1,720,989 research outputs found

    ANALISIS KEKERASAN AL-6061 HASIL COR DENGAN PERLAKUAN PANAS DOUBLE QUENCHING

    No full text
    Proses perlakuan panas dilakukan di akhir suatu proses manufaktur dengan tujuan adanya peningkatan nilai dari suatu material. Aluminium jenis Al-6061 adalah material yang biasanya digunakan untuk kepentingan konstruksi, serta manufaktur part mesin otomotif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi double quenching dan waktu pendinginan pada hasil pengecoran Al-6061 terhadap nilai kekerasannya. Al-6061 dicor dengan temperature hingga 600oC dan dicetak kemudian diberikan perlakuan panas double quenching pada tiga jenis media, air, oli SAE40, dan solar, dengan tiga variasi waktu tahan, yaitu 5, 10, dan 15 detik. Spesimen hasil penelitian tersebut diuji nilai kekerasannya menggunakan alat uji kekerasan Rockwell. Hasil analisis menunjukkan nilai kekerasan tertinggi diperoleh 49.4 HRB dengan media oli SAE+air dan waktu 10 detik. Nilai kekerasan terendah adalah 45.7 dengan media air+oli SAE40 dan waktu 15 detik. Media paling optimum untuk perlakuan panas double quenching dan meningkatkan nilai kekerasan adalah media oli SAE40 + air. Dan waktu tahan quenching paling optimum adalah 10 detik. Jika terlalu cepat (5 detik) dan terlalu lama (15 detik), angka kekerasannya cenderung lebih rendah.Kata kunci: aluminium, double quenching, kekerasan, oli SAE40, Rockwell

    Sintesis Grafena dengan Metode Dry Ice dan Aplikasinya sebagai Sensor Gas CO2

    Full text link
    Sensor gas karbon dioksida dapat difabrikasi dengan mensintesis material grafena, yang digadang-gadang adalah alotrofi karbon dengan sifat semikonduktor yang baik, sifat elektrik yang baik, konduktivitas tinggi, dan mobilitas elektron pada temperatur kamar tinggi. Grafena disintesis dengan reduksi karbon dioksida, yaitu dengan cara membakar magnesium pada kondisi lingkungan karbon dioksida. Pembakaran dilakukan di dalam dry ice, maka akan terbentuklah karbon yang merupakan grafena. Grafena tersebut kemudian diuji karakteristiknya dengan pengujian SEM, lantas dipreparasi untuk menjadi sampel sensor gas. Pengujian sensitivitas sensor gas CO2 dilakukan pada sebuah chamber yang dapat dialiri gas CO2 yang dapat diatur konsentrasinya dan temperatur operasinya. Pengujian dilakukan dengan konsentrasi gas 300, 400, dan 500 ppm, pada temperatur operasi 30, 50, dan 70oC. Nilai sensitivitas tertinggi didapatkan pada konsentrasi 500 ppm pada 30oC, yaitu 7,03. Semakin tinggi temperatur operasinya, semakin rendah nilai sensitivitasnya, disinyalir karena terjadi degradasi pada material sensor.Kata kunci: dry ice, grafena, karbon dioksida, SEM, sensor ga

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Analisis Pengaruh Variasi Waktu dan Tegangan Listrik Proses Electroplating Warna Silver terhadap Ketebalan Pelapisan dan Kekerasan pada Baja Karbon

    Full text link
    Elektroplating adalah suatu proses pelapisan yang banyak digunakan dalam berbagai masalah, dengan cara melapisi suatu bendaakerja, metodeaini digunakan untuk perlindungan terhadap korosi, meningkatkananilai estetika, dan metode elektroplating ini dapat melapisi benda kerja yang bersifat mekanis. Penelitian iniAbertujuan untuk mengetahuiapengaruh variasiategangan listrik danavariasi waktuapelapisan sebesar 3 V ( 8 menit, 16 menit, 24 menit ), 3,5 V ( 8 menit, 16 menit, 24 menit ), dan 4 V ( 8 menit, 16 menit, 24 menit ) pada baja karbon rendah menggunakan larutan elektrolit warna silver nickel (Ni) terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan. Metode yangaadigunakan dalam penelitian iniiiadalah pelapisan elektroplating, dalam metode ini objek direndam dalam beckerglas yang sudah terisi larutan elektrolit dengan waktu dan tegangan yang diatur pada mesin rectifier. Pengujian ketebalan menggunakan teori hukum  faraday dan pengujian kekerasan menggunakan alat uji Akhasi tipe MVK-H10 Herness Testing Machine untuk mengetahui tingkat kekerasan pelapisan. Hasil penelitian dan pengujian pada variasi tegangan 4 V dan waktu 24 menit menunjukan hasil pelapisan tebal dan merata dan warna yang dihasilkan solid. Ketbalan pelapisan bertambah seiring bertambahnya tegangan listrik dan waktu secara teoritis. Hasil ketebalan tertinggi didapatkan pada tegangan 4 V dan waktu 24 menit dalam perhihitungan didapatkan sebesar 51,7 µm, dan hasil nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada pada 4 V dan waktu 24 menit dalam perhihitungan didapatkan sebesar 168,08 HV lebih besar 55,5% lebih besar dari spesimen uji normal tanpa pelapisan.Kata kunci : Electroplating, Baja Karbon, Tegangan, Ketebalan, Mikro Vicker,  

    Desain Alternatif dan Metode Pelaksanaan Struktur Gedung Apartemen Nayumi Sam Tower Menggunakan Fluid Viscous Damper (FVD)

    Full text link
    Fluid Viscous Damper (FVD) pada sistem rangka bangunan tahan gempa merupakan penahan beban lateral alternatif selain shearwall,karena jika dibandingkan dengan alat peredam yang lain, FVD dipilih sebagai alternatif yang lebih baik karena biaya tambahan yang diakibatkan kurang dari 1% dari biaya konstruksi, penggunaan dan penempatannya yang lebih fleksibel dibandingkan dengan bracing konvensional, dan yang terpenting adalah pembentukan sendi plastis pada elemen-elemen struktur dicegah sehingga struktur tetap pada keadaan elastis. Proyek Akhir Terapan ini dilakukan desain alternatif struktur pada gedung tersebut yang awalnya dari konstruksi beton bertulang dengan dual system (SRPM dan Shearwall) menjadi konstruksi beton SRPMB dan Fluid Viscous Damper (FVD). Dalam menentukan FVD, ditinjau dengan trial and error menggunakan 4 pola penempatan sehingga bangunan dapat menerima beban lateral dengan baik. Alternatif desain gedung mengalami perubahan kinerja struktur baik dari periode struktur, simpangan antar lantai, gaya geser dasar dan kebutuhan elemen strukturnya. Penempatan FVD yang efektif adalah penempatan FVD pada pola 3 dan dipasang pada lantai 2 sampai lantai 10 dengan kapasitas FVD sebesar 500 kN. Akibat pemasangan fluid viscous damper maka pembangunan gedung apartemen nayumi sam tower memerlukan biaya tambahan sebesar dua milyar sembilan ratus empat juta delapan ratus ribu rupiah. ==================================================================================================== The use of a fluid viscous damper (FVD) in an earthquake-resistant building frame system is an alternative lateral load resisting addition to shearwall because when compared to other dampers, FVD is chosen as a better alternative because the additional costs caused are less than 1% of construction costs, its use and placement are more flexible than conventional bracing, and most importantly the formation of plastic hinges on the structural elements is prevented so that the structure remains in an elastic state. This Final Applied Project carried out an alternative design of the structure in the building, which was originally a reinforced concrete construction with a dual system (SRPM and Shearwall) to an OMRF and Fluid Viscous Damper (FVD) concrete construction. In determining the FVD, it was reviewed by trial and error using 4 placement patterns so that the building can receive lateral loads well. From the analysis and calculation results, the alternative building design changes in the performance of the structure from the period of the structure, the deviation between floors, the basic shear force, and the needs of the structural elements. The effective placement of VFD is the placement of FVD in pattern 3 and installed on the 2nd floor to the 10th floor with an FVD capacity of 500 kN. Due to the installation of a fluid viscous damper, the construction of the Nayumi Sam Tower apartment building requires an additional cost of two billion nine hundred four million eight hundred thousand rupiah
    corecore