51 research outputs found

    Penerapan Sistem Supply Chain dengan Menggunakan Pendekatan Theory of Constraint (TOC) di Universitas Sumatera Utara

    No full text
    Para pelaku bisnis dituntut untuk menggunakan konsep baru pengelolaan aliran produk dan informasi dalam menciptakan produk yang murah, berkualitas dan cepat. Salah satu konsep yang dapat digunakan adalah konsep rantai pasokan (supply chain), yang merupakan modifikasi praktek tradisional dari manajemen logistik yang bersifat adversial ke arah koordinasi dan kemitraan antar pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan aliran informasi dan produk. Dalam sebuah supply chain terdapat komponen-komponen seperti : supplier (pemasok bahan baku), manufaktur, distributor, wholesaler dan retailer, yang membentuk sebuah rantai yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. PT. Indofood Sukses Makmur tbk adalah salah satu perusahaan terbesar yang bergerak di bidang penghasil makanan mie instan seperti Indomie, Supermi dan Sarimi. Dalam pelaksanaan sistem supply chain di PT. Indofood Sukses Makmur tbk., aktivitas-aktivitas tiap rantai yang seharusnya saling mendukung seringkali berjalan secara individual. Ketika ditemukan permasalahan dalam sistem supply chain-nya, PT. Indofood hanya melakukan pendekatan pemecahan masalah yang bersifat parsial berupa perbaikan dan peningkatan produktivitas di bagian masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari faktor-faktor utama penyebab masalah yang terjadi pada sistem supply chain PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Cabang Medan dengan menggunakan proses berpikir TOC (Thinking Process of Theory of Constraints sehingga solusi awal permasalahan dapat dibuat untuk mengatasi permasalahan inti (core conflict). Hasil analisis yang dapat diberikan adalah adanya core conflict pada sistem supply chain di PT. Indofood pada bagian pemasaran yaitu tidak adanya penentuan Level of product Availability antara perusahaan dengan distributor wilayah Sumatera Utara sehingga biaya persediaan produk baik di perusahaan maupun distributor sangat tinggi. Untuk mengoptimalkan Level of product Availability setiap distributor maka peramalan data permintaan diperbaiki dengan menggunakan metode Simple Exponential Smoothing, kemudian pemesanan optimal produk (Economic Order Quantity / EOQ) ditentukan, safety stock tiap-tiap distributor ditentukan, dan analisis kinerja supply chain dengan alat ukur Cycle Service Level (CSL). Di dapat rata-rata nilai probabilitas CSL yang optimal pada kondisi lost sales yaitu sebesar 0,9902 (99%) yang artinya ada probabilitas 0,9902 dari persediaan yang ada dapat memenuhi permintaan dan probabilitas 0,0098 kekurangan persediaan akan terjadi (stockout).175 HalamanSkripsi Sarjan

    Rancangan Perbaikan Produk Saklar Dengan Integrasi Metode QFD dan DFMA di PT Voltama Vista Megah Electric Industry

    No full text
    Tahap desain memegang peranan penting dalam proses produksi produk saklar, hal ini dikarenakan desain berhubungan dengan proses manufaktur, waktu perakitan dan biaya produksi produk. Desain yang lebih mudah dirakit akan meningkatkan efisiensi penggunaan waktu yang berujung pada penurunan biaya produksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi desain produk yang ada dengan menggunakan konsep integrasi QFD (Quality Function Deployment) dan DFMA (Design for Manufacture and Assembly). DFMA adalah metode yang menekankan pada perkembangan desain kearah bentuk yang paling sederhana tanpa meninggalkan keinginan pasar dan fungsionalitas produk. Desain produk awal mengandung komponen yang tidak memberikan nilai tambah sehingga komponen tersebut dapat dihilangkan atau digabungkan dengan komponen lainnya tetapi dengan tidak mengurangi fungsi produk. Penelitian diawali dengan identifikasi pada desain awal produk saklar dengan menggunakan metode QFD. Berdasarkan metode QFD didapatkan dua atribut proses perakitan yang berpengaruh signifikan terhadap waktu perakitan produk. Kemudian dilakukan perhitungan waktu dengan metode stopwatch time study untuk mengetahui waktu perakitan. Selanjutnya dilakukan perbaikan rancangan produk untuk mereduksi waktu perakitan serta biaya komponen pembentuk produk. Perbaikan rancangan dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan komponen yang tidak memberikan nilai tambah pada produk seperti fasteners atau connectors. Selanjutnya dari hasil perbaikan rancangan dicari urutan perakitan yang paling optimal dengan penggambaran Assembly Process Chart perbaikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu perakitan berkurang hingga 17,83 %, jumlah komponen berkurang hingga 11,43%, serta biaya perakitan berkurang hingga 17,82 %.245 HalamanSkripsi Sarjan

    Perencanaan Strategi Industri Jasa Otomotif untuk Menerapkan Manajemen Green Process di PT. X

    No full text
    Business competition in this era of globalization becomes tighter that a company needs to have a strategy in winning its business competition. The issue on environmental problem and vocational health safety (SHE) currently demands the company to improve its concern on these issues in line with the tighter regulations of legislation on these issues of SHE. PT. X has app;lied SHE management in running its business, but its implementation is not yet maximum. Green Company is the exact tool to be used in winning business competition, and one of the materializations of Green Company is Green Process. The purpose of this study, in this current condition of company, was to obtain an effective strategy in SHE implementation system. Questionnaires were used to identify the factors related to the implementation of the green process. The factors were managerial concern (X1), awareness of human resources (X2), working skills (X3), environmental management (X4), safety tools (X5), vocational health (X6), and safe condition (X7). The finding of this study was a strategy to improve the performance of green process by implementing reward/punishment provision program, performance assessment program, determining the standard green process policy for the company, improving/developing training program, improving the supporting facility for vocational ealth and safety (SHE) program, and improving the vocational health program.Persaingan bisnis di era globalisasi saat ini semakin ketat, sehingga perusahaan harus memiliki strategi dalam memenangkan persaingan bisnis. Isu mengenai masalah lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja saat ini menuntut perusahaan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja seiring dengan semakin ketatnya peraturan perundang-undangan tentang kebijakan LK3 tersebut. PT. X telah menerapkan manajemen LK3 dalam menjalankan bisnisnya, namun pelaksanaannya masih belum maksimal. Green company merupakan “tools” yang tepat untuk digunakan meraih kemenangan dalam persaingan bisnis dan salah satu wujud penerapan green company adalah green process. Tujuan yang ingin dicapai adalah diperolehnya strategi dalam sistem implementasi LK3 yang efektif dengan kondisi perusahaan saat ini. Dalam penelitian ini digunakan kuesioner untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan implementasi green process tersebut. Faktor-faktor tersebut antara lain: kepedulian manajemen (X1), kesadaran SDM (X2), keterampilan kerja (X3), environmental management (X4), alat safety (X5), kesehatan kerja (X6), dan safe condition (X7). Hasil yang diperoleh berupa strategi peningkatan kinerja green process yaitu melakukan program pemberian reward/punishment, program penilaian kinerja, menetapkan kebijakan standar green process bagi perusahaan, peningkatan/pengembangan program training, peningkatan sarana pendukung program keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan peningkatan program kesehatan kerja.133 HalamanTesis Magiste

    Isolasi dan Penentuan Struktur Senyawa Steroid Dari Daun Tumbuhan Kulu (Artocarpus Camansi: Sukun Berbiji) yang Bersifat Antidiabetes

    No full text
    Research on plant leaves Artocarpus camansi (kulu) was aimed to find a chemical compound with antidiabetic activity in male Swiss Webster mice. The study began by preparing hexane, ethyl acetate and methanol extracts of the leaves of A. camansi plant. All extracts were analyzed by GC-MS and tested for their antidiabetic activity. GC-MS showed that hexane extract contained secondary metabolites: β- cytosterol acetate and β-tocoferol;and ethylacetate extract contained secondary metabolites A-neooleana-3(5),12-diena as terpenoid; while methanol extract contained 1-α-18-O-1, 25-dihydroxychol. The antidiabetic activity assay revealed that hexane extract was most active extract. Based on this, the hexane extract was further fractionated to give pure crystal. The crystal has a melting point of 77-800C. The crystal was further characterized by UV, IR, one and two dimensional NMR experiments such as 1HNMR, 13CNMR, DEPT, COSY, HSQC, and HMBC, the result of the spectral analyses suggested that the isolate was β-cytosterol propionate. In the antidiabetic activity assays, β-cytosterol propionate showed,a greater ability to reduce blood glucose than crude extract (extract of hexane, ethyl acetate extract and methanol extract), 30 minutes after the administration the β-cytosterol propionate can reduce blood glucose of mice 87.67 mg / dL; after 60 minutes reduce the blood sugar as much as 89 mg / dL; and 90 minute, reduce blood sugar 22 mg / dL, in male Swiss Webster mice .Penelitian terhadap daun tumbuhan Artocarpus camansi (kulu), bertujuan untuk mengetahui senyawa kimia (struktur senyawa) dan aktivitas antidiabetes daun tumbuhan tersebut terhadap mencit jantan Swiss Webster. Penelitian ini dimulai dengan mengisolasi ekstrak heksana, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol dari daun tumbuhan A. camansi tersebut. Selanjutnya semua ekstrak tersebut dikarakterisasi dengan GC-MS dan diuji aktivitas antidiabetesnya. Hasil uji dengan GC-MS, ekstrak heksana mengandung metabolit sekunder β-sitosterol asetat dan β- tocoferol, ekstrak etilasetat mengandung metabolit sekunder A-neooleana-3(5),12- diena (terpenoid), ekstrak metanol mengandung 1-α-18-O-1,25-dihydroxychol. Hasil uji aktivitas antidiabetes diperoleh ekstrak heksana sebagai ekstrak yang paling aktif, berdasarkan hal ini, ekstrak heksana tersebut difraksinasi lebih lanjut sampai diperoleh kristal murni. Kristal murni atau senyawa murni berupa padatan berwarna putih dengan titik leleh 77-800C. Senyawa murni setelah dikarakterisasi dengan spektrofotometer UV, IR, 1HNMR, 13CNMR, DEPT dan diperkuat dengan COSY, HSQC, dan HMBC, dinyatakan sebagai β-sitosterol propionate. Pada pengujian aktivitas antidiabetes, senyawa murni β-sitosterol propionate menunjukkan aktivitas menurunkan gula yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak kasar (ekstrak heksana, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol) yaitu 30 menit setelah loading dapat menurunkan glukosa darah mencit sebanyak 87,67 mg/dL, setelah 60 menit menurunkan gula darah sebanyak 89 mg/dL, pada menit ke 90, menurunkan gula darah 22 mg/dL, yang dilakukan terhadap mencit Swiss Webster jantan .76 HalamanDisertasi Dokto

    Didekilketon compounds from the leaves of Artocarpus camansi Blanco

    No full text
    Research on plant leaves Artocarpus camansi (kulu), aims to determine the chemicalcompounds contained in the hexane extract of the plant leaves. This study begins by isolatingthe hexane extract, from the leaves of plants A. camansi. Subsequently the extracts werecharacterized by GC-MS, to determine the fragmentation pattern softhe compunds contained inleaves of A. camansi. Furthermore the hexane extract further fractionated to obtain pureisolates. Pure isolate of the compound as white solid with a melting point of176-1780C.Characterized to the pure compound with1H-NMR, 13C-NMR, DEPT and reinforced with HSQC,and HMBC, expressed asdidekilketon (C21H42O)
    corecore