14 research outputs found
Prototipe Sistem Kendali dan Pemantauan Alat Listrik Rumah Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Aplikasi Blynk
Perkembangan teknologi yang sangat pesat beberapa tahun belakangan ini menimbulkan banyak sekali penemuan penemuan yang baru terutama dalam bidang IoT (Internet of Things), IoT Merupakan inovasi terbaru yang dimana semua benda dan perabotan rumah dapat digunakan secara optimal dan diatur melalui smartphone, pada penelitian kali ini peneliti menggunakan modul NodeMCU ESP8266 sebagai mikrokontroler dan juga Blynk sebagai aplikasi atau alat monitoring. Sistem ini terdiri dari pengendali lampu dan juga pengukur tegangan. Terdapat satu sensor pada penelitian kali ini yaitu ZMPT101B yang berfungsi sebagai sensor yang mengukur tegangan. Selain itu dalam penelitian kali ini menggunakan relay sebagai penghubung lampu dengan sistem. Dari hasil penelitian lampu dapat dinyalakan hingga sejauh 10 meter dan dari hasil pengukuran sensor tegangan dihasilkan tegangan sebesar 229-230 V
IMPLEMENTASI VISION TECHNOLOGY PADA WEB-BASED TOURISM ATTRACTIONS PACKAGES AND MARKETING DI DESA LAKSANA, JAWA BARAT
Abstrak: Desa Laksana mempunyai banyak potensi, tetapi optimalisasi dan pelaksanaan dari tujuan penetapan sebagai destinasi Desa Wisata masih mengalami banyak hambatan dari sisi bagaimana pengelolaan dan konsep dari desa wisata yang ingin dilaksanakan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membantu Desa laksana dalam mempromosikan potensi wisata serta mengoptimalkan wisata alam yang ada menggunakan solusi teknologi. Metode yang digunakan adalah pendampingan pembuatan blue print paket wisata melalui pembuatan website dan pembuatan konsep wisata budaya dengan menggunakan Animasi Proyektor dan Laser Uap sebagai nilai tambah desa wisata. Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah paket wisata Desa Kamojang dengan konsep pertunjukan geothermal berbasi teknologi dengan tetap menonjolkan seni dan budaya masyarakat sekitar. Sebanyak 99% masyarakat yang disurvei sangat antusias dengan kegiatan yang terlaksana, dan berharap agar program ini memberikan inovasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar.Abstract: Laksana Village has a lot of potential, but the optimization and implementation of the goal of setting as a tourist village destination still has many obstacles in terms of how the management and concept of the tourist village to be implemented. The purpose of this community service activity is to help implement villages in promoting tourism potential and optimizing existing natural tourism using technological solutions. The method that used is assistance in making blue prints of tour packages through website creation and making cultural tourism concepts using Projector Animation and Steam Lasers as added value for tourist villages. The result of this activity is a Kamojang Village tour package with the concept of technology-based geothermal performances while still highlighting the arts and culture of the surrounding community. As many as 95% of the people surveyed are very enthusiastic about the activities implemented, and hope that this program provides continuous innovation to improve the economy of the surrounding residents.
Perancangan Awal Water Ionizer dengan dilengkapi Sistem Pendeteksi Klorin untuk Produksi Antiseptik
Asam hipoklorit dapat menjadi antiseptik alternatif menggantikan alkohol dan natrium hipoklorit dikala pandemi karena asam hipoklorit tidak beracun, tidak korosif, dan efektif dalam membunuh mikroorganisme. Pembuatan asam hipoklorit dapat dibuat dengan mencampurkan klorin(Cl) murni ke dalam air(H2O), tetapi mengingat klorin murni merupakan zat beracun, maka pembuatannya diperlukan seorang profesional karena faktor keamanan. Oleh karenanya, diperlukan alat khusus yang bisa memproduksi asam hipoklorit dengan lebih aman sehingga orang-orang secara umum dapat membuatnya sendiri.Upaya perancangan alat untuk memproduksi antiseptik berupa asam hipoklorit sebelumnya sudah dilakukan, tetapi cara pendeteksian kadar klorin masih menggunakan cara manual dengan menggunakan uji laboratorium yang menyebabkan pembuatan antiseptik menjadi tidak praktis. Beberapa penelitian bahkan tidak melakukan uji klorin pada antiseptik yang dihasilkan padahal kandungan klorin yang direkomendasikan adalah 50 ppm. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang alat yang disebut Water Ionizer beserta sistem pendeteksi klorin untuk produksi antiseptik berupa asam hipoklorit dengan kandungan klorin 50 ppm. Pengujian alat dilakukan dalam dua kondisi. Kondisi pertama, waktu alat dikalibrasi dimana waktu elektrolisis adalah 132 detik. Elektrolisis dilakukan dengan arus 4 A dan massa garam 15 g pada air 500 ml. Dari hasil pengujian, alat dapat memproduksi antiseptik 50 ppm dengan akurasi 94,73% dan presisi 99,62%. Kondisi kedua, waktu alat tidak dikalibrasi dimana alat hanya mengandalkan feedback dengan waktu elektrolisis diatur secara acak. alat dapat memproduksi antiseptik 50 ppm dengan akurasi 80,23% dan presisi 99,556%.Keyword: water ionizer, asam hipoklorit, elektrolisis, antisepti
Prototipe Sistem Penyiram Tanaman Otomatis dengan Sensor Soil Moisture Dan Sensor DHT11
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami perubahan yang begitu pesat diberbagai bidang, begitupun dengan bidang pertanian. Setiap peralatan dalam bidang pertanian pun juga mengalami berbagai perkembangan yang begitu signifikan. Peralatan-peralatan tersebut didorong untuk dapat bekerja secara otomatis. Salah satu peralatan yang dikembangkan secara otomatis adalah alat penyiraman. Prototipe sistem penyiram tanaman otomatis ini menggunakan sensor soil moisture sebagai pembaca kelembaban tanah pada suatu tanaman. Ketika sensor soil moisture ini membaca nilai kelembaban tanah di bawah 500 maka secara otomatis keran air akan hidup dan tanaman tersebut akan tersiram secara otomatis. Ketika pembacaan sensor tersebut berada di atas 500 maka secara otomatis keran air akan mati. Prototipe ini juga dapar dimonitoring suhu dan kelembaban udara tanaman dengan Sensor DHT11 yang akan terlihat pada layar LCD. Dengan adanya penelitian ini, setidaknya dapat membantu para pemilik tanaman untuk meringankan pekerjaannya dan mendapatkan hasil yang memuaskan
Alat Ukur Indeks Massa Tubuh Portable berbasis Antropometri Telapak Kaki
ABSTRAKIndeks massa tubuh (IMT) merupakan sebuah nilai untuk menentukan proporsionalitas postur tubuh. Dengan indeks massa tubuh, seseorang dapat mengetahui kondisi tubuhnya tidak hanya mengenai proporsional posturnya, namun juga informasi mengenai resiko penyakit. Dalam menentukan IMT diperlukan data berat badan dan tinggi badan, sehingga dalam pengukurannya perlu dua alat ukur yang menyebabkan pengukuran ini menjadi kurang praktis. Pada penelitian ini diusulkan sebuah timbangan IMT portabel, dimana data tinggi badan diturunkan dari data panjang telapak kaki. Dalam pengukuran panjang telapak kaki, sensor jarak dilengkapi dengan sensor suhu sebagai parameter untuk memudahkan kalibrasi. Dari penelitian ini dihasilkan suatu alat ukur IMT dengan dimensi 500mmx200mmx60mm dengan akurasi sebesar 86,7%. Terdapat pengaruh lain selain panjang telapak kaki untuk mendapatkan prediksi tinggi badan yang lebih akurat, seperti lebar telapak kaki dan panjang kaki. Kata kunci: IMT, obesitas, antropometri telapak kaki, sensor jarak, sensor suhu ABSTRACTBody mass index (BMI) is a value to determine the proportionality of body posture. People can find out the condition of his body not only about his proportional posture but also the information about the risk of disease in determining BMI, weight, and height. Conventionally, the BMI can be measured by using two measuring tools, so it becomes less practical. A portable BMI scale is proposed in this study, where height data is derived from foot length data. In the process of measuring the foot length, the proximity sensor is equipped with a temperature sensor as a parameter to facilitate calibration This research resulted in a BMI measuring instrument with dimensions of 500mmx200mmx60mm with an accuracy of 86.7%. Besides foot length, there are other influences to get a more accurate prediction of height, such as foot width and foot length.Keywords: BMI, obesity, foot length anthropometry, proximity sensor, temperature senso
Integrasi Modul Energi Surya untuk Membantu Sistem Kelistrikan di Pondok Pesantren Darul Bayan Kecamatan Jatinangor Kabupaten Bandung
Pesantren Darul Bayan di bawah naungan pembinaan Yayasan Darul Bayan Pembangun Peradaban terletak daerah di Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa-Barat. Luas tanah yang dimiliki pesantren Darul Bayan sekitar 3000 (tiga ribu) meterpersegi, Di samping kegiatan kepesantrenan, Yayasan Darul Bayan Pembangun Peradaban membuat sekolah non formal (madrasah alquran) yaitu mulai dari tingkat SD sampai SMA, Jumlah santri kurang lebih ada 250 orang putra-putri, dua keluarga yang menetap, dan 20 orang guru. Pemenuhan energi listrik untuk kebutuhan sehari-hari di pesantren ini bersumber dari PLN dengan total daya sebesar 4400 VA. Biaya bulanan untuk penggunaan listrik rata-rata mencapai Rp 1.500.000 (satu setengah juta rupiah) tiap bulan. Biaya sebesar itu tentu sangat memberatkan, sebab tidak semua santri berkecukupan untuk membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sebagai sumber biaya operasional bulanan. Oleh karena itu perlu ada upaya untuk meringankan biaya yang ditanggung pesantren. Masalah lain adalah keandalan listrik atau gangguan terputusnya saluran dan drop tegangan, serta sistem penerangan gerbang depan serta penerangan bilik di pesantren belum memadai. Untuk membantu meringankan biaya bulanan dan meningkatkan keandalan kelistrikan, maka dipasang Pembangkit Lisrik Tenaga Surya (PLTS). Sistem tersebut meliputi panel sel surya (gabungan beberapa modul sel surya), baterai, inverter, monitoring-kontroler, saklar, stop kontak, sensor photocell, dan pelengkap lainnya. Panel sel surya akan mengalirkan energi menuju baterai pada siang hari, pada malam hari lampu dapat dinyalakan secara otomatis maupun manual. Power House atau Pusat Daya PLTS akan dipasang di bangunan utama pondok pesantren, sehingga pemantauan PLTS akan lebih mudah.Pesantren Darul Bayan di bawah naungan pembinaan Yayasan Darul Bayan Pembangun Peradaban terletak daerah di Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa-Barat. Luas tanah yang dimiliki pesantren Darul Bayan sekitar 3000 (tiga ribu) meterpersegi, Di samping kegiatan kepesantrenan, Yayasan Darul Bayan Pembangun Peradaban membuat sekolah non formal (madrasah alquran) yaitu mulai dari tingkat SD sampai SMA, Jumlah santri kurang lebih ada 250 orang putra-putri, dua keluarga yang menetap, dan 20 orang guru. Pemenuhan energi listrik untuk kebutuhan sehari-hari di pesantren ini bersumber dari PLN dengan total daya sebesar 4400 VA. Biaya bulanan untuk penggunaan listrik rata-rata mencapai Rp 1.500.000 (satu setengah juta rupiah) tiap bulan. Biaya sebesar itu tentu sangat memberatkan, sebab tidak semua santri berkecukupan untuk membayar sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sebagai sumber biaya operasional bulanan. Oleh karena itu perlu ada upaya untuk meringankan biaya yang ditanggung pesantren. Masalah lain adalah keandalan listrik atau gangguan terputusnya saluran dan drop tegangan, serta sistem penerangan gerbang depan serta penerangan bilik di pesantren belum memadai. Untuk membantu meringankan biaya bulanan dan meningkatkan keandalan kelistrikan, maka dipasang Pembangkit Lisrik Tenaga Surya (PLTS). Sistem tersebut meliputi panel sel surya (gabungan beberapa modul sel surya), baterai, inverter, monitoring-kontroler, saklar, stop kontak, sensor photocell, dan pelengkap lainnya. Panel sel surya akan mengalirkan energi menuju baterai pada siang hari, pada malam hari lampu dapat dinyalakan secara otomatis maupun manual. Power House atau Pusat Daya PLTS akan dipasang di bangunan utama pondok pesantren, sehingga pemantauan PLTS akan lebih mudah
Control of Nonlinear System with State-Constraints using Barrier Lyapunov Function and Backstepping Method
Pemanfaatan marketplace tokopedia untuk pengembangan usaha dalam meningkatkan perekonomian di tengah dampak pandemi covid-19
Dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakat Indonesia sangat luar biasa. Kebijakan pemerintah dalam membatasi kegiatan masyarakat mengakibatkan sektor ekonomi usaha mikro menjadi sektor paling terpuruk karena berkurangnya transaksi jual beli. Akibatnya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami penurunan besar pada kegiatan ekonomi. Platform digital merupakan solusi dan cara dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha. Di Indonesia sudah banyak pilihan marketplace yang dapat digunakan untuk meningkatkan usaha. Berbagai produk dapat dipasarkan melalui marketplace. Selain itu, marketplace memiliki keuntungan dalam memasarkan produk karena memiliki jaringan yang sangat luas. Oleh karena itu, sosialisasi dan pelatihan memanfaatkan platform digital sangat diperlukan untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini. Masyarakat sasar anggota pemuda pengurus masjid Al-Fitroh memiliki latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Akhir (SMA) dan belum mendapatkan pekerjaan tetap membutuhkan keahlian usaha untuk menghadapi pandemi. Oleh karena itu, pelatihan usaha dengan memanfaatkan marketplace Tokopedia diperlukan untuk meningkatkan dan mempertahankan daya ekonomi di masa pandemi atau di luar masa pandemi. Hasil dari survei menunjukkan bahwa peserta mendapatkan manfaat dari pelatihan ini dan memiliki ketertarikan untuk membangun usaha atau mengembangkan usaha secara online. Sehingga, peserta dapat beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 ini yang tidak bisa berjualan secara normal. Selain itu, pelatihan ini memiliki potensi untuk menghasilkan pengusaha baru
Wheeled Robot Drive Design with Rocker-Bogie System for Searching for Earthquake Victims
Potensi bencana yang cukup tinggi di Indonesia membuat pemerintah selalu mendukung segala program untuk menanggulangi bencana tersebut. Salah satau kendala yang dihadapi dalam mitigasi bencana adalah mengevakuasi korban sedini mungkin, agar tidak muncul korban berikutnya. Susahnya medan membuat petugas tidak mudah menemukan korban yang tertimpa puing bangunan dan sejenisnya. Sehingga diperlukan robot yang mampu membantu petugas dalam menemukan korban yang tertimpa oleh puing-puing bangunan. Batasan robot yang harus direalisasikan adalah robot harus mampu melewati segala medan dengan standar komunikasi yang memungkinkan untuk diterapkan pada daerah bencana. Dalam paper ini dibahas bagaimana merancang mekanisme robot beroda dengan mekanisme kaki-kaki rocker-bogie yang mampu melewati segala medan. Mekanisme rocker bogie lebih unggul dibanding dengan sistem rantai, terlebih pada medan yang berupa tangga dengan kemiringan diatas 300. Metode dynamic window approach juga diimplementasikan untuk memudahkan robot menuju ke titik tujuan atau titik awal secara mandiri. Dari beberapa pengujian didapatkan hasil robot mampu melewati objek berupa gundukan pasir dengan ketinggian hinggan 40 cm dengan kemiringan diatas 300. Sedangkan jangauan yang mampu dilewati mampu mencapa 7 meter dengan kemiringan kurang dari 100. Dari pengujian juga didapatkan hasil dari 8 jenis peletakan obstacle yang berbeda, robot berhasil kembali ke titik awal dengan eror rata-rata sebesar 1.0513
PROGRAM SOSIALISASI DAN PRAKTIK TIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN LITERASI DIGITAL DAN ETIKA PENGGUNAAN TEKNOLOGI
Abstrak: Program sosialisasi dan pendampingan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di MTs Taufiqush Shadiqin bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis (hardskill) siswa dalam pengoperasian perangkat TIK sekaligus membangun kesadaran etika digital (softskill) guna mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak.mengatasi keterbatasan pembelajaran praktik di sekolah akibat kurangnya perangkat pendukung. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, pendampingan praktikum, dan edukasi etika digital dengan melibatkan 35 siswa sebagai mitra utama. Metode yang digunakan meliputi sesi teori, praktik langsung pengoperasian sistem komputer, dan diskusi interaktif tentang penggunaan teknologi secara positif. Evaluasi dilakukan melalui survei tingkat kepuasan peserta menggunakan formulir penilaian online yang terdiri dari 6 kelompok pertanyaan yakni urgensi dari topik yang diusulkan, kesesuaian dengan kebutuhan, tatacara penyampaian materi, evaluasi kelancaran keseluruhan acara, manfaat yang dirasakan setelah kegiatan serta apakah mengingkan untuk diadakan acara tersebut kembali pada waktu yang akan datang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 82,9% siswa menyatakan lebih sadar akan pentingnya penggunaan teknologi yang bijak, 74,3% merasa termotivasi untuk memanfaatkan teknologi secara produktif, dan 77,1% mengalami perubahan positif dalam memanfaatkan teknologi. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap sistem komputer dan kesadaran etika digital, memberikan dampak positif terhadap soft skill dan keterampilan teknis mereka dengan indikasi 100% peserta berhasil mengerjakan post test dengan nilai diatas 85.Abstract: The socialization and mentoring program for Information and Communication Technology (ICT) learning at MTs Taufiqush Shadiqin aims to to improve students’ technical skills (hard skills) in operating ICT devices while also fostering digital ethics awareness (soft skills) to encourage responsible and wise use of technology.address limited practical learning in schools due to a lack of supporting devices. The activities included socialization, practical workshops, and digital ethics education, engaging 35 students as primary partners. The methods involved theoretical sessions, hands-on computer system operations, and interactive discussions on positive technology use. The evaluation was conducted through a participant satisfaction survey using an online assessment form consisting of six questions group, namely the urgency of the proposed topic, its relevance to participants’ needs, the method of material delivery, an evaluation of the overall event implementation, the perceived benefits after the activity, and whether participants wish for similar activities to be held again in the future.Evaluation was conducted through participant satisfaction surveys using online assessment forms. The results showed significant improvements, with 82.9% of students reporting increased awareness of responsible technology use, 74.3% feeling motivated to utilize technology productively, and 77.1% experiencing positive changes in digital habits. This program successfully enhanced students’ understanding of computer systems and their awareness of digital ethics, providing positive impacts on their soft skills and technical skills, as indicated by 100% of participants achieving post-test scores above 85This program effectively enhanced students' understanding of computer systems and awareness of digital ethics, providing positive impacts on their soft skills and technical competencies.
