3 research outputs found

    STRATEGI MANAJEMEN DALAM MENGELOLA ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTABUMI LAMPUNG UTARA

    No full text
    ABSTRAK Strategi adalah suatu rencana atau pendekatan yang dipilih untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara yang paling efektif dalam konteks tertentu.manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu Salah satu faktor terpenting adalah kesadaran dalam pelaksanaan zakat di kalangan umat Islam masih belum diikuti dengan tingkat pemahaman yang memadai tentang ibadah yang satu ini, khususnya jika diperbandingkan dengan ibadah wajib lainnya seperti sholat dan puasa. Kurangnya pemahaman tentang jenis harta yang wajib zakat dan mekanisme pembayaran yang dituntunkan oleh syariat Islam menyebabkan pelaksanaan ibadah zakat menjadi sangat tergantung pada masing-masing individu. Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan deskripsi berupa kata kata dari fenomena yang diteliti atau dari orang yang berkompeten di bidangnya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research). Pada penelitian tersebut penulis langsung ke lapangan untuk mencermati secara intensif mengenai strategi manajemen dalam mengelola zakat di badan amil zakat nasional di Kotabumi Lampung Utara. Hasil Penelitian pada Baznas Kotabumi Lampung Utara Badan Resmi dan syar’i dan satu-satunya lembaga zakat nasional yang dibentuk oleh pemerintah kabupaten Lampung Utara berdasarkan Surat keputusan Bupati Lampung Utara Nomor: B/424/03 LU/HK/2016 Tanggal 15 Desember 2016 Tentang Pembentukan Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara Periode 2016-2021 dan pembaruan Surat Keputusan Bupati Lampung Utara Nomor: B/341/03-LU/HK/2018 Tanggal 20 Desember 2018 Tentang Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Utara Priode 2018-2023. Visi Baznas Lampung Utara yaitu terwujudnya Badan Pengelolaan Zakat Yang Amanah, Transparan, dan profesional. Kata Kunci : Strategi, Manajemen, dan Pengelolaan Zakat. ABSTRACT Strategy is a plan or approach chosen to achieve a particular goal in the most effective way in a particular context. Management is the science and art of managing the process of utilizing human resources and other resources effectively and efficiently to achieve a particular goal. One of the most important factors is that awareness in the implementation of zakat among Muslims is still not followed by an adequate level of understanding of this worship, especially when compared to other obligatory worship such as prayer and fasting. Lack of understanding of the types of assets that are subject to zakat and the payment mechanisms required by Islamic law causes the implementation of zakat to be very dependent on each individual. In this study, the author uses a qualitative method, namely research that produces descriptions in the form of words from the phenomena studied or from people who are competent in their fields. This research is a type of field research. In this study, the author went directly to the field to intensively observe the management strategy in managing zakat at the national zakat agency in Kotabumi, North Lampung. Research Results on Baznas Kotabumi North Lampung Official and sharia body and the only national zakat institution established by the North Lampung district government based on the Decree of the Regent of North Lampung Number: B/424/03 LU/HK/2016 Dated December 15, 2016 Concerning the Establishment of the Management of the National Zakat Agency (BAZNAS) of North Lampung Regency for the 2016-2021 Period and the renewal of the Decree of the Regent of North Lampung Number: B/341/03-LU/HK/2018 Dated December 20, 2018 Concerning the Management of the National Zakat Agency (BAZNAS) of North Lampung Regency for the 2018-2023 Period. The vision of Baznas North Lampung is to realize a Zakat Management Agency that is Trustworthy, Transparent, and Professional. Keywords: Strategy, Management, and Zakat Management

    SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN PERMINTAAN MATERIAL KONSTRUKSI PROYEK KALISOGO-WARU GAS DISTRIBUTION PIPELINE PADA KANTOR PROYEK PT. JFE ENGINEERING CORPORATION INDONESIA

    No full text
    PT. JFE Engineering Corporation Indonesia adalah perusahaan terkemuka yang bergerak dibidang rekayasa teknik, pengadaan dan konstruksi yang mampu melaksanakan proyek besar di Indonesia. Permasalahan yang dialami oleh PT. JFE Engineering Corporation Indonesia berada pada kantor proyek dimana belum efektifnya proses permintaan material konstruksi proyek ke kantor pusat. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah membuat Sistem Informasi Pengelolaan Permintaan Material Konstruksi Proyek Kalisogo-Waru Gas Distribution Pipeline Pada Kantor Proyek PT. JFE Engineering Corporation Indonesia yang mencakup 9 proses, meliputi proses permintaan material konstruksi proyek, proses persyaratan dokumen vendor, proses list persyaratan dokumen vendor, proses persyaratan inspeksi, proses proforma daftar kemasan, proses daftar penyimpangan, proses dokumen pengiriman, proses dokumen terlampir, proses generate laporan. Sistem Informasi Pengelolaan Permintaan Material Konstruksi Proyek Kalisogo- Waru Gas Distribution Pipeline Pada Kantor Proyek PT. JFE Engineering Corporation Indonesia dibangun melalui empat tahapan. Tahap pertama adalah mengidentifikasi proses saat ini yang dijelaskan pada diagram docflow kemudian merumuskan permasalahan yang terjadi yang digambarkan dengan diagram fishbone sehingga dapat menganalisa kebutuhan yang berkaitan dengan proses-proses tersebut untuk mendesain sistem dan database. Tahap kedua adalah mendesain database, proses yang dilakukan adalah membuat Conceptual Data Model (CDM) yang terdiri dari 23 entitas, kemudian di-generate ke Physical Data Model (PDM) yang terdiri dari 24 tabel. Sedangkan desain proses digambarkan dengan hierarchy chart dan Data Flow Diagram (DFD) menghasilkan lima proses besar. Tahap ketiga adalah mendesain form input dan output. Tahap terakhir adalah mengimplementasikan desain input dan output sistem yang telah didesain ke dalam program dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis web kemudian melakukan uji coba sistem dimulai dari proses login, proses pengelolaan data master, proses pemesanan, proses Check-In, proses Check-Out, proses pembatalan pemesanan, proses pengelolaan data kamar, dan proses Generate Laporan. Berdasarkan hasil implementasi dan uji coba sistem, Sistem Informasi Pengelolaan Permintaan Material Konstruksi Proyek Kalisogo-Waru Gas Distribution Pipeline Pada Kantor Proyek PT. JFE Engineering Corporation Indonesia yang dibuat telah sesuai dengan kebutuhan fungsional pada proses bisnis PT. JFE Engineering Corporation Indonesia yaitu dapat menangani beberapa proses bisnis secara efisien dan dapat menampilkan laporan secara tepat

    Pemodelan dan Rekomendasi Proses Bisnis Peralihan Hak Jual-Beli Menggunakan Metode Business Process Improvement (BPI) (Studi Kasus Kantor Pertanahan Kota Probolinggo)

    No full text
    Kantor Pertanahan Kota Probolinggo merupakan satuan kerja dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional sebagai pelayan publik di sektor pertanahan secara keseluruhan di wilayah NKRI. Peralihan hak merupakan salah satu dari 7 layanan prioritas yang kinerjanya diawasi langsung oleh Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, dimana untuk pelayanan pengecekan sertifikat dan peralihan hak jual beli termasuk kedalam 7 layanan prioritas dan waktu penyelesaian pendaftarannya dihitung dari setelah melakukan pembayaran adalah 5 hari kerja untuk peralihan hak jual-beli serta 1 hari kerja untuk pelayanan pendaftaran pengecekan sertifikat. Tetapi, pengecekan sertifikat dan peralihan hak jual beli masih memperoleh nilai yang rendah di Kantor Pertanahan Kota Probolinggo dikarenakan penyelesaian pendaftaran yang belum sesuai dengan SOP. Nilai yang rendah dibuktikan dari rekap layanan Kanwil BPN Jawa Timur, penyelesaian produk pada sistem dan fisik tidak sesuai dengan notifikasi yang dikirimkan oleh Kementerian ATR/BPN kepada pemohon dan keluhan yang disampaikan oleh pemohon. Oleh karena itu, analisis dan evaluasi proses bisnis pengecekan sertifikat diperlukan dan peralihan hak jual-beli untuk menyelesaikan permasalahan agar proses bisnis dapat berjalan lebih efisien. Pertama, peneliti melakukan studi dokumen, observasi dan wawancara untuk menemukan permasalahan-permasalahan yang muncul pada proses bisnis peralihan hak jual-beli dan pengecekan sertifikat. Selanjutnya, peneliti melakukan evaluasi penyebab suatu masalah yang terjadi dan mencegah masalah pada proses sebelum masalah tersebut dapat terjadi pada proses bisnis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan menggunakan metode business process improvement (BPI) dalam mengidentifikasi, memodelkan dan memperbaiki alur proses bisnis menghasilakan rekomendasi proses bisnis yang lebih baik (to-be) daripada proses bisnis yang berjalan saat ini (as-is). Setelah itu, analisis waktu dilakukan untuk mengetahui efektivitas waktu yang didapatkan mengalami peningkatan secara signifikan yaitu 93.83% untuk pengecekan sertifikat dan 19.07% untuk peralihan hak jual-beli. Peningkatan yang terjadi menunjukan bahwa rekomendasi yang telah dibuat memberikan dampak positif efisiensi waktu sehingga proses peralihan hak jual-beli dan pengecekan sertifikat dapat selesai tepat waktu tidak melebihi SOP
    corecore