113 research outputs found

    Ratu Zaleha 1905-1906: Peran Gender dan Perlawanan Terhadap Penjajah

    No full text
    Abstrak: Penulisan sejarah Banjar selalu saja didominasi oleh tema dan tokoh laki-laki. Oleh karena itu, perlu diimbangi dengan penulisan sejarah dengan tema dan tokoh perempuan agar tercipta sejarah yang androginus. Salah satu tokoh yang layak untuk ditulis adalah Ratu Zaleha, karena perlu diketahui latar belakang konstruksi sosial seorang perempuan yang mempunyai karakter tangguh itu sebagai bahan renungan untuk membentuk perempuan tangguh yang mampu bersaing dengan laki-laki pada masa sekarang. Untuk mengetahui hal itu, maka perlu dilakukan penelitian sejarah dengan melakukan proses heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi serta dibantu dengan pendekatan sosiologi gender. Dari metode sejarah dan pendekatan sosiologi gender itu diketahui bahwa pada tahun 1905-1906, Ratu Zaleha selalu berada di garis depan medan pertempuran sejajar dengan laki-laki seperti Gusti Muhammad Seman, Gusti Muhammad Arsyad, dan Panglima Batur. Adapun sebab Gusti Zaleha mampu melakukan peran gender yang setangguh ini dikarenakan konstruksi sosial berupa bubuhan Pagustian yang selalu siaga perang sejak 1863. Kata Kunci: Ratu Zaleha, Peran Gender, Perang Banjar, Hulu Barito Abstract: The writing of Banjar history has always been dominated by male themes and figures. Therefore, it is necessary to balance it with the writing of history with female themes and figures in order to create an androgynous history. One figure worthy of being written is Ratu Zaleha, as her social construction as a tough woman provides a reflective material to form tough women who can compete with men in today's era. To understand this, historical research needs to be conducted by using heuristic, critical, interpretive, and historiographic processes with the assistance of a gender sociology approach. From the historical method and gender sociology approach, it is known that in 1905-1906, Ratu Zaleha was always at the forefront of the battlefield alongside men such as Gusti Muhammad Seman, Gusti Muhammad Arsyad, and Panglima Batur. The reason why Ratu Zaleha was able to perform such a strong gender role was due to the social construction in the form of bubuhan Pagustian  who have been ready for war since 1863. Keywords: Ratu Zaleha, Gender Role, Banjar War, Hulu Barit

    Decorative soap-making activities at the Faculty of Pharmacy, UiTM Puncak Alam / Nor Zaleha Ishak and Muhammad ‘Izzuddin Zamery

    No full text
    The production of handmade soap is one of the activities conducted at the Faculty of Pharmacy, Universiti Teknologi MARA, Puncak Alam Campus. This activity began in January 2023, starting with a hands-on session during the Innovation Carnival organised by the UiTM Selangor Branch (UCS) at Dewan Berlian, UiTM Puncak Alam. Participants were introduced to the melt and pour technique using high-quality soap bases, suitable colourants and fragrances, and various soap mould designs

    FIGURE 7 in A taxonomic revision of the genus Thalia Blumenbach, 1798; Weelia Yount, 1954; Brooksia Metcalf, 1918 (Salpida: Salpidae) from East Coast of Peninsular Malaysia

    No full text
    FIGURE 7. Distribution of Weelia cylindrica (Cuvier, 1804) Red dots: specimen examined by the author; black dots: records based on compilation of previous literature data.Published as part of Ishak, Nurul Huda Binti Ahmad, 'Aliah, Nur, Adam, Binti & Kassim, Zaleha, 2018, A taxonomic revision of the genus Thalia Blumenbach, 1798; Weelia Yount, 1954; Brooksia Metcalf, 1918 (Salpida: Salpidae) from East Coast of Peninsular Malaysia, pp. 451-477 in Zootaxa 4422 (4) on page 468, DOI: 10.11646/zootaxa.4422.4.1, http://zenodo.org/record/125318

    The role of the accused in English and Islamic criminal justice

    No full text
    This thesis is a comparative study of the role of the accused in the systems of English and Islamic criminal justice. It seeks to explore the underlying relationship between the individual and the state through an historical, structural and contextual analysis of their rules relating to questioning and of confessions. The analysis of the English system covers the period 1800 to 1984, with particular reference to developments during the nineteenth century when the foundations for the modern English state were established. The analysis of the Islamic system combines traditionally Islamic and modern methods, assessing the "Islamisation" movement in Malaysia through a religico-structural understanding of juristic opinion from the four main schools of Sunnite jurisprudence. The thesis contributes to existing knowledge on a number of levels: first, it questions and revises the "myth" of "progress" that has dominated observations of the history of the English criminal justice system; second, it elucidates the relationship between Islamic law in theory and the law that is applied and proposed in its name in Muslim states; third, it provides an analytical framework for drawing comparisons between the underlying values of the systems of English and Islamic criminal justice. While acknowledging fundamental differences in terms of outlook and articulation, the author concludes there are important similarities expressed through such notions as "suspect" in the English system and "kafir"I"fasiq" in the Islamic. These act as intermediate constitutional categories to whom the state owe less protection. But the author notes also that these similarities are not observed necessarily in the "law" which is implemented or proposed in Muslim states; exact correspondence depends upon the over-arching political structure and the institution of Caliphate. The thesis is divided into six chapters: chapter one sets out the conventional view of the historical development of English criminal procedure and evidence; chapter two subjects that to a critique and chapter three offers a revised thesis. Chapter four, explores methods for interpreting and explaining Islam; chapter five sets out rules relating to confessions and questioning according to the four Sunni schools; chapter six puts them into "context" through an examination of the "Islamisation" process in Malaysia

    Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pengurangan Bilangan dengan Bimbingan Individual di Kelas II MI Washliyatul Jannah Banua Hanyar Kabupaten Hulu Sungai Selatan

    No full text
    Zaleha Siti. 2013. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pengurangan Bilangan dengan Bimbingan Individual di Kelas II MI Washliyatul Jannah Banua Hanyar Kabupaten Hulu Sungai Selatan.”Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Muhammad Yusuf, M.Fil.I Kata kunci : Hasil belajar dan bimbingan individual Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satunya dapat dilakukan dengan bimbingan individual. Strategi pembelajaran ini dapat digunakan pada pembelajaran Matematika untuk siswa kelas II pada materi penguranmgan bilangan. Permasalahan yang terlihat selama ini dalam pembelajaran Matematika di MI Washliyatul Jannah Banua Hanyar adalah guru masih menekankan pada konsep-konsep yang terdapat di dalam buku ,belum memanfaatkan pendekatan, metode dan media dalam pembelajarannya, serta pembelajaran masih didominasi oleh ceramah. Hal ini membuat pembelajaran tidak efektif dan efisien, karena siswa kurang termotivasi terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru, maka pengajaran semacam ini cenderung menyebabkan kebosanan kepada siswa yang menyebabkan menurunnya atau rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan dilakukannya penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa, hasil belajar dan respon siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas 2 kali pertemuan, dengan setting penelitian siswa kelas II MI Washliyatul Jannah Banua Hanyar tahun ajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa 19 orang yaitu terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu , sedangkan data kualitatif diperoleh melalui instrument penelitian berupa lembar observasi dan angket. Untuk lembar observasi berupa aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan angket respon siswa. Analisis data yang digunakan diinterpretasikan berdasarkan perhitungan distribusi frekuensi dengan pembahasan berdasarkan skala persentasi dan indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan kurikulum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui bimbingan individual dengan Pendekatan Keterampilan Proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pengurangan bilangan. Dengan ketuntasan siklus I sebesar 61,86% meningkat menjadi 90,76% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diharapkan kepada guru di sekolah dasar agar dapat menerapkan bimbingan individual dengan pendekatan keterampilan proses dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan konsep untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran

    Kajian rintis kesedaran masyarakat terhadap peranan wali kepada anak yatim di Negeri Selangor

    No full text
    Kajian rintis telah dilakukan di sekitar Bandar Baru Bangi dan Kajang dalam kalangan 90 orang masyarakat awam yang berumur lingkungan 20-70 tahun bagi mengumpulkan pandangan mereka mengenai kesedaran masyarakat terhadap peranan wali kepada anak yatim di Negeri Selangor. Dapatan kajian menunjukkan tahap kesedaran masyarakat terhadap peranan wali kepada anak yatim di negeri Selangor diukur menerusi empat dimensi iaitu kesedaran masyarakat terhadap penjagaan, pengurusan nafkah, pengurusan harta dan pengurusan anak yatim. Keseluruhannya menunjukkan bahawa kesedaran masyarakat adalah berada pada tahap skor yang tinggi. Hasil kajian diharapkan agar masyarakat dapat memahami peranan dan tanggungjawab wali sebagaimana yang ditetapkan dalam Islam bagi memastikan institusi keluarga dan kebajikan anak-anak yatim terus terpelihara

    Science Technology, Engineering, Art & Mathematics (STEAM) exhibition / Dr Norkasihan Ibrahim ... [et al.]

    No full text
    On Wednesday 21 June 2023, the Faculty of Pharmacy UiTM, along with other exhibitors from the College of Engineering Studies, College of Creative Arts Studies, College of Architecture, and The Faculty of Health Sciences, took part in the +ICAN STEAM Outreach Program, which was held at SMK Serendah in Rawang. The program was organized by the Office of Community, Industry, and Alumni Network (ICAN) UiTM aimed to provide awareness and knowledge transfer of Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) targeting 200 students in Form 1 to Form 5. The opening ceremony was attended by the school principal, Director of Industry Network Centre (INC), Professor Dr. Muhammad Hussin Ismail, members of the ICAN Office UiTM and the Faculty of Pharmacy Deputy Dean of ICAN, Dr. Norkasihan Ibrahim. The faculty team, led by Puan Nor Zaleha Ishak and Dr Nor Azma Jusoh@Yusof showcased the Do-It-Yourself Soap and Maker-Lab stations. The rest of the team comprised of members from the Pharmaceutics, Pharmacology and Chemistry departments, as well as volunteers from faculty post-graduate students. The DIY Soap station provided students with the opportunity to create olive oil soaps that were personalised with their choice of colour, aroma, and design

    Learning through experience: hand-on soap-making session at Ma'ahad Tahfiz Ismail Puncak Alam (MTI) science week 2023 / Muhammad ‘Izzuddin Zamery ... [et al.]

    No full text
    Experiential learning manifested through hands-on experiments and problem-solving activities, plays a pivotal role in elevating cognitive engagement and facilitating the transfer of theoretical knowledge into practical application. In the spirit of fostering a love for science and hands-on learning, the Faculty of Pharmacy Universiti Teknologi MARA (UiTM) has been invited to Maahad Tahfiz Ismail (MTI) Puncak Alam in conjunction with the school’s Science Week Programme held on the 30th of November 2023. The programme was officiated by MTI Deputy Principal of Academic, Associate Professor Dr Zaini Affandi, and attended by school top management; Deputy Principal of Hafazan, Syeikh Abdul Rahman Mohamed Amin Abdel Salam, director of the programme; Mdm. Khadijah Abdul Hamid, teachers, all students (Form 1 to Form 5) and delegates from Department of Pharmaceutics, Faculty of Pharmacy UiTM led by Mdm. Nor Zaleha Ishak; director of Soap-making Committee at Faculty of Pharmacy. This programme aimed to instil scientific knowledge and foster interest in science-related subjects as well as create a platform for interactive learning

    PENYELESAIAN PEMBAGIAN HARTA BERSAMA YANG BERBEDA PROFESI PEKERJAAN (STUDI KASUS DI RATU ZALEHA KELURAHAN KARANG MEKAR)

    No full text
    MUHAMMAD ALIEF TELADAN CHAMIEDY. 2015. Analisis putusan pengadilan agama tentang pembagian sepertiga harta bersama yang berbeda profesi pekerjaan(no.0333/pdt.g/pa/bjm/2014, Skripsi, Jurusan hukum keluarga, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Pembimbing: (I)Prof, Dr. M.fahmi al amruzi m.hum(II) Hj.hayatun naimah m.hum Penelitian ini dilatarbelakangioleh adanya semacam upaya penyelesaian harta bersama yang berbeda profesi pekerjaan. Suami yang berprofesi sebagi polisi merasa berhak mendapat bagian harta bersama lebih banyak dibandingkan sang istri yang tidak bekerja. Dalam hal pembagian harta bersama ternyata si suami ingin menguasai sebidang tanah atas nama dirinya dengan adanya sertifikat hak milik atas nama si suami karena dia merasa itu miliknya dan selama masa perkawian si suami merasa dialah yang menafkahi semuanya termasuk kepemilikan sebidang tanah itu disebabkan karena si isteri seorang yang tidak punya pekerjaan atau sebagai ibu rumah tangga saja. Namun dalam hal ini isteri merasa harta sebidang tanah itu juga sebagai harta bersamanya pada saat masih menjalin perkawinan dengan suaminya, dan si isteri merasa ada usaha dalam kepemilikan sebidang tanah tersebut, sehingga si isteri merasa punya hak dalam pembagian sebidang tanah tersebut, si isteri merasa diperlakuan dengan tidak adil dalam hal pembagian ini, ditambah lagi untuk anak juga perlu adanya perlakuan dan tanggung jawab suami untuk memberikan nafkah hidup sampai dia mandiri dan akhirnya sampailah kepada pengadilan untuk menyelesaikan pembagian harta bersama mereka Penilitianilitian ini merupakan penilitian dekstiptif kualitatif,data dikumpulkan dengan teknik wawancara ke hakim pengadilan Banjarmasin, pengolahan data dilakukan dengan proses editing,klasifikasi dan matrikasi, kemudian dianalisis secara objektif untuk menarik simpulannya. Sebagai simpulannya, perbuatan pembagian harta bersama yang dilakukan hakim sudah sesuai dengan khi, sebab ada beberapa pertimbangan hakim kepada istri dan anak suami yang berprofesi sebagai polisi
    corecore