2 research outputs found

    PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 7 MALANG

    No full text
    RINGKASAN Siswa kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang diketahui memiliki beberapa permasalahan di kelas. Permasalahan kelas ini diketahui setelah melakukan kegiatan KPL pada kelas tersebut selama 8 pertemuan. Berdasarkan pertemuan yang dilakukan diketahui permasalahan yang ada ialah: (1) antusiasme siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran masih kurang yang dinilai berdasarkan indikator berpikir kritis; (2) indikator-indikator kemampuan berpikir kritis masih kurang diterapkan serta jarang untuk dilatih; (3) Pembelajaran kerapkali hanya menggunakan metode ceramah sehingga membuat siswa mudah bosan. Ketiga permasalahan tersebut mempengaruhi faktor-faktor kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan adanya penerapan model GI serta untuk mengetahui seberapa besar media video membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang dengan jumlah siswa 36 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa: 1) lembar observasi, 2) catatan lapangan, 3) soal tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data menggunakan pendekatan PAP (Pedoman Acuan Patokan) dan data yang diolah merupakan hasil dari tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model GI berbantuan media video dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 7 Malang. Peningkatan kemampuan berpikir kritis tersebut dapat diketahui dari hasil pelaksanaan tes kemampuan berpikir kritis siswa siklus I dan II. Rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 68,18 dan 75,29 pada siklus II. Persentasi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 17,11%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan siswa. Peningkatan terjadi karena penerapan model GI dengan berbantuan media video. Media video mampu memberikan motivasi siswa dalam pembelajaran. Jadi, penerapan model GI berbantuan media video mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan keaktifan siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 7 Malang

    Analisis Pemberdayaan Perempuan Berbasis Lingkungan Akibat Dampak Kelangkaan Sumber Daya Di Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi

    No full text
    Kekayaan sumber daya alam di Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi sangat melimpah. Namun, terdapat kelangkaan sumber daya alam yang disebabkan oleh faktor struktural dan pasokan. Kelangkaan sumber daya yang terjadi semakin menimbulkan ketidaksetaraan akses di masyarakat, terutama perempuan. Ketidaksetaraan akses yang dialami perempuan dikarenakan sosio-struktural masyarakat dan juga patriarkisme. Kelangkaan sumber daya yang terjadi menimbulkan adanya konflik sosial vertikal dan horizontal. Konflik yang terjadi semakin menempatkan perempuan pada kondisi yang tidak menguntungkan. Akses terhadap sumber daya semakin sulit, karena terdiskriminasi akibat masyarakat yang patriarkisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kelangkaan sumber daya alam terhadap aktivitas, aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek lingkungan berperspektif gender. Objek penelitian ini adalah masyarakat Desa Sumberagung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ekologi Politik yang dikembangkan oleh Herdiansyah (2018), yang mengatakan ekologi politik lahir sebagai pendekatan yang melihat masalah lingkungan sebagai masalah struktural dan material dengantujuan mengekspos kepentingan dalam pengelolaan sumber daya alam serta memadukannya dengan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan Process Tracing Analysis (PTA). Teknik analisis dilakukan dengan 2 tahap, yaitu: tahap pertama menggunakan Harvard Analytical Framework & Gender Analysis Matrix; dan tahap kedua menggunakan Process Tracing Analysis. Hasil penelitian menunjukkan kelangkaan sumber berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi dan peningkatan aktivitas bagi kedua gender. Namun, kelangkaan yang terjadi berdampak lebih besar terhadap perempuan, seperti adanya beban ganda. Dampak kelangkaan sumber daya dan masyarakat yang patriarkis semakin mendiskriminasi perempuan dalam hal akses terhadap sumber daya, termasuk pekerjaan. Melalui program CSR, PT BSI memberikan pelatihan olahan buah naga kepada perempuan. Program serupa juga di inisiasi oleh pemerintah desa bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Pelatihan yang diberikan berupa pengolahan hasil tangkapan ikan. Upaya pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan sangat penting bagi perempuan, dan sangat dimiinati. Oleh karena itu,stakeholder perlu meningkatkan program pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga dapat bermanfaat bagi perempuan
    corecore