1 research outputs found

    Analisis Hubungan Kemampuan Visual Spatial terhadap Kinerja Problem Solving Peserta Didik pada Materi Stoikiometri Sekolah Menengah Atas

    No full text
    ABSTRAK   Stoikiometri merupakan materi yang cukup sulit bagi peserta didik. Menyelesaikan masalah stoikiometri sekilas mirip dengan menyelesaikan persamaan matematika. Akan tetapi  berbeda dengan persamaan matematika, dalam menyelesaikan permasalahan stoikiometri selain dibutuhkan kemampuan algoritma, peserta didik juga perlu memahami konsep dasar dari suatu masalah. Penguasaan pemahaman konseptual dapat diperoleh dengan memahami multirepresentasi kimia. Kemampuan yang berperan penting dalam memahami multirepresentasi kimia adalah kemampuan visual spatial. Sampai saat ini sebagian besar penelitian mengenai kemampuan visual spatial pada ilmu kimia hanya dilakukan pada mahasiswa perguruan tinggi di luar negeri, hanya sedikit penelitian yang mendemonstrasikan hubungan dan peran kemampuan visual spatial di SMA (Wu & Shah, 2003). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan visual spatial peserta didik dengan kinerjanya dalam problem solving pada materi stoikiometri di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA SMA Ar Rohmah dan MA Plus Raden Paku yang berjumlah 70 peserta didik. Pengukuran kemampuan visual spatial dilakukan dengan tes The Purdue Visualization of Rotations Test (PVST) dan kinerja problem solving materi stoikiometri diukur dengan menggunakan tes diadopsi dari Knowledge Space Theory (KST) yang dikembangkan oleh Arasasingham (2004). Pengklarifikasian hasil problem solving peserta didik dilakukan dengan wawancara. Analisis hubungan tes PVST dan tes KST dilakukan dengan teknik analisis kuantitatif korelasi product moment Pearson. Hasil analisis menujukkan 20% peserta didik memiliki kemampuan visual spatial rendah, 63% peserta didik memiliki kemampuan visual spatial cukup/rata-rata, dan 17% peserta didik yang memiliki kemampuan visual spatial tinggi. Jalur belajar kritis materi stoikiometri dari peserta didik kelas XI MIA SMA Ar Rohmah Putri dan MA Plus Raden Paku untuk representasi submikroskopik (1A – 1B – 4A – 4B), simbolik (2 – 3 – 6B – 6A), dan numerik (5 – 7) diperoleh urutan sebagai berikut: 2 – 6B – 6A – 1A – 4A – 1B – 4B – 3 – 5 – 7. Hasil uji korelasi product moment Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan visual spatial terhadap kinerja problem solving stoikiometri tingkat sekolah menengah atas, dengan signifikansi sebesar 0,33. Variabel kemampuan visual spatial menyumbangakn 10,9% kinerja problem solving stoikiometri, sehingga kemampuan visual spatial dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah stoikiometri oleh peserta didik di tingkat SMA
    corecore