40 research outputs found
Pengembangan Model Pembelajaran Delikan (Dengar, Lihat, Kerjakan) Berbasis Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Menanamkan Sikap Ilmiah Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran delikan berbasis pendekatan keterampilan proses untuk menanamkan sikap ilmiah pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 4 Denggen yang berjumlah 20 orang siswa terdiri dari 10 orang siswa perempuan dan 10 orang siswa laki-laki. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan ini terdiri dari lima tahapan, yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Metode pengumpulan data meliputi :tes, lembar observasi dan angket. Berdasarkan hasil validasi tim ahli, uji coba lapangan, hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran delikan berbasis pendekatan keterampilan proses. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa dari 20 siswa yang mengikuti tes, siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 14 orang sedangkan 6 orang mendapat nilai kurang dari KKM. Berdasarkan hasil pembelajaran dengan menggunakan model pendekatan keterampilan proses yang dikembangkan dalam ujicoba lapangan dapat dijelaskan bahwa siswa yang telah mencapa nilai ≥ 65 atau memenuhi standar nilai ketuntasan minimal adalah sebanyak 14 siswa dari 20 siswa. Dengan demikian persentase ketuntasan belajar siswa adalah 14 : 20 × 100% = 70%. Sehingga dengan demikian, ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan model yang dikembangkan termasuk kategori “Baikâ€.Hasil angket respon siswa terhadap model pembelajaran yang dikembangkan menunjukkan hasil yang cukup baik karena rata-rata siswa memberikan pernyataan senang dengan model pembelajaran yang dikembangkan. Sedangkan dari hasil observasi yang telah dilakukan dalam aktivitas pembelajaran diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa dalam proses belajar siswa menunjukkan keaktifan dalam belajarnya. Hal ini dibuktikan dari analisis 20 siswa 8 siswa aktif dalam belajarnya dan 12 diantaranya cukup aktif dalam belajar. Dengan total skor 931 dengan rata-rata skor 46,55 termasuk dalam kategori “Aktifâ€
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DISPLAY MODEL FLIPCHART PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR
This research was aimed at describing how to develop learning material, finding out the result of developing the learning material, and finding out the effect of the developed display model flipchart learning material on the learning achievement of the fifth graders of the elementary shcool. This research was a research and development adapting Borg and Gall model consisted of five simplified steps. The research was conducted at SDN 1 Kelayu North by taking 20 students as sample. The data were collected through validation sheet, test, and questionnaire. The data were analyzed through five scale descriptively. The result of the analysis showed that the score gained from the first and the second validators were 3,81 and 3,93 which were in valid category. 85% students were in good category. 85% students gave positive response to the developed material. In addition, the data analysis showed that there was effect of learning material display model flipchart on the students learning achievenment of science subject matter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan bahan ajar, mengetahui hasil pengembangan bahan ajar dan pengaruh penggunaan bahan ajar display model flipchart terhadap hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan mengadopsi model Borg and Gall yang terdiri dari 5 tahapan yang sudah disederhanakan. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Kelayu Utara dengan melibatkan 20 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli, tes hasil belajar dan angket respon siswa sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif skala lima. Pada penelitian ini didapatkan hasil validasi oleh validator pertama adalah 3,81 dengan kategori valid, hasil validasi oleh validator kedua adalah 3,93 dengan kategori valid, hasil persentase ketuntasan siswa 85% pada postes dengan kategori baik, dan persentase respon siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan 85,42% dengan kategori sangat merespon. Selanjutnya thitung untuk mengetahui pengaruh bahan ajar display model flipchart terhadap hasil belajar IPA siswa. Diperoleh hasil thitung 5,671 kemudian dibandingkan dengan hasil ttabel dengan taraf signifikan 5%, yaitu 1,729. Berdasarkan hasil perbandingan nilai thitung dengan ttabel diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka bahan ajar display model flipchart sebagai produk hasil pengembangan dikatakan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Keywords:Development, Display Model Flipchart, Learning AchievementKata Kunci : Pengembangan, Bahan Ajar Display Model flipchart, Prestasi Belaja
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY PADA PELAJARAN MATEMATIKA, SAINS DAN BAHASA INDONESIA DI GUGUS SDN KECAMATAN SELONG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) Identifikasi model pembelajaran yang sering digunakan oleh guru pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (2) mengidentifikasi penerapan pembelajaran inovatif menggunakan kegiatan Lesson Study pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (3) menganalisis silabus dan RPP yang digunakan oleh guru pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (4) menganalisis interaksi proses belajar mengajar antara guru dan siswa di kelas pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia; (5) merancang instrumen berupa lembar observasi, angket, dan tes hasil belajar dan perangkat pembelajaran yang berbasis Lesson Study pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia. Produk akhir dari penelitian tahun pertama adalah lembar observasi sebagai acuan untuk mengamati kegiatan Lesson Study dan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP pada ,mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan (action research). Zuriah (2006: 54) mengatakan bahwa esensi penelitian tindakan adalah “pemecahan masalah praktis atau meningkatkan kualitas praktikâ€. Menurut Swarsih Madia (1994: 2) penelitian tindakan adalah “intervensi skala kecil terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap pengaruh intervensi tersebutâ€. Sumber data atau partisipan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SDN Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada kelas V. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposif sampling dimana subyek penelitian ditentukan sendiri dengan memilih kelas yang dapat dijadikan penelitian. Penelitian dilaksanakan di kelas V pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia. Berdasarkan data yang terkumpul dari hasil observasi awal dan analisis, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagaian guru belum mengetahui tentang Lesson Study dan tidak terbiasa memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, tersusunnya perangkat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan guru dan kesepakatan guru dan peneliti pada mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa Indonesia
IMPLEMENTASI KTSP PADA MATA PELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR KELAYU KECAMATAN SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR NTB TAHUN PELAJARAN 2007/2008
This research aims to know the implementation of School-Based Curriculum on the subject of Natural Science in Kelayu State Elementary School, in the District of Selong. The focus of the research is to explore the obstacles and the supporting factors in implementing the school based curriculum. This study employs the descriptive-qualitative method. The subjects of the research are the principal, the teachers, and the students. The research data were collected by conducting observation, interviews, and documentation study and analyzed qualitatively using the analysis technique of Huberman. From the result of the research, the researcher finds some descriptions about the implementation of the school-based curriculum. (1) The four state elementary schools have imposed the school-based curriculum since the academic year of 2007/2008. (2) Each school has not had complete instruments for the school-based curriculum. (3) The obstacles encountered by the schools are that (a) they lack the main text-books and other supporting books and the laboratory equipment both for the teacher and for the students in learning activities, which is overcome by asking the teachers to provide handouts and to create simple laboratory Natural Science equipment through Teacher Working Group (KKG), (b) most teachers have not well understood the assessment system in the school-based curriculum, which is overcome by sharing teaching experience in Teacher Working Group (KKG), (c) most teachers have not been accustomed to giving, correcting, and returning the homework to the students routinely, and (d) the students are not quite active in asking questions and expressing their opinions in the learning process. (4) The supporting factors in implementing the school-based curriculum are that (a) some schools have had complete equipment for laboratory practice of Natural Science to have the students understand the teaching materials easily, (b) the principal gives enough attention to the school-based curriculum and monitors the implementation of it, (c) complete sports facilities are available, and (d) the school environment is rich in the learning sources. In general, there are no different phenomena in the implementation of the school-based curriculum in the four state elementary schools in Kelayu such as South Kelayu Elementary School 1, South Kelayu Elementary School 2, North Kelayu Elementary School 1 and North Kelayu Elementary School 2 regarding the learning process, technical operation, and the availability of learning supporting facilities, whereas the most different factors in the four schools are found in the aspects of collaboration and internal culture of the schools.Keywords: The Implementation of (KTSP), Natural Science (IPA
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN CONSEPTUAL UNDERSTANDING PROSEDURES (CUPS) PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 01 KELAYU UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs), untuk mengetahui hasil dari pengembangan model Pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) dan untuk mengetahui pengaruh dari pengembangan pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) pada mata pelajaran IPA sekolah dasar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus skala lima untuk validasi buku model, buku guru, buku siswa dan LKS, thitung untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi tim ahli dan uji coba lapangan, hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs). Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa tingkat persentase ketuntasan mencapai 92,31%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dihasilkan buku guru dengan rata-rata 4 dengan kriteria baik, buku model dengan rata-rata 4,06 dengan kriteria baik dan buku siswa dengan rata-rata 3,83 dengan kriteria baik, inovatif, dan efektif. Pengaruh model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) terhadap hasil belajar IPA siswa dianalisis menggunakan rumus thitung. Diperoleh hasil thitung 12,840, kemudian dibandingkan dengan hasil ttabel dengan taraf signifikan 5%, yaitu 12,840 berbanding 1,708. Berdasarkan hasil perbandingan nilai thitung dengan ttabel, diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs) sebagai produk hasil pengembangan dikatakan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci: Pengembangan, Model pembelajaran Conseptual Understanding Prosedures (CUPs)
ANALISIS BERBAGAI FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 3 TEBABAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor penyebab rendahnya motivasi belajar siswa kelas IV di SDN 3 Tebaban. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Jumlah siswa sebanyak 27 orang siswa yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sebab tiap situasi merupakan keseluruhan yang berarti bahwa tidak ada suatu instrumen berupa tes atau angket yang dapat menangkap keseluruhan situasi kecuali manusia. Pada penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumen. Adapun teknik analisis data yang digunakan berupa deskriptif dengan membuat gambaran yang dilakukan dengan cara reduksi data atau penyederhanaan, paparan atau sajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil bahwa rendahnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor keluarga, lingkungan, dan guru
Mengembangkan Kompetensi Guru SD/MI Melalui Program Pelatihan Mendongeng Di Desa Perian
Mendongeng merupakan metode yang sampai saat ini masih disukai oleh anak-anak, lebih-lebih anak usia sekolah dasar. Dengan mendongeng dan bercerita guru dapat berkomunikasi dengan baik kepada siswanya untuk menyampaikan pesan pendidikan dengan mudah. Dengan demikian, mendongeng dan bercerita dapat dijadikan metode pengenalan yang baik dalam menyampaikan materi bahasa pada Anak Usia Sekolah Dasar. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membekali Guru SD/MI Perian Kecamatan Montong Gading Lombok Timur agar mereka mampu mengidentifikasi, memilih, mengembangkan, dan mempraktikkan metode mendongeng dalam menstimulasi perkembangan untuk Anak Usia Sekolah Dasar. Bentuk kegiatan yang paling cocok untuk membekali Guru SD/MI tersebut adalah pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretis hingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik, dan brainstorming. Peserta pelatihannya adalah guru SD/MI Perian Kecamatan Montong Gading Lombok Timur. Hasilnya adalah terdapat perkembangan kemampuan guru Sekolah Dasa
Analisis Dampak Penggunaan Gadjet Terhadap Sikap Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri 5 Selong
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kecanduan penggunaan gadget atau handphone terhadap perilaku sikap anak berkebutuhan khusus di SD Negeri 5 Selong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikannya, lalu menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget di kalangan siswa sekolah dasar umumnya digunakan untuk bermain game seperti Free Fire dan Roblox, serta menonton konten di TikTok dan YouTube. Penggunaan gadget yang berlebihan ini berdampak pada perilaku sosial siswa berkebutuhan khusus. Beberapa perubahan yang diamati antara lain menurunnya kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya, gangguan pola tidur, menjadi lebih tertutup, hingga menunjukkan perilaku negatif atau menjadi pribadi yang "toxic". Hal ini terjadi karena siswa terlalu larut dalam penggunaan gadget sehingga mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata.
Kata kunci: Dampak, gadjet, sikap sosial, anak berkebutuhan khusu
Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD IV Apitaik
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada matapelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran blended learning.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatandeskriptif-kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD IV Apitaik Kabupaten Lombok Timur. Subjek daripenelitian ini adalah siswa kelas V SD IV Apitaik kabupaten Lombok Timur tahun ajaran 2021/2022yang terdiri dari 46 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Untuk mendapatkan data penelitian digunakan instrument berupa lembar observasi dan lembar soal tes. Analisis data menggunakan reduksi data dan sajian data. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan 2 siklus. Adapun setiap sikluspelaksanaan penelitian tindakan kelas melalui 4 tahap, yaitu : 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3)pengamatan, 4) refleksi. Berdasarkanhasil penelitian, hasil yang di capai pada setiap siklus mengalami peningkatan. Pada siklus Ipresentase ketuntasan peserta didik dalam mencapai KKM 70 adalah 24,6% dengan rata-rata kelas 60,5. Pada siklus II presentase ketuntasan peserta didik dalam mencapai KKM 70 adalah 86,95%. dengan rata-rata kelas 79. Dengan demikian dapat diketahui bahwa penerapan modelpembelajaran blended learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaranIPA di kelas V SD IV Apitaik
Pengembangan Media Audio Visual Menggunakan Macromedia Flash Pada Mata Pelajaran IPS Tahun Pelajaran 2018-2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berupa audio visual menggunakan macromedia flash pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas V SDN 5 Masbagek Selatan, dengan jumlah sampel 26 orang siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) mengadopsi model pengembangan Borg and Gall dengan lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan atau desain, pengembangan produk, validasi produk, revisi produk. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa produk media audio visual menggunakan macromedia flash, layak digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi ahli media diketahui bahwa produk media audio visual menggunakan macromedia flash dikategorikan baik dengan perolehan skor 54 dan skor rata-rata 4,1 dan ahli materi mendapatkan kategori sangat baik dengan perolehan skor 48 dan skor rata-rata 4,8. Hasil respon siswa terhadap media audio visual menggunakan macromedia flash masuk dalam kategori sangat baik dengan presntase 84,6%. Simpulan yang bisa diambil dari data diatas adalah media audio visual menggunakan macromedia flash dikategorikan layak digunakan dalam proses pembelajaran pada mata IPS.Kata Kunci: Audio visual, Macomedia Flash
