1,720,980 research outputs found

    EVALUASI KINERJA RUAS JALAN SURYAKENCANA SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKAN PERDA NO.4 TAHUN 2012

    Full text link
    Jalan Suryakencana merupakan pusat perdagangan dan pasar dengan perkantoran. Dalam skripsi ini membagi Jalan Suryakencana menjadi 2 segmen, dimana segmen pertama itu dari simpang Pasar Bogor sampai simpang Gang Aut (Suryakencana) dan segmen berikutnya dari simpang Gang Aut (Suryakencana) sampai simpang Batutulis (Siliwangi). kapasitas pada ruas Jalan Suryakencana ini memiliki kapasitas 4 lajur satu arah, untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Suryakencana dilakukan pengevaluasian terhadap kinerja ruas Jalan Suryakencana sebelum dan sesudah diterapkan perda no. 4 tahun 2012 tentang retribusi parkir dengan menaikkan tarif parkir sebesar 300 % dari tarif parkir sebelumnya. Adapun tujuan penelitian pada skripsi ini adalah ingin mengetahui hubungan antara kinerja ruas jalan dengan parkir badan jalan dan efektifitas penerapan kebijakan perda no. 4 tahun 2012 dilakukan dengan membandingkan kinerja ruas jalan dan parkir Jalan Suryakencana tahun 2012 dengan tahun 2015 yang terdiri dari kecepatan sesaat kendaraan, volume lalu lintas, kapasitas ruas jalan, kerapatan ruas jalan, dan v/c ratio nya. Bahwa dari hasil analisa disimpulkan kenaikan kinerja akibat kenaikan tarif parkir dapat dilihat dari v/c ratio, volume lalu lintas dan kerapatannya yang meningkat menyebabkan kecepatannya menurun dengan kapasitas yang tetap. Hal ini menandakan belum signifikasinya kebijakan perda no. 4 tahun 2012 yang menaikkan tarif berbasis zona pada ruas jalan dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang parkir di badan jalan pada ruas jalan tersebu. Hal ini dapat dilihat masih belum bisa meningkatkan kinerja ruas jalan, terbukti justru kendaraan yang parkir pada jalan meningkat yang menyebabkan hambatan sampingnya semakin besar dan menurunkan kecepatan laju kendaraan dan juga meningkatkan DS nya

    EVALUASI PELAYANAN PARKIR DI RUAS JALAN UTAMA SURYAKENCANA (Studi Kasus Lahan Parkir di Suryakencana Bogor)

    Full text link
    Suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dalam melakukan aktivitas yaitu transportasi. Tarikan pergerakan dipengaruhi oleh aktivitas pusat kota yang tinggi. Kondisi ini tergantung terutama pada sistem transportasi yang ada dan parkir merupakan komponen utama dari sistem transportasi. Terdapat permasalahan parkir di badan jalan, seperti adanya juru parkir liar yang mengakibatkan terjadinya kemacetan di ruas jalan suryakencana akibat adanya parkir sementara, hal tersebut mendorong peneliti dalam melakukan pemecahan permasalahan parkir di jalan suryakencana bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional parkir di wilayah studi dengan penyelesaian rekomendasi yang telah di tentukan yang ditinjau dari faktor karakteristik parkir seperti akumulasi parkir, durasi parkir, volume parkir, indeks parkir, kinerja ruas jalan suryakencana dan pelayanan parkir yang ada di jalan suryakencana. Data – data diperoleh  melalui survey lapangan pada hari pengamatan. Hasil evaluasi dengan merujuk pada standar peraturan daerah kota bogor nomor 4 tahun 2012 tentang perparkiran

    STUDI PENINGKATAN KONEKTIVITAS PEMUKIMAN BOGOR NIRWANA RESIDENCE BERBASIS JABODETABEK RESIDENCE CONNECTION

    No full text
    Abstrak: Pengembangan transportasi kawasan akan berpengaruh terhadap lalu lintas di sekitar kawasan tersebut. Analisis dampak lingkungan lalu lintas dipergunakan untuk memprediksi apakah infrastuktur transportasi di dalam daerah pengaruh pembangunan dapat melayani lalu lintas yang ada (existing) ditambah dengan lalu lintas yang dibangkitkan atau ditarik oleh pembangunan kawasan baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan potensi demand Penumpang JRC (Jabodetabek Residence Connection) dan kinerja ruas jalan dengan adanya rencana pelayanan JRC di perumahan Bogor Nirwana Residence. Hasil studi menujukkan bahwa jumlah pergerakan 406.239 orang. Pada tahun 2020, pengguna JRC diprediksikan sebanyak 121.871 hingga 284.367 orang per tahun. Tingkat pelayanan jalan di tahun 2016 adalah sebesar 0,29 dan tergolong kategori A di hari kerja dan berubah menjadi kategori D di akhir pekan. Pada tahun 2020, tingkat pelayanan diprediksi sebesar 1.63 dengan tingkat pelayanan F, dengan demikian diperlukan manajemen lalu lintas terpadu berbasis JRC di Kawasan BNR agar kondisi tersebut tidak terjadi. Kata Kunci: pengembangan transportasi, daerah pengaruh, tingkat pelayanan jalan, Jabodetabek Residence Connection.Abstract: The development of regional transportation will affect traffic around the area. Traffic environmental impact analysis is used to predict whether the transportation infrastructure within the area of development influence can serve existing traffic coupled with the traffic generated or attracted by the development of a new area. The purpose of this research is to get the potential demand for JRC (Jabodetabek Residence Connection) Passengers and the performance of road sections with the JRC service plan in Perumahan Nirwana Residence Bogor. The study results showed that the number of movements was 406,239 people. In 2020, the number of JRC users is predicted to be 121,871 to 284,367 people. The level of road service in 2016 was 0.29 and was classified as category A on weekdays and changed to category D on weekends. In 2020, the service level is predicted to be 1.63 with the service level F, thus integrated JRC-based traffic management is needed in the BNR area so that this condition does not occur.Keywords: transportation development, area of influence, road service level, Jabodetabek Residence Connection

    ANALISIS POTENSI BANGKITAN DAN TARIKAN (Studi Kasus pada Stasiun LRT Kedunghalang Kota Bogor)

    Full text link
    Adanya  pembangunan disuatu wilayah akan menimbulkan potensi bangkian dan tarikan. Bangkitan dan tarikan adalah tahapan permodelan yang memperkirakan jumlah pergerakan yang berasal dari suatu zona atau tata guna lahan dan jumlah pergerakan yang tertarik ke suatu tata guna lahan atau zona,Oleh karena itu pembangunan, penambahan, perbaikan sarana dan prasaran serta fasilitas transfortasi harus sejalan dengan tuntutan perkembangan wilayah atau daerah. Sesuai dengan rencana,Bogor Transfortation Program dengan membangun stasiun LRT yang berlokasi di daerah kedunghalang. Untuk mengantisipasi timbulnya masalah transportasi maka dilakukan kajian mengenai analisi potensi bangkitan dan tarikan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan yang masuk atau keluar dari ataupun masuk ke sebuah zona. Data yang digunakan dalam model bangkitan dan tarikan adalah berbassih sebuah zona dan jaringan Output dari model simulasi ini adalah potensi Demand pada tahun 2016 -2030 sehingga bisa memprediksikan seberapa besar pergerakan perjalanan Desire Line pada masa mendatang. Perhitungan jumlah kendaraan yang melewati daerah sekitaran kawasan kedunghalang dengan menggunakan Traffic Count pada masing – masing jalan sehingga bisa diketahui berapa jam puncak pada hari sibuk kerja maupun libur kerja, yang nantinya sehingga akan di dapat satuan mobil penumpang, setelah itu di buat jaringan serta MAT tahun 2020-2030 untuk dibebankan pada jaringan, untuk mengetahui seberapa besar Demand Flow serta Desire Line dengan menggunakan software SATURN. hasil dari analisis software SATURN didapatkan kesimpulan bahwa dengan adanya pembanguanan LRT didaerah Kedunghalang akan menimbulkan bangkitan dan tarikan di wilayah Bogor Utara

    ANALISIS POTENSI BANGKITAN DAN TARIKAN TERMINAL TERPADU STASIUN LRT (Studi Kasus pada Terminal Terpadu Tanah Baru Kota Bogor)

    Full text link
    Pertambahan penggunaan transportasi di suatu wilayah mengakibatkan wilayah tersebut mengalami kemacetan. Oleh karena itu pembangunan, penambahan, perbaikan sarana dan prasaran serta fasilitas transfortasi harus sejalan dengan tuntutan perkembangan wilayah ataudaerah. Sesuai dengan rencana,Bogor Transfortation Program dengan membangun terminal yang berlokasi di daerah Tanah Baru. Untuk mengantisipasi timbulnya masalah transportasimaka dilakukan kajian mengenai analisi potensi bangkitan dan tarikan untuk mengetahui seberapa besar pergerakan yang masuk atau keluar dari ataupun masuk ke sebuah zona.Jaringan Output dari model ini adalah potensi Demand pada tahun 2020 -2030 sehingga bisa memprediksikan seberapa besar pergerakan perjalanan Desire Line pada masa mendatang.Perhitungan jumlah kendaraan yang melewati daerah sekitaran kawasan Tanah Baru dengan menggunakan Traffic Count pada masing – masing jalan sehingga bisa diketahui berapa jam puncak pada hari sibuk kerja maupun libur kerja dalam SMP/jam, setelah itu di buat jaringanserta MAT tahun 2025 -230 untuk dibebankan pada jaringan, untuk mengetahui seberapa besar Demand Flow serta Desire Line dengan menggunakan software SATURN. Dan hasil dari analisis software SATURN didapatkan kesimpulan nilai arus lalu-lintas yang terjadi  sepanjang hari minggu dan senin terutama pada jam puncak sibuk kerja pada hari Senin(17.00-18.00 sore) dan jam puncak libur kerja (16.00-17.00 sore dan 17.00-18.00 sore hari). Pada Demand Flow untuk tahun 2020-2025 terjadi penurunan sehingga pembangunan kawasanterpadu Tanah Baru kota Bogor tidak berdampak signifikan. Juga untuk mengetahui bahwa semakin besar tingkat perjalanan di kota Bogor pada masa mendatang yang nantinya bisa dibuat rencana ataupun solusi kedepannya untuk mengurangi tingginya jumlah penduduk dalamperjalanan jalan di kota Bogor

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    ANALYSIS VISIBILITY PARK AND RIDE TANGERANG DISTRICT (case study Cisauk Station)

    Full text link
    Tangerang Regency is an area located in Tatar Pasundan, Banten Province, Indonesia. This area is located 30 km west of Jakarta and 90 km southeast of Serang. With an annual population growth rate of ± 2.15 percent, the total population of Tangerang Regency in 2020 is ± 2,838,621 according to the Central Statistics Agency (BPS) of South Tangerang Regency. South Tangerang Regency which has an area of 959.6 kilometers. This research was conducted to determine the feasibility level of the Park and Ride development plan in Tangerang Regency. Traffic counting surveys and interviews were carried out on main road sections which were then processed using Microsoft Excel to determine the parking accumulation until the fluctuation of motorbikes and cars was known. Furthermore, the interview data is processed to determine the amount of public interest in the development of Park and Ride which is reviewed based on gender, age, trip duration, trip intent, parking duration, monthly fuel expenditures, desired parking rates and those who agree to use Park and Ride when the survey was conducted. at 06.00-21.00 WIB on the road in the Cisauk Station area. From the results of processing this data using Microsoft Excel, it was found that the characteristics of Park and Ride facilities users and also the number of users of Park and Ride facilities for motorbikes were 2349, while for cars of 272 with a plan age until 2021, this proves there is a need for increased interest in motorbikes. Park and Ride development at Cisauk Station, Tangerang Regency

    Analysis of the Function and Convenience of Pedestrian Public Transport Support the City of Bogor

    Full text link
    By looking at the conditions of the pedestrian paths located on the road section of Rd. KH. Sholeh Iskandar, the center point is at the Uika bus stop and the drug monument stop 2, as well as Rd. KH. R. Abdullah bin nuh, the center point is at the Bubulak terminal, Yasmin shop shelter and Bogor radar shelter. the author analyzes the pedestrian path as a supporting access for public transport users. The research objectives to be achieved, among others, are to analyze existing conditions, calculate the level of pedestrian service, and analyze the perceptions of pedestrian lane users. In this study, researchers analyzed the level of pedestrian service referring to the technical planning guidelines, 1991 and produced the Level of service (LOS) for the performance of pedestrian facilities
    corecore