1,720,956 research outputs found
Evaluasi Kinerja Operasional Bus Trans Jatim Rute Bunder – Paciran
Transportasi umum merupakan layanan transportasi yang bisa digunakan oleh masyarakat. Adanya transportasi umum ditujukan untuk mempermudah masyarakat mencapai tujuan dengan tarif yang terjangkau. Salah satu transportasi umum yang bisa digunakan adalah "Trans Jatim". Trans Jatim sendiri merupakan sebuah transportasi umum berbentuk bus yang bisa di manfaatkan masyarakat Gresik untuk berpergian keluar kota. Dengan tarif yang cukup terjangkau, transportasi ini diminati oleh masyarakat khususnya pekerja yang harus bekerja di luar kota. Pelayanan yang baik, nyaman, dan lancar menjadi kebutuhan penting bagi para penumpang pada saat menggunakan transportasi umum khususnya angkutan bus kota. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat asosiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional bus trans jatim rute Bunder – Paciran, hasil evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jatim Rute Bunder – Paciran berdasarkan SK Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No.687/AJ.206/DRJD/2002 dan untuk menganalisis kinerja operasional Bus Trans Jatim koridor 4. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa ketidaksesuaian dengan standar yang ditetapkan dalam SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 687/AJ.206/DRJD/2002. Load factor pada jam puncak belum optimal, headway belum konsisten, dan frekuensi bus belum memenuhi target. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bus antara lain distribusi penumpang yang tidak merata, kondisi lalu lintas, dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Meskipun demikian, waktu tunggu penumpang dan waktu tempuh bus secara keseluruhan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya upaya peningkatan frekuensi perjalanan, optimalisasi jadwal keberangkatan, dan penyesuaian kapasitas armada untuk meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait manajemen lalu lintas dan pengembangan infrastruktur pendukung untuk mendukung operasional bus yang lebih efisien
Evaluasi Kinerja Operasional Bus Trans Jatim Rute Bunder – Paciran
Transportasi umum merupakan layanan transportasi yang bisa digunakan oleh masyarakat. Adanya transportasi umum ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat mencapai tujuan
dengan tarif yang terjangkau. Salah satu transportasi umum yang bisa digunakan adalah "Trans Jatim". Trans Jatim ini sendiri merupakan sebuah transportasi umum berbentuk bus
yang bisa di manfaatkan masyarakat Gresik untuk berpergian keluar kota. Dengan tarif yang cukup terjangkau,transportasi ini sangat diminati oleh masyarakat khususnya pekerja yang harus bekerja di luar kota. Pelayanan yang baik, nyaman, dan lancar menjadi kebutuhan penting bagi para penumpang pada saat menggunakan transportasi umum khususnya angkutan bus kota. Selain itu, kemudahan dalam hal pembayaran menjadi salah satu nilai unggul Trans Jatim. Penumpang bisa membayar menggunakan e-money, qris, bahkan hingga cash. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional bus trans jatim rute Bunder – Paciran dan hasil evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jatim Rute Bunder – Paciran berdasarkan SK Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No.687/AJ.206/DRJD/2002. Pada dasarnya transportasi umum yang digemari oleh masyarakat adalah transportasi umum yang handal, cepat, nyaman, dan tentunya aman. Dimana kinerja dari transportasi umum tersebut, dan dapat dilihat berdasarkan dari pelayanan yang diberikan, seperti berapa lama waktu tunggu penumpang, waktu tempuh atau perjalanan, kapasitas bus, jumlah kebutuhan armada bus.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional Bus Trans Jatim koridor 4. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa ketidaksesuaian dengan standar yang ditetapkan dalam SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 687/AJ.206/DRJD/2002. Load factor pada jam puncak belum optimal, headway belum konsisten, dan frekuensi bus
belum memenuhi target. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bus antara lain distribusi penumpang yang tidak merata, kondisi lalu lintas, dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Meskipun demikian, waktu tunggu penumpang dan waktu tempuh bus secara keseluruhan telah memenuhi standar yang ditetapkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya upaya peningkatan frekuensi perjalanan, optimalisasi jadwal keberangkatan, dan penyesuaian kapasitas armada untuk meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait manajemen lalu lintas dan pengembangan infrastruktur pendukung untuk mendukung operasional bus yang lebih efisien
Evaluasi Kinerja Operasional Bus Trans Jatim Rute Bunder – Paciran
Transportasi umum merupakan layanan transportasi yang bisa digunakan oleh masyarakat. Adanya transportasi umum ditujukan untuk mempermudah masyarakat mencapai tujuan dengan tarif yang terjangkau. Salah satu transportasi umum yang bisa digunakan adalah "Trans Jatim". Trans Jatim sendiri merupakan sebuah transportasi umum berbentuk bus yang bisa di manfaatkan masyarakat Gresik untuk berpergian keluar kota. Dengan tarif yang cukup terjangkau, transportasi ini diminati oleh masyarakat khususnya pekerja yang harus bekerja di luar kota. Pelayanan yang baik, nyaman, dan lancar menjadi kebutuhan penting bagi para penumpang pada saat menggunakan transportasi umum khususnya angkutan bus kota.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat asosiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja operasional bus trans jatim rute Bunder – Paciran, hasil evaluasi kinerja operasional Bus Trans Jatim Rute Bunder – Paciran berdasarkan SK Direktorat Jenderal Perhubungan Darat No.687/AJ.206/DRJD/2002 dan untuk menganalisis kinerja operasional Bus Trans Jatim koridor 4.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa ketidaksesuaian dengan standar yang ditetapkan dalam SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 687/AJ.206/DRJD/2002. Load factor pada jam puncak belum optimal, headway belum konsisten, dan frekuensi bus belum memenuhi target. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bus antara lain distribusi penumpang yang tidak merata, kondisi lalu lintas, dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Meskipun demikian, waktu tunggu penumpang dan waktu tempuh bus secara keseluruhan telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya upaya peningkatan frekuensi perjalanan, optimalisasi jadwal keberangkatan, dan penyesuaian kapasitas armada untuk meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait manajemen lalu lintas dan pengembangan infrastruktur pendukung untuk mendukung operasional bus yang lebih efisien
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
