14 research outputs found

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN PADA KOMPETENSI MEMAHAMI SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN UNTUK KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK N 11 MALANG

    No full text
    ABSTRACT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN PADA KOMPETENSI MEMAHAMI SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN UNTUK KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK N 11 MALANGUlum, Muhammad Showi Nailul. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Pada Kompetensi Memahami Sistem Bahan Bakar Bensin Untuk Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK N 11 Malang.Kata Kunci:Pengembangan bahan ajar, RPP, dan Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan pada Kompetensi Sistem Bahan Bakar BensinPengembangan bahan ajar ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar cetak jenis Handout dengan judul “Sistem Bahan Bakar Bensin” yang telah disesuaikan dengan karakteristik siswa dan alat praktek yang ada di SMK N 11 Malang.Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 11 Malang yang beralamat di Jl. Pelabuhan Bakahuni No. 1 Malang. Pengembangan ini menggunakan model Dick & Carey, model Dick & Carey merupakan model pengembangan yang prosedural yaitu memaparkan langkah-langkah untuk menghasilkan sebuah produk pembelajaran.Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan ajar cetak jenis handout. Materi handout disesuaikan dengan uraian materi dalam RPP, dengan pendekatan prinsip relevansi, konsisten, berkecukupan serta menggunakan kalimat yang singkat dan jelas guna memberikan informasi yang memotivasi siswa untuk belajar aktif dan mandiri.Untuk mengetahui tingkat kevalidan, kelayakan keterpakaian produk yang dihasilkan dilakukan uji kelayakan produk dalam 2 tahap, yaitu tahap uji ahli dan uji kelompok kecil. Untuk uji ahli, dilakukan oleh ahli bidang studi dan ahli pembelajaran, sedang kelompok kecil dilakukan oleh siswa SMK Negeri 11 Malang. Data diambil dengan menggunakan angket, yang sebelumnya angket telah di validasi oleh dosen pembimbing 1 dan 2 untuk mengetahui angket yang akan digunakan sudah memenuhi kecakupan dalam subtansi dan item, sehingga angket yang digunakan akan sesuai dengan pertanyaan seputar Handout. Hasil pengembangan bahan ajar menghasilkan bahan ajar cetak jenis handout yang materinya disesuaikan dengan kompetensi inti yang ada dalam silabus. Hasil uji coba bahan ajar pada uji ahli bidang studi memperoleh skor total rata-rata 82%, dengan kriteria valid, sedang dari ahli pembelajaran mendapat skor total rata-rata 95% dengan kriteria sangat valid, dan untuk uji coba kelompok kesil mendapat skor toal rata-rata 88% dengan kriteria sangat valid. dari perolehan skor diatas, pengambangan bahan ajar jenis handout yang berjudul sistem bahan bakar bensin valid dan layak digunakan untuk bahan ajar di SMK Negeri 11 Malan

    Perbaikan Kualitas Kripik Singkong dengan Menggunakan Metode Six Sigma dan Taguchi (Studi Kasus Pada UKM UD Dua Putra Jaya Probolinggo)

    No full text
    Kualitas adalah sesuatu yang sangat penting untuk industri. Kualitas yang baik akan mempengaruhi kepuasan konsumen, semakin baik atau meningkat kualitasnya akan semakin banyak pula permintaan konsumen. UKM Dua Putra Jaya probolinggo memiliki kualitas kripik singkong yang tidak baik pada lembaran kripik singkong yang memiliki ketebalan berbeda-beda, hal ini akan menyebabkan kematangan tidak merata pada setiap sisi kripik singkong dan rasa yang dihasilkan menjadi tidak renyah yang akan mengecewakan konsumen. Dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kripik singkong dengan menggunakan metode Six Sigma dan perbaikan dengan menggunkan metode desain eksperimen Taguchi. Hasil penelitian ini menemukan penyebab kerusakan, yaitu pada pisau pemotong tepatnya pada sudut geser dan sudut potong serta pada kecepatan dalam proses pemotongan. Untuk mengetahui kombinasi sudut geser dan sudut potong serta penyetelan RPM menggunakan eksperimen yaitu eksperimen taghuci. Dari eksperimen tersebut didapat kombinasi yang baik adalah pada sudut potong 00, sudut geser 800, dan kecepatan pemotong pada 200 Rpm dengan hasil rata-rata pemotongan adalah 1,206667 mm dengan target yang diinginkan 1,2 mm

    OPTIMASI PAREMETER PENGELASAN SMAW TERHADAP HASIL UJI TARIK MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI PADA POSISI 3G

    Get PDF
    This research aims to optimize the Shielded Metal Arc Welding (SMAW) process parameters on tensile strength using the Taguchi method in the 3G welding position. The study investigates the effects of welding current, electrode type, and electrode soaking time on the quality of weld joints. The base material used was ASTM A36 steel, welded with E7016 and E7018 electrodes at current settings of 85 A and 95 A. The experimental design employed a Taguchi L4 (2³) orthogonal array, resulting in four parameter combinations. Performance analysis used the Larger is Better Signal-to-Noise (S/N) ratio approach. The optimum parameter combination was found at 85 A welding current, E7016 electrode, and 30 minutes of electrode soaking, achieving a maximum average tensile strength of 404.35 MPa. Analysis of Variance (ANOVA) revealed that the most influential factor on tensile strength was electrode soaking time (57.65%), followed by electrode type (32.38%), and welding current (9.97%). The absence of residual error indicates a highly efficient and reliable experimental model. This study confirms that the Taguchi method is an effective approach to optimize SMAW parameters, enhance weld joint quality, and minimize trial-and-error efforts in the welding process. Keywords: SMAW Welding, Tensile Test, Taguchi Method, 3G Position, Parameter Optimization, ANOVA

    PENERAPAN TEKNOLOGI PEMECAH DAN PEMISAH KULIT ARI KACANG HIJAU SERTA PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENGHASILAN UMKM BAKPIA KACANG IJO CIK WIE

    Get PDF
    Proses pengolahan kacang hijau untuk pembuatan bakpia, UMKM menengah bawah masih menggunakan cara tradisional untuk mengupas dan memisahkan kulit ari kacang hijau. Permasalahan yang dihadapi relatif sama, yaitu efisiensi, kapasitas, dan tingkat kebersihan yang masih rendah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adallah membantu permasalahan UMKM bakpia cik wie dalam proses pemisahan kulit ari kacang ijo. Mesin pemecah dan pemisah kulit ari yang menggunakan mekanisme silinder bergerigi otomatis adalah solusi untuk membantu usaha skala rumahan dan UMKM. Pembuatan mesin pemecah dan pemisah kulit ari kacang hijau ini dimulai dengan studi literatur, observasi untuk perencanaan, menentukan mekanisme pemecahan dan pemisahan kulit ari. Setelah itu, dilakukan persiapan komponen untuk pembuatan dan perakitan mesin. Mesin pemecah dan pemisah kulit ari memiliki mekanisme pengupasan dengan memanfaatkan celah antara silinder bergerigi dan penyetel yang dapat diatur sesuai dengan jenis kacang hijau yang akan dikupas. Pengujian mesin dilakukan dengan berbagai variasi celah dan putaran 525 rpm karena merupakan putaran paling optimal. Mesin yang dibuat memiliki kapasitas hopper 5 kg dan menggunakan motor listrik 0,25 HP dengan rpm sebesar 1400. Penggunaan satu silinder bergerigi dengan celah 2 mm memiliki hasil terbaik, dimana mampu menghasilkan 300kg/jam kacang hijau bersih siap diproses selanjutnya. Setelah mesin dilakukan pengujian kemudiah dihibahkan kepada mitra UMKM bakpia cik wie yang beralamatkan di Pudak Payung Kota Semarang

    ANALISIS UMUR PAHAT HSS M2 UNTUK OPTIMASI PEMOTONGAN BAJA LUNAK PADA MESIN BUBUT

    Get PDF
    HSS (High Speed Steel) chisel is still widely used, because it is tough, easy to sharpen, cheap and easy to get. The machining process to produce machine components needs to be planned logically. The shape and geometry of the tool need to be selected, the cutting conditions V, f, and a determined to meet the objective of producing the required component. By installing an ammeter and voltmeter on a lathe, the amount of machining power, cutting power and then tool life can be determined by looking at the extreme increase in machining power, while the cutting time is recorded with a stop watch. This study aims to find the empirical constant of tool life HSS M2, tool life is determined based on the Taylor tool life formula which will then be used to determine the optimum cutting. The analysis involves machining variables, namely cutting speed (Vc) and tool wear based on the force criteria. This research is important for MSMEs in determining the cutting conditions when working on a lathe so that the cutting can be optimized by selecting the appropriate tool life. The process of cutting mild steel material on a lathe using an HSS M2 tool gets the optimum data at a cutting speed (Vc) of 29 m/min which results in a tool life of 388 minutes

    Rancang Bangun dan Analisis Mesin Pemimpil Jagung dengan Daya Motor Listrik 1 HP

    Get PDF
    Sheller postharvest handling is a way to get attention. Corn sheller machine with 1 hp electrical machines power is designed to make it easier to scale postharvest handling household. This machine has using the final round 280 rpm. By the time the electric machines is turned on, the first pulley mounted on the motor will rotate and move the belt pulleys 2 then connected and will move the pulleys 3 and then move the disk sheller who will perform sheler inserted through the sleeve corn sheller and corn seeds will come out through the outlet of the seed corn and cob will exit through the outlet cob. This machine is operated semi-automatically by turning on the switch in the ON position and turn off the switch in the OFF position, and this machine can function properly as expected.Keyword : disk sheller , electrical machines, shealer corn machines,

    ANALISA NILAI OVERALL EQUIPMENT EFECTINESS (OEE) PADA MOWER DAN MESIN BRUSH-CUTTER DALAM PROSES PEMOTONGAN RUMPUT DI BANDAR UDARA ABC

    Get PDF
    Proses pemotongan rumput di Bandar Udara ABC adalah bagian penting dalam pengelolaan landscape. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mesin yang digunakan untuk pemotongan rumput. Hasil analisis ini dapat menjadi tolak ukur bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja mesin yang ada, menambah mesin, atau mengganti mesin sebagai upaya memaksimalkan produktivitas pengelolaan landscape di Bandar Udara ABC. Dalam studi kasus ini, mesin pemotong rumput yang digunakan terdiri dari 2 Mower Kubota L3800 dan 5 Mesin Brush-cutter Tanaka. Efektivitas mesin diukur dengan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Masing-masing nilai OEE untuk Mower 1 dan 2 adalah 47.05% dan 42.08%. Sedangkan untuk mesin Brush-cutter 1, 2, 3, 4, dan 5 adalah 43.46%, 43.49%, 46.75%, 48.41%, dan 44.72%. Nilai OEE mesin pemotong rumput ini masih belum memenuhi standar kriteria yang ditetapkan JIPM yaitu 85% untuk efektivitas sangat baik dan 60% untuk batas wajar efektivitas mesin. Sehingga hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pengelola bandara dalam melakukan perbaikan maupun perawatan untuk menghindari turunnya produktivitas

    RANCANG BANGUN ELECTRIC ROTARY TABLE BERBASIS INVERTER GUNA MENURUNKAN CYCLE TIME PADA PRODUKSI PIPA KAPILER

    Get PDF
    Cycle Time merupakan hal yang harus diperhatikan dalam waktu produksi, Cycle Time yang baik akan menunjang target yang harus terpenuhi, bahkan jika Cycle Time menurun maka produksi juga akan meningkat dan omset perusahaan juga akan meningkat. Pada studi kasus PT Arisamandiri Pratama yang salah satu produksinya berupa part AC yaitu pipa kapiler yang masih mengunakan meja putar manual untuk memutar pipa yang akan dilakukan proses las sehingga tidak mampu mencapai target 800 part/jam atau 6400 part/hari. Dengan rancang bangun Electric Rotary Table yang diputar dengan menggunakan motor listrik dapat menurunkan Cycle Time sebesar 17,38% dengan kapasitas 935 part/jam, hal ini melebihi target produksi sebesar 800 part/ja

    PERUBAHAN SUHU BAHAN BAKAR PREMIUM UNTUK MENGETAHUI DAYA PADA MESIN SUZUKI KATANA

    Get PDF
    Bahan bakar jenis premium masih menjadi banyak incaran konsumen kalangan menengah kebawah, bahan bakar premium memiliki nilai octane paling rendah, daya yang dihasilkan juga paling rendah dari bahan bakar jenis pertalit dan pertamax. Banyak kalangan berlomba untuk mencari cara bagaiman meningkatakan efisiensi dalam pemakaian bahan bakar jenis premium. Pemanasan mula bahan bakar merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pembakaran, dengan pemanasan mula pada bahan bakar mampu membuat partikel bahan bakar cepat untuk menguap. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pemanasan bahan bakar melalui upper tank radiator terhadap daya mesin pada mesin Suzuki SJ410. Variasi yang digunakan adalah bahan bakar tanpa pemanas, bahan bakar dengan panjang pipa 450 mm, dan 900 mm dengan diameter pipa 6 mm. dengan putaran mesin 2500 ”“ 5400 Rpm. Metode yang digunakan untuk mengolah data adalah dengan One-Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan penggunaan variasi pemanasan bahan bakar terhadap daya pada mesin Suzuki SJ410 dengn daya tertinggi sebesar 29,90 HP pada 4500 RPM dengan panjang pipa 900 mm

    Variasi Frekuensi pada Electric Rotary Table Berbasis Inverter Guna Menurunkan Cycle Time dan Cacat Produk pada Pengelasan Pipa Kapiler

    Get PDF
    Abstract  Cycle Time is a matter that must be considered in production time, a good Cycle Time will support the targets that must be met, even if Cycle Time decreases, production will also increase and company turnover will also Increase. In the case study of PT Arisamandiri Pratama, one of its productions is in the form of AC parts, namely capillary pipes which still use a manual rotating table to rotate the pipe to be welded so that it is unable to reach the target of 800 parts / hour with an average Not Good product of 93 parts / day. The design of an inverter-based electric rotary table can reduce cycle time, but how much frequency will affect the results of a welding, not that the faster the welding process the better, the faster the welding will affect the vibration of the table machine which will have an impact on the welding results. By experiment the inverter frequency setting is expected to get a frequency value with maximum speed but no vibration on the rotation table, the frequency used is between 700 Hz to 1500 Hz with an interval of 100 Hz. The experimental results show that the best frequency is 1000 Hz, with a rotation speed of 16 rpm with a production capacity of 935 parts / hour with Not Good products of 59 parts / day or a decrease in Not Good products by 42.1% per da
    corecore