1 research outputs found
Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Berbasis Adobe Flash pada Materi Sistem Hukum dan Peradilan Nasional dalam Lingkup NKRI di Kelas X SMKNegeri 11 Malang
ABSTRACT Abda’u, Muhammad Nur. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Berbasis Adobe Flash pada Materi Sistem Hukum dan Peradilan Nasional dalam Lingkup NKRI di Kelas X SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M. Hum, (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si. Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran, multimedia interaktif, sistem hukum dan peradilan nasional Indonesia. Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu menggunakan berbagai media pembelajaran. Dalam proses pembelajaran penggunaan media pembelajaran di sekolah memiliki peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan antara guru dengan siswa, serta dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dalam perkembanganya media pembelajaran terdiri dari berbagai macam jenis diantaranya adalah media berbentuk teks, gambar, animasi, suara dan video. Semua media tersebut bisa digunakan untuk media pembelajaran tentunya terlebih dahulu harus disesuaikan dengan kebutuhan. Dari beberapa jenis media pembelajaran tersebut ada yang dikombinasikan atau digabungkan secara keseluruhan yang disebut multimedia. Multimedia terdiri dari berbagai media yang dipadukan secara terstruktur dalam satu software pembelajaran interaktif, yang sajiannya dengan cara mengoptimalkan peran komputer sebagai media yang menampilkan teks, gambar, suara, video, animasi, dalam sebuah tampilan yang terintegrasi, terpadu dan interaktif. Penggunaan multimedia juga dapat digunakan untuk pembelajaran di sekolah khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta dapat digunakan untuk menyelaraskan gaya belajar atau karakter belajar siswa yang berbeda, beberapa siswa memiliki kecenderungan selalu aktif dalam belajar begitu pula sebaliknya, ada yang memiliki kecenderungan untuk membaca teks, melihat gambar, dan ada yang lebih cenderung mendengarkan suara. Maka dengan adanya multimedia pembelajaran gaya belajar atau karakter belajar siswa bisa disamakan. Pengembangan media pembelajaran secara umum bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran berupa CD interaktif, yang di dalamnya termuat software multimedia materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI kelas X yang dapat digunakan sebagai alternatif media dalam kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 11 Malang. Adapun tujuan khusus dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) mengembangkan media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI di kelas X SMK Negeri 11 Malang (2) mengukur tingkat kelayakan multimedia pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis adobe flash pada materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI di kelas X SMK Negeri 11 Malang. Model penelitian dan pengembangan mengunakan model Borg & Gall yang semula 10 langkah direduksi menjadi 7 langkah, yang terdiri dari: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan (3) pengembangan draf produk, (4) validasi ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran, (5) revisi produk, (6) uji lapangan, (7) revisi produk akhir. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah sebuah produk CD (Compact Disk) media pembelajaran multimedia interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada materi sistem hukum dan peradilan dalam lingkup NKRI, yang dirancang dan di desain dengan menggabungkan beberapa media seperti gambar, video, audio/suara, teks, dan animasi secara menarik. Media pembelajaran multimedia interaktif ini terdiri dari dua bagian tampilan yaitu (1) intro (pembuka) atau tampilan awal yang didalamnya memuat judul multimedia interaktif dan (2) tampilan menu utama yang terdiri dari beberapa bagian diantaranya (1) kompetensi inti, (2) kompetensi dasar, (3) indikator pembelajaran, (4) materi pembelajaran, (5) lembar kerja siswa, (6) uji kompetensi, (7) profil pengembang, dan (8) petunjuk penggunaan. Tingkat kelayakan multimedia pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis adobe flash pada materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI di kelas X SMK Negeri 11 Malang diukur dengan melakukan validasi oleh ahli media, ahli materi, praktisi pembelajaran serta uji coba. (1) validasi oleh ahli media dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar 96,15% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan. (2) validasi oleh ahli materi dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar 95,94% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan. (3) validasi oleh praktisi pembelajaran dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar 98,5% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan. (4) validasi oleh uji coba kelompok kecil yang berjumlah 8 siswa/siswi secara acak dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif sebesar 93,02% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan. (5) validasi oleh uji coba kelompok besar yang berjumlah 25 siswa/siswi dengan tingkat kelayakan media pembelajaran multimedia interaktif 91,1% dengan kriteria sangat valid/ layak digunakan. Saran penelitian dan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berbasis adobe flash pada materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI adalah penelitian ini hanya sebatas mengetahui tingkat kelayakan multimedia interaktif, dengan kriteria sangat valid/layak digunakan. Adapun untuk mengetahui tingkat keefektifannya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Untuk sekolah adanya pengembangan multimedia interaktif dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan alternatif media yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa karena sekolah sudah memiliki fasilitas yang memadai untuk pemanfaatan multimedia interaktif
