2 research outputs found

    Dialog sains dan agama menurut Haidar Bagir

    No full text
    Sains dan Agama merupakan objek yang sering kali ditemukan perbedaan di dalamnya. Keduanya merupakanunsur penting yang terdapat di kehidupan manusia sehingga tidak dapat di pisahkan keduanya dari manusia. Perbedaan yang paling mencolok adalah ketika keduanya berusaha mencari kebenaran suatu pengetahuan yang ditempuh melalui metodologi sehingga sering kali menjadi sebuah perdebatan yang berujung pada perbedaan pendapat. dari metodolodgi itulah perbedaan keduanya seakin jelas ditemukan. Sehingga perlu penulis mendudukan antara sains dan agama sebagai jalan yang benar dalam mencari ilmu pengetahuan. Dalam penelitian ini peneliti memiliki tujuan untuk mengelaborasi pemikiran Haidar Bagir mengenai Dialog Sains dan Agama. Haidar Bagir menekankan bahwa sains dan agama dapat menjadi sumber dan metode dalam mencari ilmu dengan mendialogkan sains dan agama dari cara sudut pandang terhadap ilmu. Peneliti menggunakan metodologi kualitatif dengan menerapkan pendekatan studi tokoh. Sehingga peneliti berupaya mendalami dan memahami pemikiran Haidar Bagir mengenai sains dan agama. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah buku yang ditulis oleh Haidar Bagir yang berjudul “Sains ‘religious’ Agama ‘Saintific”. Sedangkan untuk sumber sekunder peneliti menggunakan beberapa referensi berupa jurnal, artikel ilmiah dan beberapa buku yang membahas mengenai relasi sains dan agama seperti “Buku Saku Filsafat”, “Relevansi Agama Dan Sains Menurut Ian G. Barbour Serta Ide Islamisasi Sains”, “Hakikat Ilmu Dalam Pemikiran Islam”. Hasil dari penelitian ini, peneliti menemukan beberapa pemikiran Haidar Bagir terhadap dialog sains dan agama. Menurut Haidar Bagir dalam mencari sebuah kebenaran ilmu dapat ditemukan dari sains dan agama dengan cara dialog ekslusifisme yang bersifat tidak membenturkan perbedaan antara sains dan agama. Haidar Bagir mengatakan bahwa sains dan agama masih memiliki hubungan yang saling mendukung bahkan menciptakan alternatif cara menjawab pertanyaan dan tidak setara dengan realitas yang ada. Sebagaimana di kutip dari buku “Sains ‘Religious’ dan Agama ‘Saintifik’” terkutip ungkapan Morris Berman, bahwa 99% cara manusia mendapatkan pengetahuan dan memahami realitas adalah dengan hal-hal yang disebut sebagai Supra rasional, imajinatif, dan mistis, bukan dengan metode ilmiah saja

    Strategy for Developing the Concept of Halal Beach Tourism in Gunung Kidul Regency, Yogyakarta

    No full text
    One sector that is currently being featured in Indonesia is the development of tourism including halal tourism. The concept of halal is trending ranging from culinary, fashion, cosmetics and even the tourism sector. Gunung Kidul Regency of Yogyakarta has the largest beach tourism area and has the potential to be developed into halal beach tourism. However, appropriate strategy for the development of halal beach tourism in Gunung Kidul Regency is still lacking. Study on the topic on the halal beach tourism is also still limited. This study aims to analyze the strategy for developing the potential of halal beach tourism in Gunung Kidul Regency using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method and the Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) approach. The results of this study show that strength is a top priority in developing halal beach tourism in Gunung Kidul Regency. The strategy priorities are:   a) improvement of facilities such as prayer facilities and supporting facilities with the concept of halal beach tourism, b) expanding cooperation with various parties and synergies between beaches, c) improving the quality of human resources through training activities and introducing the concept of halal beach tourism, d) designing an integrated promotion and marketing strategy, and e) improvement of services and providing tour guides for tourists. This research implicates for the establishment of a halal certification policy for entrepreneurs as well as promoting clear regulations on halal beach tourism, especially in Gunung Kidul Regency
    corecore