1,721,002 research outputs found
STUDI PROSES HEAT TREATMENT (TEMPERING) PADA SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA ST 41 UNTUK DISC BRAKE KENDARAAN RINGAN
Muhammad Mustofa, 2025 “Studi Proses Heat Treatment (Tempering) Pada Sifat Mekanik Material Baja ST 41 Untuk Disc Breake Kendaraan Ringan” Skripsi Teknik Mesin Universitas Pancasakti Tegal.
Perlakuan panas (heat treatment) merupakan salah satu metode untuk memodifikasi sifat mekanik material, seperti kekerasan, kekuatan tarik, dan ketahanan aus, khususnya pada material baja karbon rendah seperti baja ST 41. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin air, air garam, dan oli SAE 20W-50 terhadap sifat mekanik baja ST 41 setelah proses perlakuan panas.
Metode penelitian dilakukan dengan perlakuan pemanasan spesimen hingga suhu austenisasi, kemudian didinginkan menggunakan tiga jenis media pendingin yang berbeda. Selanjutnya, dilakukan pengujian kekerasan Vickers, uji tarik, dan uji keausan pada masing-masing spesimen.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kekerasan pada semua sampel dibanding material awal (167.7 VHN), dengan kekerasan tertinggi setelah perlakuan panas diperoleh dari pendinginan air (129.6 VHN), diikuti air garam (121.0 VHN), dan oli (113.4 VHN). Pada uji tarik, air garam menghasilkan tegangan tarik tertinggi sebesar 355.12 MPa, sedangkan oli menghasilkan regangan tertinggi sebesar 28.76%. Uji keausan menunjukkan bahwa air memberikan performa terbaik dengan keausan terendah sebesar 0.000075 mm³, sedikit lebih baik dibandingkan oli (0.000079 mm³), dan jauh lebih baik dibanding air garam (0.000133 mm³) maupun material awal (0.000189 mm³). Hasil ini menunjukkan bahwa variasi media pendingin secara signifikan memengaruhi sifat mekanik material. Pendinginan cepat meningkatkan kekuatan tetapi menurunkan keuletan, sementara pendinginan lambat memberikan keuletan lebih tinggi namun menurunkan kekuatan.
Kata Kunci : Baja ST 41, perlakuan panas, media pendingin, kekerasan Vickers, uji tarik, uji keausan, sifat mekanik
Ahli Waris Pengganti dalam Kompilasi Hukum Islam menurut Hukum Waris Islam
ABSTRAK
Muhammad Mustofa : Ahli Waris Pengganti Dalam Kompilasi Hukum Islam.
Tesis 2017
Kompilasi Hukum Islam (KHI) memandang adanya ketidakadilan yang dirasakan oleh cucu dari anak perempuan yang menurut jumhur tidak mendapat bagian karena berstatus z|awim, melihat hal tersebut ketentuan KHI mencoba memposisikan cucu yang terhijab berhak mendapatkan harta pusaka sebagai bentuk tawaran konsep keadilan dan kemaslahatan bagi cucu tersebut yang disebut dengan ahli waris pengganti.
Rumusan masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penulisan tesis ini adalah, 1.) Bagaimana penggantian ahli waris dalam hukum waris Islam?, 2.) Bagaimana penggantian ahli waris dalam kompilasi hukum Islam?, 3.) Mengapa Kompilasi Hukum Islam menetapkan ahli waris pengganti?, 4.) Bagaimana ahli waris pengganti cucu dari anak perempuan menurut hukum waris Islam?.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, maka penulis menggunakan penelitaian hukum dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan mengutamakan meneliti bahan pustaka atau dokumen yang disebut data sekunder, berupa bahan-bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Untuk menganalisis data yang ada maka digunakan analisis kualitatif dengan metode berpikir induktif
Yang dimaksud dengan ahli waris pengganti dalam hukum waris Islam adalah para ahli waris yang menerima bagiannya bukanlah bagian ahli waris yang mereka gantikan, yang artinya bahwa mereka tidak sepenuhnya menggantikan kedudukan ahli waris yang menghubungkan mereka kepada pewaris. Mereka menerima hak waris karena kedudukannya sendiri sebagai ahli waris. Adapun cucu dari anak perempuan termasuk dalam kelompok z|awim. Hak waris cucu dari anak perempuan (z|awim) menurut para ulama berbeda, ada yang menyatakan berhak mendapatkan ada yang menyatakan tidak mendapatkan harta warisan. Menurut mazhab Syafi’i dan Maliki serta Zaid bin Tsabit dan Abdullah bin Abbas berpendapat bahwa z|awim tidak mewarisi sama sekali langsung di limpahkan ke baitul ma>l. Dan pendapat Imam Hanafi, Imam Ahmad bin Hambal dan jumhur ulama yang dinukil dari pendapat Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab berpendapat z|awim dapat mewarisi harta peninggalan. pada perkembangan selanjutnya, setelah abad ketiga Hijriah, ketika pengelolaan baitul ma>l tidak lagi teratur sehingga terjadi penyalahgunaan, karena kurang berfungsinya baitul ma>l tersebut, para pengikut Imam Syafi’i memberikan hak waris kepada z|awim.
Kompilasi Hukum Islam menawarkan satu konsep ahli waris pengganti, di mana kedudukan cucu dari anak perempuan bisa menggantikan orang tuanya, apabila orang tuanya telah terlebih dahulu meninggal dunia dibandingkan si pewaris. Yang terpenting adalah ahli waris pengganti dan yang digantikan haruslah mempunyai hubungan nasab (pertalian darah) yang sah juga kepada pewarisnya.
Kata kunci : Ahli Waris Pengganti, Kompilasi Hukum Islam (KHI), z|awim)
INTERNALISASI NILAI-NILAI DARMA PRAMUKA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SDI AL-BADAR KEDUNGWARU TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul Internalisasi Nilai-nilai Darma Pramuka dalam
Pendidikan Karakter SDI Al-Badar Kedungwaru Tulungagung ini ditulis oleh
Muhammad Mustofa Habib NIM. 17205153268, Jurusan Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam
Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Prof. Dr. H Akhyak, M.Ag,
Kata Kunci: Internalisasi Nilai Darma Pramuka, Pendidikan Karakter
Penelitian ini dilatar belakangi oleh terjadinya degradasi moral yang
menyebabkan karakter anak-anak menjadi kurang bermartabat. Dalam hal ini
Pendidikan Pramuka melalui niali-nilai darma pramukanya dianggap menjadi
solusi yang tepat untuk memperbaiki degradasi moral tersebut. Pemerintah juga
sudah menetapkan bahwa Pramuka adalah ekstrakuler wajib yang harus diikuti
oleh seluruh siswa. Dalam Pendidikan Kepramukaan ada berbagai kegiatan yang
dapat menambah wawasan dan menginternalisasikan nilai – nilai darma pramuka.
Sehingga, dengan hal ini, karakter anak didik akan berubah menjadi lebih baik.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah internalisasi nilai
nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial SDI Al-Badar
Kedungwaru Tuliungagung? (2) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma
pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab SDI Al-Badar Kedungwaru
Tuliungagung? (3) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam
pendidikan karakter disiplin SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung?
Adapun tujuan dalam skripsi ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan
internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial
SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (2) Untuk mendeskripsikan
internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab
SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (3) Untuk mendeskripsikan
internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter disiplin SDI
Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
dengan pendekatan deskriptif. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai instrumen
kunci dalam pengumpulkan data. Tempat penelitian adalah SDI A-Badar
kedungwaru Tulungagung. Sumber data penelitian dibagi menjadi 3 yaitu people
(orang), place (tempat), dan paper (kertas). Teknik pengumpulan data dengan
menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan,
pengecekan keabsahan data pada penelitian ini meliputi observasi terus menerus
dan triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Internalisasi nilai-nilai darma
pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial dilakukan dengan metode sistem
beregu dan cara tutor temaan sejawat serta pemberian motivasi (2) Internalisasi
nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan
dengan metode kegiatann yang diprogramkan, tutor teman sejawat dan motivasi
serta metode pemberian tugas (3) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam
pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan dengan metode pembiasaandengan cara penertiban baris saat apel pembukaan kegiatan pramuka, keteladanan,
tarhib wa targhib, penyadaran/nasihat
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
PENGGUNAAN METODE UMMI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BACA AL QUR’AN (Studi Multi Situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung)
ABSTRAK
Tesis dengan judul “Penggunaan Metode Ummi dalam Meningkatkan
Kualitas Baca Al Qur’an (Studi Multi Situs di MI Al Azhar Bandung dan MI
Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung) ini ditulis oleh saudara Muhammad
Mustofa Habib dibimbing oleh Prof. Dr. Mohamad Jazeri, M.Pd. dan Dr. Ahmad
Tanzeh M.Pd.I.
Kata Kunci: Penggunaan Metode Ummi, kualitas baca Al Qur’an.
Penelitian tesis ini dilatar belakangi dari tertariknya penulis meneliti guru
Al Qur’an dalam mengajar anak-anak membaca Al Qur’an pada tingkat Madrasah
Ibtidaiyah. Penulis beranggapan bahwa tehnik yang digunakan guru dalam
pembelajaran Al Qur’an bagus. Sehingga pada kesempatan ini peneliti meneliti
terkait penggunaan metode belajar Al Qur’an dengan metode Ummi.
Pertanyaan penelitian pada tesis ini meliputi: Bagaimanakah Penggunaan
Tehnik langsung metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi
situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru
Tulungagung)?, Bagaimanakah Penggunaan Tehnik pengulangan metode Ummi
dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung
dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung)?, Bagaimanakah
Penggunaan Tehnik kasih sayang metode Ummi dalam meningkatkan kualitas
belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari
Ngantru Tulungagung)?
Tesis ini memiliki tujuan penelitian meliputi: untuk menemukan dan
menganalisis Penggunaan Tehnik langsung metode Ummi dalam meningkatkan
kualitas belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah
Pinggirsari Ngantru Tulungagung), untuk menemukan dan menganalisis
Penggunaan Tehnik diulang ulang metode Ummi dalam meningkatkan kualitas
belajar (studi multi situs di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari
Ngantru Tulungagung), untuk menemukan dan menganalisis Penggunaan Tehnik
kasih sayang metode Ummi dalam meningkatkan kualitas belajar (studi multi situs
di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah Pinggirsari Ngantru Tulungagung).
Metode adalah cara untuk melakukan sesuatu dengan menggunkan pikiran
secara seksama guna mencapai suatu tujuan. Penelitian pada hakikatnya merupakan
suatu upaya untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan
kebenaran. Jadi, metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk penelitian
keilmuan sehingga mendapatkan fakta yang mendukung sebuah tujuan penelitian.
Hasil penelitian dari tehnik langsung meningkatkan kualitas baca Al
Qur’an dengan metode Ummi di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah
Pinggirsari. Pada prosesnya anak-anak disuruh untuk menirukan bacaan yang
dibacakan oleh guru secara langsung. Tidak melakukan banyak penjelasan.
Menekankan pada penerapan bahasa ibu. yaitu dengan menggunakannya secara
langsung dan intensif dalam komunikasi. Guru menjelaskan materi dengan
sedikit.
Hasil penelitian dari tehnik diulang-ulang meningkatkan kualitas baca Al
Qur’an dengan metode ummi di MI Al Azhar Bandung dan MI Islamiyah
Pinggirsari. Dalam penerapannya guru Penerapan strategi diulang-ulang ini guru
terapkan pada tahap apersepsi dan tahapan latihan atau praktek. Tahap penanaman
konsep di metode Ummi siswa harus menyimak bacaan yang dicontohkan oleh
guru. Kemudian guru mempersilahkan siswa untuk membaca secara berulang
ulang sampai bacaan siswa dirasa sempurna. pada proses tersebut sekaligus pada
proses pemahaman dimana siswa membaca secara klasikal dan individual secara
berulang ulang.
Peneliti menemukan gambaran tentang Tehnik kasih sayang meningkatkan
kualitas baca al qur’an dengan metode ummi di MI Al Azhar Bandung dan MI
Islamiyah Pinggirsari. Dalam penerapan tehnik kasih sayang guru Al Qur’an
dengan menggunakan metode Ummi biasanya menerapkan mengajar dengan
bahasa Ibu, yakni bahasa yang lembut, kemudian guru juga menerapkan pemberian
reward, pemberian punishment
- …
