76 research outputs found
METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA (Studi Komparasi Pemikiran Abdullah Nashih ‘Ulwan dan Muhammad Suwaid)
Pendidikan dalam keluarga merupakan inti dan pondasi dari upaya-upaya
pendidikan selanjutnya baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kesalahan orang tua
yang paling fatal adalah ketidaktahuan mereka tentang pendidikan anak yang benar
menurut Islam. Beberapa faktor yang menyebabkan orang tua pada kesalahan
mendidik anak adalah lemahnya keinginan para orang tua untuk mengerti akan tugas
dan tanggung jawab utama sebagai orang tua bagi anaknya. Kesalahan lain pada
orang tua adalah sedikitnya uswah (teladan baik) pada diri mereka yang ditiru oleh
anak-anaknya. Dalam metode mendidik anak sebagai orang tua tidak bisa jika
mengharuskan berkiblat ke Barat ataupun ke Timur Tengah, Abdullah Nashih ‘Ulwan
dan Muhammad Suwaid merupakan tokoh pemerhati pendidikan anak dalam Islam.
Sesuai latar belakang tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan
adalah bagaimana metode pendidikan anak dalam Islam menurut pemikiran abdullah
Nashih ‘Ulwan dan Muhammad Suwaid dan bagaimana persamaan dan perbedaan
metode pendidikan anak dalam Islam menurut pemikiran Abdullah Nashih ‘Ulwan
dan Muhammad Suwaid. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui metode
pendidikan anak dalam Islam menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan dan Muhammad
Suwaid serta ingin mengetahui persamaan dan perbedaan metode dari kedua tokoh
tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Sifat
penelitiannya adalah Deskriptif analitik dan metode analisisnya adalah analisis isi dan
metode komparasi.
Berdasarkan penelitian pustaka yang telah dilakukan mengenai “Metode
Pendidikan Islam dalam Keluarga Studi komparasi Pemikiran Abdullah Nashih
‘Ulwan dan Muhammad Suwaid“ disimpulkan pemikiran metode pendidikan anak
menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan diantaranya metode keteladanan, nasehat,
pembiasaan, perhatian atau pengawasan dan hukuman. Menurut Muhammad Suwaid,
diantaranya metode keteladanan, nasehat, kisah, dialog, pembiasaan, perhatian,
pujian, dan metode hukuman. Persamaannya terletak pada metode keteladanan,
pembiasaan, perhatian dan hukuman sebagai alternatif terakhir. Perbedaannya terletak
pada metode pembiasaan, yaitu faktor yang mempengaruhi, dalam metode perhatian
menurut Abdullah Nashih ‘Ulwan mencakup berbagai aspek. Perbedaan lainnya
dalam metode nasehat, dan metode hukuman perbedaannya dalam syarat hukuman
memukul dan penggunaan metode hukuman.
Kata Kunci : Metode, Pendidikan Islam, dan Keluarg
METODE PENDIDIKAN KETELADANAN DALAM KITAB TARBIYATUL AULAD FIL ISLAM KARYA ABDULLAH NASHIH ULWAN
This research is based on the importance of exemplary education efforts from parents and teachers to children who refer to the example of the Rasulullah SAW. In order for education to run in accordance with Islmaic Religious principle, parent and teacher need to understand and pay attention to the main components in education, one of which is the educational method of many references that discuss exemplary education method according to Islamic teaching, the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan is an interesting eading source to study, because its containsmany lessons, so it can be a reference for parent and teachers in providing exemplary education to children by referring to the example of the propet Muhammad. The purpose of this research is to describe and analyze 1) the example of Rasulullah SAW in worship based on the book of Tarbiyatul Aulad Fil Islam, 2) The example of Rasulullah SAW in morals based on the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam, 3) The value of exemplary education in the book of Tarbiyatul Aulad Fil Islam. This research uses a qualitative approach that is library research, with the type of text or document study. The data collection technique uses document analysis, while the data analysis technique uses content analysis. The results of this study indicate that, The example of Rasulullah SAW in worship based on the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan is a) prayer, b) fasting, c) prayer beads. The example of the prophet SAW in morals based on the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan is, a) generous nature or likes to give, b) zuhud, c) tawadhu or humality, d) forgiving and generous, e) physical strength, f) brave, g) firmness in upholding the principles. The exemplary educational values of the prophet Muhammad SAW based of the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan are, a) the guidance of the Prophet Muhammad SAW in honesty, b) guidance of the prophet Muhammad SAW in justice, c) guidance of the prophet Muhammad SAW in love, d) the guidance of the prophet Muhammad SAW in filial piety to booth parents, e) guidance of the prophet Muhammad in a gentle nature
Prinsip Pendidikan Moral Pada Anak Menurut Abdullah Nashih Ulwan
This study aims to obtain knowledge and information based on true and reliable facts and data about the principles of children's moral education according to Abdullah Nashih Ulwan and Knowing the relevance of Abdullah Nashih Ulwan's moral education thinking in answering human problems today, with the hope of contributing to the development of the treasures of science. knowledge, especially for the advancement of education, especially regarding the moral education of children according to Abdullah Nashih Ulwan which has not been done proportionally, especially in Indonesia.
In this thesis writing research uses a textual approach, an approach that seeks to understand how the principles of moral education in children according to Abdullah Nashih Ulwan by exploring the results of his works. It will be contextualized with the social reality of modern society today. So in this case, the authors conduct a type of library research (library research). In this case, the author collects books, articles, internet data that have relevance to the author's subject matter. The results of the research on Abdullah Nashih Ulwan's thoughts on moral education all started from Abdullah Nashih Ulwan's concept of his considerable integrity in the education of future generations. The principle of moral education referred to here is a set of basic moral principles and the virtues of attitude and character (character) that must be possessed and made a habit by children from the beginning until they become a mukallaf, that is, ready to wade through the ocean of life
A PENTINGNYA PERAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK MENURUT ABDULLAH NASHIH ‘ULWAN: PENTINGNYA PERAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK MENURUT ABDULLAH NASHIH ‘ULWAN
The components required to form a rabbani generation are numerous and undeniable. The primary supporting factor is undoubtedly the role of parents. The author uses the views of Abdullah Nashih ‘Ulwan as a foundation to explore how parents play their role in educating children, as discussed in this research. The researcher's choice in seeking completeness of information and various data uses a library research approach with a qualitative method. The method applied by the researcher to gather this data is through searching for documents that refer to the views of Abdullah Nashih ‘Ulwan. The research results indicate that according to Abdullah Nashih ‘Ulwan, the concept of educating children involves teaching through habits, setting examples, giving advice, supervision, and using discipline. Meanwhile, the role of parents in educating children includes responsibilities towards faith education, morals, physical education, rational education (intellect), psychological education (spiritual), social education, and sexual educationAbstract: The components required to form a rabbani generation are numerous and undeniable. The primary supporting factor is undoubtedly the role of parents. The author uses the views of Abdullah Nashih ‘Ulwan as a foundation to explore how parents play their role in educating children, as discussed in this research. The researcher's choice in seeking completeness of information and various data uses a library research approach with a qualitative method. The method applied by the researcher to gather this data is through searching for documents that refer to the views of Abdullah Nashih ‘Ulwan. The research results indicate that according to Abdullah Nashih ‘Ulwan, the concept of educating children involves teaching through habits, setting examples, giving advice, supervision, and using discipline. Meanwhile, the role of parents in educating children includes responsibilities towards faith education, morals, physical education, rational education (intellect), psychological education (spiritual), social education, and sexual education.
Keywords: Children's Education, Role of Parents
Analysis of Childhood Education Program at Early Ages: The Study of The Thinking of Abdullah Nashih 'Ulwan
This study aims to find out the description of the analysis of the PAUD program Abdullah Nashih 'ulwan's thoughts on relevance in the 4.0 era. research data collection is library research. This test aims to obtain data on the relevance of the PAUD program according to Abdullah Nashih Ulwan with the current 4.0 era. Data analysis techniques through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results obtained from testing 5 question
KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI MENURUT ABDULLAH NASHIH ULWAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana pandangan Abdullah Nashih Ulwan tentang pendidikan agama pada anak usia dini dalam Kitab Tarbiyah Aulad Fil Islam, (2) Bagaimana Implementasi konsep pendidikan agama Islam pada anak usia dini menurut Abdullah Nashih Ulwan di lingkungan keluarga.
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif. Yaitu penelitian yang tidak hanya mendeskripsikan data tetapi harus memberikan penafsiran atau interprestasi dan pengkajian secara mendalam di setiap kasus dan mengikuti perkembangan kasus tersebut dalam mengumpulkan data menggunakan kajian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya. Sedangkan dalam pengumpulan data, menggunakan teknik dokumentasi, artinya data dikumpulkan dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan judul yang diangkat oleh penulis dan juga dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata bukan bentuk angka-angka. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan content analisis atau analisis atau analisis isi, yaitu analisis ilmiah tentang isi pesan suatu pesan komunikasi yang ada.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pandangan Abdullah Nashih Ulwan tentang Pendidikan agama Islam pada anak usia dini adalah bahwa Islam menganjurkan agar pendidikan diberikan sedini mungkin karena usia ini merupakan masa yang penting untuk menanamkan pendidikan. Pembinaan agama pada anak harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan fitrah (keimanan). Implementasi konsep pendidikan agama Islam pada anak usia dini Menurut Abdullah Nashih Ulwan di lingkungan keluarga adalah: Dalam siklus kehidupan manusia, masa usia dini merupakan sebuah priode yang paling penting, namun sekaligus juga merupakan suatu priode yang sangat berbahya, oleh sebab itu memerlukan perhatian dalam kesungguhan dari pihak-pihak yang bertanggung jawab kehidupan anak. dengan pendidikan anak yang ada di Indonesia tersebut sangat relevan baik dari sisi normatif, idiologis, aplikatif, maupun kontekstualis dan dapat diterapkan dalam konteks ke Indonesiaan
Pendidikan Karakter Anak: Studi Komparasi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Abdullah Nashih Ulwan
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dan membedakan bagaimana Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan dan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan karakter pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe literature review. Pendekatannya melibatkan membandingkan setidaknya dua tokoh pendidikan. Pengumpulan informasi dilakukan dengan mencari beberapa sumber penting di antaranya meliputi sumber primer dari buku yang membahas pemikiran kedua tokoh tersebut dan adapun sumber sekundernya dari beberapa artikel yang berkaitan dengan kedua tokoh tersebut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis sehingga memperoleh hasil kajian yang menunjukkan bahwa Abdullah Nashih Ulwan sebagai tokoh pendidikan Islam, dan Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional, dari kedua tokoh tersebut menekankan pentingnya pendidikan karakter. Namun Ki Hajar Dewantara mendasarkan pendidikan karakternya pada nilai-nilai budaya bangsa yang menjadi titik perbedaan pemikiran mereka. Sedangkan Abdullah Nashih Ulwan, berpedoman pada ajaran Islam dalam melaksanakan pendidikan karakter. Demikian pula, metode pendidikan karakter yang disepakati kedua tokoh tersebut yaitu metode keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan. Namun pada metode pendidikan Abdullah Nashih ulwan ada tambahan metode yaitu metode  Nasehat dan hukuman sebagai upaya dalam pendidikan karakter anak. Hal inilah yang menjadi pembeda dari pemikiran metode pendidikan kedua tokoh tersebut. Abstract: The purpose of this study is to compare and contrast how Abdullah Nashih Ulwan and Ki Hajar Dewantara think about character education in children. This research is qualitative research with a literature review type. The approach involves comparing at least two educational figures. Information collection is done by looking for several vital sources, including primary sources from books that discuss the thoughts of the two figures and secondary sources from several articles related to the two figures. The data collected is then analysed so as to obtain the results of a study that shows that Abdullah Nashih Ulwan, an Islamic education figure, and Ki Hajar Dewantara, a national education figure, emphasise the importance of character education. However, Ki Hajar Dewantara based his character education on the cultural values of the nation, which became the point of difference in their thinking. Meanwhile, Abdullah Nashih Ulwan is guided by Islamic teachings in implementing character education. Similarly, the methods of character education that the two figures agree on are the methods of exemplary, habituation, and supervision. However, in Abdullah Nashih Ulwan's education method, there are additional methods, namely the method of advice and punishment as an effort in children's character education. This is what makes the difference from the thought of the education method of the two figures.Â
STUDI KOMPARASI TEORI KETELADANAN NASHIH ULWAN DAN TEORI KOGNITIF SOSIAL ALBERT BANDURA
This research aims to explore Nashih Ulwan's exemplary role model theory and Albert Bandura's social cognitive learning theory. The research method used is qualitative research, and the type of research is library research. The method used in this research is the hermeneutic method. The results of this research show that according to Abdullah Nashih Ulwan, exemplary role modeling is the most effective way to prepare a child's character, shape their social soul and feelings. On the other hand, according to Bandura's social cognitive theory, a person can learn by observing and imitating the behavior of others around them. The similarity between these two theories lies in the fact that learning is a process of observation and attention, where a person learns from their environment, in terms of models, examples or exemplary role models. The difference lies in Nashih Ulwan's emphasis on following the exemplary role model of Prophet Muhammad, while Bandura's theory focuses on children observing the behavior of adults towards an object (doll), and the different factors that are not imitated or followed from the observed model
PERAN ASATIDZ DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SANTRI MELALUI KEGIATAN SPIRITUAL DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUL MUSTOFA REJOTANGAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Peran Asatidz dalam Membentuk Karakter
Religius Santri melalui Kegiatan Spiritual Di Pondok Pesantren Raudlatul
Mustofa Rejotangan Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Sadid Zainun
Nashih, NIM 17201153533, dibimbing oleh Dr. H. Nur Kholis, S.Ag M.Pd
Kata Kunci: Asatidz, Karakter, Kegiatan Spiritual
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kedudukan pembentukan karakter
dalam kehidupan manusia maupun peserta didik menempati tempat yang penting,
sehingga perlu adanya perhatian dari berbagai pihak individu maupun kelompok.
Karena peserta didik sebagai individual yang masih rentan terhadap lingkungan
yang selalu mudah terpengaruh terhadap hal-hal disekitarnya, maka baik buruknya
karakter santri akan berengaruh kepada individu didalamnya. Agar karakter santri
dapat diarahkan sesuai dengan tujuan mulia yaitu berakhlakul karimah, maka
lembaga dan orang yang berperan didalamnya sangat berperan dalam membantu
terbentuknya karakter santri yang mulia tersebut. Melihat kegiatan keagamaan
yang cenderung dominan dibandingkan dengan kegiatan yang lain, perlu adanya
pembinaan langsung maupun tidak langsung dari kyai maupun ustadz didalamnya
agar santri bisa memiliki karakter yang baik. Berangkat dari latar belakang itulah
maka penulis berkeinginan mengambil judul Peran Asatidz dalam Membentuk
Karakter Religius Santri melalui Kegiatan Spiritual di Pondok Pesantren
Raudlatul Mustofa Rejotangan Tulungagung.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana Peran Asatidz dalam
Membentuk Karakter Religius Santri melalui Kegiatan Spiritual Sholat Jama’ah di
Pondok Pesantren Raudlatul Mustofa Rejotangan Tulungagung? (2) Bagaimana
Peran Asatidz dalam Membentuk Karakter Religius Santri melalui Kegiatan
Spiritual Sholat Jama’ah di Pondok Pesantren Raudlatul Mustofa Rejotangan
Tulungagung? (3) Bagaimana Peran Asatidz dalam Membentuk Karakter Religius
Santri melalui Kegiatan Spiritual Istighosah di Pondok Pesantren Raudlatul
Mustofa Rejotangan Tulungagung?
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif,
adapundata diperoleh dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan
sumber data primer diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumen pokok.
Sedangkan, data sekunder, berasal dari wawancara, data kepustakaan, buku dan
literature lainnya sebagaipelengkap data primer. Dalam penelitian ini teknik
pengumpulan data yang digunakan, yaitu: observasi, wawancara serta dokumentasi.
Sedangkan metode analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian (1) Melalui asaholat berjama’ah santri dibiasakan untuk
ibadah secara istiqomah dan tepat waktu, dan memperkuat ukhuwah islamiyah di
dalam pesantren mapun di masyarakat. (2) Kegiatan Pengajian kuning Santri
dibiasakan untuk belajar dengan giat dan sunnguh-sungguh dalam belajar dan
memahami hukum-hukum islam yang tidak ada dalam al-quran dan al-hadis.
secara mendalam. (3) Kegiatan istighosah Santri dibiasakan untuk berdoa,
meminta pertolongan kepada Allah SWT lewat istighosah agar harapan mereka
xvii
bisa terkabul. Dengan kegiatan istighosah inilah ustadz mengajarkan para santri
untuk selalu meminta pertolongan hanya kepada Allah SWT
Metode Keteladanan dan Urgensinya Dalam Pendidikan Akhlak Menurut Perspektif Abdullah Nashih Ulwan
This paper explores Abdullah Nashih Ulwan's ideas about exemplary methods and their urgency in moral education. In this writing, the author uses the Content Analysis approach, so that the results of the study are not numbers but interpretations and words. The data collection was carried out with literature review techniques by making the book Tarbiyatul Aulad Fil Islam by Abdullah Nashih Ulwan as primary data, and the literature relating to the object of this study as secondary data. Then the data collected is analyzed using content analysis, i.e., by sorting out the data collected to analyze its contents according to what is needed so that a conclusion can be drawn. This research proves as follows: 1) According to Nashih Ulwan, the exemplary method is a method used in education in the context of forming the character of children by means of educators providing good role models for children. The examples of role models that must be exemplified by an educator are humility, courage, patience, honesty, piety, and firmness in children. 2) The importance of moral education in an educator must have a character or character that reflects good behavior in all aspects, especially in aspects of worship and morals. Educators must instill good attitude or role models in children.
Keywords: Exemplary Method, Perspective, Moral Education.Tulisan ini mengupas gagasan Abdullah Nashih Ulwan tentang metode keteladanan dan urgensinya dalam pendidikan akhlak. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan pendekatan Analysis Content (isi), sehingga hasil penelitiannya tidak berupa angka-angka melainkan berupa interpretasi dan kata-kata. Pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik kajian literatur dengan menjadikan kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam karya Abdullah Nashih Ulwan sebagai data primer, dan literatur-literatur yang berkaitan dengan obyek penelitian ini sebagai data sekundernya. Kemudian data-data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan content analysis yakni, dengan cara memilah-milah data yang terkumpul untuk dianalisa isinya sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Penelitian ini membuktikan sebagai berikut: 1) Menurut Nashih Ulwan, metode keteladanan merupakan metode yang digunakan dalam pendidikan dalam rangka membentuk akhlak anak dengan cara pendidik memberikan suri tauladan yang baik pada anak. Bentuk-bentuk suri tauladan yang harus dicontohkan seorang pendidik adalah kerendahan hati(ketawadu’an), keberanian, kesabaran, jujur, takwa serta ketegasan pada anak. 2) Urgensinya dalam pendidikan akhlak seorang pendidik harus memilki kharakter atau watak yang mencerminkan prilaku yang baik dalam segala aspek, terutama pada aspek ibadah dan akhlak. Pendidik harus menanamkan sikap atau suri tauladan yang baik pada anak.
Kata Kunci: Metode Keteladanan, Perspektif, Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Akhla
- …
