3 research outputs found
Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang.
ABSTRAK Badrul Haq, Muhammad. 2014. Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci : Pengembangan Media, Kewirausahaan, Marketing, Pemasaran, Search Engine Optimalization (SEO), E-Marketing, Social Media Optimalization. Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini telah meningkatkan jumlah pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang menganggur hingga Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang. Angkatan kerja yang menganggur tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tercatat lulusan sekolah menegah atas (umum dan kejuruan) menyumbang angka paling tinggi 45,5% (Badan Pusat Statistik, 2014). Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat apabila tidak segera disediakan lapangan kerja baru. Sehingga berwirausaha merupakan solusi. Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Namun ternyata banyak jasa dan produk hasil karya siswa SMK tidak dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga banyak siswa SMK ketika lulus sekolah lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha (Kompas, 2004). Walaupun di SMK sudah ditunjang dengan mata pelajaran kewirausahaan namun masalah pendistribusian dan publikasi sangat kurang dikarenakan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Sehingga hal yang dapat dilakukan pendidik adalah dengan memberikan materi e-marketing. Melihat fakta di atas, Peneliti mengembangkan sebuah media berbasis flash, dikembangkan menggunakan Metode Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat tiga tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, dan tiga orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Terdapat tujuh fitur dalam media e-marketing in yaitu materi, mind map, road map, job sheet, jelajah DVD, install browser, daftar situs web penting, dan uji kemampuan. Fitur materi berisi video dan modul mengenai materi Social Media Optimalziation, Search Engine Optimalization, dan riset kata kunci. Sedangkan fitur uji kemampuan berisi 45 soal untuk mengevaluasi siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh 3 ahli media sebesar 84,73%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 96,28%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 83,3%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87,1% dan hasil uji coba lapangan sebesar 91,8%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media e-marketing secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 88,2%. Media e-marketing dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa.ABSTRAK Badrul Haq, Muhammad. 2014. Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci : Pengembangan Media, Kewirausahaan, Marketing, Pemasaran, Search Engine Optimalization (SEO), E-Marketing, Social Media Optimalization. Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini telah meningkatkan jumlah pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang menganggur hingga Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang. Angkatan kerja yang menganggur tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tercatat lulusan sekolah menegah atas (umum dan kejuruan) menyumbang angka paling tinggi 45,5% (Badan Pusat Statistik, 2014). Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat apabila tidak segera disediakan lapangan kerja baru. Sehingga berwirausaha merupakan solusi. Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Namun ternyata banyak jasa dan produk hasil karya siswa SMK tidak dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga banyak siswa SMK ketika lulus sekolah lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha (Kompas, 2004). Walaupun di SMK sudah ditunjang dengan mata pelajaran kewirausahaan namun masalah pendistribusian dan publikasi sangat kurang dikarenakan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Sehingga hal yang dapat dilakukan pendidik adalah dengan memberikan materi e-marketing. Melihat fakta di atas, Peneliti mengembangkan sebuah media berbasis flash, dikembangkan menggunakan Metode Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat tiga tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, dan tiga orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Terdapat tujuh fitur dalam media e-marketing in yaitu materi, mind map, road map, job sheet, jelajah DVD, install browser, daftar situs web penting, dan uji kemampuan. Fitur materi berisi video dan modul mengenai materi Social Media Optimalziation, Search Engine Optimalization, dan riset kata kunci. Sedangkan fitur uji kemampuan berisi 45 soal untuk mengevaluasi siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh 3 ahli media sebesar 84,73%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 96,28%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 83,3%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87,1% dan hasil uji coba lapangan sebesar 91,8%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media e-marketing secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 88,2%. Media e-marketing dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa. ABSTRAKBadrul Haq, Muhammad. 2014. Pengembangan Media E-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan SMK Negeri 4 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.Kata Kunci : Pengembangan Media, Kewirausahaan, Marketing, Pemasaran, Search Engine Optimalization (SEO), E-Marketing, Social Media Optimalization.Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini telah meningkatkan jumlah pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang menganggur hingga Agustus 2014 mencapai 7,2 juta orang. Angkatan kerja yang menganggur tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Tercatat lulusan sekolah menegah atas (umum dan kejuruan) menyumbang angka paling tinggi 45,5% (Badan Pusat Statistik, 2014). Jumlah ini diprediksi akan semakin meningkat apabila tidak segera disediakan lapangan kerja baru.Sehingga berwirausaha merupakan solusi. Program pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Namun ternyata banyak jasa dan produk hasil karya siswa SMK tidak dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga banyak siswa SMK ketika lulus sekolah lebih senang menjadi pegawai atau buruh dan hanya sedikit sekali yang tertarik untuk berwirausaha (Kompas, 2004). Walaupun di SMK sudah ditunjang dengan mata pelajaran kewirausahaan namun masalah pendistribusian dan publikasi sangat kurang dikarenakan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Sehingga hal yang dapat dilakukan pendidik adalah dengan memberikan materi e-marketing.Melihat fakta di atas, Peneliti mengembangkan sebuah media berbasis flash, dikembangkan menggunakan Metode Research and Development (R&D) menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman, dkk, dimana terdapat tiga tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, dan tiga orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Terdapat tujuh fitur dalam media e-marketing in yaitu materi, mind map, road map, job sheet, jelajah DVD, install browser, daftar situs web penting, dan uji kemampuan. Fitur materi berisi video dan modul mengenai materi Social Media Optimalziation, Search Engine Optimalization, dan riset kata kunci. Sedangkan fitur uji kemampuan berisi 45 soal untuk mengevaluasi siswa.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapat persentase hasil validasi oleh 3 ahli media sebesar 84,73%, hasil validasi oleh ahli materi sebesar 96,28%, hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 83,3%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 87,1% dan hasil uji coba lapangan sebesar 91,8%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media e-marketing secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 88,2%. Media e-marketing dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa
Pengembangan Module-Marketing Berbasis Flash untuk Meningkatkan Strategi Kewirausahaan Siswa SMK di Era MEA
Persaingan dunia kerja semakin ketat pasca diimplementasikan MEA pada awal 2016. Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2016 adalah 7,02 juta orang. Pengangguran terbesar adalah lulusan SMK, yakni mencapai 11,11%. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2017, jika tidak ada alternatif lapangan kerja baru. Sehingga berwirausaha merupakan solusi alternatif, karena tidaktergantung pada ketersediaan lapangan kerja. Pendidikan SMK dikhususkan bagi siswa yang mempunyai minat tertentu dan siap untuk bekerja serta membuka lapangan pekerjaansesuai dengan keterampilan dan bakat yang dimiliki. Namun faktanya banyak jasa dan produk hasil karya siswa SMK belum dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga banyak siswa SMK ketika lulus sekolah lebih senang menjadi pegawai dan hanya sedikit yang tertarik untuk berwirausaha. Walaupun di SMK sudah ditunjang dengan mata pelajaran kewirausahaan, namun pendistribusian dan publikasi sangat kurang, dikarenakan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak.Berdasarkan fakta tersebut, peneliti mengembangkan modul e-marketing berbasis flash menggunakan metode dan pengembangan menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan menggunakan evaluasi formatif di mana terdapat 3 tahap, yaitu uji perorangan (validasi ahli materi, ahli media, 3 orang siswa), uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan
The home-made organic ecology pesticides / Nur Hamizah Syahirah Ruhizat ... [et al.]
The increases of chemical pesticides usage for farmer or gardeners to protect their plant is a continuous concern for people and our lovely environment. The purpose of this study to avoid the toxicity chemical pesticides to human and to air pollution from happen. It is because inside the common pesticides that commercial, there is chemical ingredients that using. These chemical pesticides can be dangerous and hazardous to human when they did not work in the right manner. Besides, can also cause air and water pollution when using uncontrolled. Worrying about nowadays situation, our group got the idea to use only organic ingredients to overcome the using of chemical pesticides. All we used are chillies, gingers, and lemongrass. This amazing home-made ecology pesticide is so smelly and can make the insects fly and go away. The organic insect poison is found to play the greatest role in fighting the concern of people about the commercialized chemical pesticides. A trial was carried out in four weeks when we try to test it on several types of plants. Surprisingly that the result shows a great positive impact because the tested plants are such in a good condition and did not be destroyed by any parasite insect and also free from any chemical. Unbelievable too, the leaves also showed the more greenly look and healthy
