3 research outputs found
Antiproliferative effect of selected zingiberaceae species against human oral cancer cells / Muhammad Amirul Amil
Oral squamous cell carcinoma (OSCC) is a prevalent and highly challenging form of oral cancer that poses significant health burdens worldwide. Current treatment options for OSCC are limited and often associated with adverse side effects. Therefore, there is an urgent need to explore alternative therapeutic approaches. Natural compounds derived from medicinal plants have gained significant attention for their promising prospects as effective and safe antiproliferative agents. This study aims to investigate the in vitro antiproliferative effects of essential oils and extracts obtained from Curcuma aeruginosa, Curcuma mangga, Curcuma xanthorrhiza, Kaempferia galanga, and Zingiber zerumbet on OSCC cells. The essential oil of the rhizomes obtained by hydrodistillation were subjected to chemical analyses using a combination of GC/MS and GC-FID analytical techniques. Substantial percentages of identified compounds were found, such as β- myrcene (79.77%) in the essential oil of C. mangga, followed by zerumbone (48.39%), ethyl-cinnamate (40.14%), and β-curcumene (34.90%) in the essential oils of Z. zerumbet, C. xanthorrhiza, and K. galanga, respectively. The essential oils and extracts of the Zingiberaceae species were evaluated for their antiproliferative effects against OSCC namely H103 and ORL-204 cancer cells; and hGF a noncancerous human gingival fibroblast cells using the MTT assay. Notably, the hexane fractionated extract of C. mangga (IC50 = 10.72 μg/mL), ethyl acetate fractionated extract of C. xanthorrhiza (IC50 = 4.99 μg/mL), and Z. zerumbet’s fractionated extract in hexane and essential oil (IC50 = 1.93 and 8.29 μg/mL, respectively) displayed significant antiproliferative activity on H103 cancer cells. Moreover, the crude methanol extract of C. mangga (IC50 = 5.04 μg/mL), ethyl acetate fractionated extract of C. xanthorrhiza (IC50 = 3.07 μg/mL), and the hexane fractionated extract as well as the essential oil of Z. zerumbet (IC50 = 1.13 and 8.21 μg/mL, respectively), demonstrated potent inhibition against the proliferation of ORL-204 cells. Based on the observed low IC50 value of the essential oil of Z. zerumbet in the MTT viability assay, subsequent investigations were conducted to explore the cell death pathway and the underlying mechanisms of ORL-204 cells treated with the essential oil of Z. zerumbet. These investigations encompassed in vitro morphological examinations, assessment of mitochondrial membrane potential, detection of caspases (caspase-3, -8, and -9), analysis of DNA fragmentation-TUNEL, and cell cycle analysis. Consistently, these assays confirmed the occurrence of apoptosis within the ORL-204 cells upon treatment with the essential oil of Z. zerumbet, suggesting its ability to induce programmed cell death and inhibit cell proliferation. Altogether, the findings of this study highlight the antiproliferative effects of the essential oil of Z. zerumbet on OSCC cells and its ability to induce programmed cell death through both extrinsic and intrinsic pathways. These results suggest that the essential oil of Z. zerumbet has the capacity to become a valuable antiproliferative agent in the future treatment of oral cancer, opening up possibilities for further research and development of novel therapeutic approaches
IMPLEMENTASI AUDIT DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT BERZAKAT, BERINFAQ DAN BERSEDEKAH (Studi Penelitian di Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Implementasi Audit dalam Meningkatkan
Kepercayaan Masyarakat Berzakat, Berinfaq dan Bersedekah (Studi Penelitian
di Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung)” ini ditulis oleh
Muhammad Amirul Huda, NIM. 12404183032, Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf,
Jurusan Manajemen dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam
Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Ahmad Supriyadi,
M.Pd.I
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat kepercayaan muzakki untuk
menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya melalui lembaga amil zakat yang tergolong
masih rendah. Berangkat dari hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Tulungagung sebagai
lembaga pengelola ZIS menerapkan pengendalian internal melalui penerapan audit
keuangan dan audit syari’ah yang efektif agar dana yang terkumpul dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Penelitian ini terdapat tiga fokus penelitian, yaitu : (1) Bagaimana implementasi
audit keuangan dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat berzakat, berinfaq dan
bersedekah di Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung? (2) Bagaimana
implementasi audit syari’ah dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat berzakat,
berinfaq dan bersedekah di Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tulungagung? (3)
Bagaimana implementasi satuan audit internal dalam meningkatkan kepercayaan
masyarakat berzakat, berinfaq dan bersedekah di Badan Amil Zakat Nasional
Kabupaten Tulungagung?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan
data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diambil langsung dilapangan.
Sumber data yang diperoleh yaitu sumber data primer dan sekunder. Pengecekan
keabsahan temuan menggunakan metode triangulasi.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi Audit Keuangan
dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Berzakat, Berinfaq dan Bersedekah,
yaitu masih belum mengacu secara utuh kepada standar akuntansi zakat yaitu PSAK
No. 109, Laporan Keuangan BAZNAS Tulungagung meraih predikat Wajar Tanpa
Pengecualian serta BAZNAS Tulungagung selalu menjaga akuntabilitas dan
transparansi keuangan guna meningkatkan kepercayaan muzakki, (2) Implementasi
Audit Syari’ah dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Berzakat, Berinfaq dan
Bersedekah, yaitu audit syariah mulai diterapkan pada tahun 2019 dan dilakukan setiap
1 tahun sekali, BAZNAS Tulungagung juga menerima Sertifikat Audit Syariah dari
Kanwil Kemenag Jawa Timur, (3) Implementasi Satuan Audit Internal dalam
Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat, yaitu telah menerapkan audit internal yang
diaudit oleh Satuan Audit Internal sejak tahun 2021, serta seluruh laporan pengelolaan
dana ZIS, sebelum dikeluarkan harus disahkan oleh tim audit internal BAZNAS
Kabupaten Tulungagung.
Kata Kunci: Implementasi Audit, Kepercayaan Mayarakat, ZIS, BAZNA
PELAKSANAAN ZAKAT FITRAH DI MASJID NURUSH SHADRI KELURAHAN TUA KARYA KECAMATAN TAMPAN DITINJAU MENURUT HUKUM ISLAM
Skripsi ini berjudulʻʻPelaksanaan Zakat fitrah Di Masjid Nurush Shadri
Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Ditinjau Menurut Hukum
Islam.Pembahasan ini dilatar belakangi oleh banyaknya panitia amil zakat
menerima dari pada fakir miskin,sehingga penulis merasa tertarik untuk
melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut .
Adapun rumusan masalah nya adalah bagaimana pelaksanaan zakat fitrah
di masjid Nurush Shadri Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan dan
bagaimana tinjauan Hukum Islam tentang pelaksanaan zakat fitrah di masjid
Nurush Shadri Keluruhan Tuah Karya Kecamatan Tampan. Penulisan ini
bertujuan mengetahui bagaimana pelaksanaan Zakat Fitrah Di Masjid Nurush
Shadri Kelurahan tuah Karya Kecamatan Tampan dan Mengetahui bagaimana
tinjauan Hukum Islam terhadap pelaksanaan zakat fitrah di Masjid Nurush Shadri
Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan tersebut.
Didalam melakukan penelitian ini,penulis menjadikan panitia amil zakat
sebagai populasi sekaligus penulis jadikan sampel yang berjumlah 13
orang.Metode digunakan adalah Total Sampling.(Pengambilan sampel secara
keseluruhan .
Setelah penulis melaksanakan penelitian lebih lanjut,maka penulis
mengambil kesimpulan,didalm Pelaksanaan zakat fitrah selain fakir miskin di
bagikan ,panitia amil zakat juga membagikan kepada amil,fisabilillah,ibnu
sabil,dan muallaf. Panitia Amil zakat membagikan kepada amil lebih banyak dari
pada fakir miskin ,panitia amil zakat beranggapan bahwa mereka berhak
menerima lebih banyak karna mereka meluangkan waktu dan tidak mengerjakan
pekerjaan nya sehari hari melainkan untuk menjadi panitia amil zakat. Panitia
amil zakat memberikan nya sebagai upah kerja sebagaimana ia bekerja dalam
kehidupannya sehari –hari, sehingga banyak amil zakat menerima dari pada fakir
miskin.Didalam Hukum Islam amil zakat tidak boleh melebih setengah dari harta
zakat yang dikumpulkan yang diperuntukkan untuk amil zakat padahal zakat
fitrah Di utamakan pembagian kepada fakir miskin .Jumhur ulama sepakat bahwa
zakat fitrah diprioritaskan kepada fakir miskin karna merekalah yag sangat
membutuhkan pada waktu hari raya idul fitri
