1,720,978 research outputs found
TINJAUAN FIQH MUSTADH’AFIN TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA MALANG TENTANG PENGGUSURAN PEDAGANG KAKI LIMA
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Tinjauan Fiqh Mustadh’afin Terhadap Kebijakan
Pemerintah Kota Malang Tetang Penggusuran Pedagang Kaki Lima”, ini
ditulis oleh Muhammad Ngizzul Muttaqin, NIM. 17102153021 dibimbing
oleh Dr. Iffatin Nur, M. Ag.
Kata kunci : Fiqh Mustadh’afin, Kebijakan, Penggusuran Pedagang Kaki Lima.
Latar belakang dalam penelitian ini adalah dalam kenyataannya, para
pelaku sektor informal sering di posisikan dalam pengertian negatif semata, yaitu
sebagai simbol kesemerawutan kota, sumber kemacetan jalan dan berbagai
simbol-simbol negatif lainnya. Oleh karena itu, pedagang kaki lima seringkali
menjadi target utama kebijakan-kebijakan pemerintah kota.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah : (1) Bagaimana kebijakan
pemerintah kota malang tentang penggusuran pedagang kaki lima? (2) Bagaimana
tinjauan Fiqh mustadh’afin terhadap kebijakan pemerintah kota malang tentang
penggusuran pedagang kaki lima?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini
adalah : (1) Untuk mengetahui kebijakan pemerintah kota malang tentang
penggusuran pedagang kaki lima. (2) Untuk mengetahui tinjauan Fiqh
mustadh’afin terhadap kebijakan pemerintah kota malang tentang penggusuran
pedagang kaki lima.
Dalam penelitian ini digunakan metode wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi atau data
berupa ucapan, pikiran, gagasan tentang kebijakan berupa penggusuran pedagang
kaki lima. Observasi dilakukan secara langsung untuk mengamati keadaan di
lapangan. Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini untuk mencari data
mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hasil penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) kebijakan pemerintah kota
malang tentang penggusuran pedagang kaki lima ditinjau dari fiqh mustadh’afin
belum sesuai dengan prinsip keadilan yang merupakan inti dari fiqh mustadh’afin,
karena dalamkebijakan tersebut masih ada bentuk ketidak pihakannya pemerintah
kepada rakyat kecil. (2) Pelaksanaan kebijakan penggusuran sudah sesuai dengan
peraturan berupa, sosialisasi, pelaksanaan, dan pengamanan, namun satpol pp kota
malang masih belum transparan dan masih ada intervensi dari pihak lain sehingga
tidak sesuai dengan prinsip keadilan yang merupakan inti dari fiqh mustadh’afin.
(3) Dampak dari kebijakan penggusuran pedagang kaki lima tersebut yaitu para
pedagang kehilangan mata pencaharian dan masyarakat kehilangan keramaian
saat CFD sehingga dalam tinjauan prinsip keadilan yang merupakan inti dari fiqh
mustadh’afin belum menerapkan prinsip-prinsip keadilan
FIQIH MEDIA SOSIAL (Studi Implikasi Aktivitas Perempuan dalam Bermedia Sosial terhadap Keharmonisan Keluarga di Kabupaten Tulungagung)
Muhammad Ngizzul Muttaqin, 12509194002, Fiqih Media Sosial (Studi Implikasi
Aktivitas Perempuan dalam Bermedia Sosial terhadap Keharmonisan
Keluarga di Kabupaten Tulungagung), Program Magister Hukum
Keluarga Islam, Pascasarjana, IAIN Tulungagung, 2021, Pembimbing:
Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag., dan Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag.
Kata Kunci: Fiqih Media Sosial, Aktivitas Perempuan dalam Bermedia Sosial,
Keharmonisan Keluarga.
Latar belakang dari penelitian ini diawali oleh kekhawatiran peneliti bahwa
selama ini penggunaan media sosial oleh perempuan selalu dipahami sebagai
sesuatu yang berdampak negatif pada keberlangsungan keluarga. Akibatnya,
stigmatisasi aspek pengguna terbanyak media sosial dan penyalahgunaan media
sosial selalu diindentikkan dengan perempuan. Selain itu, dalam bangunan dan
struktur keluarga, laki-laki memiliki posisi yang sangat kuat, kekuatan laki-laki
tersebut kemudian berimplikasi pada pengendalian dan intervensi laki-laki
terhadap penggunaan media sosial istrinya. Melalui kegelisahan akan fenomena
tersebut, sebagai upaya mendukung ketertarikan peneliti dalam kajian fiqih dan
ushul fiqh kontemporer, membangun masyarakat yang beradab, beretika, dan
berwawasan gender menjadi sangat penting dalam bermedia sosial. Dalam kondisi
demikian, membangun fiqih media sosial dalam kehidupan keluarga akan
menemukan momentumnya.
Fokus dan pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1, Bagaimana aktivitas
perempuan dalam bermedia sosial di Kabupaten Tulungagung?. 2, Bagaimana
implikasi aktivitas perempuan dalam bermedia sosial terhadap keharmonisan
keluarga di Kabupaten Tulungagung?. 3, Bagaimana aktivitas perempuan dalam
bermedia sosial di Kabupaten Tulungagung melalui pendekatan fiqih media
sosial?. 4, Bagaimana implikasi aktivitas perempuan dalam bermedia sosial
terhadap keharmonisan keluarga di Kabupaten Tulungagung melalui pendekatan
fiqih media sosial?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1,
Mendeskripsikan aktivitas perempuan dalam bermedia sosial di Kabupaten
Tulungagung. 2, Mendeskripsikan implikasi aktivitas perempuan dalam bermedia
sosial terhadap keharmonisan keluarga di Kabupaten Tulungagung. 3,
Menganalisis aktivitas perempuan dalam bermedia sosial di Kabupaten
Tulungagung melalui pendekatan fiqih media sosial. 4, Menganalisis implikasi
aktivitas perempuan dalam bermedia sosial terhadap keharmonisan keluarga di
Kabupaten Tulungagung melalui pendekatan fiqih media sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi
kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi
partisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kasus
tunggal. Sementara pengecekan keabsahan data dilakukan melalui teknik
triangulasi, pengecekan oleh anggota dan diskusi dengan rekan sejawat.
Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa: 1. Aktivitas perempuan dalam
bermedia sosial di Kabupaten Tulungagung pada dasarnya memiliki intensitas
yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan dalam penggunaan media sosial,
2. Aktivitas perempuan dalam bermedia sosial di Kabupaten Tulungagung pada
dasarnya memiliki implikasi akan penciptaan keharmonisan dalam keluarga, 3.
Aktivitas media sosial media sosial perempuan di Kabupaten Tulungagung pada
dasarnya merupakan aktualisasi dari fiqih media sosial, 4. Implikasi aktivitas
media sosial oleh perempuan di Kabupaten Tulungagung merupakan perwujudan
dari fiqih media sosial
Istihsan Sebagai Metode Istimbath Hukum Imam Hanafi Dan Relevansinya Dalam Pengembangan Ekonomi Syariah
As a scientific of term that has an important role in the development of Islamic science. Islamic economics is considered important to get attention and development of study. Islamic economics is an entity of thought and practice that is currently stretching among of Moslem's. In every thought of entity, it has its own methodology and framework of thinking. Likewise with a theoretical framework regarding Islamic Economics. One of the Islamic Economic methodology frameworks that are different from conventional of methodologies economic, it is a framework of thinking that starts from ushul fiqh (istimbath legal of method). Ushul fiqh has a very strong role in contributing to the emergence of Islamic economics. Istihsan as one of the istimbath methods of Islamic law (ushul fiqh) initiated from by Imam Hanafi. certainly must be given more portions in order to further develop the Islamic economy. As a literature-based study, this study has significance to the development of Islamic economics through the istihsan method. The findings in this study are expected to add new treasures to the thought of Ushul Fiqh and the development of Islamic economic studies
PEER REVIEW MENELUSURI JEJAK MAQASHID DALAM ISTINBATH HUKUM IMAM HANBALI
PEER REVIEW MENELUSURI JEJAK MAQASHID DALAM ISTINBATH HUKUM IMAM HANBAL
Peer Review Bermedia Sosial dalam Perspektif Maqashid Syari’ah (Membangun Komunikasi di Media Sosial Berdasarkan Etika)
Peer Review Bermedia Sosial dalam Perspektif Maqashid Syari’ah (Membangun Komunikasi di Media Sosial Berdasarkan Etika
Peer Review Menelusuri Jejak Maqashid dalam Istinbath Hukum Imam Hambali
Peer Review Menelusuri Jejak Maqashid dalam Istinbath Hukum Imam Hambal
Peer Review Reformulating the Concept of Maslahah From a Textual Confinement Towards a Logic Determination
Peer Review Reformulating the Concept of Maslahah From a Textual Confinement Towards a Logic Determinatio
Turnitin artikel "THE IMPACT OF 'SELFIE' PHENOMENON AMONG THE MILLENNIAL GENERATION"
abstra
Turnitin artikel Maqāṣid Sharī'ah Flexibility to Overcome COVID - 19 in Indonesia: From Government Policies to Fatwā of Council of Indonesian Ulema (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), and Muhammadiyah
abstra
THE IMPACT OF 'SELFIE' PHENOMENON AMONG THE MILLENNIAL GENERATION
The very fast technological development becomes the beginning of a drastic change in the pattern of human life, especially the younger generation (so called the 'millennial generation'). Their dependence on gadgets seems to have made them as one of the primary life needs that must exist. This eventually brings impact on their behaviour related to the use of gadgets. The phenomenon of selfie among the millennial generation has become a very common thing to do. In the study of contemporary Islamic law, the approach of maqâshid syarî‘ah that seeks to gain mashlaẖât (benefits) and avoids mafsadât (harms) in human life may be used as a special consideration for dealing with the said phenomenon. This literature-based study was aimed to uncover the said phenomenon by reviewing it using mashlaẖât and mafsadât approaches. The results of the study indicate that the said approaches have urgency as a means of control against the selfie phenomenon practiced by the current millennial generation. Selfie should only be done if it brings benefits and goodness (mashlaẖât), otherwise, it must be avoided
- …
