3 research outputs found
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SD NEGERI 024 SAMARINDA UTARA TAHUN 2022
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menggunakan permainan tradisional engklek sebagai media pembelajaran matematika pada siswa/i kelas III C SDN 024 Samarinda Utara tahun pembelajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan 3 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 3 pertemuan. Tiap siklus meliputi : kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. pembelajaran yang menggunakan permainan tradisional engklek dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 024 Samarinda Utara tahun pembelajaran 2022/2023, pada pelajaran matematika materi tentang penjumlahan dan pengurangan. Penerapan permainan tradisional engklek dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap siklus, dengan persentase ketuntasan siswa yang mendapat nilai diatas KKM 75 yaitu siklus I 63,3% dan siklus II 83,3%. Penerapan permainan tradisional engklek sangat cocok diterapkan pada pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan. Hasil belajar siswa meningkat dari hasil sebelumnya. Karena di permainan ini siswa melakukan kerja sama dengan siswa – siswa lainnya dan guru sebagai fasilitator untuk menjelaskan yang belum dipahami
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Pada Siswa Kelas II di SDN 005 Samarinda Ulu
Siswa dengan kesulitan belajar matematika kerap kali beranggapan bahwa pembelajaran matematika tidaklah mudah. Kesulitan belajar yang sering dialami oleh siswa kelas II SD yaitu kebingungan saat mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan operasi hitung penjumlahan dan penguran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kesulitan belajar matematika yang dialami siswa dan faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar tersebut serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar matematika di kelas II Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif metode deskriptif. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IIA sebanyak 10 orang dan guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara secara langsung dengan subjek. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IIA yang berjumlah 10 siswa, 9 siswa diantaranya mengalami kesulitan belajar matematika dalam menyelesaikan soal operasi hitung penjumlahan dan pengurangan yang dinilai berdasarkan 3 aspek yaitu kesulitan belajar matematika, faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika, upaya pemecahan kesulitan belajar matematika
Budidaya Tanaman Sayur Organik Di SDN 007 Sungai Pinang
Budidaya tanaman merupakan usaha pembibitan suatu jenis tanaman dengan cara-cara tertentu. SDN 007 Sungai Pinang merupakan salah satu instansi pendidikan yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung program-program lingkungan hidup, kesehatan, dan pembelajaran praktis bagi peserta didiknya. Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mengajarkan nilai-nilai berkelanjutan, sekolah ini telah berpartisipasi aktif dalam kepedulian terhadap lingkungan. Dalam pengamatan langsung pada lingkungan sekolah, diidentifikasi bahwa potensi lahan yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal. Meskipun sekolah telah mengambil langkah-langkah menuju keberlanjutan, seperti pengelolaan sampah dan konservasi energi, namun kegiatan budidaya tanaman masih belum tergarap sepenuhnya. Dengan mempertimbangkan potensi lahan yang tersedia dan dukungan dari Kepala Sekolah proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pendidikan dan lingkungan di SDN 007 Sungai Pinang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan bertanam dengan teknik yaitu mencakup persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan di SDN 007 Sungai Pinang dan diikuti oleh beberapa peserta didik perwakilan dari setiap kelas sebanyak 20 peserta didik. Hasil evaluasi dari pelaksanaan kegiatan Budidaya Tanaman Sayur Organik di SDN 007 Sungai Pinang yaitu peserta didik mendapatkan ilmu dan pengalaman baru dari penyampaian materi oleh narasumber terkait teknik budidaya sayuran organik serta dapat melakukan praktik langsung dengan menanam sayuran organik di lahan greenhouse yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan atau lokasi budidaya tanaman organik dengan teknik media tanam polybag atau sejenisnya, sehingga dari kegiatan budidaya tanaman ini peserta didik dapat belajar menciptakan suasana yang asri dan menyenangkan, serta mengembangkan lahan hijau di lingkungan sekolah
