1,720,993 research outputs found
STRATEGI MATA PENCAHARIAN RUMAH TANGGA NELAYAN AKIBAT PERUBAHAN
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia yang memiliki jutaan
masyarakat yang hidup di wilayah pesisir dan menggantungkan hidupnya dari sumberdaya pesisir. Kesejahteraan jutaan masyarakat pesisir sangat dipengaruhi
oleh kelestarian ekosistem pesisir yang rentan terhadap berbagai ancaman, salah satunya adalah perubahan iklim. Dampak perubahan iklim yaitu muncul gejala
alam global El Nino, kerusakan terumbu karang seperti coral bleaching, kenaikan permukaan air laut, penghangatan suhu di laut mengakibatkan penurunan
tangkapan produksi ikan, sebab ikan akan bermigrasi atau sebaliknya. Rumah tangga nelayan dalam menghadapi perubahan iklim akan melakukan strategi
mata pencaharian untuk kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi rumah tangga nelayan akibat perubahan iklim, dampak
perubahan iklim terhadap pendapatan rumah tangga nelayan, dan strategi mata pencaharian rumah tangga nelayan akibat perubahan iklim. Penentuan daerah
penelitian dilakukan secara sengaja yaitu di Kecamatan Muncar Kabupeten Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analitik.
Metode pengambilan sampel secara Disproporsionate Stratified Random Sampling. Alat analisis data yang digunakan deskriptif kualitatf, uji-t sampel
berpasangan dan konsep sustainable livelihood. Hasil dari penelitian menunjukkan: (1) Kondisi rumah tangga nelayan juragan dan pandhiga akibat
perubahan iklim berdampak pada ekonomi dan sosial, (2) Terdapat perbedaan pendapatan rumah tangga nelayan juragan dan pandhiga sebelum dan sesudah
perubahan iklim pada musim puncak dan musim peceklik secara signifikan, (3) Strategi mata pencaharian yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan juragan
dan pandhiga akibat perubahan iklim adalah diversifikasi pekerjaan baik dibidang perikanan maupun non perikanan
Analisis Pendapatan dan Kontribusi Usaha Ternak Ayam Buras Terhadap Pendapatan Keluarga
Industri perunggasan selalu menjadi penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa. Usaha ayam buras selain memiliki peran strategis
sebagai penyedia bahan pangan hewani juga sebagai penyumbang pendapatan bagi keluarga, namun usaha ini masih digunakan sebagai
usaha sampingan. Sifat pengusahaan ternak ini juga akan mempengaruhi pendapatan yang diterima oleh peternak ayam buras. Desa
Tegalrejo merupakan salah satu desa dengan jumlah populasi ayam buras tertinggi di Kecamatan Tegalsari. Pendapatan yang diterima oleh
peternak meskipun tidak begitu besar, namun peternak ayam buras tetap melakukan budidaya karena usaha ternak ayam buras merupakan
bagian dari budaya yang ada pada wilayah tersebut. Penelitiaan mengenai usaha ternak ayam buras ini menggunakan teknik purposive
sampling. Jumlah sampel sebanyak 43 diketahui dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) rata-rata
pendapatan yang diterima oleh peternak ayam buras adalah sebesar Rp. 71.734/periode dan rata – rata nilai R/C ratio adalah 1,15
menyimpulkan bahwa penggunaan biaya yang dikeluarkan dalam melakukan usaha ternak ayam buras adalah efisien nilai R/C ratio lebih
besar dari 1. Nilai BEP usaha terletak pada 44 ekor/periode, (2) Kontribusi yang diberikan dari usaha ternak ayam buras adalah sebesar
1,88%, kurangdari 33%. Nilai kontribusi ini termasuk dalam kategori kecil karena jenis dari usaha ternak ayam buras hanya dijadikan
sebagai usaha sampingan dengan teknik budidaya yang masih tradisional, (3) Usaha ternak ayam buras berada pada grey area, yaitu bidang
kuat terancam. Posisi ini menjelaskan bahwa usaha ternak ayam buras cukup kuat dan memiliki kompetensi untuk mengerjakannya, namun
memiliki peluang pasar yang sangat menganca
KAJIAN PRODUKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA
Peningkatan produktivitas tenaga kerja merupakan sasaran yang strategis karena peningkatan produktivitas sangat tergantung pada kemampuan tenaga manusia
yang memanfaatkannya. Faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan perusahaan dapat digolongkan pada tiga kelompok yaitu menyangkut kualitas dan
kemampuan fisik karyawan, sarana pendukung, dan supra sarana Salah satu indikator untuk mengetahui usaha di bidang pertanian dan non pertanian mampu
meningkatkan kesejahteraan keluarga adalah dengan melihat kontribusinya terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat
motivasi kerja tenaga kerja wanita (2) produktivitas tenaga kerja (3) hubungan antara motivasi dengan produktivitas tenaga kerja wanita (4) kontribusi
pendapatan tenaga kerja terhadap pendapatan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode analitik,
dan metode korelasional. Metode pengambilan contoh dilakukan metode Proportionate Stratified Random Sampling. Alat analisis yang digunakan adalah (1)
metode skoring, (2) produktivitas tenaga kerja, (3) uji-t pada produktivitas menggunakan strata umur tua dan umur muda, (4) korelasi rank spearman (5) analisis
presentase kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil perhitungan motivasi tenaga kerja menggunakan metode skoring adalah tinggi
(2) produktivitas tenaga kerja menggunakan perbandingan UMK (Upah Minimum Kabupaten) adalah rendah (3) produktivitas berdasarkan strata umur antara
umur muda dan umur tua secara uji statistik tidak berbeda nyata (4) hubungan motivasi dan produktivitas tenaga kerja secara uji statistik berhubungan secara
nyata (5) kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita termasuk dalam kategori sedang
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN PRODUK BERAS CERDAS CV. AN-NAHLAH
Konsep ketahanan pangan yang dianut Indonesia dapat dilihat dari Undang-Undang (UU) No.18 Tahun 2012 tentang pangan yang
menyebutkan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari
tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya. Kondisi ketahanan pangan dapat dicapai dengan beberapa upaya. Upaya yang
dilakukan pemerintah terkait dengan ketahanan pangan yaitu penganekaragaman pangan atau diversifikasi pangan.Di Kabupaten Jember
berkembang sebuah produk yang berasal dari tepung MOCAF (Modified Cassava Flour). Produk tersebut dinamakan Beras Cerdas. Beras
Cerdas yang merupakan produk rekayasa pangan olahan berbasis pangan lokal. Produk Beras Cerdas merupakan produk yang baru
dikembangkan. Pengetahuan masyarakat pada produk Beras Cerdas masih minim. Produsen perlu pengetahuan yang baik pada apa yang
dikehendaki oleh masyarakat yang merupakan sasaran untuk menjadi konsumen Beras Cerdas. Pada penelitian ini akan dikaji tentang : (1)
karakteristik konsumen, (2) proses keputusan pembelian konsumen, (3) faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan
pembelian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Method) di Kabupaten Jember. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dan metode analitis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik umum konsumen berpendidikan tinggi (60%), berstatus
sebagi istri (73%), kategori nuclear family (70%), memiliki pekerjaan sebagai PNS (40%), memiliki pendapatan bulanan tinggi (80%), lokasi
tinggal di wilayah kota (90%), dan memiliki motivasi memperoleh kesehatan (57%). (2) Proses keputusan pembelian Beras Cerdas melalui
lima tahapan yaitu pada pengenalan masalah konsumen memiliki alasan mengonsumsi Beras Cerdas untuk kesehatan serta penting
dikonsumsi. Pada tahap pencarian informasi konsumen memperoleh informasi pertama dari teman/kerabat. Pada tahap evaluasi alternatif,
konsumen memperhatikan bentuk, rasa, kandungan, kualitas. Pada tahap keputusan membeli, konsumen membeli Beras Cerdas secara tibatiba/
tergantung situasi dengan membeli lebih dari 1 kg/ bulan, dan membeli kurang dari 4 kali/bulannya. Pada tahap perilaku pasca
pembelian, konsumen puas setelah membeli Beras Cerdas walau mengalami kenaikan harga, konsumen tetap membeli Beras Cerdas. (3)
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen Beras Cerdas secara signifikan adalah
pendapatan, usia, motivasi dan harga. Faktor lain seperti sumber informasi, menu alternatif, kemasan, serta ketersediaan produk tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen Beras Cerdas
HUBUNGAN PENGUASAAN LAHAN TERHADAP PENDAPATAN
Di Desa Kemiri terjadi fenomena ketimpangan struktur Agraria yang ditunjukkan perubahan secara berlanjut yakni semakin menyempitnya
skala usaha tani perkebunan rakyat dan meningkatnya buruh pertanian. Terjadi ketimpangan pemilikan dan penguasaan tanah, dimana para
investor memfasilitasi pemilik modal serta menyebabkan kondisi tidak meratanya tanah yang dapat diakses oleh petani untuk berproduksi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pola penguasaan lahan petani kopi di Desa Kemiri Kecamatan Panti, (2) hubungan status
penguasaan lahan petani terhadap pendapatan usaha tani kopi di Desa Kemiri Kecamatan Panti, (3) ekonomi politik petani kopi terkait dengan
status penguasaan lahan di Desa Kemiri Kecamatan Panti. Pada penelitian yang dilakukan menggunakan sudut pandang kualitatif dalam melihat
realitas sosial. Strategi metode penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Tipe studi kasus yang digunakan
adalah studi kasus tunggal terpancang (embeded). yang menempatkan sebuah kasus sebagai fokus dari penelitian dan memiliki unit analisis lebih
dari satu. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Pola penguasaan lahan yang berada di Desa Kemiri yaitu terdapat dua kelompok pola
penguasaan yaitu pola penguasaan lahan milik, dan pola penguasaan lahan bagi hasil (2) Pendapatan petani kopi dengan status penguasaan lahan
milik dan status penguasaan bagi hasil sama-sama memiliki hubungan yang positif terhadap pendapatan dimana keduanya dalam keadaan
menguntungkan, tetapi rata-rata pendapatan petani penguasaan lahan bagi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan petani penguasaan lahan milik
(Rp.12.512.422/Ha > Rp.5.501.397/Ha) hal tersebut dikarenakan perbedaan perlakuan penanganan budidaya hingga panen, (3) Pandangan
ekonomi politik petani kopi di Desa Kemiri belum sepenuhnya petani kopi di Desa Kemiri berfikir rasional, masih terdapat beberapa petani
penguasaan lahan milik yang belum berani terbuka dengan tekhnologi baru dan tetap bertahan dengan cara lama
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
