1,720,969 research outputs found

    Metode Muhādisin dalam Penyusunan Hadis pada Abad Pertama Hijriah

    Full text link
    Hadis-hadis dikumpulkan selama masa hidup rasulullah, para istri dan sahabat Nabi yang memiliki keistimewaan mendapat pelajaran langsung dari beliau’ memperaktekan sunnah dan menyampaikan pengetahuan tentang hadis-hadis pada generasi sesudah mereka. Mereka menggunakan semua cara yang mungkin termasuk catatan-catatan tertulis. Pengingatan dan pengamalan untuk menyimpan dan menyampaikan hadis Nabi. Terdapat bukti bahwa sebagian dari sahabat menuliskan hadis-hadis itu dan mebuat catatan-catatan yang sangat teliti atas ucapan-ucapon dan tindakan-tindakan Nabi. Oleh karenanya periwayatan hadis telah dimulai sejak masa Nabi, namun pertumbuhannya sangat pesat pada dua ratus tahun pertama setelah hijrah, meski ada beberapa pemalsuan hadis yang tak terpisahkan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk tujuan-tujuan politis yang dangkal yang di dorong oleh pengaruh sectarian. Tulisan ini lebih jauh akan membahas tentang perkembangan hadis yang terjadi pada abad pertama hijriah, berikut beberapa metode yangditempuh oleh orang-orang yang hidup pada masa itu guna melestarikan Sunnah Nabi sebagai pedoman bagi kehidupan komunitas muslim. Hal inimenarik untuk dibicarakan mengingat selama ini pembahasan mengenai pentadwinan hadis, para pembahas langsung tertuju pada abad ke dua Hijriah, dimana hadis sudah mulai di tadwinkan

    Manhaj Muhadisin dalam Menetapkan Kedhabitan Perawi Hadis

    Full text link
    Ulama Hadis telah’ menetapkan kriteria sahihnya sebuah hadis harus memenuhi lima persyaratan: Bersambung sanadnya, Diriwayatkan oleh perawi yang ‘adil, lagi Dhabit, tidak mengandung syadz dan bebas dari‘illat. Dari empat syarat tadi salah satunya terkaitan dengan masalah intelektualitas dalam menyatakan berita, juga amat berpengaruh dalam penilaian materi berita tersebut. Sebab itulah sejak awal dalam penelitian hadis unsur dhabit terlebih dulu di analisa baru kemudian meneliti keadaan materi berita tersebut. Perawi adalah masalah dhabt. Terkait dengan unsur dhabt dalam periwayatan, ia tidak hanya menentukan diterimanya kepribadian perawi.Penelitian terhadap kedhabitan para perawi hadis dilakukan oleh para muhadisin melalui cara-cara tertentu, baik berkaitan langsung dengan pribadi mereka, maupun terhadap materi beritanya melalui kajian komparatif dengan berita lainnya. Dalam tulisan ini penulis akan coba menguraikan informasi tentang manhaj muhadisin dalam masalah kedhabitan perawi hadis dengan meliputi: pengertian dhabit, macam-macamnya, dhabt dalam riwayat, kriteria penetapannya serta kitab-kitab yang membahas seputar masalah ini

    Dinamika Hukum Islam dan Perubahan Sosial

    No full text
    Perubahan sosial adalah perubahan yang menimbulkan akibat sosial dalam kehidupan mayarakat, baik perubahan itu dalam bentuk struktur dan susunan mayarakat, maupun hubungan antar individu atau kelompok dalam mayarakat, sehingga pola hubungan dan susunan maryarakat tersebut, jauh berbeda dari bentuk dan susunan mayarakat sebelunnya Perubahan sosial ini disebabkan berbagai faktor, antara lain adalah: kependudukan, habitat fisik, ilmu pengetahuan dan teknologi, struktur mayarakat dan kebudayaan.Kata Kunci:filsafat sosial, hukum Islam,perubahan sosia

    METODE DAN CORAK TAFSIR QURAISH SHIHAB: Tela'ah Atas Buku Wawasan Al-Qur'an

    Full text link
    Muhammad Quraish Shihab dalam kajian tajsir al-Qur'an di Indonesia saat ini merupakan sosok yang fenomenal. Beliau merupakan salah seorang ulama terkemuka Indonesia yang mengkhususkan diri pada kajian ilmu-ilmu al-Qur'an dan tafsir. Danri tangannya telah lahir puluhan artikel, buku, yang semuanya bersentuhan dengan kajian al-Qur'an.Salah satu gagasannya yang cukup brilian adalah pengembangan metode tafsir maudhu'i dalam kajian tafsir al-Qur'an, sebuah metode yang tergolong baru dimana sebelumnya ulama-ulama tafsir dalam kajian al-Qur'an lebih banyak menggunakan metode tahlili. Quraish dengan kepiawaiannya berusaha mengembangkan metode tersebut dan secara apik ia aplikasikan dalam bukunya "Wawasan al-Qur'an: Metode maudhu'i atas pelbagai persoalan umat".Buku ini berisi bimbingan normatif teologis yang diperuntukan bagi pembaca untuk bisa berdialog dan berkonsultasi dengan al-Qur'an sesuai dengan problem dan kebutuhannya. Dengan bahasa kiasan Quraish Shihab dalam buku ini ingin menjamu tamu-tamunya dengan sederet kotak makanan yang masing­masing sudah ada jenis masakannya agar sang tamu lebih mudah dan lebih cepat untuk mencicipi dan menyantapnya. Inilah yang olehnya merupakan gambaran dari metode tafsir maudhu'i

    Metode Tafsir Mahmud Yunus

    Full text link
    Tujuan diturunkannya al-Qur'an adalah sebagai petunjukbagi manusia. Agar ia menjadi petunjuk, maka al-Qur'an mesti dibaca, di tela'ah, diteliti dan kemudian di ambil Hukum danhikmahnya. Namun karena keterbatasan pengetahuan khususnyabahasa Al-Qur'an tidak semua umat Islam mampu memahamipetunjuk yang tertuang dalam teks kitab suci tersebut. Karena itu dibutuhkanlah tafsir untuk memahami petunjuk tersebut. Namun tafsiral-Qur'an yang beredar ketika itu kebanyakan di tulis dalam bahasaArab yang tidak semua masyarakat Indonesia (kaum Muslimin) bisamembacanya. Untuk itu mahmud Yunus tampil sebagai peloporpenafsir al-Qur'an ke dalam bahasa Indonesia generasi pertama,mengatasi kesulitan tersebut Dalam tulisan ini penulis inginmengetengahkan beberapa aspek seputar penafsiran yang di gunakanMahmud Yunus, mulai dari sisi: Ltar belakang penulisan Tafsir,rujukan tafsir, dan metode yang di gunakan

    DAKWAH SUFISTIK ISLAM DI BANTEN

    Full text link
    Dakwah sebagai sebuah ikhtiar untuk menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat mutlak diperlukan. Tujuannya tidak lain adalah agar tercipta indifidu, keluarga (uswah) dan masyarakat (jama'ah) yang menjadikan Islam sebagai pola pikir (way of thingking) dan pola hidup (way of life) agar tercapai kehidupan bahagia dunia akhirat. Agar tuntutan dakwah di atas bisa terwujud, maka dakwah perlu disampaikan dengan cara-cara yang santun, beradab dan menjunjung tinggi martabat manusia sebagai makhluk yang dimuliakan Tuhan di muka bumi. Apalagi secara factual objek dakwah atau sasaran dakwah Islam sangat heterogen, dilihat dari sisi pemahaman dan pengalaman keagamaannya. Tasawuf adalah salah satu pendekatan yang digunakan para ulama tempo dulu dalam menyebarkan ajaran Islam. Penyebaran Islam yang berkembang di Banten  adalah berkat peranan dan kontribusi da'i-da'i tasawuf melalui jaringan tarekat yang mereka pimpin. Dalam tulisan ini akan dijelaskan peran ulama sufi dalam menyebarkan ajaran Islam di Banten melalui ajaran-ajaran tasawuf yang mereka ajarkan kepada masyarakat sehingga ajaran Islam dengan mudah menyebar di wilayah Banten. Kekuatan dakwah itulah yang diperankan oleh para sultan Banten dan ulama-ulama sesudahnya seperti: Yusuf al-Makasari, Abdul Karim al-Tanara dan Syaikh Asnawi Caringin. &nbsp

    METODE TAFSIR BINT AL-SYATHI: ANALISIS SURAT AL-DLUHA

    Full text link
    Al-Qur'an dalah salah satu kitab suci di dunia ini yang tak habis-habisnya menjadi bahan kajian. Semenjak diturunkannya 15 abad yang lalu al-Qur'an selalu menarik perhatian berbagai kalangan untuk mengkajinya.Dari sejumlah hasil kajian terhadap kitab suci ini telah lahir sekian ratus bahkan ribuan kitab tafsir dengan berbagai macam metode dan coraknya. Munculnya berhagai macam metode dan corak tafsir tersebut menunjukkan bahwa al-Qur'an senantiasa terbuka bagi siapa saja yang hendak bergaul dengannya.Corak kebahasaan merupakan salah satu bagian dari corak tafsir. Pada zaman klasik tafsir dengan corak ini umumnya berdiri di atas metode Tahlili, yang terkadang cenderung memihak salah satu madzhab baik teologi maupun fiqh. Hal ini berbeda dengan penafsiran yang dilakukan Aisyah Abd al-Rahman Bint al-Syathi yang lebih dikenal dengan Bint al-Syathi. Corak kebahasaan yang ia gagas berdiri di atas metode maudhu'i dengan maksud dan tujuan menghilangkan sektarianisme madzhab tersebut. Metode tafsir ini ia tuangkan dalam karya monumentalnya Tafsir al-Bayan Li al-Qur'an al-Karim.Hasil pengamatan para ilmuwan peminat kajian tafsir. Tafsir al-Bayan Li al-Qur'an al Karim ini mempunyai beberapa keistimewaan sekaligus kontroversi di kalangan madzhab sastra dan murid-murid Amin al-Khuli yang putut diperhatikan oleh para peminat kajian tafsir, khususya basis metode yang ia bangun dalam tafsirnya.Sekalipun Bint al-Syathi mempunyai pandangan yang konservatif namun Tafsir al-Bayan (salah satu kmya pentingnya) merupakan usahanya yang berani dan memberikan angin segar pada perkembangan metode tafsir modern. sekalipun berbagai penemuan dalam tafsirnya cukup kontroversial. Hal tersebut terlihat pada penafsiran nikmat dengan risalah, begitu juga sikap beliau yang tegas dalam menolak riwayat tentang kosongnya wahyu disebabkan adanya kehadiran anak anjing.Lebih lanjut tulisan ini berusaha menghadirkan metode yang digunakan Bint al-Syathi dalam menafsirkan al-Qur'an dengan Surat al-Dluha sebagai sampelnya.Kata Kunci: Metode maudhu'i, sektarianisme madzhah, Surat al-Dluh

    Kerangka Acuan Memahami Hadis

    Full text link
    Hadis adalah riwayat tentang perkataan, perbuatan, keputusan, sifat yang disandarkan kepada Nabi SAW. Dari segi sumber, volume dan cara periwayatannya, memahami hadis jauh lebih berat ketimbang memahami al-Qur'ān. Al-Qur'ān yang merupakan kalam Allah Yang Maha Tahu meski diturunkan secara gradual seakan merespon perkembangan zaman saat penurunan wahyu, tentu ayat-ayatnya bisa dipahami tanpa mengkaitkannya dengan konteks historis penurunannya (al-‘ibrah bi ‘umūm al-lafẓ). Lain halnya dengan hadis yang bersumber dari Nabi SAW yang kadang diucapkan/dilakukan dalam konteks historis dan peran tertentu serta kebanyakan disampaikan dengan cara yang tidak mutawātir dan kadang bukan dengan redaksi yang asli dari Nabi SAW. Karenanya para ulama kebanyakan lebih cenderung untuk mengendalikan diri dan mengutamakan sikap reserfe (segan) dalam melakukan telaah ulang dan pengembangan pemikiran terhadap hadis, karena banyaknya kendala yang menghadang di tengah jalan ditambah kerumitan untuk meneliti satu persatu mata rantai periwayatan (rijāl al-ḥadīṡ) yang membutuhkan waktu cukup lama dan tersebarnya materi matan hadis di berbagai kitab hadis. Artikel ini membahas tentang acuan kerangka memahami hadis-hadis sahih secara sanad, tetapi mengandung kemusykilan makna untuk konteks kekinian ataupun yang mengandung kontradiksi antara satu hadis dengan lainnya. Sehingga dengannya dapat diketahui mana hadis yang bisa diamalkan (ma‘mūl bih) dan mana hadis yang tidak bisa diamalkan (gairu ma‘mūl bih)

    STRATEGI DAKWAH LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) DALAM MENINGKATKAN RELIGIUSITAS MAHASISWA: Studi Pada Lembaga Dakwah Kampus Babussalam Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten)

    Full text link
    Penyebaran ilmu agama Islam oleh mahasiswa atau lebih dikenal dengan dakwah kampus adalah merupakan sebuah tahapan dakwah terpenting dalam dakwah mahasiswa. Begitu pula dalam dakwah di kampus, seorang yang disebut dengan aktivis dakwah kampus harus memahami tentang dakwah itu sendiri dan tentunya tentang lembaga dakwah kampus. Lembaga Dakwah Kampus salah satunya berfungsi sebagai sebuah wadah para aktivis dakwah mahasiswa yang memiliki jiwa dan komitmen terhadap dakwah yang militan. Penelitian ini meneliti tentang 1) Bagaimana strategi dakwah lembaga dakwah kampus (LDK) babussalam UNTIRTA dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa? 2) Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa. Tujuan Penelitian ini 1) untuk mengetahui strategi dakwah LDK Babussalam UNTIRTA dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan religiusitas mahasiswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan memakai metode deskriptif kualitatif. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Kesimpulan: 1)Strategi dakwah yang dilakukan oleh lembaga dakwah kampus Babussalam meliputi pengembangan dakwah berbasis materi dan pengembangan dakwah berbasis media ini masuk ke dalam bentuk strategi rasional (al-manhaj al aqli) sedangkan pengembangan dakwah dalam pembina kader dengan metode halaqoh dan pengembangan dakwah berbasis peduli terhadap sesama masuk ke dalam bentuk strategi sentimentil (al-manhaj al -athfi). Jadi, kegiatan-kegiatan yang dilakukan LDK Babussalam yaitu meliputi kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan kegiatan masyarakat. Dengan melalui kajian-kajian dan pelatihanppelatihan yang ada di LDK agar dapat disalurkan lingkungan sekitar. 2)Faktor pendukung yaitu rasa tanggung jawab dan loyalitas dari pengurus, adanya semangat dan respon positif potensi yang dimiliki oleh pengurus dan susunan kepengurusan LDK Babussalam yang sesuai dengan kemampuan. yang menjadi faktor penghambat yaitu minimnya dana, kurangnya sosialisasi, kurangnya SDM Pengurus dan menyurutnya semangat anggota

    OTENTISITAS HADITS TERAWIH MENURUT ALI MUSTAFA YAQUB

    No full text
    Ali Mustafa Yaqub menilai semua hadits yang menyebutkan bilangan rakaat dalam salat tarawih adalah palsu atausekurang-kurangnya matruk, jadi tidak ada batasan dalam pelaksanaanya. Meskipun begitu Ali Mustafa Yaqub lebihmenyukai variasi 20 rakaat karena dinilai sebagai konsensus sahabat. Analisis dari pemikiran Ali Mustafa Yaqub ini menyokong pendapat-pendapat ulama’ klasik
    corecore