1,721,010 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urb.) Terhadap Kadar Nitric Oxide Pada (Human Umbilical Vein Endothelial Cells) Huvecs Yang Diinduksi Angiotensin Ii

    No full text
    Muhammad Nauval Daffa Salsabil, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Oktober 2024. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Terhadap Kadar Nitric Oxide Pada (Human Umbilical Vein Endothelial Cells) HUVECs Yang Diinduksi Angiotensin II. Pembimbing 1: dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., Pembimbing 2: dr. Diah Andriana, Sp. B., FINACS., FICS. Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi angiotensin II yang berikatan dengan sel endotel pembuluh darah, jumlah angiotensin II yang berlebihan secara kontinu dapat membentuk Reactive oxygen species (ROS) mengakibatkan stres oksidatif pada sel endotel pembuluh darah sehingga terjadi disfungsi endotel pembuluh darah yang ditandai penurunan produksi Nitric Oxide (NO) sebagai vasodilator. Daun Pegagan (C. asiatica) memiliki efek antioksidan yang dapat menurunkan ROS dan meningkatkan produksi Nitric Oxide. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan daun C. asiatica memiliki efek antioksidan dengan meningkatkan produksi NO HUVECs yang diinduksi angiotensin II. Metode: Penelitian ini adalah studi eksperimental laboratorium posttest-only control group design in vitro pada Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) yang diberi Ang II dosis 0,1 µM. Ekstraksi daun C. asiatica menggunakan metode maserasi. Penelitian ini terdapat lima kelompok sampel, yaitu kelompok kontrol, Ang II, dan kelompok dengan pemberian Ang II dan tiga dosis ekstrak daun C. asiatica (P1, P2, P3) masing-masing 12,5; 25 dan 50 μg/ml. Nitric Oxide diukur dengan uji Griess assay dan diamati pada 0, 24, 48, dan 72 jam. Hasil data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan dengan uji LSD (Least Significant Difference). Nilai dikatakan signifikan bila p kurang dari 0.05. Hasil dan Pembahasan: Total Nitric Oxide tiap kelompok pengamatan berturut- turut adalah 4.47±0.88, 5.12±0.87, 3.29±0.88, 4.03±1.05, 1.82±1.10 µM pada pengamatan 0 jam, pada pengamatan 24 jam 27.85±1.13, 11.09±1.34, 11.82±1.38, 7.85±1.97, 6.38±2.33 µM, sedangkan pada pengamatan 48 jam 52.56±12.68, 10.35±2.14, 10.50±1.73, 10.50±1.73, 11.82±1.10 µM, pada pengamatan 72 jam 5.50±1.27, 4.76±0.93, 3.15±0.76, 3.74±0.76, -3.03±0.76 µM. Total NO kelompok (P1, P2, P3) dibandingkan dengan Ang II memiliki hasil signifikan pada pengamatan kelompok waktu jam ke-24 dan 48 (p < 0,05). Simpulan: Ekstrak daun C. asiatica dapat meningkatkan produksi Nitric Oxide HUVECs yang diinduksi Angiotensin II Kata kunci: Centella asiatica; Nitric Oxide; HUVECs; Angiotensin II

    engaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Terhadap Kadar NITRIC OXIDE Pada (Human Umbilical Vein Endothelial Cells) Huvecs yang Diinduksi ANGIOTENSIN II

    No full text
    Muhammad Nauval Daffa Salsabil, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Oktober 2024. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) Terhadap Kadar Nitric Oxide Pada (Human Umbilical Vein Endothelial Cells) HUVECs Yang Diinduksi Angiotensin II. Pembimbing 1: dr. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D., Pembimbing 2: dr. Diah Andriana, Sp. B., FINACS., FICS. Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi angiotensin II yang berikatan dengan sel endotel pembuluh darah, jumlah angiotensin II yang berlebihan secara kontinu dapat membentuk Reactive oxygen species (ROS) mengakibatkan stres oksidatif pada sel endotel pembuluh darah sehingga terjadi disfungsi endotel pembuluh darah yang ditandai penurunan produksi Nitric Oxide (NO) sebagai vasodilator. Daun Pegagan (C. asiatica) memiliki efek antioksidan yang dapat menurunkan ROS dan meningkatkan produksi Nitric Oxide. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan daun C. asiatica memiliki efek antioksidan dengan meningkatkan produksi NO HUVECs yang diinduksi angiotensin II. Metode: Penelitian ini adalah studi eksperimental laboratorium posttest-only control group design in vitro pada Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) yang diberi Ang II dosis 0,1 µM. Ekstraksi daun C. asiatica menggunakan metode maserasi. Penelitian ini terdapat lima kelompok sampel, yaitu kelompok kontrol, Ang II, dan kelompok dengan pemberian Ang II dan tiga dosis ekstrak daun C. asiatica (P1, P2, P3) masing-masing 12,5; 25 dan 50 μg/ml. Nitric Oxide diukur dengan uji Griess assay dan diamati pada 0, 24, 48, dan 72 jam. Hasil data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan dengan uji LSD (Least Significant Difference). Nilai dikatakan signifikan bila p kurang dari 0.05. Hasil dan Pembahasan: Total Nitric Oxide tiap kelompok pengamatan berturut- turut adalah 4.47±0.88, 5.12±0.87, 3.29±0.88, 4.03±1.05, 1.82±1.10 µM pada pengamatan 0 jam, pada pengamatan 24 jam 27.85±1.13, 11.09±1.34, 11.82±1.38, 7.85±1.97, 6.38±2.33 µM, sedangkan pada pengamatan 48 jam 52.56±12.68, 10.35±2.14, 10.50±1.73, 10.50±1.73, 11.82±1.10 µM, pada pengamatan 72 jam 5.50±1.27, 4.76±0.93, 3.15±0.76, 3.74±0.76, -3.03±0.76 µM. Total NO kelompok (P1, P2, P3) dibandingkan dengan Ang II memiliki hasil signifikan pada pengamatan kelompok waktu jam ke-24 dan 48 (p < 0,05). Simpulan: Ekstrak daun C. asiatica dapat meningkatkan produksi Nitric Oxide HUVECs yang diinduksi Angiotensin II Kata kunci: Centella asiatica; Nitric Oxide; HUVECs; Angiotensin II

    IMPLEMENTASI METODE CMSA (CARA MENGAJI SANTRI AKTIF) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SANTRI DI TPQ TARBIYATUL MUBTADI’IEN JATINOM KANIGORO BLITAR

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul Implementasi Metode CMSA (Cara Mengaji Santri Aktif) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Santri di TPQ Tarbiyatul Mubtadi’ien Jatinom Kanigoro Blitar. Muhammad Nauval Zabidi, NIM. 12201183411. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah. Pembimbing: Muhammad Dwi Toriyono, M.Pd. Kata kunci: Implementasi, CMSA, Keaktifan. Salah satu faktor penghambat keberhasilan belajar santri adalah kekurang aktifan santri ketika proses pembelajaran berlangsung. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dinilai dapat meningkatkan keaktifan belajar Santri. Salah satu metode pembelajaran Al-Qur′an untuk meningkatkan keaktifan belajar Santri adalah metode CMSA (Cara Mengaji Santri Aktif). Metode CMSA telah diterapkan oleh TPQ Tarbiyatul Mubtadi‵ ien untuk meningkatkan keaktifan belajar Santri. Implementasi metode CMSA (Cara Mengaji Santri Aktif) di TPQ Tarbiyatul Mubtadi′ien Jatinom Kanigoro Blitar dapat meningkatkan keaktifan belajar santri. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan perencanaan, (2) untuk menjelaskan implementasi, (3) untuk menjelaskan evaluasi hasil implementasi metode CMSA (Cara Mengaji Santri Aktif) untuk meningkatkan keaktifan belajar Santri di TPQ Tarbiyatul Mubtadi’ien Jatinom Kanigoro Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber informasi adalah kepala TPQ, ustadz dan ustadzah, dan santri TPQ. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara serta dokumentasi. Analisis data dimulai dari analisis sebelum dilapangan, analisis selama dilapangan, pengumpulan data, reduksi, display data, serta penarikan kesimpulan. Teknik analisis pengecekan keabsahan data menggunakan uji kreadibilitas, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil penelitian ini adalah (1) Dalam perencanaan implementasi metode CMSA (Cara Mengaji Santri Aktif) untuk meningkatkan keaktifan belajar santri, TPQ Tarbiyatul Mubtadi’ien Jatinom Kanigoro Blitar melaksanakan kegiatan (a) mempersiapkan metode belajar santri yaitu metode CMSA, (b) Melaksanakan pelatihan terhadap para Ustadz dan Ustadzah (c) Persiapan kelembagaan. (2) Implementasi metode CMSA untuk meningkatkan keaktifan belajar santri di TPQ Tarbiyatul Mubtadi’ien Jatinom Kanigoro Blitar adalah: (a) penerapan metode CMSA akibat faktor kurang aktifnya santri ketika belajar , (b) penerapan metode CMSA menitik beratkan kepada santri, (c) Penerapan metode CMSA dapat meningkatkan keaktifan belajar Santri (3) Evaluasi hasil implementasi TPQ Tarbiyatul Mubtadi’ien Jatinom Kanigoro Blitar mengadakan rapat setiap akhir tahun untuk melakukan evaluasi tentang keaktifan belajar santri satu tahun ke belakang untuk mempersiapkan pelaksanaan satu tahun ke depan

    ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA WIRAUSAHAWAN DI TULUNGAGUNG

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Adversity Quotient Pada Mahasiswa Wirausahawan Di Tulungagung” disusun oleh Muhammad Nauval Zhahfran Fauji Nim 126308213218, Program Studi Psikologi Islam, Jurusan Dakwah, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Pembimbing Lilik Rofiqoh, S. Hum., M.A. Kata Kunci: Adversity Quotient, Mahasiswa, Berwirausaha Penelitian ini dilatar belakangi oleh Mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai wirausahawan di Tulungagung seringkali menghadapi tantangan dalam membagi waktu, mengelola tekanan akademik, serta mengatasi berbagai hambatan dalam menjalankan usaha. Kondisi ini menuntut adanya ketahanan mental yang kuat, salah satunya melalui Adversity Quotient (AQ), yaitu kemampuan individu dalam menghadapi, mengatasi, dan bertahan di tengah kesulitan yang dihadapi. Permasalahan yang muncul berkaitan dengan keseimbangan peran antara kuliah dan usaha menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti, mengingat tantangan tersebut dapat memengaruhi kelangsungan akademik maupun usaha yang dijalankan mahasiswa. Adapun rumusan Masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana Adversity Quotient pada Mahasiswa Wirausahawan di Tulungagung. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui bagaimana Adversity Quotient pada Mahasiswa Wirausahawan di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Teknik penentuan partisipan menggunakan snowball sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan partisipasi, triangulasi teknik dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adversity Quotient yang baik dalam menghadapi berbagai tekanan, tantangan, dan hambatan yang muncul selama menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan wirausahawan. Keempat dimensi AQ tampak jelas melalui strategi mereka mengelola waktu, mengatur emosi, serta mempertahankan motivasi dalam menyelesaikan tugas kuliah maupun menjalankan usaha. Motivasi kuat untuk mandiri secara finansial, membanggakan keluarga, dan mempersiapkan masa depan menjadi faktor yang memperkuat ketahanan mental mereka. Dengan demikian, AQ berperan penting dalam membentuk sikap adaptif, tangguh, serta tidak mudah menyerah terhadap risiko dan tantangan yang dihadapi selama proses kuliah maupun dalam kegiatan wirausaha

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore