1,720,955 research outputs found

    الطقوس الدينية الكاثوليكية وأثرها في جماعة كنيسة "أنتيك" سنت ماريا بفوه سارانج کدیری

    No full text
    Bangsa Indonesia dikenal di mata dunia sebagai bangsa dengan keberagaman suku, bahasa dan agama. Disamping itu, sesuai dengan landasan Negara Indonesia UUD 1945 bahwasanya negara menjamin setiap warganya untuk memeluk ajaran yang dipercayai dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan ajaran dan kepercayaan masing-masing. Setiap pemeluk agama senantiasa menjaga dan menjalankan ibadah dan berbagai macam ritual keagamaan dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda serta dengan tata cara yang berbeda pula, sebagai rasa tunduk dan patuh akan sang pemilik kekuatan diluar batas kemampuan manusia, sang pencipta dan pengatur seluruh alam. Begitupun halnya dengan ummat Katolik yang berada di desa Pohsarang Kediri yang hingga saat ini berjumlah sekitar 300 penganut yang taat, mereka senantiasa menjaga dan menjalankan ibadah serta ritual keagamaan didalam gereja, sebagai upaya dalam menyebarkan syi'ar agama Katolik di masyarakat sekitar. Dari fenomena di atas peneliti berkeinginan untuk meneliti lebih dekat tentang ritual keagamaan yang dijalankan didalam gereja serta pengaruhnya terhadap jamahnya di Gereja Antik Pohsarang Kediri, Indonesia. Untuk memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data-data maka peneliti menggunakan sarana peneliti angket, wawancara, observasi dan dokumentasi, setelah mengumpulkan data maka peneliti menyajikan data-data tersebut dengan cara editing dan coding untuk pengecekan data yang telah masuk atau terkumpul untuk mengetahui kebenarannya dan tabulasi untuk merangkum data yang diperoleh kemudian disusun dalam bentuk table, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan prosentase untuk mengemukakan data dan fakta secara apa adanya Dari hasil penelitian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa selama ini ritua didalam gereja belum mampu memegang peranan penting dalam memberikan pengaruhnya kepada jamaah Katolik di dalam gereja untuk menumbuhkan rasa kesadaran beragama, hal ini dibuktikan dengan masih ada sebagian jamaah yang menganggap ibadah di dalam gereja hanya sekedar menunaikan kewajiban dan kegiatan rutinitas semata meski sebagian yang lain mengaku merasakan ketenangan hati serta bertambah keyakinannya akan Tuhan Yesus setelah melaksanakan ibadah di Gereja. Disamping itu peran keluarga dalam pembinaan dan pengajaran terhadap anak-anak akan kesadaran beragama lebih kuat dibandingkan pengaruh Gereja sendiri, namun Gereja senantiasa memberikan doktrin kepada orang tua untuk mengajak anak-anak mereka untuk gemar melaksanakan ibadah didalam Gereja dengan harapan hal itu dapat membuat mereka terbiasa hingga tumbuh dewasa. Adapun hubungan beragama antara ummat Katolik dan Muslim yang ada disekitar gereja, selama ini telah tercipta dengan baik dan rukun.. Namun hal tersebut tidak selalu berjalan mulus, karena adanya pengaruh negatif dari pemahaman yang salah akan makna toleransi agama itu sendiri, hal ini ditandai dengan adanya beberapa kasus konversi agama yang terjadi pada pemuda muslim yang telah menikah dengan gadis Katolik dari ummat gereja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberi saran kepada para alim ulama di sekitar desa Pohsarang agar memberikan pemahaman yang benar dan tepat bagi para pemuda muslim akan ajaran agama Islam tentang toleransi agama serta batasan-batasannya, disamping itu, kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga hubungan beragama yang telah terjalin selama ini dengan pemeluk agama yang lain, serta kepada ummat Islam, untuk selalu mewaspadai dan mawas diri akan segala macam upaya dan tipu daya yang berusaha menghancurkan kerukunan yang harmonis yang telah terjalin dengan pemeluk agama lain dan sendi-sendi aqidah mereka. Terakhir, peneliti mengharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk membahas lebih dalam serta luas tentang ritual keagamaan di dalam Gereja serta pengaruhnya terhadap jamaahnya

    Menakar Eksistensi Agama Pada Era Distrupsi: (Telaah atas Konsep Agama dan Pemahaman Keagamaan )

    Full text link
    Kehadiran agama di tengah-tengah masyarakat, selain memiliki fungsi yang memberikan pengaruh laten berupa peningkatan ibadah ritual, dia juga seyogyanya memberikan fungsi manifes berupa peningkatan ibadah aktual dalam membentuk pola pikir, tingkah laku dan berkebudayaan. Universalitas agama di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks dan plural, mengarahkan pada peran dan fungsi agama yang semakin luas pula cakupannya. Oleh karena keragaman bentuk dan intensitas interaksi beragama yang tercipta dalam masyarakat modern saat ini. Agama yang dahulu diyakini hanya berada dalam ruang sekat idea dan akal pikiran manusia, bagi masyarakat modern haruslah teraktualisasi secara nyata dan termanifestasikan dalam bentuk tindak dan prilaku interaksi social. Melalui kajian pustaka dan penyajian data secara deskriptif, penulis mencoba mengurai konsep agama dalam teori kemunculan agama itu sendiri, serta bagaimana bentuk-bentuk pemahaman keagamaan yang ada di sekitar kita. Agama sejatinya adalah merupakan tanggung jawab para pemimpin agama untuk memurnikan pemahaman masyarakat tentang agama dan mendorong kohesi sosial. Agama harus menjadi kekuatan pemersatu dan simbol integritas sosial

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Interpretasi Makna Nafs dalam QS Al-Syams Ayat 7-10 : (Studi Analisis Tafsir Mafa>ti>h} Al-Ghayb Karya Fakhr Al-Di>n Al-Ra>zi>)

    Full text link
    Perdebatan filosofis berkenaan dengan hakikat jiwa manusia telah menimbulkan berbagai macam respon dari berbagai ahli tafsir yang berfokus pada QS al-Syams/91: 7-10, tak terkecuali Fakhr al-Di>n al-Ra>zi> sebagai tokoh mufasir yang filsuf dalam kitab tafsirnya Mafa>ti>h} al-Ghayb. Penelitian ini mencoba mengurai: 1.) Bagaimana karakteristik tafsir Mafa>ti>h} al-Ghayb karya Fakhr al-Di>n al-Ra>zi>, 2.) Bagaimana penafsiran umum makna nafs dalam QS al-Syams/91: 7-10, 3.) Bagaimana interpretasi makna nafs dalam QS al-Syams/91: 7-10, dalam tafsir Mafa>ti>h} al-Ghayb karya Fakhr al-Di>n al-Ra>zi>. Untuk menjawab rumusan masalah di atas, peneliti menggunakan jenis penelitian library research dengan model penelitian tahli>li> atau analisis. Model penelitian analisis ini dianggap paling relevan untuk nantinya dapat melihat bagaimana interpretasi dan ciri khas al-Ra>zi> dalam menafsirkan ayat tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1.) Karakteristik tafsir Mafa>ti>h} al-Ghayb menggunakan pendekatan berbagai disiplin ilmu, terkadang menggunakan dialog imaginer untuk menjelaskan sebuah ayat, dan condong kepada Asy’ariyah dari segi teologi dan Syafi’iyah dari segi fikih 2.) Berkenaan dengan penafsiran umum QS.al-Syams/91: 7-10, terdapat dua perspektif besar mengenai penafsirannya. Pendapat pertama yang menyatakan bahwa Allah-lah yang menentukan jalan takwa dan fuju>r-nya seorang hamba. Sedang pendapat kedua menyatakan bahwa Allah membekali manusia aneka potensi, yaitu takwa dan fuju>r kepada manusia, sehingga selanjutnya manusialah yang menentukan pilihan hidupnya. 3.) Al-Ra>zi> berpendapat, jiwa manusia memiliki ‘bawaan’ sejak lahir. Ia tidak dalam keadaan yang sama sekali kosong sebagaimana pendapat-pendapat yang diungkapkan oleh beberapa filsuf empiris. Bagi al-Ra>zi>, dengan merujuk kepada QS.al-Syams/91: 7-10, Allah memberikan aneka kecenderungan baik dan buruk kepada manusia sejak ia dilahirkan. Kemudian pada masa selanjutnya, manusialah yang diberi pilihan untuk mengasah sendiri kecenderungan-kecenderungan tersebut

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore