21 research outputs found

    ANALISIS PROSES PEMBUATAN PATI UBI KAYU (TAPIOKA) BERBASIS NERACA MASSA

    No full text
    Tapioca is starch that is extracted from cassava with characteristic no sweet, undissolved in cold water, form tickle gel in hot water. Tapioca produced from by some process :remove pell of cassava, cleaning, scraping, separation, precipitating, dryng, grinding and become tapioca. the aim of this research has amed to analyze the production of cornmeal by mass balance technology. the process of patiubikayu making by using cassava 2007 g and produces patiubikayu 376,2 g (with 14% water content)

    PENINGKATAN MUTU DAN KAPASITAS PRODUKSI KERIPIK POTO-POTO PADA UKM KELOMPOK USAHA (PENGANAN) TANETE JAYA MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DI BULUKUMBA

    No full text
    Potatoes are one of the most popular and traditional snacks and have a special place in the minds of the people. The PKM program manages better quality and durable snacks through a selected partner, the Tanete Jaya Business Group (Confectionery), by improving the production process and increasing the packaging stage, to enable the Burunka district in Burkampa district to manage. This aims to increase community capacity. The implementation of the PKM program has resulted in the production of snacks specifically for factory-made potato chips (local name: poto-poto chips), with flavors that match a variety of flavors: cheese, roasted corn and original flavors. In addition, the implementation produces results in the form of determining the expiration date of the poto-poto chips and providing a type of traditional snacks produced by selected partners. In addition, package repairs are carried out. It is a replacement of 0.90 mm thick PE plastic with packaging design including product information (label) and use of a hand sealer machine. The addition of production equipment to increase production capacity is also carried out by the dough grinder. Tanete Jaya Business Group partners can increase the use of raw materials from 25 kg / day to 45 kg / day. The PKM program is carried out in Bulukumba Regency by a team of instructors at the Pangkep State Agricultural Polytechnic, which consists of two disciplines: financial management and agricultural industry technology. The total cost required is IDR.47,200,000.00 for a 10-month implementation.  Keywords: Traditional snacks, Potato chips, Packaging, Processing.ABSTRAK Poto-poto merupakan salah satu penganan tradisional yang cukup popular dan mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Program PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Kabupaten Bulukumba Kecamatan Bulukumpa melalui mitra yang terpilih yaitu kelompok usaha (penganan) Tanete Jaya dalam mengelola penganan poto-poto dengan kualitas yang lebih baik dan tahan lama dengan perbaikan pada proses produksi, dan perbaikan pada tahap pengemasan. Pelaksanaan Program PKM ini menghasilkan luaran berupa cara pembuatan penganan khusus untuk keripik poto-poto yang dihasilkan oleh mitra dengan kualitas rasa yang konsisten dengan berbagai rasa yaitu rasa keju, jagung bakar dan original. Selain itu dalam pelaksanaannya dihasilkan juga luaran berupa penentuan expired date dari keripik poto-poto dan jenis penganan tradisional sejenis yang diproduksi oleh mitra terpilih. Selain itu perbaikan juga dilakukan pada segi pengemasan yaitu penggantian jenis plastik PE dengan tebal 0,90 mm yang dilengkapi dengan desain kemasan yang berisi informasi produk (labeling) serta penggunaan mesin hand sealer. Penambahan peralatan produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi juga dilakukan yaitu dengan alat penggiling adonan. Mitra kelompok usaha (penganan) Tanete Jaya dapat meningkatkan produksi dari pemakaian bahan baku 25 kg/hari menjadi 45 kg/hari. Program PKM dilaksanakan di kabupaten Bulukumba oleh tim dosen Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang terdiri dari 2 bidang keahlian yaitu Managemen keuangan dan Teknologi industri pertanian. Jumlah biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.47.200.000,00 (empat puluh tujuh juta dua ratus ribu rupiah) dengan pelaksanaan selama 10 bulan.Kata kunci: Cemilan tradisional, Keripik poto-poto, Pengemasan, Pengolahan

    PEMANFAATAN AMPAS KEDELAI PADA PEMBUATAN BROWNIES “GLUTEN FREE” UBI JALAR UNGU DAN UJI KELAYAKANNYA

    No full text
    Soybean pulp is a byproduct of tofu processing and soy milk. The nutrients contained in soybean dregs are still significantly high, especially protein and fiber. So far, processing of soybean pulp into food is still limited. Tuber has many benefits for the body, and has a high nutritional content and can be used as a food substitution. One of the tubers that can be processed as a substitute is purple sweet potato. The natural fiber of oligosaccharides or anti-nutrition substances stored in purple sweet potatoes is a valuable commodity for processed food products, such as brownies. This study aims to determine the quality, physicochemical and organoleptic properties produced by brownies. The study was organised using a completely randomized design (CRD) with a comparison treatment of soybean pulp paste and purple sweet potato paste including (1) 60%, 50%, 40% and (2) 40%, 50%, 60%. Each treatment was repeated three times. The study was conducted at the Pangkep State Agricultural Polytechnic Biochemistry Laboratory (PPNP) of South Sulawesi. The results of the study obtained the best quality of brownies on physicochemical properties in treatment D (A3B3), by the concentration of 40% soybean paste paste and 60% purple sweet potato paste for water content (25.76%), ash (1.01%), fat (14.56%), carbohydrate (43.32%), and protein (18.95%). The best growth power test for the physical quality of brownies is in treatment D (A3B3) with a concentration of 40% soybean pulp paste treatment and 60% purple sweet potato paste (6.4 cm). The best panelist's level of preference test was in treatment D (A3B3) with a concentration of 40% soybean paste paste treatment and purple sweet potato paste 60% for color (4.28%), aroma (3.95%), flavor (4.47% ) and texture (4.42%)

    PERBAIKAN PRODUKSI GULA SEMUT UKM MAMA GARDEN DENGAN APLIKASI MESIN PENGERING DAN MESIN PENGHALUS (DISK MILL)

    No full text
    Sugar palm (Arenga pinnata Merr.) is a type of palm that has the potential for high economic value, producing palm sugar. So far, farmers in Barugae village have only used the technique of making brown sugar blocks from generation to generation, which only costs IDR.15,000 per kg. One of the SMEs in Barugae village that has implemented the production process of making brown sugar in powder form or better known as ant sugar is Mama Garden. This SME is located in Barugae Village, Bulukumpa District, Bulukumba Regency. The problem faced by the Mama Garden SME is the production process that still uses manual techniques, resulting in low quality products, drying using sunlight so it is very dependent on nature. Based on this, the Community service program implemented science and technology that could improve quality and increase the production capacity of the Mama Gaden SME. Improvements in the processing process include the use of flour machines and the use of dryers as well as the application of CPPOB, sanitary and hygienic aspects; shelf life (expiry date) of the ant sugar products; production management, and separate financial reports. The targets and outputs that have been achieved are quality improvement and additional production capacity, increased application of science and technology in society, and products in the form of sugar ant. Other outputs in the form of publications in mass media have been published, publications in scientific journals published in September 2020 in the community service journal of Jurnal Dinamika Pengabdian and activity videos that have been uploaded on YouTube.   Keywords: Brown sugar, ant sugar, packaging, processing.   ABSTRAK Aren (Arenga pinnata Merr.) adalah jenis palma yang memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi, penghasil gula aren. Selama ini petani di desa Barugae hanya menggunakan teknik pembuatan gula merah cetak secara turun temurun yaitu membuat gula merah cetak yang harganya berada pada harga Rp. 15.000 per kg. Salah satu UKM yang berada didesa barugae yang telah menerapkan proses produksi pembuatan gula merah dalam bentuk serbuk atau yang lebih dikenal dengan nama gula semut adalah Mama garden. UKM ini berada di Desa Barugae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Mama Garden adalah proses produksi yang masih menggunakan teknik manual, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas rendah, pengeringan dengan menggunakan sinar matahari sehingga sangat tergantung pada alam. Berdasarkan hal tersebut maka pada program PKM ini dilakukan penerapan iptek yang dapat meningkatkan kualitas serta menambah kapasitas produksi mama gaden. Perbaikan proses pengolahan yang dimaksud diantaranya adalah penggunaan mesin penepung, dan penggunaan pengering serta penerapan aspek CPPOB, aspek sanitasi dan hygienis, masa simpan (expiry date) dari produk gula semut, manajemen produksi, dan laporan keuangan tersendiri. Target dan luaran yang telah dicapai adalah perbaikan kualitas dan penambahan kapasitas produksi, peningkatan penerapan iptek di masyarakat, dan produk berupa gula semut yang dihasilkan. luaran lain berupa publikasi pada media massa dan jurnal ilmiah di Jurnal Dinamika Pengabdian dan video kegiatan yang telah diupload di youtube.   Kata Kunci: Gula merah, gula semut, pengemasan, pengolahan

    PENERAPAN TEKNOLOGI VACUUM FRYING UNTUK PENGOLAHAN KRIPIK BUAH DI KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN

    No full text
    ABSTRAKProgram diseminasi ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi petani buah di kabupaten barru khususnya dan Sulawesi selatan pada umumnya. Diharapkan teknologi vacuum frying ini bisa memberikan solusi pada saat harga anjlok yang biasanya terjadi pada puncak musim panen buah. Diseminasi produk teknologi yang diterapkan adalah hasil kajian dan penelitian yang memang sudah terbukti (proven). Teknologi ini memiliki mekanisme kerja untuk menghilangkan kadar air buah dengan sistem penggorengan hampa udara, yang disertai oleh alat kontrol suhu secara otomatis pada panelnya, sehingga hasil produk akan sesuai dengan apa yang kita atur pada setting, dan yang paling penting kandungan vitaminnya masih sangat terjaga. Mesin Vacuum Frying ini akan memberi dampak secara ekonomis sekaligus solusi bagi berbagai persoalan pada saat panen raya buah dengan meningkatkan nilai jual nilai tambah bagi pelaku usaha yang menggelutinya, dan member efek multi ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Kata Kunci: Vacuum Frying, Diseminasi, Panen. ABSTRACTThis dissemination program aims to provide solutions for fruit farmers in Barru regency in particular and South Sulawesi in general. The vacuum frying technology is expected to provide solutions when prices plummet which usually occurs at the peak of the fruit harvest season. Dissemination of applied technology products is the result of studies and research that have already been proven. This technology has a working mechanism to eliminate fruit water content with a vacuum frying system, which is accompanied by an automatic temperature control device on the van, so the product results will be in accordance with what we set, and the most important is the vitamin content is stable. The Vacuum Frying machine will provide an economic impact as well as a solution to various problems during the fruit harvest season by increasing the value-added sales value for businesses that are involved in it, and providing a multi economic benefit to the surrounding community.Keywords: Vacuum Frying, Dissemination, Harvest

    PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI BAKSO PADA MITRA KOPERASI SERBA USAHA SYARIAH PADAIDI DENGAN MENGGUNAKAN BOWL CUTTER MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM)

    No full text
    ABSTRAK Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat yang telah dilaksanakan di Kelurahan Jawi-jawi adalah sebagai wadah pendayagunaan produk teknologi hasil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Agar keberhasilan program ini dapat terukur maka dipilih mitra yaitu mitra koperasi serba usaha. Berdasarkan analisis permasalahan yang ditemui pada mitra disepakati bahwa program PKM ini akan fokus pada permasalahan produksi yaitu perbaikan pada proses produksi dengan mengganti bahan pengenyal, penerapan GMP dalam proses pembuatan produk, alih teknologi penggunaan mesin bowl cutter dan mesin pencampur (mixer), penggunaan formulasi bahan yang konsisten, dan penentuan expiry date. Sedangkan untuk permasalahan manajemen, diprioritaskan pada penguatan jiwa enterpreunership, peningkatan kemampuan pengelolaan usaha dan pembenahan administrasi pembukuan dan keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang terdiri dari: (a) Penyuluhan tentang kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mitra koperasi serba usaha “padaidi”; (b) Penyuluhan dan pelatihan penerapan teknologi tepat guna yaitu penggunaan mesin penggilingan dan pencampur bakso; (c) Menfasilitasi agar mitra dapat menjual produknya dengan baik. Pelaksanaan Program PKM ini menghasilkan luaran berupa produk bakso, nugget, dan kaki naga dengan kriteria aman saji. Selain itu dalam pelaksanaannya nanti juga akan dihasilkan luaran berupa penentuan expiry date dari produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan juga dilengkapi dengan desain kemasan yang berisi informasi produk (labeling). Target dan luaran yang dihasilkan juga adalah publikasi pada jurnal ilmiah dan pada media massa online upeks. Kata kunci: Bakso, diversifikasi produk nugget ayam, pati sagu termodifikasi HMT. ABSTRACT The purpose of the Community Partnership Program that has been implemented in Jawi-jawi Village is as a forum for the utilization of technological products and improving the welfare of the community. So that the success of this program can be measured, partners are selected, namely all-business cooperative partners. Based on the analysis of the problems encountered by partners, it was agreed that this PKM program would focus on production problems, namely improvements in the production process by replacing the elastic material, the application of GMP in the product manufacturing process, technology transfer using bowl cutter machines and mixers, the use of ingredient formulations, consistent, and determination of the expiry date. As for management issues, priority is given to strengthening the entrepreneurial spirit, improving business management capabilities and improving bookkeeping and financial administration. The method of implementing the activities begins with conducting outreach and training activities consisting of: (a) Counseling on entrepreneurship to foster an entrepreneurial spirit in all-business cooperative partners "padaidi"; (b) Counseling and training on the application of appropriate technology, namely the use of meatball milling and mixing machines; (c) Facilitating partners to sell their products well. The implementation of this PKM program produces products in the form of meatballs, nuggets, and dragon legs with safe food criteria. In addition, in its implementation, outputs will also be produced in the form of determining the expiry date of the products produced. The resulting product will also be equipped with a packaging design containing product information (labeling). The target and the resulting output are also publications in scientific journals and on upeks online mass media Keywords: Meatballs, food diversification, chicken nugget product, modified sago starch HMT

    DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN JAGUNG MENJADI JAGUNG MARNING BERBAGAI RASA

    No full text
    Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di Kabupaten Bulukumba melalui mitra yang terpilih (Kelompok Wanita Tani Kalikia dan Tim Penggerak PKK Desa Manyyampa) dalam mengolah jagung menjadi produk jagung marning dengan kualitas yang lebih baik dan tahan lama dengan perbaikan pada proses produksi khususnya pada tahap pengemasan serta adanya penganekaragaman rasa jagung marning. Berdasarkan analisis dari beberapa permasalahan yang ditemui pada kedua mitra, program ini akan diproritaskan pada permasalahan produksi yaitu penggunaan mesin pengemas. Dengan adanya aplikasi mesin pengemas ini jagung marning yang dihasilkan lebih tahan lama. Penambahan peralatan untuk peningkatan produksi, serta memberikan pelatihan tentang cara penanganan dan pengolahan jagung menjadi jagung marning dengan berbagai rasa yaitu rasa balado, rasa jagung bakar, rasa BBQ, rasa keju. Sedangkan untuk permasalahan manajemen, diprioritaskan pada penguatan jiwa entrepreneurship, peningkatan kemampuan pengelolaan usaha serta pembukuan dan keuangan. Luaran yang dihasilkan adalah penambahan penganekaragaman rasa dari jagung marning dengan rasa balado, rasa jagung bakar, rasa BBQ, dan rasa keju; penggunaan peralatan produksi yang memadai,dan penggunaan mesin pengemas pada produk akhir dari produk jagung marning yang dihasilkan, serta pembinaan manajemen meliputi penguatan jiwa enterprenuership, peningkatan kemampuan pengelolaan usaha serta pembenahan administrasi pembukuan dan keuangan. Kata kunci: jagung, jagung marning, pengemasan, pengolahan

    STUDI PEMANFAATAN KULIT KOPI ARABIKA (Coffee arabica L.) SEBAGAI MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)

    No full text
    MOL (Mikro Organisme Lokal) is the result of local material decomposition with fermentation method. MOL contains macro and micro nutrients and microbial decomposers. The smaller coffee peel that will fermented, the faster MOL can be formed. To accelerate decomposition in MOL solution, it can be added food source of bacteria such as coconut water and brown sugar. The purpose of this study was to study the process of making MOL from coffee peel, to analyze the content of nitrogen, phosphor, and potassium of MOL of coffee peel and to determine the effect of fermentation time on nitrogen, phosphor, and potassium contents of MOL that resulted. This study was conducted with 4 (four) treatments, week 1, 2, 3 and 4 and 1 factor and using 2 times replicate. The parameter of testing used for making coffee peel as local microorganism are MOL volume, nitrogen, phosphor and potassium contents. The result of study showed that the highest mol volume obtained in week 4 of 8.5 ml and the lowest in week 1 of 5 ml. They were obtained from 500 g coffee peel. Determination of nitogen, phosphorus and potassium as a macro nutrients has been conducted. The result showed that the highest nitrogen was found to be 0,0039% in week 1, 3 and 4 and the lowest in week 2 with percentage 0.034 %. Determine of phosphorus showed that the highest phosphor was obtained in week 2 wtih percentage 0.033 % and the lowest in week 4 of 0.018%, and the result of potassium analyze, the highest obtained in week 2 of 0.035 % and the lowest in week 4 of 0.014

    PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PENGANEKARAGAMAN KEMASAN GULA SEMUT UKM MAMA GARDEN DENGAN CONTINUOUS SEALER MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH (PPPUD)

    No full text
    PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PENGANEKARAGAMAN KEMASAN GULA SEMUT UKM MAMA GARDEN DENGAN CONTINUOUS SEALER  MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH (PPPUD

    OPTIMALISASI POTENSI SUMBER DAYA ALAM DESA BARUGAE MENUJU DESA EDUWISATA AIR DI KABUPATEN BULUKUMBA MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA (PPDM)

    No full text
    Desa Barugae merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba.Pengoptimalisasian sumber daya alam yang berada diwilayah wajib dilakukan untuk pengembangan sistem tata kelola airberdasarkan potensi wilayahnya. Program Pengembangan beberapa Desa Mitra dimulai dengan beberapa tahapan, yaitutahapan perkenalan teknologi dan tahapan alih teknologi. Program ini melibatkan 2 mitra yaitu kelompok tani harapanjaya dan kelompok Budidaya Ikan. Pelaksanaan Program pengembangan Desa mitra ini menghasilkan luaran berupaproduk ikan air tawar yang mereka budidayakan dan air minum kemasan dengan menggunakan teknologi filtrasimembrane RO. Selain itu juga dihasilkan luaran lain berupa publikasi dijurnal dan publikasi pada media massa onlineyaitu Upeks.fajar.co.id. Program ini dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba oleh tim dosen Politeknik Pertanian NegeriPangkep dengan berbagai disiplin ilmu yaitu teknologi industri pertanian, budidaya perikanan, dan pemasaran
    corecore