25 research outputs found
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANGTUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Stunting menjadi masalah kesehatan pada anak usia dibawah 5 tahun atau balita. Kondisi tersebut mengakibatkan balita menjadi kerdil atau lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Selain itu, juga berdampak pada perkembangan kognitif, risiko terserang penyakit, mortalitas dan produktivitas dimasa yang akan datang. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antra tingkat pendidikan orangtua terhadap kejadian stunting. Studi observasi analitik dengan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Orangtua diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pendidikannya dan balita dilakukan pengukuran antropometri tinggi badan/umur dengan kategori stunting <-2SD. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 56 balita mengalami stunting dan pendidikan orangtua baik ibu atau bapak yang masih rendah. Nilai p value > 0,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan orangtua dengan kejadian stunting balita, namun nilai PR tingkat pendidikan ibu balita 1,296 yang bisa diartikan bahwa tingkat pendidikan ibu balita bisa menjadi faktor risiko 1,296 kali terhadap kejadian stunting balita dengan 95%CI sebesar (0.482-3.483) dan nilai PR tingkat pendidikan bapak balita 4,033 yang bisa diartikan bahwa tingkat pendidikan bapak balita bisa menjadi faktor risiko 4,033 kali terhadap kejadian stunting balita dengan 95%CI sebesar (0.615-26.447). Kesimpulan meskipun hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan tingkat pendidikan orangtua dengan kejadian stunting tetapi tingkat pendidikan orangtua menjadi faktor risiko kejadian stunting pada balita
HUBUNGAN MENIKAH USIA ANAK TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WONOSOBO
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang disebabkan multifaktor salah satunya pernikahan usia anak. Pernikahan usia anak masih banyak terjadi terutama di daerah pedesaan, rumah tangga dengan pengeluaran rendah dan pendidikan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pernikahan usia anak terhadap kejadian stunting pada balita. Studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, ibu balita dibagikan kuesioner untuk mengetahui usia pernikahan dan balita dilakukan pengukuran antropometri tinggi badan dengan standar WHO indeks TB/U, kategori stunting balita dengan TB/U < -2 SD serta sampel penelitian menggunakan total sampling. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat guna menganalisis hubungan antar variabel yang diteliti. Penelitian mendapatkan hasil dari uji chi square p value 0,004 yang memberikan arti terdapat hubungan yang signifikan antara pernikahan usia anak dengan kejadian stunting pada balita dengan PR menunjukkan pernikahan pada usia anak beresiko 1,982 kali memiliki balita stunting dibandingkan pernikahan usia dewasa dengan 95%CI sebesar 1,243-3,168. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara menikah usia anak terhadap kejadian stunting pada balita. Saran penlitian selanjutnya melakukan intervensi meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang risiko pernikahan usia anak sebagai upaya untuk menurunkan angka kejadian stunting.Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang disebabkan banyak faktor salah satunya pernikahan usia anak. Pernikahan usia anak masih banyak terjadi terutama di daerah pedesaan, rumah tangga dengan pengeluaran rendah dan pendidikan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pernikahan usia anak terhadap kejadian stunting pada balita. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, orangtua balita dibagikan kuesioner untuk mengetahui usia pernikahan dan balita dilakukan pengukuran antropometri tinggi badan dengan standar WHO indeks TB/U, kategori stunting balita dengan TB/U < -2 SD. Sampel menggunakan total sampling didapatkan 161 balita dengan 56 balita stunting. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti. Penelitian mendapatkan hasil dari uji chi square p value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pernikahan usia anak terhadap kejadian stunting pada balita dengan PR menunjukkan menikah usia anak berisiko mengalami stunting 1,984 kali dibandingkan yang tidak menikah usia anak 95%CI sebesar 1,243-3,168. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara menikah usia anak terhadap kejadian stunting pada balita. Saran penlitian selanjutnya melakukan intervensi untuk menurunkan angka kejadian stunting terutama yang berkaitan dengan pernikahan usia anak
DAMPAK STATUS EKONOMI PADA STATUS GIZI BALITA
The nutritional status of toddlers is a health problem that has an impact on children\u27s growth and development. This condition has an impact on the child\u27s physical and mental health in the future. Many factors influence the nutritional status of children under five, one of which is the economic status of the family. The aim of the study was to analyze the relationship between economic status and the nutritional status of toddlers. The research method is cross-sectional by conducting analytic observational, the sample using accidental sampling based on toddlers who carried out anthropometric measurements of toddlers\u27 height and weight obtained 155 toddlers. Analysis of research data with descriptive analysis, chi square analysis and logistic regression test. The results showed that families with low economic status had babies with low birth weight of 21.7%, underweight of 15.2% and stunting of 52.2%. The logistic regression test showed that there was a significant relationship between economic status and low birth weight babies (p value 0.025), underweight (p value 0.023) and stunting (p value 0.008). The conclusion is that there is a significant relationship of family economic status to low birth weight, underweight and stunting.Status gizi balita menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi tersebut berdampak pada fisik maupun mental anak di masa depan nantinya. Banyak faktor yang berpengaruh pada status gizi balita salah satunya yaitu status ekonomi keluarga. Tujuan penelitian menganalisis hubungan status ekonomi terhadap status gizi balita. Metode penelitian cross-sectional dengan melakukan observasional analitik, sampel menggunakan accidental sampling berdasarkan balita yang dilakukan pengukuran antropometri tinggi badan dan berat badan balita didapatkan 155 balita. Analisis data penelitian dengan analisis deskriptif, analisis chi square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan status ekonomi keluarga rendah memiliki bayi dengan berat lahir rendah sebesar 21,7%, berat badan kurang sebesar 15,2% dan stunting sebesar 52,2%. Uji regresi logistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan status ekonomi terhadap bayi dengan berat lahir rendah (p value 0,025), berat badan kurang (p value 0,023) dan stunting (p value 0,008). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan status ekonomi keluarga terhadap bayi dengan berat lahir rendah, berat badan kurang dan stunting
EFEK BIBLIOTERAPI ISLAMI TERHADAP TINGKAT ANSIETAS PADA ANAK USIA SEKOLAH SELAMA PERAWATAN
Kondisi sakit yang dialami oleh anak usia sekolah dapat menyebabkannya harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Keadaan tersebut bisa menyebabkan anak usia sekolah mengalami krisis atau yang disebut sebagai hospitalisasi. Hospitalisasi bisa mengakibatkan anak mengalami kecemasan sebagai penilaian suatu hal yang membahayakan, terkait dengan rasa ketidakpastian, tidak mampu, kekhawatiran dan ketakutan yang tidak jelas penyebabnya. Salah satu intervensi yang bisa diberikan untuk menangani permasalahan kecemasan adalah pemberian biblioterapi. Tujuan penelitian untuk menganalisis efek biblioterapi islami terhadap tingkat ansietas pada anak usia sekolah selama dilakukan perawatan di rumah sakit. Metode penelitian dengan quashi eksperimen menggunakan desain one group pre-test dan post-test. Responden penelitian adalah anak usia sekolah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Responden dilakukan pengukuran tingkat kecemasan dengan Skala Kecemasan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebelum dan sesudah diberikan intervensi biblioterapi islami. Data penelitian dilakukan analisis normalitas data dan dilakukan uji beda untuk megetahui perbedaan tingkat ansietas responden penelitian sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menjelaskan tingkat ansietas pada responden penelitian sebelum diberikan perlakuan mengalami ansietas ringan 7 (23,3%), ansietas sedang 10 (33,3%), ansietas berat 5 (16,7%) dan ansietas sangat berat 2 (6,7%). Setelah diberikan perlakuan tingkat ansietas responden mengalami penurunan responden yang mengalami ketidakcemasan 18 (60%), ansietas ringan 7 (23,3%), ansietas sedang 4 (13,4%), ansietas berat 1 (3,3%). Kesimpulan pemberian biblioterapi islami berpengaruh terhadap tingkat ansietas anak usia sekolah yang dirawat di rumah sakit. Penelitian selanjutnya bisa melakukan penelitian quashi eksperimen dengan desain two group with control group pretest-posttest.Kondisi sakit yang dialami oleh anak usia sekolah dapat menyebabkannya harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Keadaan tersebut bisa menyebabkan anak usia sekolah mengalami krisis atau yang disebut sebagai hospitalisasi. Hospitalisasi bisa mengakibatkan anak mengalami kecemasan sebagai penilaian suatu hal yang membahayakan, terkait dengan rasa ketidakpastian, tidak mampu, kekhawatiran dan ketakutan yang tidak jelas penyebabnya. Salah satu intervensi yang bisa diberikan untuk menangani permasalahan kecemasan adalah pemberian biblioterapi. Tujuan penelitian untuk menganalisis efek biblioterapi islami terhadap tingkat ansietas pada anak usia sekolah selama dilakukan perawatan di rumah sakit. Metode penelitian dengan quashi eksperimen menggunakan desain one group pre-test dan post-test. Responden penelitian adalah anak usia sekolah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Responden dilakukan pengukuran tingkat kecemasan dengan Skala Kecemasan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebelum dan sesudah diberikan intervensi biblioterapi islami. Data penelitian dilakukan analisis normalitas data dan dilakukan uji beda untuk megetahui perbedaan tingkat ansietas responden penelitian sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menjelaskan tingkat ansietas pada responden penelitian sebelum diberikan perlakuan mengalami ansietas ringan 7 (23,3%), ansietas sedang 10 (33,3%), ansietas berat 5 (16,7%) dan ansietas sangat berat 2 (6,7%). Setelah diberikan perlakuan tingkat ansietas responden mengalami penurunan responden yang mengalami ketidakcemasan 18 (60%), ansietas ringan 7 (23,3%), ansietas sedang 4 (13,4%), ansietas berat 1 (3,3%). Kesimpulan pemberian biblioterapi islami berpengaruh terhadap tingkat ansietas anak usia sekolah yang dirawat di rumah sakit. Penelitian selanjutnya bisa melakukan penelitian quashi eksperimen dengan desain two group with control group pretest-posttest
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pemberian Makanan Bergizi untuk Pencegahan Bayi dan Balita Stunting Terhadap Pengetahuan Ibu
ABSTRACT Children's very short height conditions or stunting are a worldwide problem. This condition is due to many factors, including mother's knowledge. The knowledge that mother has provides a thinking framework in fulfilling nutritional needs for infants and toddlers to avoid stunting. Research was conducted to analysis the effect of health education on the knowledge of infants and toddlers. Quantitative research methods use experimental quashi with one group pre-test and post-test designs. Research samples with purposive sampling were obtained by 60 respondents. Research data were conducted on univariate analysis to describe respondents' characteristics, research data were conducted on data normality tests and Wilcoxon tests to determine the effect of nutritious food-giving health education for the prevention of stunting infants and toddlers on maternal knowledge. Research results were found to have a significant influence on knowledge before and after being given nutritious food-giving health education for the prevention of stunting infants and toddlers on maternal knowledge with a p-value of 0,000. The conclusion is that there is an effect of health education providing nutritious food for the prevention of stunting infants and toddlers on maternal knowledge. Keywords: Health Education, Knowledge, Nutritious Food, Stunting ABSTRAK Kondisi tinggi badan anak yang sangat pendek atau stunting menjadi permasalahan dunia. Kondisi tersebut disebabkan banyak faktor salah satunya pengetahuan ibu. Pengetahuan yang dimiliki ibu memberikan kerangka berpikir dalam pemenuhan kebutuhan gizi pada bayi dan balita untuk terhindar dari stunting. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu bayi dan balita. Metode penelitian kuantitatif menggunakan quasi eksperimen dengan desain one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian dengan purposive sampling didapatkan 60 responden. Data penelitian dilakukan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, data penelitian dilakukan uji normalitas data dan uji wilcoxon untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pemberian makanan yang bergizi untuk pencegahan bayi dan balita stunting terhadap pengetahuan ibu. Hasil penelitian didapatkan pengaruh yang signifikan pengetahuan sebelum dan setelah diintervensi pendidikan kesehatan pemberian makanan yang bergizi untuk pencegahan bayi dan balita stunting terhadap pengetahuan ibu dengan p-value 0,000. Kesimpulan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pemberian makanan bergizi untuk pencegahan bayi dan balita stunting terhadap pengetahuan ibu. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Makanan Bergizi, Stuntin
Faktor Risiko Hipertensi pada Usia Dewasa dan Lansia
The transition of diseases that were initially dominated by infectious diseases has changed to non-infectious diseases, one of which is hypertension. Risk factors for hypertension are divided into two, namely unchangeable risk factors such as genetic factors, age and gender, while risk factors that can be changed such as lifestyle. The purpose of this study was to analysis risk factors for hypertension in adults and the elderly. Quantitative study method with correlation analysis on participants in Posyandu Bumiroso as many as 26 respondents with accidental sampling technique, respondents were measured for blood pressure and given a questionnaire for hypertension risk factors. Data were descriptively frequency analysis and chi square test was performed. The results showed that smoking obtained a p-value of 0.547, physical activity obtained a p-value of 0.347, fatty foods obtained a p-value of 0.031, family history of hypertension obtained a p-value of 0.016 and stress factors obtained a p-value of 0.037. The conclusion of the five factors studied, there were two factors that were not related to hypertension namely smoking and physical activity, while there were three factors related to hypertension namely fatty foods, family history of hypertension and stress
Nursing Process in Central Java Correctional Institutions: Qualitative Descriptive Study
Background: Correctional institution nurses in carrying out the nursing process differ from other specialist nurses who work outside the correctional institution facility. A lot of research on the nursing process has been carried out in hospital and puskesmas settings. However, few research is found in the correctional institution setting. The purpose of the study was to describe the implementation of the nursing process in the Central Java Correctional Institution.
Methods: The researcher used a qualitative study with a qualitative descriptive approach. Data collection was done online using semi-structured interview guidelines about the nursing process in correctional institutions with a duration of 30 minutes. Study participants were saturated with nine participants of nurses. Data trustworthiness using Guba\u27s idea technique and data analysis in this study used the analytical procedures of Zhang and Wildemuth.
Results: In this study, the researchers described several themes based on the research objectives. The five objective themes are conducting record of health checks for new inmates, no standardization of nursing care, regulations in providing services to inmates, the implementation of individual and group nursing care, and collaboration with agencies outside prisons and detention centers.
Conclusion: the findings of this study need to get attention from all parties such as the Ministry of Law and Human Rights and PPNI to maintain the quality of care services for inmates. Furthermore, the quality of prison nurses in carrying out nursing practices also should be confirmed in line with nursing professional standards
Kombinasi Senam Lansia dan Obat Hipertensi Berpengaruh terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi
Hypertension management can be done pharmacologically or by administering drugs and non-pharmacologically, one of which is elderly gymnastics. Hypertension if not given proper management can lead to heart disease, stroke and kidney failure. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of elderly gymnastics and antihypertensive drugs on blood pressure in elderly people with hypertension. This research method uses a quasi-experimental design with a pre-post test nonequivalent control group design approach. The sample of this study was 39 respondents with a total sampling technique, the intervention group consisted of 20 respondents and the control group consisted of 19 respondents. The hypothesis test of this study used the T-test because the data was normally distributed with a p-value> 0.05. The results of this study obtained a significance value of systolic and diastolic pressure in the intervention group p-value = 0.000, while in the control group the significance value of systolic blood pressure p-value = 0.000 and diastolic pressure p-value = 0.048. So it can be stated that the decrease in blood pressure in the intervention group was more optimal than in the control group. Conclusion: There is an effect of giving a combination of elderly exercise and antihypertensive drugs on the blood pressure of elderly people with hypertensio
Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara di Komunitas
Breast cancer is one of the most common cancers that affects society, especially women. Cancer can grow in the lobes or glands that produce milk or in the ducts that carry milk from the lobes to the nipple. Breast cancer is the second leading cause of mortality in women. The aim is to describe awareness of early detection or screening of breast cancer in the community. Quantitative research method using observational analytics on secondary data on breast cancer screening at the Sukoharjo Health Center 01 Wonosobo from June to December 2022. The target achievement results carried out by the examination were still low at 24 (27.27%) people out of a total of 3% PKP of 88 people, which was determined by the Wonosobo District Health Service. Examination results showed that 20.83% of women had lumps in their breasts. The conclusion is that public awareness to carry out SADANIS examinations is still low. Future research can innovate to increase public awareness in early detection of breast cancer
Corrigendum to "Investigations into structure-property relationships of novel Ru(II) dyes with N,N'-Diethyl group in ancillary ligand for dye-sensitized solar cells" [Dyes Pigments 171(2019) 107754-107762](S0143720819314639)(10.1016/j.dyepig.2019.107754)
The authors regret the typos in the author names and affiliations. The authors would like to apologize for any inconvenience caused. Correction: The correct author names and affiliations should read as follows: Saba Ashrafa,b,d, Rui Sud, Javeed Akhtarc, Humaira M. Siddiqib, Ahmed Shujae, Khalid Al-Saadf, Siham Y. Al-Qaradawif, Ahmed El-Shafeid*[email protected] aSulaiman Bin Abdullah Aba Al-Khail - Centre for Interdisciplinary Research in Basic Science (SA-CIRBS), International Islamic University, Sector H-10, Islamabad, Pakistan bDepartment of Chemistry, Quaid-I-Azam University, Islamabad, 45320, Pakistan cMaterials Laboratory, Department of Chemistry, Mirpur University of Science and Technology (MUST), Mirpur, 10250, AK, Pakistan dPolymer and Color Chemistry Program & Fiber and Polymer Science Program, North Carolina State University, Raleigh, NC, 27606, USA eCentre for Advanced Electronics and Photovoltaic Engineering (CAEPE), International Islamic University, Sector H-10, Islamabad, Pakistan fDepartment of Chemistry and Earth Sciences, College of Arts and Sciences, Qatar University, P.O. Box 2713, Doha, QatarScopu
