1,720,980 research outputs found

    ANGGARAN DAN PENGUKURAN KINERJA SEKOLAH (SMU)

    No full text
    This article presents high school budgeting and the significance high school performance measurement and why the relation between high school budget and high school performance measurement. A budget is a document that proposes income and expenditures for an annual period. The annual budget becomes the dominant management tool for planning, organizing, coordinating and controlling activities. High school budgets may be used for co-ordinating the multipurpose activities of a high school. Performance measurement is a vital part of the new managerialism in high school. They essentially measures the productivity and efficiency. The results may be used for assessing the overal effectiveness and efficiency of the high school activities. High school budget is one of performance indicator. Measuring the performance of high school is difficult and calls for a complex mosaic of indicators. Performance indicators of a high school can be classified into: curriculum, student, teacher and officer, teaching aids and infra structure, school organization and management, financial and social participatio

    MODEL PENGELOLAAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN PROGRAM STUDI GURU SEKOLAH DASAR FKIP UMS

    No full text
    The purposes of this study are threefolds: a. Describe the management of PPL of PGSD FKIP-UMS conducted so far. b. Formulate the management of model PGSD FKIP PPLUMS in accordance with the demands of competence. c. Describe the policies that should be done so that the PPL management of PGSD FKIP-UMS match with the needs of stakeholders. The type of the research is qualitative research with design phenomenology. The experiment is conducted in the Faculty of Teacher trainning of UMS, School of partners/ where PPL isconducted and associated institutions. The sources of the data are in the form of guidelines for the implementation of PGSD PPL and PPL documents and resource activities. The data collection techniques using the techniques of documentation, observation, and interviews as well as a forum group discussion (FGD). The data are analyzed critically. Critical analysis is conducted are a flow includes the steps of data reduction, data display and conclusion. The validity of the data is done by triangulation of methods and sources and do forum group discussion (FGD). The results of the study can be stated as follows : 1. PPL PGSD management : a. implemented by the management unit of PPL, b. PPL management of model of FKIP PGSD-UMS can be broadly grouped into two, namely : 1). PPL programmed, and 2). PPL independent. c. PPL program is intended for regular students, implemented in semester VII, and PPL Independent of PSKGJ for students/students who have become teachers, implemented according to the needs. d. PPL in the curriculum of PGSD FKIP-UMS is an integral part in preparing the prospective students as professional teachers. e. PPL PGSD FKIP-UMS is more emphasied on the practice of schooling and learning practices. 2. PPL PGSD model was promoted “Model Pengelolaan Terpadu/Kolaboratif”, PGSD FKIP-UMS relationship with partner school not only in implement PPL stage. But since PGSD Curriculum development, implementation PPL to reporting stage. 3. policies that should be done PGSD FKIP-UMS are : a. It has “Laboratorium School”; b. PPL financing should include comprehensive activities; c. election partner school with more emphasis on teacher competence oficials than school acreditation

    PENGARUH SARANA DAN BIAYA PENDIDIKAN TERHADAP HASIL BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sarana dan biaya pendidikan terhadap hasil belajar di sekolah menengah di kota Klaten. Apakah biaya pendidikan merupakan variabel moderating dari sarana pendidikan terhadap hasil belajar. Populasi penelitian adalah penyelenggara sekolah di SMU N I, SMK N I, SMK N II dan SMK N III Klaten. Pengambilan sampel dilakukan dengan non random sampling (judge ment), wa-laupun demikian tetap mempertimbangkan stratifikasi/ klasifikasi responden sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Masing-masing sekolah diambil sampel sebanyak 30 responden, jadi ada 120 responden. Data dikumpulkan dengan metode angket dan dilengkapi dengan metode dokumen dan wawancara. Angket dibuat tertutup dengan skala Likert. Data dianalisis dengan program SPSS for. Windows11,0 dengan teknik Regresi tunggal dan regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana pendidikan yang ada termasuk baik, biaya pendidikan termasuk cukup baik dan hasil belajar sekolah menengah di kota Klaten termasuk baik, artinya sudah memenuhi standard pelayanan minimal pendidikan dan pengajaran yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sarana pendidikan dan biaya pendidikan berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Biaya pendidikan bukan merupakan variabel mode-rating dari hubungan sarana pendidikan dengan hasil belajar

    Gaya Belajar Peserta Didik Usia Dini Berprestasi Akademik

    Full text link
    Penulis mengangkat judul ini berdasarkan kondisi di lapangan bahwa banyak peserta didik berprestasi akademik cenderung sudah menemukan gaya belajar yang tepat sesuai dengan karakteristik diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar dari peserta didik berprestasi akademik di SDN Kedawung 1. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik berprestasi akademik peringkat 1,2, dan 3 pada kelas bawah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengacu pada konsep Milles dan Huberman yaitu model interaktif, dengan menganalisis data dalam langkah seperti reduksi data, penyajian data, dan dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa peserta didik dominan menggunakan karakteristik gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik (VAK). Tetapi karakteristik gaya belajar VAK yang digunakan setiap peserta didik memiliki proporsi yang berbeda-beda. Sehingga gaya belajar VAK bukanlah pengaruh utama prestasi akademik yang dicapai, tetapi terdapat faktor lain yang mendukung seperti faktor dorongan keluarga, faktor genetik, faktor guru, dan lain-lai

    Pemahaman Guru Terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis HOTS di Sekolah Dasar

    No full text
    Pemahaman Guru Terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis HOTS di Sekolah Dasar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru terhadap Lembar Kerja Peserta Didik  (LKPD) berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) yang diterapkan di SD Muhammadiyah PK Kottabarat. Pada pembelajaran yang menerapkan kurikulum 2013 meminta peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir secara kritis, maka  perlu  adanya pembelajaran yang melibatkan LKPD berbasis HOTS.  Lembar Kerja Peseta Didik berbasis HOTS akan melatih pemikiran siswa untuk berpikir kritis karena siswa tidak hanya  dilatih untuk mengingat, memahami dan mengaplikasikan, melainkan siswa diminta juga mampu menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasikan. Untuk mendukung pembelajaran yang melatih siswanya berpikir kritis, perlu didukung dengan kompetensi guru yang memadai tentang pemahamannya pada  High Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Dengan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru terhadap lembar kerja peserta didik berbasis HOTS di SD Muhammadiyah PK Kottabarat sudah baik dan dalam pelaksaannya sudah terlaksana dan katagori cukup baik, serta tingkat keberhasilan bagi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang melibatkan LKPD berbasis HOTS juga berada dalam kategori baik

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN “BERKAT ANANG” DI KALANGAN SISWA PENDIDIKAN DASAR BERBUDAYA JAWA

    No full text
    The purpose of this research is to find a model of strengthening character education in elementary school environment learners Javanese culture. The specific objective of the second year is to formulate a model of an active character education and fun in the elementary school students then tested the cultured Javanese character education model that is active and fun in the cultured primary school learners Java. The main method developed in this research is descriptive - qualitative - reflective. The research method will be implemented in the second year is the collection of data with focus group discussions involving teachers, principals, school committees , and parents / guardians of students . The collected data were analyzed by using a reflective critique. In that year also applied data collection methods to test the model. The data were analyzed with a heuristic model. This study has several performance indicators of each year. After the first year the indicator is reached, followed by a search for examples of learning models applied by the teacher in the implementation of character education. Year two indicators to be achieved is the strong foundation of character education in the elementary sense after FGD with teachers, principals, school committee, and parents / guardians of students. This indicator will explain: (1) the weaknesses and strengths of the old model of learning in the teaching of character education, (2) the expectations of elementary education stakeholders about character education , (3) application of learning models “ Thanks Sam “ in SD and the surrounding region of Surakarta , (4) the power of learning model “ Thanks Sam “ as a learning model that is able to strengthen the character of elementary school students

    Pengaruh Media Puzzle Huruf untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Disleksia

    Full text link
    Disleksia merupakan salah satu gangguan umum dalam pembelajaran membaca yang sering dihadapi oleh anak-anak di tingkat pendidikan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Puzzle Huruf dalam meningkatkan kemampuan membaca anak disleksia di Sekolah Dasar melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap perilaku siswa saat menggunakan media puzzle huruf, serta wawancara dengan guru dan siswa kelas 3 untuk mendapatkan perspektif mereka tentang implementasi media tersebut. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa untuk mengingat dan mengenali huruf, terutama huruf b dan d, setelah menggunakan media puzzle huruf. Tantangan dalam mempertahankan minat siswa serta pentingnya variasi gambar pada media puzzle huruf diidentifikasi sebagai strategi penting untuk menjaga keterlibatan siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa media puzzle huruf dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran anak disleksia di lingkungan pendidikan. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif dan kebijakan sekolah yang lebih inklusif untuk mendukung anak-anak dengan disleksia di lingkungan pendidikan dan keluarga

    Implementasi Pendidikan Karakter pada Peserta Didik Usia 6-8 Tahun

    Full text link
    Pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini agar di masa depan dapat tercipta sumber daya kuat yang berkarakter. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan cara guru menanamkan karakter, kendala guru dalam menanamkan karakter, dan cara mengatasi kendala dalam menanamkan karakter pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu wali kelas I-VI dan Kepala Sekolah SD Negeri Sepandan. Data dianalisis secara deskriptif melalui tiga tindakan yaitu kodifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah cara guru dalam menanamkan karakter yaitu dengan cara pembiasaan, keteladanan, kantin serta koperasi kejujuran, kendala yang dialami yaitu faktor dari lingkungan sekitar peserta didik dan keluarga, dan cara guru dalam mengatasi kendala penanaman karakter dengan pemberian nasihat dan home visit. Penanaman karakter akan memberikan dampak positif dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik menjadi lebih taan terhadap peraturan, disiplin berangkat sekolah, dan kreatif dalam pembelajara

    Penggunaan Alat Peraga Kotak Sifat Cahaya (Kosifacay) dalam Penguasaan Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan alat peraga kotak sifat cahaya dalam penguasaan pembelajaran IPA kelas IV di SD Negeri 3 Boyolali. Penulis membuat judul ini karena banyak peserta didik yang masih merasa kesulitan memahami materi tentang sifat-sifat cahaya karena guru kurang kreatif dalam proses pembelajaran. Kurangnya kreativitas guru menjadi salah satu faktor rendahnya motivasi peserta didik dalam mengikuti pelajaran, sehingga hasil belajar kurang memuaskan. Banyak peserta didik yang mengeluh kepada orang tua ataupun gurunya tentang kurangnya pemahaman terhadap materi yang diajarkan guru sehingga membuat peserta didik malas untuk belajar. Dengan adanya permasalahan tersebut, guru membuat alat peraga yakni kotak sifat cahaya (kosifacay) agar memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kotak sifat cahaya (kosifacay) sangat membantu guru dalam menyampaikan materi. Dikarenakan peserta didik akan lebih antusias untuk memperhatikan materi yang akan ditampilkan guru melalui sebuah percobaan. Sehingga guru dapat memberikan materi dengan jelas dan dapat memberikan kesan pengalaman melalui hasil percobaan yang dilakukan. Dengan demikian, peserta didik akan lebih mudah memahami materi jika guru memberikan penjelasan secara nyata melalui media alat peraga

    Peran Guru dalam Mengembangkan Literasi Informasi bagi Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Rendahnya literasi informasi siswa membutuhkan peran guru untuk meningkatkan literasi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah endeskripsikan peran guru dalam mengembangkan literasi informasi siswa sekolah dasar di SD N 1 Pelem.Metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan untuk memperoleh data adalah data primer dan data sekunder. Guru sebagai organisator, mediator, fasilitator, guru, pembimbing, motivasi dan evaluasi adalah peran guru di SDN 1 Pelem dalam upaya peningkatan literasi informasi. Dalam upaya meningkatkan literasi informasi siswa di SDN 1 Pelem terdapat faktor pendukung dan penghambat yaitu kerjasama dengan orang tua/wali siswa harus lebih ditingkatkan. Guru perlu memberikan lebih banyak bimbingan-bimbingan, dan motivasi kepada siswa tentang pentingnya belajar membac
    corecore