1,720,989 research outputs found
IMPLEMENTASI MIND MAPPING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BELAJAR FIQIH SISWA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS) ROUDLOTUL MUTAALIMIN KANIGORO BLITAR
Skripsi dengan judul “Implementasi Mind Mapping dalam
Meningkatkan Pemahaman Belajar Fiqih Siswa di MAS Roudlotul Mutaalimin
Kanigoro Blitar” ditulis oleh Fitrotul Hilmi, NIM 126201211025, Progam Studi
Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing: Muhammad Dwi
Toriyono, S.Pd.I., M.Pd
Kata Kunci: Mind Mapping, Pemahaman Belajar, Fiqih
Penelitian ini dilatar belakangi adanya berbagai masalah dalam proses
pembelajaran yang menyebabkan tujuan pembelajaran tercapai dengan kurang
maksimal, baik dari kualitas pendidik maupun keterbatasan sarana dan prasarana
pendukung. Mind mapping merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan semangat belajar siswa dalam proses pembelajaran, siwa
menjadi lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran, baik dengan guru maupun
dengan teman sekelompoknya, sehingga memudahkan mereka dalam mengingat dan
memahami materi yang disampaikan.
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan desain mind
mapping dalam meningkatkan pemahaman belajar fiqih siswa di MAS Roudlotul
Mutaalimin, (2) untuk mendeskripsikan konten mind mapping dalam meningkatkan
pemahaman belajar fiqih siswa di MAS Roudlotul Mutaalimin, (3) untuk
mendeskripsikan evaluasi mind mapping dalam meningkatkan pemahaman belajar
fiqih siswa di MAS Roudlotul Mutaalimin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan kepala
sekolah, guru Fiqih, dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan
penelitian ini adalah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau
verifikasi.
Hasil penelitian ini adalah (1) Guru telah menyusun rancangan pembelajaran
dengan menyesuaikan media, metode, dan teknik pembelajaranya. Selanjutnya, guru
menyampaikan kepada siswa gambaran materi yang akan dipelajari, kemudian
membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk membuat mind mapping secara
kolaboratif. (2) Konten mind mapping yang disusun secara menarik dan kolaboratif
dalam kelompok bertujuan untuk menciptakan pembelajaran lebih aktif dan kreatif,
sehingga peserta didik lebih mudah memahami terkait Fiqih Siyasah yaitu materi
peradilan dalam Islam. (3) Evaluasi penggunaan mind mapping menunjukkan bahwa
secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran
Fiqih. Meskipun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti keadaan kelas yang
di luar ruangan (outdoor) dan keterbatasan waktu kegiatan belajar mengajar Fiqih
PENGARUH GAME ONLINE MOBILE LEGENDS TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA KELAS V DI MI MANBA’UL ULUM BUNTARAN
Skripsi dengan judul “Pengaruh Game Online Mobile Legends Terhadap
Konsentrasi Belajar Siswa Kelas V Di MI Manba’ul Ulum Buntaran” ini ditulis oleh
Shinta Fatikasari, NIM. 126205211069, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid
Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Muhammad Dwi Toriyono, S.Pd.I.,
M.Pd.
Kata kunci:Game Online, Mobile Legends, Konsentrasi Belajar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan menurunnya konsentrasi
belajar siswa yang disebabkan oleh intensitas bermain game online Mobile Legends
yang tinggi. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya siswa yang mengalami kesulitan
dalam memusatkan perhatian saat kegiatan pembelajaran berlangsung, kurang
fokus saat menerima materi pelajaran, serta sering merasa kelelahan pada saat
kegiatan pembelajaran akibat bermain game hingga larut malam. Mobile Legends
sebagai salah satu game online yang sangat populer di kalangan anak-anak sekolah
dasar saat ini.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini yaitu (1)
untuk mengetahui pengaruh game online mobile legends terhadap konsentrasi
belajar siswa kelas V di MI Manba’ul Ulum Buntaran, (2) untuk mengetahui
seberapa besar pengaruh game online mobile legends terhadap konsentrasi belajar
siswa kelas V di MI Manba’ul Ulum Buntaran, (3) untuk mendeskripsikan dampak
dari pengaruh game online mobile legends terhadap konsentrasi belajar siswa kelas
V di MI Manba’ul Ulum Buntaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional, Penelitian ini menggunakan Sampel dari kelas VC,VD dan VE yang
terdiri dari 51 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel acak
(random sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa
angket atau kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik
(uji normalitas, uji heterokedastisitas dan uji linearitas) serta uji hipotesis (uji
regresi linear sederhana, uji t, dan uji koefisien determinasi (R2
).
Dari hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan
antara game online Mobile Legends terhadap konsentrasi belajar siswa . Hal ini
berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh nilai Sig.(0,000) < taraf signifikansi
(0,05),maka Ho ditolak dan Ha diterima, (2) Bahwa game online mobile legends
berpengaruh terhadap konsentrasi belajar sebesar 0,412 dalam satuan persen (%)
setara dengan 41,2%. Sisanya sebesar 58,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang
tidak diteliti, (3) Terdapat nilai signifikansi -4,131. Jika nilai yang diperoleh < 0,05
maka variabel X berpengaruh signifikan terhadap variable Y. Hal ini menunjukkan
bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa game online
mobile legends (X) berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap konsentrasi
belajar (Y). Artinya semakin tinggi frekuensi peserta didik bermain game online
mobile legends maka konsentrasi belajar semakin menurun
UPAYA GURU PAI DALAM MENGATASI PENYIMPANGAN PERILAKU SISWA DI MTS DARUSSALAM KADEMANGAN BLITAR
Skripsi dengan judul “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam
Mengatasi Penyimpangan Perilaku Siswa di Mts Darussalam Kademngan” ditulis
oleh Hilal Afifi, NIM. 126201211029, Program Studi Pendidikan Agama Islam,
Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri
Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Muhammad Dwi
Toriyono, S.Pd.I, M.Pd.
Kata Kunci: Peran, Guru Pendidikan Agama Islam, Penyimpangan Perilaku
Latar belakang penelitian ini berawal dari masalah yang sering terjadi dalam
dunia Pendidikan yang disebabkan olehh faktor keluarga, pergaulan, dan media
massa yang semakin canggih yaitu merebaknya penyimpangan perilaku yang
dilakukan siswa seperti membolos, berkata kasar, tidak mengerjakan tugas,
perundungan, perkelahian, pacaran, dan tidak mentaati segala peraturan yang ada
di sekolah. Maka dari itu perlu adanya peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam
mengatasi segala bentuk penyimpanga perilaku yang dilakukan siswa.
Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk memaparkan tindakan
preventif guru PAI dalam mengatasi penyimpangan perilaku siswa di Mts
Darussalam Kademangan (2) Untuk memaparkan tindakan represif guru PAI dalam
mengatasi penyimpangan perilaku siswa di Mts Darussalam Kademangan (3)
Untuk memaparkan tindakan kuratif guru PAI dalam mengatasi penyimpangan
perilaku siswa di Mts Darussalam Kademangan.
. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis kualitatif
deskriptif. Lokasi yang diteliti adalah Mts Darussalam Kademangan. Pengambilan
data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi,
perpanjangan pengamatan, dan meningkatkan ketekunan.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Tindakan preventif guru Pendidikan Agama
Islam dalam mengatasi penyimpangan perilaku siswa melalui penanaman nilai-nilai
Pendidikan Agama Islam, melakukan pembiasaan karakter religius, memberikan
keteladanan yang baik, dan menjalin komunikasi dengan orang tua siswa sebagai
bentuk pelaporan perkembangan dan tingkah laku siswa. (2) Tindakan represif guru
Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi penyimpangan perilaku siswa melalui
pemberian teguran dan nasihat, pemberian punishment mendidik ataupun
punishment fisik ringan, dan pemanggilan orang tua ke Madrasah. (3) Tindakan
kuratif guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi penyimpangan perilaku
siswa melalui pendekatan personal dalam rangka membimbing siswa, melakuakna
kerja sama denga pihak lain seperti guru lain dalam rangka peningkatan
pengawasan dan mengadakan sosialisasi mengenai kenakalan remaja, dan tindakan
terakhir adalah pengembalian kepada orang tua jika memang siswa sudah tidak bisa
dikendalikan lagi
PEMANFAATAN FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI DI MADRASAH ALIYAH SWASTA (MAS) ROUDLOTUL MUTAALIMIN KANIGORO BLITAR
Skripsi dengan judul “Pemanfaatan Film Animasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran SKI di MAS Roudlotul Mutaalimin Kanigoro Blitar” ditulis oleh Fatimatul Arifah, NIM 126201211020, Progam Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing: Muhammad Dwi Toriyono, S.Pd.I., M.Pd
Kata Kunci : Film Animasi, Minat Belajar, SKI
Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya minat belajar siswa. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat, dan minimnya motivasi, sehingga siswa mudah bosan dan tidak fokus. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran karena larangan membawa perangkat elektronik seperti HP dan laptop membuat pembelajaran lebih monoton dan kurang menarik. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman materi dan minat belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya inovatif dalam media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan dan minatbelajar siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Tujuan penelitian ini yaitu 1) Untuk mendeskripsikan desain film animasi dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran SKI di MA Roudlotul Mutaalimin Kanigoro, 2) Untuk mendeskripsikan konten film animasi dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran SKI di MA Roudlotul Mutaalimin Kanigoro, dan 3) Untuk mendeskripsikan evaluasi film animasi dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran SKI di MA Roudlotul Mutaalimin Kanigoro.
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif, dengan jenis studi kasus.
Pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Tahap-tahap analisis data penelitian melalui reduksi data, penyajian data dan
verifikasi data. Pengecekan keabsaha data melalui uji kepercayaan (Credibility), uji
keteralihan (Tranferability), uji kebergantungan (Dependenbility), dan uji kepastian
(Confirmability).
Hasil penelitian ini adalah 1) Desain film animasi yang menarik menggunakan warna yang cerah, karakter yang baik dan transisi yang halus antar meningkatkan minat belajar siswa. 2) Konten film animasi yang sesuai silabus dan menyajikan materi Wali Songo secara menarik dengan budaya Jawa yang mudah dipahami sehingga meningkatkan minat belajar siswa. 3) Evaluasi yang dilakukan guru setiap selesai pembelajaran dan didiskusikan secara berkala dalam forum MGMP menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat, pemahaman, dan partisipasi siswa. Selain itu, peningkatan nilai akademik dan mutu pembelajaran SKI juga terlihat secara nyata
PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MTS NEGERI 2 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pembiasaan Shalat Dhuha dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di MTs Negeri 2 Tulungagung” ditulis oleh Febberiyah Qotrun Nada, NIM 126201211021, Program studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Muhammad Dwi Toriyono, S.Pd.I., M.Pd
Kata Kunci: Pembiasaan, Shalat Dhuha, Kedisiplinan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena di lapangan yang menunjukkan bahwa upaya pembentukan karakter di MTs Negeri 2 Tulungagung tidak hanya dilakukan melalui penguatan materi ajar, tetapi juga melalui pembiasaan ibadah yang konsisten. Salah satu kegiatan yang menjadi rutinitas adalah pelaksanaan shalat dhuha. Kegiatan ini tidak hanya berfokus sebagai latihan spiritual, tetapi juga sebagai sarana melatih siswa untuk tertib, tepat waktu, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kewajiban. Dengan rutinitas tersebut, pembiasaan shalat dhuha turut memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa, baik dilingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana kesiapan pembiasaan shalat dhuha dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTs Negeri 2 Tulungagung? (2) Bagaimana proses pembiasaan shalat dhuha dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTs Negeri 2 Tulungagung? (3) Bagaimana dampak pembiasaan shalat dhuha dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTs Negeri 2 Tulungagung?
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data penelitian melalui kondensasi data, penyajian data dan verifikasi data. Pengecekan keabsaha data melalui uji kepercayaan (Credibility), uji keteralihan (Tranferability), uji kebergantungan (Dependenbility), dan uji kepastian (Confirmability).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dhuha mampu meningkatkan kedisiplinan, hal tersebut dikarenakan; (1) kesiapan pelaksanaan shalat dhuha di MTs Negeri 2 Tulungagung ditunjukkan melalui perencanaan matang yang melibatkan musyawarah guru, pembentukan seksi keagamaan, dan pembagian tugas pendamping siswa. Selain itu sarana pendukung seperti mushala dan absensi, disertai pelatihan ibadah bagi siswa kelas 7, serta keterlibatkan orang tua dalam pemantauan ibadah dirumah (2) pelaksanaan shalat dhuha dilakukan setiap hari senin hingga sabtu sebanyak 4 rokaat. Setelah melaksanakan shalat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan asmaul husna, surat yasin, dan al-waqi’ah, sesuai dengan jadwal. Khusus dihari jum’at, kegiatan dilanjutkan dengan membaca tahlil. Selain itu, pada hari sabtu dilaksanakan kegiatan mengaji kitab ta’lim al-Muta’allim. (3) dampak dari pembiasaan ini adalah peningkatkan kedisiplinan siswa dalam hal waktu, tanggung jawab, serta sikap tawadhu’ terhadap bapak ibu guru. Selain itu siswa memperoleh ketenangan lebih fokus belajar, serta memperkuat hafalan surat-surat Al-qur’an dan Asmaul Husna
IMPLEMENTASI BUDAYA ISLAMI DALAM MEMBENTUK SIKAP RELIGIUS SISWA DI MTsN 5 TULUNGAGUNG
Skripsi yang berjudul “Implementasi Budaya Islami dalam Membentuk
Sikap Religius Siswa di MTsN 5 Tulungagung” ini ditulis oleh Hikmatul Eka
Pristianti dengan NIM. 126201211028, Program Studi Pendidikan Agama Islam,
Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, dibimbing oleh Muhammad Dwi Toriyono, S.Pd.I.,
M.Pd.
Kata Kunci : Budaya Islami, dan Sikap Religius
Pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan
siswa melalui berbagai jalur. Di tengah tantangan moral akibat globalisasi,
pendidikan agama menjadi benteng utama menjaga akhlak. MTsN 5 Tulungagung
mengembangkan budaya Islami melalui program unggulan yang membentuk
sikap religius siswa. Kegiatan seperti shalat berjamaah dan membaca Al-Qur’an
dibiasakan untuk menanamkan nilai keagamaan. Meskipun ada kendala
kedisiplinan, budaya Islami terbukti efektif memperkuat orientasi moral dan
religiusitas siswa.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menjelaskan budaya Islami
sebagai orientasi moral dalam membentuk sikap religius siswa di MTsN 5
Tulungagung. (2) Untuk menjelaskan budaya Islami sebagai internalisasi nilai
agama dalam membentuk sikap religius siswa di MTsN 5 Tulungagung. (3) Untuk
menjelaskan implikasi budaya Islami dalam membentuk sikap religius siswa di
MTsN 5 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian
studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,
dokumentasi terhadap orang yang terlibat dan pelaksanaan implementasi budaya
Islami di MTsN 5 Tulungagung. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan
teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Budaya Islami di MTsN 5
Tulungagung menjadi landasan moral utama dalam membentuk sikap religius
siswa. Norma agama dijadikan acuan untuk menilai perilaku baik dan buruk.
Kegiatan keislaman rutin dan keteladanan guru mendorong pembiasaan sikap
positif. Siswa meniru perilaku guru yang sesuai ajaran Islam. Tradisi lokal juga
diselaraskan dengan nilai-nilai Islam agar tetap religius dan lestari. (2) Budaya
Islami di MTsN 5 Tulungagung berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai
agama. Siswa dibimbing untuk sadar bahwa Allah selalu mengawasi setiap
perilaku mereka. Pembelajaran difokuskan pada penghayatan nilai, bukan hannya
penyampaian ilmu. Refleksi atas perilaku di luar sekolah juga dilakukan untuk
menjaga akhlak Islami. Semua ini bertujuan membentuk sikap religius dalam
kehidupan sehari-hari siswa (3) Implikasi budaya Islami di MTsN 5 Tulungagung
terlihat dari sikap religius siswa yang kuat. Mereka berkomitmen pada aturan
agama dan semangat dalam belajar Islam. Siswa aktif memperingati hari besar
keagamaan dan bersikap toleran. Hubungan mereka dengan Al-Qur’an terjalin
erat dalam membaca, memahami, dan mengamalkannya. Nilai-nilai agama
menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan bertindak
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN MEMBACA JUZ 'AMMA DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL DI MTS MUHAMMADIYAH WATULIMO
Skripsi dengan judul “Implementasi Pembiasaan Membaca Juz ‘Amma dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual di MTs Muhamamdiyah Watulimo” ditulis oleh Dwi Rohmatus Sa’adah, NIM 126201211014, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Muhammad Dwi Toriyono, S.Pd.,M.Pd
Kata Kunci: Pembiasaan, Kecerdasan Spiritual, Membaca Juz ‘Amma
Pendidikan agama Islam di MTs Muhammadiyah Watulimo tidak hanya berfokus pada pendidikan karakter anak, tetapi juga memiliki penekanan di usaha peningkatan kecerdasan spiritual yang senantiasa dikembangkan. Individu pemilik kecerdasan spiritual akan menjadi pribadi yang bijaksana dalam menyikapi persoalan hidup. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual, salah satunya melalui pembiasaan membaca Juz ‘Amma.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana desain pembiasaan membaca Juz ‘Amma dalam meningkatkan kecerdasan spiritual di MTs Muhammadiyah Watulimo? (2) Bagaimana konten pembiasaan membaca Juz ‘Amma dalam meningkatkan kecerdasan spiritual di MTs Muhammadiyah Watulimo? (3) Bagaimana dampak pembiasaan membaca membaca Juz ‘Amma dalam meningkatkan kecerdasan spiritual di MTs Muhammadiyah Watulimo?
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap-tahap analisis data penelitian melalui kondensasi data, penyajian data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data melalui uji kepercayaan, uji keteralihan, uji kebergantungan, dan uji kepastian.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan membaca Juz ‘Amma berjalan lancar dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, hal tersebut dikarenakan: (1) Pembiasaan membaca Juz ‘Amma di MTs Muhamadiyah Watulimo yang dimulai sejak tahun 2010 oleh Bapak Warjito, bertujuan meningkatkan kemampuan menghafal surah pendek, kultum, dan meng imami sholat. Program ini didukung dengan penyediaan 30 Al-Qur’an dan pengeras suara di masjid Ar-Taqwa. Siswa diperkenankan untuk mengikuti lomba sambung ayat untuk mengasah kemampuan hafalan (2) Dalam pembiasaan membaca Juz ‘Amma diberikan pembelajaran tentang tajwid dan pengenalan urutan surah. Untuk mendukung materi diberikan kegiatan sholat dhuha, kultum dan kegiatan menghafal Juz ‘Amma yang dimulai pukul 07.00. Bacaan diprioritaskan dimulai dari surah An-Nas hingga surah An-Naba’ secara berulang (12 kali per semester), serta guru menyimak mengaji bagi siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Evaluasi yang dilakukan melalui pengamatan guru dan ujian tahfidz akhir semester. (3) Dampak spiritual meliputi: disiplin dalam melakukan ibadah, tanggung jawab menghafalkan surah dalam Juz ‘Amma, menghormati guru, serta memiliki empati antar sesama siswa
IMPLEMENTASI METODE 33 DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN AL-QUR’AN DAN AL-HADIS DI RUMAH SEMANGAT PONDOK PESANTREN MAMBAUL HIKMAH MOJOKERTO
Skripsi dengan judul ‘’Implementasi Metode 33 dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Al-Qur’an dan Al-Hadis di Rumah Semangat Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Mojokerto’’ yang ditulis oleh Nabila Ghufriana Imami, NIM 126201213258, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Muhammad Dwi Toriyono, S.Pd.I., M.Pd.
Kata Kunci: Metode 33, Pemahaman Al-Qur’an, Pemahaman Al-Hadis.
Kurangnya pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadis masih menjadi permasalahan utama dalam dunia pendidikan Islam, terutama akibat lemahnya penguasaan bahasa Arab. Kesalahan dalam penafsiran sering terjadi karena metode pembelajaran yang kurang efektif. Metode 33 yang dikembangkan oleh Dr. H. M. Habib A. Syakur, M.Ag. hadir sebagai solusi inovatif yang menekankan pada kemudahan memahami teks Arab. Di Rumah Semangat Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Mojokerto, metode ini diadaptasi tidak hanya untuk membaca kitab kuning, tetapi juga dalam meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadis secara menyeluruh. Fokus Penelitian ini adalah: (1) Bagaimana Desain Metode 33 dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Al-Qur’an dan Al-Hadis di Rumah Semangat Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Mojokerto?(2) Bagaimana Konten
Metode 33 dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Al-Qur’an dan Al-Hadis di Rumah Semangat Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Mojokerto? (3) Bagaimana Evaluasi Metode 33 dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Al-Qur’an dan Al-Hadis di Rumah Semangat Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Mojokerto?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Metode 33 yang diterapkan di Rumah Semangat Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Mojokerto dirancang dengan sederhana untuk memudahkan santri pemula dalam memahami kitab kuning serta
ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadis. Desain pembelajaran mencakup hafalan kosakata, pemahaman kaidah tata bahasa arab, latihan penerjemahan, dan pengulangan materi secara berkala. (2) Konten metode ini disusun secara terstruktur
dalam enam bagian: kompetensi, teks, kosakata, penjelasan, kaidah, dan latihan. Materi dalam buku Metode 33 ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. (3) Evaluasi dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai metode, seperti
membaca dan menerjemahkan teks Arab secara langsung, tanya jawab terkait kaidah bahasa Arab, membuat rangkuman berdasarkan pemahaman sendiri, dan latihan soal. Evaluasi ini dilakukan secara berkelanjutan di awal dan akhir
pembelajaran untuk mengukur pemahaman santri. Jika santri belum mencapai standar, mereka diminta untuk mengulang hingga berhasil
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DI KAMPUNG ARAB KEBUMEN
Setiap orang yang belajar bahasa sebenarnya sudah memiliki kemampuan
belajar bahasa yang disebut LAD (language acquisition device). Belajar bahasa
kedua termasuk bahasa Arab pada dasarnya hampir sama dengan belajar bahasa
pertama. Dimulai dari mendengarkan dan berbicara, barulah kemudian membaca
dan menulis. Setelah itu, muncullah teori-teori termasuk di dalamnya yaitu
pendekatan komunikatif. Adapun tujuan penelitian ini yaitu ingin
mendeskripsikan secara eksplisit tentang penerapan pendekatan komunikatif
melalui proses pembelajaran bahasa Arab di Kampung Arab Kebumen.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif menggunakan data
lapangan (field study) dan menghasilkan data deskriptif berupa penjelasan tertulis
dan lisan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,
wawancara dan dokumentasi. Kemudian analisis datanya menggunakan
triangulasi dari ketiga teknik tersebut untuk diambil keabsahannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di
Kampung Arab Kebumen menerapkan pendekatan komunikatif yang mempunyai
tujuan khusus secara praktis. Pengajaran bahasa Arab lebih menekankan
penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Maka, proses pembelajaran
menekankan para warga untuk berbicara dengan bahasa Arab secara langsung.
Harapannya, para warga pembelajar akan mampu mengomunikasikannya kembali
dalam kehidupan real ketika di lingkungan bahasa Arab. Selain itu, unsur-unsur
budaya dan sosiolinguistik juga diajarkan agar mampu beradaptasi dengan mitra
tutur bahasa Arab. Pembelajaran bahasa Arab di Kampung Arab Kebumen
menggunakan konsep biʻah lughawiyah atau lingkungan bahasa Arab. Sehingga,
proses pemerolehan bahasa Arab terjadi secara natural dan alamiah seperti dalam
kehidupan bahasa Arab aslinya. Adapun metode yang digunakan dalam
pembelajaran yaitu metode langsung (aṭ-Ṭarῑqah al-Mubāsyarah) dan
audiolingual (aṭ-Ṭarῑqah as-Samʻiyah asy-Syafawiyah). Meskipun juga terkadang
mempraktikkan metode eklektik guna mendukung lancarnya proses pembelajara
- …
