potato seeds of Granola Variety and to find out the influence of the age of seeds when they are moved and the planting distance on the growth and production of the potato of Granola Variety in the research field. This research was conducted for 6 (six) month from May to October 2003 in Berastagi Agricultural Area which is located about 1.340 meters above sea level. The research done either in the seed germinating area or in the research field used the Split Plot Design (RPT) with 3 (three) repetitions. The RPT used in the seed germinating area consists of 2 (two) factors. The first factor as the main plot is planting media (M) comprising 4 (four) stages such as: M0 (soil: manure = 1 : 0), M1 (soil: manure = 1 : 0,5 kg/kg soil), M2 (soil : manure = 1 : 0,75 kg/kg soil), and M3 soil: manure = 1 : 1 kg/kg soil). The second factor as the sub-plot is the density of seed dissemination (K) which also consists of 4 (four) stages such as: K1 = 10 x 1,5 cm, K2 = 10 x 3,0 cm, K3 = 10 x 4,5 cm, and K4 = 10 x 6 cm. The RPT used in the research field consists of 2 (two) factors. The first factor as the main plot is the planting distance (J) which consists of 3 (three) stages such as: J1 = 70 cm x 25 cm, J2 = 70 cm x 30 cm and J3 = 70 cm x 35 cm. The second factor as the sub-plot is the age of seeds when they are moved (U) comprising 4 (four) stages such as: U1 = 21 days, U2 = 25 days, U3 = 29 days and U4 = 33 days. The data obtained from the research were analyzed through manner analysis followed with Duncan's Distance Test and Regression Analysis if the influence of the treatment is significant and very significant. The parameters observed in the seed germinating area were germination rate (% day), growth percentage (%), plant height (cm), number of leaf (piece), plant fresh weight (g), number and length of roots (cm). The parameters observed in the field research were plant height, number of leaves (pieces), leaf area (cm2), number of chlorophyll (grain/6 mm2), growth analysis (relative growth rate and net assimilation rate), tuber weight per plant (g), and per plot, number of tubers per plant and per plot are based on the classification of tuber. The result of this study shows that during seed germination in the seed germinating area, the administration of manure of 0,5 kg/kg soil (M1) increases the germination rate, growth percentage, plant height, number of leaf, plant fresh weight, number and length of roots. Optimum germination rate and growth percentage were obtained at the doses of 0,21 and 0,61 kg/kg soil respectively. The distance of seeds at the treatment of 10 x 1,5 cm (K1) increases the number of leaf, plant fresh weight, the number and length of roots, decrease plant height and tends to decrease the germination rate and growth percentage. manure and seed distance interacted to each other in influencing the height of plant, number of leaf, plant fresh weight, number and lenghth of roots, but they do not interact in influencing the germination rate and growth percentage. The result of growth and production in the research field shows that the planting distance of 70 x 30 cm (J2) increases leaf area, number of chlorophyll, ralative growth rate, weight of tuber per plot, number of tuber per plot and number of tuber with weight less than 5 g per plot. The age of seed when they were moved which was 33 days (U4) increase the growth and plant height, number of leaf, lear area, number of chlorophyll and tends to increase the number of tuber per plant and per plot, number of tuber per plant with weight of > 80 g, 41-59 g ang 5-19 g. planting distance and the age of seed when they were moved significantly interacted on the number of leaf, leaf area, number or chlorophyll, number of tuber per plant with weight of 5-19 g.
MT - Agronomy [62]
Search USU-IR
This Collection
Browse
All of USU-IR
Communities & Collections
By Issue Date
Titles
Authors
Advisors
Subjects
Types
By Submit Date
This Collection
By Issue Date
Titles
Authors
Advisors
Subjects
Types
By Submit Date
My Account
Login
Register
University of Sumatera Utara Institutional Repository (USU-IR)
Contact Us | Send FeedbackLanna Reni Gustianty “ Kajian tentang Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola Asal Biji Botani Melalui Uji Perkecambahan dan Pengaturan Penanaman di Lapangan " (Di bawah bimbingan T. Chairun Nisa B. sebagai ketua, J.A. Napitupulu dan Dartius sebagai anggota). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan kerapatan tabur benih TPS serta kombinasi antara media dan kerapatan tabur benih TPS di persemaian terhadap perkecambahan dan petumbuhan bibit kentang varietas Granola dan untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit dan jarak tanam serta interaksi antara umur pindah bibit dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kentang varietas Granola di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Pertanian Berastagi, yang terletak ± 1.340 m dpl, berlangsung selama 6 (enam) bulan, yaitu bulan Mei sampai bulan Oktober 2003. Rancangan yang digunakan dalam penelitian di persemaian dan lapangan adalah Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan 3 ulangan. Di persemaian RPT terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama adalah media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 (tanah : pupuk kandang = 1 : 0 ), M1 (tanah : pupuk kandang = 1 : 0,5 kg/kg tanah), M2 (tanah : pupuk kandang = 1 : 0,75 kg/kg tanah) dan M3 (tanah : pupuk kandang = 1 : 1 kg/kg tanah). Faktor kedua sebagai anak petak adalah kerapatan tabur benih (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : K1 = 10 x 1.5 cm, K2 = 10 x 3.0 cm, K3 = 10 x 4.5 cm dan K4 = 10 x 6 cm. Di lapangan RPT terdiri dari dua faktor. Faktor pertama sebagai petak utama adalah jarak tanam (J) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : J1 = 70 cm x 25 cm, J2 = 70 cm x 30 cm dan J3 = 70 cm x 35cm. Faktor kedua sebagai anak petak adalah umur pindah bibit (U) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : U1 = 21 hari, U2 = 25 hari, U3 = 29 hari dan U4 = 33 hari. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan dan Analisa Regresi bila pengaruh perlakuan nyata atau sangat nyata. Parameter yang diamati di persemaian adalah laju perkecambahan (%/hari), persentase tumbuh (%), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot segar tanaman (g), jumlah dan panjang akar (cm). Parameter yang diamati di lapangan adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), jumlah klorofil (butir/6 mm2), analisis pertumbuhan (Laju Pertumbuhan Relatif dan Laju Asimilasi Bersih), bobot umbi pertanaman (g) dan per plot, jumlah umbi per tanaman dan per plot berdasarkan klas-kals umbi. Hasil penelitian menunjukkan pada perkecambahan benih di persemaian bahwa pemberian pupuk kandang 0.5 kg/kg tanah (M1) meningkatkan laju perkecambahan, persentase tumbuh, tinggi bibit, jumlah daun, bobot segar tanaman, jumlah akar dan panjang akar. Laju perkecambahan dan persentase tumbuh yang optimum diperoleh pada masing-masing dosis pupuk kandang 0.21 dan 0.61 kg/kg tanah. Kerapatan tabur benih pada perlakuan 10 x 1.5 cm (K1) meningkatkan jumlah daun, bobot segar tanaman, jumlah akar dan panjang akar, menurunkan tinggi bibit serta cenderung menurunkan laju perkecambahan dan persentase tumbuh. Pupuk kandang dan kerapatan tabur benih saling berinteraksi dalam mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, jumlah akar dan panjang akar, tetapi tidak berinteraksi dalam mempengaruhi laju perkecambahan dan persentase tumbuh. Hasil pertumbuhan dan produksi di lapangan menunjukkan bahwa jarak tanam 70 x 30 cm (J2) dapat meningkatkan luas daun, jumlah klorofil, laju pertumbuhan realatif, bobot umbi per plot, jumlah umbi per plot dan jumlah umbi berbobot lebih kecil dari 5 g per plot. Umur pindah bibit 33 hari (U4) dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah klorofil serta cenderung meningkatkan jumlah umbi per tanaman dan per plot, jumlah umbi per tanaman berbobot > 80 g dan 5-19 g, jumlah umbi per plot berbobot > 80 g, 41-59 g dan 5-19 g. Jarak tanam dan umur pindah bibit saling berinteraksi dalam mempengaruhi jumlah daun, luas daun, jumlah klorofil, jumlah umbi per tanaman berbobot 5-19 g.143 HalamanTesis Magiste
Klasifikasi Blok Kebun Kelapa Sawit Berdasarkan Potensinya dari Segi Produksi dengan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor
PT Perkebunan Nusantara IV Adolina is one of the State-Owned
Enterprises of eight business units in district III PTPN IV, engaged in oil palm
plantations that process fresh fruit bunches (FFB) into crude palm oil and palm
kernel. The problem faced by PT Perkebunan Nusantara IV Adolina in managing
the plantation blocks is that there are production results from a number of
plantation blocks that have not yet reached the company's standards or targets.
Company standards are determined in a Annual Work and Budgetary Meeting
(RKAP). Effective classification of plantation blocks according to their potential
can be the basis for preparing plans and budgets in the management of plantation
blocks. The method used in this study is a classification method using the KNearest
Neighbor algorithm. The attributes used are Plant Age, Land Area, Fresh
Fruit Bunch Weight (FFB), Actual Production, Number of Bunches. The
classification results from testing 1452 training data and 363 testing data using
the K-Nearest Neighbor algorithm with a value of k as a parameter of proximity,
based on the number of fresh fruit bunches (FFB) obtained 240 blocks below the
standard (not achieved) and 123 blocks above the standard (achieved), based on
the realization of production obtained as many as 246 blocks below the standard
(not reached) and as many as 117 blocks above the standard (achieved), and
based on the number of bunches obtained as many as 265 blocks below the
standard (not achieved) and as many as 98 blocks above the standard (achieved).PT Perkebunan Nusantara IV Adolina merupakan salah satu Badan Usaha
Milik Negara dari delapan unit usaha di distrik III PTPN IV, bergerak di bidang
perkebunan kelapa sawit yang mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi crude
palm oil dan inti sawit. Permasalahan yang dihadapi PT Perkebunan Nusantara IV
Adolina dalam pengelolaan blok-blok kebun adalah terdapatnya hasil produksi
dari sejumlah blok-blok kebun yang masih belum mencapai standar atau target
dari perusahaan. Standar perusahaan ditentukan dalam suatu Rapat Kerja dan
Anggaran Perusahaan (RKAP) disetiap tahunnya. Klasifikasi blok kebun yang
efektif menurut potensinya dapat menjadi dasar penyusunan rencana dan anggaran
dalam pengelolaan blok-blok kebun. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah metode klasifikasi dengan menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor.
Atribut yang digunakan adalah Umur Tanaman, Luas Lahan, Berat Tandan Buah
Segar (TBS), Realisasi Produksi, Jumlah Tandan. Hasil klasifikasi dari pengujian
1452 data training dan 363 data testing menggunakan algoritma K-Nearest
Neighbor dengan nilai k sebagai parameter jarak kedekatan, berdasarkan jumlah
tandan buah segar (TBS) diperoleh 240 blok dibawah standar (tidak tercapai) dan
123 blok diatas standar (tercapai), berdasarkan realisasi produksi diperoleh
sebanyak 246 blok dibawah standar (tidak tercapai) dan sebanyak 117 blok diatas
standar (tercapai), serta berdasarkan jumlah tandan diperoleh sebanyak 265 blok
dibawah standar (tidak tercapai) dan sebanyak 98 blok diatas standar (tercapai).219 HalamanSkripsi Sarjan
Manajemen - Management / Buku 1
Chuck Williams menyajikan konsep-konsep dan teori-teori manajemen yang penting, dalam penyajian yang unik yang akan dimengerti dan dinikmati sepenuhnya oleh Pembaca. Dengan menggunakan teknik tutur cerita yang efektif, contoh-contoh yang segar dan pedagogi yang unik, Williams mengaitkan dan menanamkan manajemen kepada para Pembaca. Topik-topik dalam buku ini dipilih secara hati-hati dan teori-teori manajemen yang ketinggalan zaman tidak dipakai lagi untuk fokus pada teori-teori yang relevan bagi manajer modern. Para pengamat sangat memuji pendekatan Williams yang segar dan pemilihan topiknya menunjukkan bahwa buku ini tidak hanya akan dimengerti oleh para Pembaca, tetapi juga akan dinikmati. Cerita-cerita yang memikat dan contoh-contohnya membantu menghubungkan dan menanamkan topik-topik manajerial yang sulit
- …
