285 research outputs found

    Analisa potensi diri : mengukur potensi manajerial anda/ Hubeis

    No full text
    127 hal.: ill, tab.; 23 cm

    Analisa potensi diri : mengukur potensi manajerial anda/ Hubeis

    No full text
    127 hal.: ill, tab.; 23 cm

    Strategi Pengembangan Usaha Kapal Wisata Berbasis Model Bisnis Kanvas Di Pulau Pahawang Lampung

    No full text
    Industri pariwisata di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat beberapa tahun terakhir. Potensi wisata bahari yang diantaranya wisata kapal, wisata alam dan ekowisata, wisata pantai dan snorkling, serta wisata bawah laut menjadikan wisata bahari menjadi salah satu pilihan utama para wisatawan saat ini. Kapal wisata sebagai bagian dari wisata bahari adalah salah satu alternatif pilihan berwisata di Indonesia. Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah komunitas open trip yang menikmati wisata khususnya di Pulau Pahawang Lampung melalui travel organizer sebagai penghubung dengan usahawan kapal wisata. Kondisi saat ini Usaha Kecil Menengah (UKM) Kapal Wisata di Pulau Pahawang, yaitu Karya Wisata Pahawang dalam satu bulan mengorganisir 4-6 perjalanan kapal wisata setiap minggunya termasuk ahir pekan dengan jumlah peserta per kapal wisata 15-40 orang dan waktu aktifitas wisata 1-2 hari. Namun demikian, potensi tersebut tidak diikuti oleh promosi yang tepat, fasilitas kapal yang memadai dan pelayanan tour guide menurut standar pariwisata, sehingga banyak peserta travel open trip yang tidak memanfaatkan jasa travel usaha kapal wisata lokal. Hal ini dikarenakan persaingan dengan agen travel dari luar Lampung yang tidak bermitra dengan UKM kapal wisata lokal membuat kesempatan terhadap pengembangan bisnis usaha kapal wisata ini menjadi terhambat. Untuk itu diperlukan suatu model bisnis yang tepat untuk mempercepat pengembangan bisnis kapal wisata ini menjadi lebih besar bagi UKM kapal wisata lokal ini. Terkait dengan hal tersebut, model bisnis kanvas (MBK) yang ditawarkan oleh Osterwalder dan Pigneur sebagai model strategi bisnis yang patut dipertimbangkan oleh UKM kapal wisata untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Dalam hal ini, sembilan unsur model MBK yang mencakup customer segment, value proposition, channel, customer relationship, revenue streams, key resources, key activities, key partners, dan cost structure dapat dijadikan model bisnis usaha kapal wisata lokal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha kapal wisata lokal, mengidentifikasi dan menganalisis kondisi bisnisnya dengan model bisnis kanvas, untuk menyusun strategi prioritas dalam penerapan model bisnis kanvas di UKM kapal wisata lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memetakan kondisi usaha kapal wisata dengan berbasis model bisnis kanvas dan melakukan analisis deskriptif kuantitatif yang terdiri dari matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal-External (IE), Strengths, Weakneses, Opportunities & Threats (SWOT) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk perbaikan model bisnis disaat ini dan dimasa mendatang. Perolehan hasil perhitungan matriks IFE 2.053 dan hasil perhitungan matriks EFE 3.025, maka pada matriks IE pengembangan usaha didapatkan posisi nilai tersebut berada pada sel II yang berarti tumbuh dan kembangkan. Strategi intensif yang perlu dilakukan adalah trategi penetrasi pasar, pengembangan pasar maupun pengembangan produk. Rekomendasi yang diberikan kepada usaha kapal wisata dilakukan berdasarkan strategi prioritas yang ditentukan dan dipilih dari hasil analisis SWOT dan AHP dari unsur-unsur MBK meliputi saluran, hubungan pelanggan, mitra usaha kunci dan aktivitas kunci. Prioritas strategi dapat dilaksanakan secara bersamaan maupun masing-masing, bergantung kepada kondisi internal dan eksternal, serta sumber daya yang dimiliki oleh usaha kapal wisata dalam mencapai tujuan bisnisnya. Potensi pengembangan terhadap strategi prioritas mencakup tiga hal yang meliputi : (1). Kerjasama baik dengan Agen travel rekanan, travel online, mitra operator water sport, mitra kuliner, Bank, PEMDA dan Universitas di Lampung (2). Promosi digital dan konvensional dengan memanfaatkan TI, media sosial internet, surat kabar lokal, TVRI Lampung dan radio lokal di Lampung (3). Menciptakan nilai dengan meningkatkan paket aktifitas ekowisata yang unik dan ramah lingkungan sehingga berdampak tertariknya wisatawan untuk datang yang dapat menciptakan hubungan pelanggan

    Faktor-Faktor Customer Experience Management yang Berpengaruh Terhadap Peningkatan Citra Telkom Speedy Pada PT TELKOM Kandatel Bekasi

    No full text
    PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia memiliki layanan akses internet dengan pangsa pasar terbesar, yaitu Telkom Speedy. Demi mempertahankan pelanggan dan mendapatkan pelanggan baru di tengah persaingan yang ketat, citra produk menjadi penting. Salah satu cara untuk meningkatkan citra produk adalah dengan turut melibatkan pengalaman pelanggan dalam menggunakan produk yang disebut dengan Customer Experience Management (CEM), seperti produk, pelayanan, saluran, promosi dan merek. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mempelajari faktor-faktor CEM Telkom Speedy di PT TELKOM Kandatel Bekasi, (2) Menganalisis pengaruh dari faktor-faktor CEM terhadap citra Telkom Speedy, (3) Menganalisis peubah CEM yang berpengaruh dominan terhadap citra Telkom Speedy dan (4) Merekomendasikan strategi penerapan CEM efektif untuk PT TELKOM Kandatel Bekasi. Informasi dan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer melalui wawancara dan pengambilan contoh sebanyak 100 orang menggunakan metode convenience sampling dan data sekunder. Alat analisis adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan bantuan software SPSS versi 16. Produk yang ditawarkan dari layanan Telkom Speedy terdiri dari tujuh paket, yaitu Paket Mail, Paket Chat, Paket Family, Paket Load, Paket Game, Paket Executive, Paket Biz dan Speedy PrePaid. Pelayanan bagi pelanggan, diantaranya pemberian informasi dan registrasi, instalasi produk, pelayanan gangguan, penanganan keluhan dan pemutusan layanan yang dapat diperoleh di Plasa TELKOM. Pelayanan gangguan dapat disampaikan dengan menghubungi call center 147. Pada faktor saluran, pelanggan dapat memperoleh Speedy dengan mendatangi Plasa TELKOM terdekat, di samping adanya kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan proses pembayaran melalui Automatic Teller Machine (ATM), Bank, Kantor Pos dan Plasa TELKOM. Promosi yang biasa dilakukan di PT TELKOM Kandatel Bekasi adalah Open Table dan Pameran, Door to Door atau Personal Selling, Penyebaran Brosur, Kemitraan dengan Media di Bekasi, Kerjasama dengan Toko-Toko Komputer, Direct Mail dan Merchandise. Pada faktor merek, Speedy merupakan merek layanan akses internet yang memberikan keunggulan dari sisi kecepatan akses. Pada analisis regresi linear berganda didapatkan 68,8% peubah CEM dapat menjelaskan peubah citra TELKOM Speedy dan dinyatakan peubah tersebut memiliki pengaruh nyata terhadap citra TELKOM Speedy secara keseluruhan. Sedangkan hasil olahan uji t menunjukkan bahwa hanya tiga dari lima peubah CEM, yaitu produk, promosi dan merek yang berpengaruh secara nyata terhadap citra Telkom Speedy (Y). Peubah yang paling berpengaruh terhadap Y adalah produk dengan nilai koefisien 0,561. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada PT TELKOM Kandatel Bekasi adalah meningkatkan mutu dari layanan Speedy, terutama kecepatan akses sebagai prioritas bagi pelanggan dalam menggunakan Speedy. Hal lainnya harus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dalam setiap aspek seperti pemberian informasi, instalasi, penanganan keluhan dan gangguan dan pemutusan. Pada aspek promosi, sebaiknya menyesuaikan informasi yang diberikan pada saat promosi dengan kenyataan yang akan dialami pelanggan, supaya tidak terjadi gap antara expectation dengan experience pelanggan

    Pengaruh SDM dan Operasional Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan PT Pupuk Kaltim

    No full text
    Laporan keuangan memberikan gambaran umum sebuah perusahaan yang dijabarkan dalam mata uang (rupiah). Kinerja keuangan adalah salah satu alat ukur laporan keuangan perusahaan yang dapat dianalisis tingkat pencapaiannya. Faktor-faktor yang mempunyai keterkaitan dengan kinerja keuangan, antara lain Sumber Daya Manusia (SDM) dan operasional perusahaan. Beberapa perusahaan memiliki laporan administrasi SDM seperti tingkat turnover karyawan, jumlah formasi jabatan struktural dan pejabat berdasarkan struktur organisasi, serta jumlah karyawan per unit kerja berdasarkan grade. Operasional perusahaan berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas kegiatan perusahaan. Keterkaitan antara kinerja keuangan dan SDM, serta operasional dapat diteliti di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Pada tanggal 7 Desember 1977, Pupuk Kaltim resmi berdiri, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi perusahaan produsen pupuk Urea dan Amoniak terbesar di Indonesia, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional, maupun internasional. Penelitian ini bertujuan : (1) Menganalisis kinerja keuangan PT Pupuk Kaltim, (2) Menganalisis pengaruh SDM dan operasional perusahaan terhadap kinerja keuangan, (3) Menganalisis peubah SDM dan operasional perusahaan terhadap kinerja keuangan, serta (4) Menganalisis rasio kinerja keuangan yang dipengaruhi oleh SDM dan operasional perusahaan. Data penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari dalam perusahaan, seperti laporan administrasi SDM, laporan operasional dan laporan keuangan perusahaan setiap tahunnya. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio untuk menganalisis kinerja keuangan PT Pupuk Kaltim dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh SDM dan operasional perusahaan terhadap kinerja keuangan PT Pupuk Kaltim. Peubah SDM dan operasional perusahaan yang memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan adalah turnover, rasio manajer dan on stream factor. SDM dan operasional perusahaan mempengaruhi rasio likuiditas, yaitu current ratio, karena berkaitan dengan unsur dari current ratio seperti aktiva lancar dan utang lancar

    Pengaruh Merchandising, Promosi dan Atmosfer dalam Gerai terhadap Impulse Buying di Toserba Selamat Cipayung Bogor

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh Merchandising, Promosi dan Atmosfer dalam Gerai dalam memengaruhi konsumen sehingga melakukan pembelian yang tidak direncanakan. Penelitian yang dilakukan di Toserba Selamat Cipayung ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan hanya mencakup pada departemen market. Metode penentuan contoh dengan purposive sampling kepada 100 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan semua peubah berpengaruh terhadap keputusan impulse buying, baik secara bersama-sama maupun individual. Peubah yang memiliki pengaruh terbesar adalah atmosfer dalam gerai, diikuti dengan peubah merchandising dan promosi. Hal ini mengindikasikan kenyamanan berbelanja adalah yang utama bagi konsumen. Ketika sebuah gerai atau toko sudah nyaman, maka potensi konsumen untuk menyimak promosi juga lebih besar. Sebaliknya, ketika konsumen merasa tidak nyaman di dalam toko, maka cenderung mengurungkan niatnya berkeliling untuk melihat-lihat tatanan produk

    Optimasi Distribusi Samatex-Pro Vinyl Arylic 25 White pada PT. Warna Indah Samatex di Wilayah Jabodetabek

    No full text
    ASEAN – CHINA Free Trade Area menjadi ancaman bagi pelaku usaha yang belum memiliki kemampuan memasarkan produk secara optimal, disamping menjadi tantangan bagi pelaku usaha yang memiliki mutu dan manajemen yang baik. PT. Warna Indah Samatex yang tidak bisa lepas dari kegiatan distribusi harus mempertimbangkan waktu dan biaya yang dikeluarkan, serta pemilihan saluran dan alokasi distribusi yang merupakan keputusan penting. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengidentifikasi sistem distribusi produk yang digunakan oleh PT. Warna Indah Samatex, (2) Menghitung biaya distribusi dari produsen ke masing-masing tujuan pemasaran di wilayah Jabodetabek dan (3) Menganalisis alokasi distribusi produk Samatex-Pro Vinyl Acrylic 25 White yang dilakukan oleh PT. Warna Indah Samatex ke berbagai tujuan pemasaran di wilayah Jabodetabek beserta alokasi distribusi optimalnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data primer berupa data kualitatif yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan pihak terkait. Data sekunder merupakan data kuantitatif yang diperoleh dari data perusahaan meliputi keadaan umum perusahaan, proses distribusi, biaya distribusi, data permintaan dan penawaran, data statistik dan data lain yang diperoleh dari literatur-literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif, deskriptif untuk mengidentifikasi sistem/pola pendistribusian produk pada PT. Warna Indah Samatex dan perkembangannya, serta secara kuantitatif untuk mengetahui jumlah optimal dan aktual distribusi produk Samatex-Pro Vinyl Acrylic 25 White di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dengan menggunakan model transportasi pada program linear. Pengolahan data dilakukan dengan software LINDO (Linear Interactive of Discrete Optimizer). Untuk memperoleh jumlah distribusi optimal yang dapat meminimalisasi biaya distribusi sesuai data penjualan dan permintaan pada tahun 2009. Distribusi optimal untuk tiap rayon adalah 2.690 kaleng untuk rayon Jakarta Barat dan Tangerang, 4.100 kaleng untuk rayon Jakarta Timur, 3.040 kaleng untuk rayon Jakarta Selatan, 490 kaleng untuk rayon Jakarta Utara, 280 kaleng untuk rayon Jakarta Pusat, 1.830 kaleng untuk rayon Bogor, Depok, Cibinong dan Parung serta 2.730 kaleng untuk rayon Bekasi, Karawang dan Cikarang. Biaya distribusi minimum yang dicapai pada kondisi optimal Rp 21.611.500,-. Alokasi distribusi yang dilakukan oleh PT WIS dalam mendistribusikan Samtex-Pro Vinyl Acrylic 25 White telah mencapai tingkat optimal, karena jumlah permintaan Samatex-Pro Vinyl Acrylic 25 White sama dengan jumlah penjualan aktualnya, artinya semua permintaan dapat dipenuhi oleh PT WIS dengan sumber yang ada. Hal lainnya lebih memprioritaskan pengiriman ke rayon yang biaya distribusinya lebih rendah

    Financial performance analysis based on economic value added in of automotive industrial sector companies in indonesia stock exchange period 2009-2013

    No full text
    Penerapan perhitungan metode Economic Value Added (EVA) dalam suatu perusahaan akan membuat perusahaanlebih memfokuskan perhatian pada penciptaan nilai perusahaan. Hal ini merupakan keunggulan EVA dibandingkan dengan metode perhitungan yang lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan perusahaan sektor industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Indeks Kompas-100 dengan Metode EVA. Langkah-langkah dalam menghitung EVA adalah menghitung Net Operating Profit After Tax, Invested Capital, Weight Average Cost of Capital, Cost of Capital dan EVA. Hasil analisis kinerja keuangan dari tiga perusahaan pada periode 2009-2013 selalu menghasilkan nilai EVA positif. Perusahaan yang menghasilkan nilai EVA positif dikatakan memiliki manajemen yang mampu memberikan nilai lebih kepada perusahaan, sedangkan jika nilai EVA negatif, manajemen belum mampu memberikan nilai tambah kepada perusahaan dan nantinya berdampak bagi para calon investor, serta bagi manajemen perusahaan itu sendiri. Dibandingkan dengan ketiga perusahaan, PT Astra Internasional, Tbk merupakan perusahaan yang cenderung konsisten dalam peningkatan nilai EVA, karena perusahaan cenderung konsisten dalam peningkatan nilai EVA dan dengan selisih peningkatan cukup besar dibandingkan dengan dua perusahaan lainnya, meskipun pada tahun 2012 mengalami sedikit penurunan tetapi dapat diantisipasi kembali dengan meningkatnya kembali nilai EVA pada tahun 2013. Peningkatan nilai EVA pada PT ASII dan PT IMASdalam periode 2009-2011 diikuti juga seiiring terdapatnya kecenderungan positifterhadap harga saham pada tahun bersangkutan. Hal ini juga menyebabkan tren EPS yang semakin meningkat dalam periode tersebut. Untuk PT GJTL,ketika nilai EVA mengalami penurunan, juga diikuti dengan menurunnya nilai EPS pada periode tersebut, tetapi kondisi harga saham justru mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh adanya hukum permintaan dan penawaran yang terjadi dipasar.The application of the Economic Value Added (EVA) in a company will lead the company focus more on the corporate value creation. This is an advantage of the EVA method compared to the others. This study aims to analyze and compare the company's financial performance of automotive industrial sectors listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the Kompass-100 Index based on the EVA method. The steps in calculating the EVA method are calculate the Net vi Operating Profit After Tax, Capital Invested, Weight Average Cost of Capital, Cost of Capital and EVA. The results of the analysis of the financial performance of the three companies in the 2009-2013 period always generate positive EVA value. Companies that generate positive EVA value is said to have management that can deliver greater value to the company, whereas if the negative EVA value, management has not been able to provideadded value to the company and will have implications for the potential investors, as well as for the management of the company itself. Compared with the third company, PT Astra International, Tbk is a company that tends to be consistent in increasing the value of EVA because companies tend to be consistent inincreasing the value of EVA and a considerable improvement compared withthe two other companies, although in 2012 decreased slightly but canbe anticipated again withincreasing EVA back in 2013. Increasing the value of EVA at ASII and PT IMAS in the period 2009-2011 followed concurrently positive tendencies on stock prices during the year. It also led to a trend of EPS also increased in that period. For PT GJTL, when the value of EVA has decreased, followed by decreasing value of EPS for the period, but the condition of the stock price actually rose is influenced by the law of supply and demand that occur in the marke

    Studi Gerak, Pemeliharaan Tempat Kerja dan Waktu Baku Bagian Pengupasan Ubi di PT Galih Estetika Indonesia

    No full text
    Penelitian dilakukan di PT Galih Estetika Indonesia yang merupakan perusahaan yang menghasilkan pasta ubi. Tujuan penelitian menganalisis studi gerak, pemeliharaan tempat kerja, dan mengukur waktu baku pada bagian pengupasan ubi membandingkan mengupas ubi menggunakan pisau kecil dengan mengupas ubi menggunakan pisau besar. Gerakan pengupasan ubi sudah baik, karena gerakan yang dilakukan merupakan gerakan dasar yang berhubungan dengan pekerjaan. Analisis pemeliharaan tempat kerja menggunakan penerapan Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke (5S) bagian pengupasan ubi perlu ditingkatkan, karena pekerja belum memiliki rasa disiplin diri dan lingkungan. Hasil dari pengukuran waktu pengupasan ubi menggunakan pisau kecil selama 49.11 detik dan pisau besar selama 20.14 detik. Ketika pekerja mengupas ubi menggunakan pisau besar hasil yang didapat 2 219.4 kg sedangkan menggunakan pisau kecil hasil yang didapatkan 2 421.8 kg sehingga target ubi yang dikupas semula 2 000 kg menjadi 3 000 kg kurang 19.27% untuk mencapainya
    corecore