19 research outputs found
Workshop line tracer robot training bagi siswa MTs Unggulan Darul Mujtaba
AbstrakPerkembangan teknologi dan informasi pada saat ini terus berkembang pesat. Salah satunya pada bidang robotika. MTs Unggulan Darul Mujtaba memiliki ektrakurikuler robotika, tetapi sudah berhenti dalam beberapa waktu karena kurangnya peralatan untuk ektrakuriler tersebut. Selain itu minimalisnya pendidik yang bisa memahami line tracer. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang robot Line Tracer dan mendemonstrasikan cara kerjanya. Pelatihan ini ditujukan pada para siswa MTs Unggulan Darul Mujtaba, kegiatan ini diselenggarakan satu hari saja (one-day activity). Metode pelaksanaan meliputi perencanaan, inti, dan evaluasi. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini para siswa mendapat pdapatngan baru pada bidang robotika. Kata Kunci: pelatihan; robotika; line tracer. AbstractThe development of technology and information is currently growing rapidly. One of them is in the field of robotics. MTs Unggulan Darul Mujtaba has a robotics extracurricular, but it has stopped for some time due to the lack of equipment for the extracurricular. In addition, the minimalist educators who can understand line tracer. This training was held to provide basic knowledge about the Line Tracer robot and demonstrate how it works. This training is aimed at MTs Unggulan Darul Mujtaba students, this activity is held for one day only (one-day activity). Implementation methods include planning, core, and evaluation. It is hoped that with this training students will gain a new perspective on the field of robotics. Keywords: training; robotics; line tracer
Implementasi Kebijakan Penataan Reklame di Kota Malang (Studi terhadap Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Reklame)
Latar belakang penelitian ini adalah maraknya iklan produk dalam bentuk reklame yang menunjukkan baiknya perkembangan ekonomi suatu wilayah sekaligus sebagai Pendapatan Asli Daerah, namun yang menjadi masalah adalah pemasangan reklame tersebut sudahkah melalui mekanisme perizinan karena sering terjadi pemasangan yang asal-asalan. Sehingga berdasarkan hal tersebut diperlukan instansi yang bertanggung jawab memberikan izin pemasangan reklame, serta mengawasi dan melakukan penertiban reklame dalam hal ini adalah Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Malang.
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah implementasi kebijakan penataan reklame di Kota Malang berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Reklame; Bagaimanakah faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan kebijakan penataan reklame di Kota Malang. Tujuan Penelitian ini: Mendeskripsikan dan menanalisis implementasi kebijakan penataan reklame di Kota Malang berdasarkan Peraturan Daerah Kota Malang No 4 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Reklame; Mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan kebijakan penataan reklame di Kota Malang.
Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman.
Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penataan reklame meliputi perijinan pemasangan reklame, pengawasan dan penertiban reklame. Instansi yang bertanggung jawab terhadap perijinan pemasangan reklame di Kota Malang adalah Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, instansi yang bertanggung jawab terhadap penerimaan pajak reklame di Kota Malang adalah Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang, sedangkan instansi yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan penertiban reklame di Kota Malang adalah Satuan Polisi Pamong Praja Kota Malang. Penertiban pelanggaran reklame oleh Satpol PP Kota Malang dilakukan dengan memberikan teguran sampai pada pembongkaran reklame.
Terdapat faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan kebijakan penataan reklame di Kota Malang. a) Faktor pendorong: 1). Adanya komitmen yang tinggi dari petugas BP2T Kota Malang. 2) Adanya standar operasional prosedur berupa sistem kerja yang terstruktur. 3) Adanya data dan informasi mengenai pelanggaran reklame. 4) Ketersediaan anggaran operasional. b) Faktor penghambat: 1) Kurangnya kesadaran penyelenggara reklame untuk mengurus perizinan pemasangan reklamenya. 2) Kurangnya jumlah petugas Satpol PP Kota Malang. 3) Kurangnya peralatan penunjang bagi Satpol PP Kota Malang
Sinergi Peran Pemerintah Desa dan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
This study aimed to describe the tourism village development program, the synergy of the village government and the community's role in the development of tourist villages, as well as improving community welfare through the development of tourist villages in Semen Village, Blitar Regency. This study used a qualitative approach with the type of descriptive research—sources of data in the form of primary data and secondary data. Data were collected by using observation, interview and documentation techniques. Data were analyzed using an interactive model from Miles and Huberman. The study results showed that the tourism village development program included physical development in the form of facilities and infrastructure and non-physical development in the form of community empowerment. The synergy of the village government influences the success of developing a tourist village through potential exploration and the community as coordinator, facilitator, implementer, and accelerator. Furthermore, developing tourist villages could improve community welfare, including income, clean settlements, education levels, and the fulfilment of health facilities
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN E-PROCUREMENT DALAM PENGADAAN BARANG DAN JASA
This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of E-procurement in the procurement of goods and services in the city government of Malang, and analyze the obstacles in its implementation. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques are done by documentation observation and interview. Data analysis uses an interactive model. The results of the study showed that in general the implementation of e-procurement in the procurement of goods and services in the City Government of Malang effectively as evidenced by the implementation of a transparent and accountable tender so that it was possible for each company to take part in the tender. The obstacles in implementing e-procurement are the existence of dual positions, unsatisfactory human resources and unsupportive infrastructure
Implementasi Inovasi Layanan Digital Sabdopalon (Sistem Administrasi Berita Data Deso dan Pelayanan Online) di Kabupaten Jombang
E-government menjadi salah satu upaya untuk menciptakan manajemen pemerintahan yang baik (good governance) termasuk diciptakannya sebuah inovasi layanan digital yaitu Sabdopalon di Kabupaten Jombang guna meningkatkan kualitas pelayanan di desa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui implementasi inovasi layanan digital desa Sabdopalon dalam mewujudkan e-government serta hambatan dalam penerapannya. Untuk mengetahuinya digunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif dan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan elemen keberhasilan e-government menurut Harvard JFK School of Government, yaitu Support, Capacity, dan Value. Hasil penelitian menunjukkan implementasi e-government melalui inovasi layanan digital Sabdopalon belum terlaksana dengan baik. Meskipun sudah terdapat jaminan secara hukum oleh pemerintah setempat, namun dari segi infrastruktur belum cukup mendukung dan sosialisasi yang kurang menyeluruh. Kaitannya dengan kapasitas sumber daya manusia masih belum optimal, namun untuk anggaran sudah mencukupi. Dari segi nilai sudah baik, adanya Sabdopalon memudahkan masyarakat mendapatkan layanan khususnya persuratan administrasi desa. Adapun hambatan yang ditemui diantaranya kurangnya SDM yang paham IT dengan baik, banyak masyarakat belum mengetahui adanya layanan Sabdopalon, dan belum meratanya jaringan internet Berdasarkan hal tersebut, pemerintah desa setempat perlu mengoptimalkan penerapan layanan Sabdopalon melalui sosialisasi menyeluruh dan penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemerataan jaringan internet agar manfaat layanan Sabdopalon bisa dirasakan masyarakat secara meluas
Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Prestasi Akademik terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Kewarganegaraan
This study aimed to determine the effect of motivation achievement and academic achievement on citizenship problem-solving. This study used a quantitative approach to the type of correlational research. The research population was 704 students of State University of Malang, namely students which were taking Civics Education courses in the even semester of the academic year 2018/2019. The sample consisted of 70 students that were chosen by a purposive random sampling technique. Data collection was done by questionnaire, documentation, and essay test. Questionnaires were used to measure achievement motivation, documentation was used to obtain academic achievement data, and essay tests to measure problem-solving abilities. Data analysis used multiple regression with the SPSS application. The results of the study indicated that achievement motivation influenced the ability to solve citizenship problems. Academic achievement affected the ability to solve citizenship problems. Simultaneously, achievement motivation and academic achievement together affected the ability to solve citizenship problems
PERILAKU NASIONALISME MASYARAKAT DI ERA KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI PADA MASYARAKAT SAMIN DI KABUPATEN BOJONEGORO
kajian ini membahas permasalahan tentang penerapan nilai Nasionalisme di era kemajuan teknolofgi dan informasi pada masyarakat Samin di Dusun Jepang Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojnegoro sebagai wujud manifestasi dari ajaran Saminisme yang masyarakat Samin ikuti dan mereka warisi dari leluhurnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan melakukan deskripsi dengan kenyataan dilapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan tiga bentuk nilai Nasionalisme yang ada dalam ajaran Saminisme yaitu nilai kesatuan, nilai solidaritas dan nilai kemandirian. Pendapat masyarakat Samin mengenai keberadaan teknologi dan informasi yaitu hadirnya teknologi dan informasi dapat memudahkan pekerjaan mereka sehari-hari sehingga mereka dapat menerima masuknya teknologi. Penerapan nilai Nasionalisme di era kemajuan teknologi dan informasi pada masyarakat Samin diwujudkan dalam berbagai perilaku yaitu menjaga ketertiban dengan mematuhi aturan yang berlaku, menghormati dan tidak membeda-bedakan sesama, gotong royong dan saling tolong menolong, mencintai produk sendiri dan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.
Kata Kunci: Samin; Nasionalisme; Teknolog
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAHAN DESA SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GOOD VILLAGE GOVERNANCE
Kegiatan pendampingan dala artikel ini bertujuan untuk membantu dalam pembentukan standar pelayanan publik pemerintahan desa di kecamatan sumberpucung kabupaten Malang. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan dengan beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Terdapat permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Desa Kecamatan Sumberpucung antara lain Belum tersusun dan terbentuknya standar pelayanan publik publik di Pemerintahan; Desa-desa di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang dan masyarakat belum memahami mekanisme penyusunan dan pembentukan standar pelayanan publik; Rendahnya kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di Pemerintahan Desa Kecamatan Sumbepucung Kabupaten Malang. Dari permasalahan yang ada maka ditindaklanjuti dengan pelaksanaan workshop pembuatan standar pelayanan publik dan pendampingan pelaksanaan pelayanan publik di setiap desa di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Hasil dari pelaksanaan tersebut menjadikan Peserta workshop dapat membuat peraturan Standar Pelayanan Publik yang sesuai dengan kaidahnya dan mulai mempraktekkan di Pemerintahan Desa masing-masing
Peran Pemuda dalam Upaya Pencegahan Korupsi dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah
ABSTRACTThis article discusses about the role of youth in preventing corruption and positive impac to the regional resilience. The research was conducted at Young Anti-Corruption Task Force Yogyakarta, Institution Hikmah and Public Policy, Regional Leadership of Muhammadiyah Yogyakarta. The aims of this research are (1) to know the role of youth in preventing corruption, (2) to know the youth’s role in strengtheningt regional resilience, especially in the City of Yogyakarta. The results show that the Young Anti-Corruption Task Force has playing important role in preventing corruption in the City of Yogyakarta. The role were performed through three activities, namely (1) the anti-corruption education, (2) dissemination of anti-corruption, (3) oversee to government. However, this role was not easily done because there were several obstacles encountered, there were: (1) effort this members still could not be optimal, (2) the lack of understanding problem of corruption by members. Some efforts had been made to overcome the obstacles. The role of youth in corruption prevention efforts had positive impact for the regional resilience in the City of Yogyakarta with criteria included aspects of ideology, politic and law, economy, social and cultural, and security.ABSTRAKTulisan ini membahas tentang peran pemuda dalam upaya pencegahan korupsi dan dampak positifnya terhadap ketahanan wilayah. Secara spesifik permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah peran pemuda dalam upaya pencegahan korupsi dan dampak positif peran pemuda terhadap ketahanan wilayah Kota Yogyakarta. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada Satgas Muda Anti Korupsi Kota Yogyakarta, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Tujuan tulisan ini ini adalah untuk (1), mengetahui peran pemuda dalam pencegahan korupsi, (2), mengetahui implikasi peran pemuda terhadap ketahanan wilayah Kota Yogyakarta. Argumen yang dikembangkan dalam tulisan ini adalah bahwa Satgas Muda Anti Korupsi telah berperan cukup penting dalam upaya pencegahan korupsidi Kota Yogyakarta. Peran tersebut dilakukan melalui 3 (tiga) kegiatan yaitu (1) pendidikan anti korupsi, (2) sosialisasi anti korupsi, (3), pengawasan kepada pemerintah. Kendati demikian, dalam menjalankan peran tersebut terdapat beberapa kendala yaitu (1), usaha yang dilakukan oleh anggota masih belum optimal, (2) kurangnya pemahaman terhadap permasalahan korupsi oleh anggota. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan. Peran pemuda dalam upaya pencegahan korupsi ini berdampak positif terhadap ketahanan wilayah Kota Yogyakarta terutama jika dilihat dari aspek ideologi, aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial budaya, dan aspek pertahanan dan keamanan..</jats:p
Peran Pemuda dalam Pelestarian Wayang Suket Sebagai Aktualisasi Nilai Moral Pancasila
This study aims to reveal the role of youth in the preservation of wayang suket in the Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) and see the actualization of the Pancasila moral values in the traditional Suket puppet play. This study was conducted on a group of young people who are members of the Gubuk Baca Lentera Negeri in Sukolilo Village, Jabung District, Malang Regency. This study uses a qualitative method, the subject of the study is the Gubuk Baca Lentera Negeri and the object of study is the role of youth in the preservation of wayang suket as the actualization of the Pancasila moral values. Data collection methods in this study use interviews, observations, field notes, literature, internet, and documentation. The results of this study have illustrated that the Gubuk Baca Lentera Negeri has preserved wayang suket and in the process of making and story of wayang suket, there is a moral value of Pancasila
