1,720,975 research outputs found

    10 Filosofi Hidup Orang Jawa

    No full text
    Filosofi hidup orang Jawa merupakan pola berpikir, prinsip hidup, dan tata perilaku yang menjadi landasan hidup orang Jawa, serta menjadi jawaban dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Falsafah ajaran hidup Jawa memiliki tiga landasan utama, yaitu landasan ketuhanan, kesadaran akan semesta dan keberadaan manusia. Orang Jawa memiliki pandangan hidup yang unik dan memiliki konteks serta komposisi teks berbeda dengan budaya-budaya lainnya. Budaya Jawa penuh dengan simbol, jargon dan ajaran-ajaran kamulyan (kemuliaan) yang serimgkali terlupakan oleh orang Jawa sendiri. Buku ini memaparkan 10 filosofi hidup orang Jawa, yang senantiasa dipegang teguh masyarakat Jawa, serta menjadi landasan dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan, yaitu: (1)Urip iku urup; (2) Memayu hayuning bawana, ambrasta hangkara; (3) Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti; (4) Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji sugih tanpa bandha; (5) Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan; (6) Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman; (7) Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman; (8) Aja kuminter mundak keblinger, (9) aja cidra mundak cilaka, Aja milik barang kang melok, aja mangro mundak kendo; (10) Aja adigang, digung, adiguna

    Pitutur Luhur JAWA Ajaran Hidup Dalam Serat Jawa

    No full text
    v, 204 hlm,;20 c

    Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh Semudah Membaca Koran

    No full text
    Bahasa tubuh menjadi sarana komunikasi primitif yang telah digunakan manusia sejak lama. Tanpa mengucap sepatah katapun dengan bahasa tubuh seseorang akan memahami orang lainlewat gerakan tubuh yang dilakukannya. Dalam buku ini kita akan menjelajah lebih jauh tentang makna bahasa tubuh yang memiliki peran penting dalam interaksi sosial. Bahasa tubuh bisa menyaampaikan perasaan dan emosi yang tidak terungkap dalam kata-kata kepada orang yang kita ajak bicara dan hal ini ternyata bisa dipelajari. Bahkan jika telatih, kita dapat membaca bahasa tubuh ini semudah kita membaca koran

    Copy Writing: Melejitkan Jualan Online Dengan Kalimat Membujuk

    No full text
    Kalimat-kalimat dahsyat itu tentu tidak akan muncul dengan sendirinya. Kalimat-kalimat yang dibuat indah dan mengena sehingga membuat kita rela membacanya hingga akhir kalimat. Lantas siapa penulisnya? Dia adalah copywriter atau bisa terjemahkan sebagai orang yang menulis naskah iklan. Adapun copywriting merupakan narasi atau bahasa tulis yang digunakan pada iklan. Bidang garapan iklan sangat luas dalam bidang apa pun dan dalam rentang usia mana pun. Dan lagi, saat ini mau tidak mau kita berada dalam belantara periklanan.Kini, profesi copywriter makin banyak diminati para pelaku usaha, terutama mereka yang bergerak di ranah online atau daring. Sebab, mereka pun sadar jika keberadaan copywriter ini sangat krusial, mengingat segala aktivitas manusia sudah terpusat di dunia maya atau media digital, dalam hal ini internet. Copywriting merupakan perpaduan antara seni, kecerdasan, dan kreativitas. Maka, tidak ada patokan baku untuk membuat sebuah iklan yang menarik. Namun begitu dalam menjalaninya, pasti akan memerlukan panduan dan alur yang jelas agar iklan tepat pada saran dan melejitkan pendapatan. So, mengapa ragu menjadi copywriter

    Filosofi rumah Jawa

    No full text
    x, 296 hlm.: 23 c

    Belajar Bijak Ala Orang Jawa: Ajaran bijaksana dalam serat-serat Jawa

    No full text
    Dalam budaya Jawa teradapat banyak nasihat atau pitutur yang bisa kita petik hikmahnya. Pitutur ini dari serat - serat (kumpulan nasihat yang dibukukan) seperti Serat Kalatidha, Serat Wunlangreh dan banyak lainnya. Secara umum serat - serat yang diciptakan para pujangga besar seperti Raden Ngabehi Ranggawarsita, Raden Ngabehi Yasadipura II dan Sultan Agung ditulis pada sekitar tahun 1700-an. Lalu pertanyaannya adalah masihkah relevan pesan yang disampaikan dalam serat - serat tersebut dengan masa sekarang ? Ternyata banyak pitutur yang diciptakan itu masih bisa diterapkan hingga saat ini, misalnya nasehat tentang ilmu sejati (menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan) hingga menghindari sikap hedoisme dengan laku prihatin.Menyimak pitutur luhur Jawa yang diciptakan berabad yang lalu menjadi cerminan diri agar mampu mengambil keputusan-keputusan yang terbaik dalam kehidupan. Persoalannya, maukah kita membuka hari untuk menyimak pitutur luhur yang tak lekang zaman? Hanya hati jembar kaya segera (luas seperti samudra) lah yang mampu menampung segala persoalan dan mengambil hikmah dari setiap ilmu baru, termasuk pitutur yang diungkapkan para leluhur kita

    Agama ageming aji : menelisik akar spiritualisme jawa

    No full text
    ix, 192 hlm.: 20 c
    corecore