1,720,973 research outputs found
MONITORING AND CONTROL SYSTEM OF IOT-BASED GAS LEAK DETECTION
LPG gas leaks are one of the factors causingfires in housing, this is due to gas leaks notbeing able to be detected from the start becausethe gas content is usually small and notsmellable, when there is a lot of gas outside thecylinder and there is a trigger or sparks aroundit, the fire does not occur. it is undeniable that itwill happen. So that this can be avoided, amonitoring and control system for IOT-basedGas Leak Detection is created, by detecting lpggas leaks by operating the MQ-06 sensorreading which has been set at a set point of 1960ppm, with a maximum sensor reading limit of10,000 ppm based on Arduino nano 10 bit withinformation transmission media in the form ofthe NodeMcu V3 module.The results of the MQ-06 sensor readings areprocessed in the Arduino program so thatinformation is generated in the form of soundnotifications generated by the buzzer, when theMQ-06 sensor detects LPG gas at a set point of1960 ppm the sensor will send data in the formof an analog voltage sent to Arduino andconverted into a digital voltage through theADC facility to then send information, thesensor will send data to Arduino to be managedin the Arduino IDE software so that it canrespond in the form of a buzzer as an alarm,displays information on the LCD and activatesthe exhaust fan, and this tool can also sendinformation gas analog data to androidsmartphones using the Blynk platform via theinternet networ
PROTOTIPE SISTEM OTOMATIS PENGUKURAN DENSITAS DEBU, KELEMBABAN UDARA, DAN SUHU RUANG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 UNTUK STERILISASI UDARA PADA RUANG PERAKITAN LENSA KAMERA
PROTOTIPE SISTEM OTOMATIS PENGUKURAN DENSITAS DEBU, KELEMBABAN UDARA, DAN SUHU RUANG BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 UNTUK STERILISASI UDARA PADA RUANG PERAKITAN LENSA KAMERA. Telah dilakukan pembuatan prototipe sistem otomatis pengukuran densitas debu, kelembaban udara, dan suhu ruang berbasis mikrokontroler ATMega 32 untuk sterilisasi udara pada ruang perakitan lensa kamera, melalui pemahaman sistem saat ini dan sistem baru, pembuatan rangkaian simulasi, pemilihan dan perakitan sensor, pembuatan dan pengintegrasian sistem, pembuatan program, pengujian sistem, pengukuran densitas debu, kelembaban udara dan suhu ruang, analisis hasil pengukuran dan kesimpulan. Penggunaan 4 port sebagai masukan dan keluaran. Port-A sebanyak 1 pin sebagai masukan data dari dust sensor, Port-B sebanyak 1 pin sebagai masukan data dari sensor kelembaban dan suhu, Port-C sebagai keluaran ke LCD, dan Port-D sebagai keluaran aktuator. Pembuatan program mikrokontroler ATmega32 terdiri atas sejumlah tahapan, yaitu: konfigurasi pin, deklarasi variabel, inisialiasi, program utama, dan Tampilan indikasi sistem pada LCD. Penulisan sintaks program sebagai penentu kinerja mikrokontroler. Prototipe sistem otomatis pengukuran densitas debu, kelembaban udara, dan suhu ruang berbasis mikrokontroler ATMega 32 untuk sterilisasi udara pada ruang perakitan lensa kamera berupa kotak akrilik 25 cm x 25 cm x 25 cm sebagai simulasi ruang perakitan lensa yang steril. Uji validasi digunakan beberapa kondisi udara, yang dikondisikan secara manual dan diasumsikan sebagai kondisi tubuh manusia. Terdapat tiga kondisi yang menjadi acuan hasil uji validasi rangkaian ini, yaitu: kondisi udara berdebu, kondisi udara basah/lembab dan kondisi udara panas. Pengkondisian saat rangkaian elektrik pada sistem tidak terjadi gangguan adalah pemberitahuan pada LCD berupa tulisan “Ruangan Normal”. Pemberitahuan saat kondisi sistem aman dikarenakan pada sistem mikrokontroler menerima input sinyal digital dari rangkaian sensor-transduser bernilai 0. Hasil pengukuran kadar debu yang terdeteksi berkisar 0.05 mg/m3 tanpa gangguan kondisi buatan, dan berkisar 0.5 - 0.8 mg/m3 dengan gangguan kondisi buatan. Kelembaban udara yang terdeteksi berkisar antara 40 - 70% tanpa gangguan kondisi buatan dan 80 - 100% dengan gangguan kondisi buatan. Suhu yang terdeteksi tanpa gangguan kondisi buatan dalam prorotipe ruangan berkisar antara 20-35 0C, dengan gangguan kondisi buatan berkisar 40 -70 0C
Rancang Bangun Generator Portable Fluks Aksial Magnet Permanen Jenis Neodymium (NdFeB)
RANCANG BANGUN GENERATOR PORTABLE FLUKS AKSIAL MAGNET PERMANEN JENIS NEODYMIUM (NdFeB). Telah dibuat sebuah generator yang bersifat portable, jenis generator yang dirancang yaitu generator fluks aksial, cakram ganda dengan 10 magnet permanen jenis Neodymium (NdFeB) pada masing-masing cakramnya, cakram rotor dan frame generator terbuat dari alumunium dan menggunakan jenis stator tanpa inti besi. Tegangan keluaran AC satu fasa, kumparan stator hubung seri non overlapping, putaran generator maksimum 600 rpm. Agar energi listrik yang dihasilkan bisa disimpan pada baterai maka tegangan AC generator dirubah ke tegangan DC dengan penyearah tegangan (rectifier). Tegangan induksi tanpa beban yang dihasilkan dari delapan variasi pengujian rpm yang dilakukan pada putaran 10 rpm sampai dengan putaran 600 rpm adalah 0,7 V sampai 6,4 V untuk tegangan AC dan 0 V sampai 5,7 V untuk tegangan DC. Sedangkan tegangan induksi dengan beban yang dihasilkan pada putaran 100 rpm sampai dengan putaran 600 rpm adalah 0,3 V sampai dengan 6,2 V untuk tegangan AC dan 0 V samapai 5,5 V untuk tegangan DC. Deviasi dari generator portable yang dibuat sebesar 76,38% terjadi pada putaran 200 rpm. Pada keadaan berbeban digunakan rangkaian baterai li-ion sebanyak 4 buah yang dipasang paralel dengan kapasitas masing-masing baterai yaitu 2900 mAh dan tegangan 3,6 volt beserta rangkaian pengisian baterai. Hasil pengujian generator portable diketahui bahwa rangkaian pengisian baterai baru bekerja pada saat kecepatan putaran 400 rpm dan tegangan DC sebesar 4,2 volt sehingga kecepatan putaran ideal untuk pengisian daya baterai yaitu dari 400 rpm sampai 600 rpm atau saat tegangan DC mencapai 4,2 volt sampai 5,5 vol
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBUNGKUS OTOMATIS KAIN BAN BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER DAN BERBANTUAN HUMAN MACHINE INTERFACE
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi saat ini dibidang elektro sangat pesat, terutama dalam teknologirancang bangun sistem kontrol. Seperti penggunaan PLC dan HMI sebagai sistem kontrol/kendali. Sekarang ini, proses pembuatan produk kain ban sudah banyak menggunakan sistem kontrol otomasiseperti PLC, namun pada proses pengemasan atau pembungkusan masih dilakukan secara manual. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dibuat sebuah sistem kontrol otomasi pada mesin pembungkus(packing) untuk mengemas kain ban agar prosedur pengoperasian menjadi otomatis.Pengunaan komponenkomponen listrik pada rancang bangun sistem pembungkus otomatis kain ban, meliputi: PLC, HMI, Motorlistrik, sensor proximity, dan lain-lain. Selanjutnya pada metode pelaksaan rancang bangun sistempembungkus otomatis kain ban, meliputi: perakitan bentuk fisis (miniatur) mesin pembungkus, pemogramansistem berbasis PLC dan berbantuan HMI, dan pengamatan kinerja rancang bangun sistem pembungkusotomatis kain ban. Dari hasil penelitian telah diperoleh bahwa waktu proses pembungkusan yang dilakukandengan dua kali percobaan menggunakan plastik wrap yang berbeda ukuran lebarnya, pada ukuran lebar 10cmdiperoleh waktu rata-rata 00:00:32.51 detik dengan jumlah putaran 11 sedangkan pada ukuran lebar 5cmdiperoleh waktu rata-rata 00:00:45.73 dengan jumlah putaran 1
RANCANG BANGUN BUCKBOOST KONVERTER UNTUK APLIKASI GENERATOR FLUKS AKSIAL MAGNET PERMANEN (FAMP)
RANCANG BANGUN BUCKBOOST KONVERTER UNTUK APLIKASI GENERATOR FLUKS AKSIAL MAGNET PERMANEN (FAMP). Telah dilakukan pembuatan sebuah Buckboost konverter sebagai salah satu regulator dc tipe switching yang memenuhi kebutuhan dan dapat menghasilkan sumber tegangan searah dengan keluaran yang variabel. Buckboost konverter digunakan sebagai penstabil tegangan yang dihasilkan oleh generator fluks aksial magnet permanen (FMAP). Mikrokontroler mempunyai fungsi sebagai pengatur PWM yang dibangkitkan dari pemrograman mikrokontroler sehingga regulasi tegangan keluaran pada buckboost konverter dapat diatur dengan mudah. Uji verifikasi berupa simulasi terhadap kinerja sistem buckboost konverter untuk generator FMAP menggunakan osiloskop. Pengukuran kinerja sistem dilakukan untuk mengtahui arus dan tegangan yang keluar dari generator FMAP dan outputan buckboost konverter. Nilai dutycycle terendah mulai dari 1,93% dengan tegangan keluaran sebesar 2,4Vdc dan 0,1A sampai tertinggi 66,8% dengan tegangan keluaran sebesar 35,2Vdc dan 0,05A. Buckboost konverter dapat menghasilkan efisiensi maksimal dengan beban R load 53? sebesar 65,185% pada dutycycle tertinggi 66,8% dengan tegangan keluaran 35,2V, arus output 0,15A dan Pout 1,76W. Sedangkan efisiensi minimal sebesar 8,791% pada dutycycle terendah 1,93% tegangan keluaran 2,4VDC, arus output 0,1A dan Pout 0,24W. Hasil pengukuran sensor akan ditampilkan pada LCD, nilai tampilan pada LCD dibagi menjadi 2 bagian yaitu line 1 nilai tegangan input dan tegangan output, line 2 nilai tegangan arus
SISTEM MONITORING KELEMBABAN UDARA OTOMATIS BERBASIS IOT PADA TEKANAN KOMPRESOR
Sistem monitoring kelembaban udara pada tekanan kompresor merupakan sebuah sistem untuk membantu melihat nilai kelembaban pada tekanan kompresor yang di salurkan untuk kerja pada mesinpneumatic, agar dapat memudakan monitoring kelembaban yang masuk pada mesin pneumatic dangan nilai yang termonitor secara langsung dan dapat mecegah kerusakan pada perangkat mesin pneumatic di PT. MercedesBenzIndonesia. Metode dalam penelitian ini meliputi tahapan pembuatan bentukfisis prototipe, implementasi pemrograman sistem monitoring kelembaban udara pada tekanan kompresosr dengan sensor humudity dht11 pengukuran kinerja prototipe sistem monitoring kelembaban udara pada tekanan kompresosr bisa membantu melihat di mana tekanan kompresor terjadi kenaikan kelembaban di jalur pipa yang masuk ke mesin Pneumatic. Sistem dapat memonitoring kenaikan kelembaban rata-rata perhari 80.4% di jam 10.30 pm dan 80% di jam 13.00 pm. Data kelembaban tersebut terkoneksi dengan smartphone. Untuk mempermudah proses monitoring
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
