1,058 research outputs found
Uji Sitotoksik Ekstrak N-Heksan Daun Botto'-botto' (Chromolaena Odorata L.) terhadap Cell Line Kanker Kolon WiDr
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ pada cell line kanker kolon WiDr secara in vitro dan mengetahui berapa besar nilai IC50 dari ekstrak tanaman tersebut. Uji aktivitas sitotoksik ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ dilakukan dengan memberikan 5 seri konsentrasi bahan uji yaitu 1000 µg/ml; 500 µg/ml; 250 µg/ml; 125 µg/ml dan 62,5 µg/ml; pada sel kanker kolon WiDr yang kemudian diinkubasikan selama 24 jam. Penghitungan sel dilakukan setelah pemberian MTT dan SDS stopper. Persentase inhibisi yang dihasilkan dari masing-masing konsentrasi sampel uji secara berturut-turut adalah 97,9 %; 98,3%; 69,6%; 21,3%; dan 14,5%. Ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ mempunyai nilai IC50 sebesar 162,18 µg/ml. Hasil ini tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan NCI National Cancer Institute sebagai antikanker yaitu dengan range <30 µg/ml. Analisis korelasi-regresi pada grafik menunjukkan hasil yang tidak linear untuk 5 seri konsentrasi sampel uji yang digunakan. Sehingga dapat disimpulkan ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) tidak bersifat sitotoksik terhadap cell line kanker kolon WiDr
Skrining Aktivitas Antimikroba Komponen Kimia Ekstrak Daun Botto'-Botto'
Telah dilakukan skrining aktivitas antimikroba komponen kimia ekstrak daun “botto-botto‟
(Chromolaena odorata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen kimia dan aktivitas
antimikroba dari ekstrak n-heksan dan etanol 70% daun ‟botto-botto‟ terhadap bakteri Escherchia
coli, Pseudomonas aeroginosa, Salmonella thypi, Vibrio sp, Bacillus subtilis, Streptococcus mutans,
Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Shigella dysenteriae, dan jamur Candida
albicans.
Ekstraksi daun “botto-botto‟ dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksan
dan etanol 70%. Uji aktivitas antimikroba dilakukan dengan cara menggoreskan biakan bakteri pada
medium yang telah dicampur dengan ekstrak sampel konsentrasi 1mg/ml. Pengujian diawali dengan
pengujian aktivitas ekstrak n-heksan dan etanol 70% serta hasil fraksinasi kedua ekstrak, selanjutnya
dilakukan KLT-Bioautografi terhadap masing-masing fraksi.
Hasil skrining aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan ekstrak daun “bottobotto‟
(Chromolaena odorata L.) memberikan aktivitas lebih banyak bakteri uji yakni Pseudomonas
aeroginosa, Escerechia coli, Salmonella thyposa, Sigella disentri, Vibrio sp, Streptococcus aureus,
Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus mutans. Hasil KLT-Bioautografi komponen kimia
yang memiliki aktivitas antimikroba dari hasil fraksi ekstrak n-heksan daun botto‟-botto‟
(Chromolaena odorata L.) adalah fraksi yang mengandung fenol, flavonoid, terpenoid dan triterpen.
Sedangkan komponen kimia yang memiliki aktivitas antimikroba untuk fraksi ekstrak etanol adalah
fraksi yang mengandung fenol, flavonoid, steroid, dan terpen
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK N-HEKSAN DAUN BOTTO’-BOTTO’ (Chromolaena odorata L.) TERHADAP CELL LINE KANKER KOLON WiDr
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ pada cell line kanker kolon WiDr secara in vitro dan mengetahui berapa besar nilai IC50 dari ekstrak tanaman tersebut. Uji aktivitas sitotoksik ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ dilakukan dengan memberikan 5 seri konsentrasi bahan uji yaitu 1000 µg/ml; 500 µg/ml; 250 µg/ml; 125 µg/ml dan 62,5 µg/ml; pada sel kanker kolon WiDr yang kemudian diinkubasikan selama 24 jam. Penghitungan sel dilakukan setelah pemberian MTT dan SDS stopper. Persentase inhibisi yang dihasilkan dari masing-masing konsentrasi sampel uji secara berturut-turut adalah 97,9 %; 98,3%; 69,6%; 21,3%; dan 14,5%. Ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ mempunyai nilai IC50 sebesar 162,18 µg/ml. Hasil ini tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan NCI National Cancer Institute sebagai antikanker yaitu dengan range <30 µg/ml. Analisis korelasi-regresi pada grafik menunjukkan hasil yang tidak linear untuk 5 seri konsentrasi sampel uji yang digunakan. Sehingga dapat disimpulkan ekstrak n-heksan daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) tidak bersifat sitotoksik terhadap cell line kanker kolon WiDr
Corpo, expressão e identidade em adolescente de António Botto
Este trabalho propõe uma leitura do livro Adolescente, incluído n’As Canções de António Botto (1941), que reúne a maior parte dos poemas escritos por António Tomás Botto. O livro em análise apresenta a vida e a experiência de um jovem que descobre sua (homo)sexualidade e busca vivê-la de modo intenso. Analisamos os estágios de desenvolvimento do adolescente considerando o relacionamento dele com os corpos dos Outros. Observamos que o sujeito poético de Adolescente busca autoconhecimento através do relacionamento com os corpos amados e desenvolve-se através destes relacionamentos, uma vez que envolvem amor, sofrimento, desilusão, e, finalmente, o amadurecimento.This paper brings insights into the book Adolescente, in the collection As Canções de António Botto (1941), which gathers most part of the poems written by António Tomás Botto. In this book, the author depicts the life and experience of a young man who discovers his (homo) sexuality and seeks to live it more intensively. We then analyze the stages of the adolescent’s development considering his relationship with the body of the Others. We observe that the character searches self-knowledge
through his relationship with the lover’s body and develops through this relationship, which involves love, suffering, disillusion, and, finally, maturity
O. Botto. Letterature antiche dell'India
Bareau André. O. Botto. Letterature antiche dell'India. In: Revue de l'histoire des religions, tome 180, n°1, 1971. p. 90
A proposito della sentenza n. 50 del 2022. Vulnerabilità e autodeterminazione
Con la sentenza n. 50 del 2022 la Corte costituzionale si è pronunciata sull’inammissibilità del c.d. referendum sull'eutanasia legale, concernente la parziale abrogazione dell'art. 579 c.p. La riflessione proposta nel contributo, affiancandosi a quelle degli altri Autori del Forum di cui fa parte, si concentra su uno dei quattro “poli” argomentativi a cui la Corte ha fatto ricorso, ossia il binomio "vulnerabilità" e "autodeterminazione"
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA DARI EKSTRAK DAUN BOTTO-BOTTO (Chromolaena odorota L.) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIKANKER
This study aims to isolate and identify botto-botto compounds that have the potential to be anti-cancer. Methanol solvent assists the extraction of simplicia of botto botto leaves through maceration method. The methanol extract was partitioned with n-Hexan and ethyl acetate solvents to obtain n-Hexan and ethyl acetate fractions. Each fraction was then fractionated again by vacuum liquid chromatography to obtain isolates. The obtained isolates have characteristics using UV-Vis spectrophotometry and FT-IR spectrophotometry. The results obtained 2 compounds (Isolate HB3D3 from the n-Hexan fraction and Isolate EB6A5 from the ethyl acetate fraction). The results of the identification of isolate HB3D3 and isolate EB6A5 against the appearance of the compound group spots showed that the HB3D3 and EB6A5 isolates were terpenoid compounds. Isolate HB3D3 is a terpenoid with the characteristics of the presence of bound OH groups, aliphatic C-H, monosubstituted aromatic rings, C = O and alkenes. Isolate EB6A5 is a terpenoid with the characteristics of the presence of bound OH groups, aliphatic C-H, monosubstituted aromatic rings, C-O-C, C-O ether and alkenes
Skrining Partisi-partisi dan Fraksi-fraksi Larut Etil Asetat dari Ekstrak Metanol Daun Botto-botto (Chromolaena odorata L.) sebagai Anti Plasmodium
Malaria merupakan masalah kesehatan yang cukup serius ditangani pemerintah Indonesia. Spesies paling berbahaya adalah P. falciparum. Terbatasnya jumlah obat efektif mendorong peneliti menemukan antimalaria baru terutama berasal dari alam. Salah satunya adalah daun Botto-botto (Chromolaena odorata L.) dilaporkan memiliki banyak manfaat dan berpotensi menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya antimalaria. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antiplasmodium dari partisi-partisi dan fraksi-fraksi larut etil asetat dari ekstrak metanol daun Botto-botto terhadap P. falciparum strain 3D7 (sensitif klorokuin) dan menentukan partisi dan fraksi manakah yang paling aktif terhadap P. falciparum strain 3D7. Pengujian dilakukan dengan mengekstraksi daun Botto-botto dengan pelarut metanol, kemudian dipartisi. Hasil dari partisi larut etil asetat difraksinasi menggunakan campuran eluen n-Heksan, etil asetat, dan metanol dengan beberapa perbandingan. Sampel uji Fraksi A, B, C, D, E, F, ekstrak metanol, partisi larut n-Heksan, larut dan tidak larut etil asetat konsentrasi 100 ppm diujikan terhadap Plasmodium falciparum strain 3D7, dihitung berdasarkan %hambatan rata-rata. Dari penelitian, diketahui bahwa semua sampel uji memiliki aktivitas antiplasmodium dengan %hambatan 100%, partisi dan fraksi paling aktif dilihat dari perbedaan %parasitemia kontrol(+) 48 jam adalah Partisi larut n-Heksan dan Fraksi E 0,38;0,30% dan 0,4;0,42%. Identifikasi golongan senyawa menunjukkan Partisi larut n-Heksan mengandung alkaloid, dan Fraksi E mengandung flavonoid dan fenol
O. Botto. Buddha e il Buddhismo
Bareau André. O. Botto. Buddha e il Buddhismo. In: Revue de l'histoire des religions, tome 190, n°1, 1976. p. 94
- …
