1,010 research outputs found

    PENGARUH PLATFORM DIGITAL, PENGETAHUAN INVESTASI, DAN PERSEPSI RISIKO TERHADAP MINAT BERINVESTASI DI PASAR MODAL SYARIAH PADA MAHASISWA MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Platform Digital, Pengetahuan Investasi, dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Berinvestasi Di Pasar Modal Syariah Pada Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung”, ditulis oleh Muhammad Syehan Syachruly NIM. 126406213168. Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan pembimbing Ruly Priantilianingtiasari, S.E., S.Pd., M.Sy. Kata Kunci:Platform digital, pengetahuan investasi, persepsi risiko, minat berinvestasi Minat berinvestasi penting bagi mahasiswa karena akan berkontribusi aktif bagi dunia investasi seperti pasar modal syariah. Tentunya minat dalam investasi pasar modal syariah dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain platform digital, pengetahuan investasi, dan persepsi risiko. Dalam penelitian ini difokuskan pada Mahasiswa Manajemen Keuangan Syariah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang merupakan universitas terbaik di Tulungagung. Rumusan penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengaruh platform digital, pengetahuan investasi, dan risiko investasi secara simultan terhadap minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah Uin Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2) Bagaimana pengaruh penggunaan platform digital terhadap minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 3) Bagaimana pengetahuan investasi mempengaruhi minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 4) Bagaimana persepsi risiko investasi mempengaruhi minat berinvestasi di pasar modal syariah pada mahasiswa manajemen keuangan syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung berjumlah 429 yang diambil dari mahasiswa Angkatan 2020-2022. Sampling menggunakan Probability sampling diperoleh 207 mahasiswa. Pengumpulan data melalui angket kuesioner dengan Teknik analisis data uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Platform digital, pengetahuan investasi, dan persepsi risiko berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa dalam berinvestasi di pasar modal syariah. 2) Platform digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal syariah. 3) Pengetahuan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal syariah. 4) Persepsi risiko berpengaruh positif signifikan terhadap minat mahasiswa berinvestasi

    POLIGAMI DALAM PEMIKIRAN KH HUSEIN MUHAMMAD PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM

    No full text
    Polygamy has been interestingly discussed and giving rise to pros and cons with its all related arguments until now. This paper aims to analyze polygamy based on the thinking of KH Husein Muhammad and is strengthened by the theory of legal sociology. This research is qualitative, particularly the type of library research, and uses a conceptual approach. According to KH Husein Muhammad's thought, polygamy is not a practice born out of Islamic tradition. Islam did not initiate polygamy. Long before Islam came, the polygamy tradition had become a form of patriarchal civilization practice. According to KH Husein Muhammad, there must be an effort to reconstruct the Marriage Law related to polygamy. The phenomenon that is often encountered is a bad situation due to polygamy which can gradually harm the future of the nation's generation. This situation is immediately resolved by all parties, both the public and the state, through the improvement of laws or regulations. Referring to the process of gradual improvement as exemplified by the al-Qur'an for many cases, including cases of slavery, it is time for the process towards monogamous marriage to be carried out. Although the Qur'an mentions the issue of polygamy in Surah an-Nisa'(4): 3, however, there is a Hadis of the Prophet Muhammad that opposed Ali bin Abi Talib's plan to polygamy on Fatimah ra. KH Husein Muhammad criticized several manhajs of polygamy by arguing that monogamy rejects more harm than polygamy does. Therefore, monogamy must take precedence to be implemented because polygamy which causes arbitrary actions and endangers his wife and children must be avoided, in accordance with a sociological view of law, namely looking at law or norms from a social aspect

    IMPLEMENTASI MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA MAHASISWA UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG (Studi Kasus pada Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Angkatan 2018)

    No full text
    ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan Terhadap Motivasi Berwirausaha Mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Studi Kasus pada Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Angkatan 2018)” ditulis oleh Muhammad Daafa Ihza Yufiansyah, NIM. 12402183308, Pembimbing Mochamad Chobir Sirad M.Pd.I. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak nya lulusan mahasiswa di Indonesia tidak sebanding dengan adanya lapangan kerja sehingga tingkat pengangguran di Indonesia tinggi. Dengan hal tersebut peneliti ingin meneliti di UIN Sayyid Ali Rahmatullah yang mana adanya mata kuliah kewirausahaan dengan adanya pembelajaran teori maupun praktek dapat memotivasi mahasiswa berwirausaha. Penelitian ini terfokus pada bagaimana bentuk implementasi mata kuliah kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa dan kendala-kendala dalam implementasi mata kuliah kewirausahaan. Dengan tujuan agar dapat mengetahui bentuk dan kendala dalam pelaksanaan mata kuliah kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha mahasiswa, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif studi kasus yang merupakan pemahaman sebuah kasus secara rinci. Hasil penelitian ini adalah melalui beberapa tahapan sebagai berikut: (1) implementasi yang dilaksanakan di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui teori dan praktik dengan fasilitas pendukung yaitu adanya perpustakaan (2) Dosen membuat juknis untuk mahasiswa dengan mengimplementasikan mata kuliah kewirausahaan yang bertujuan untuk mengaplikasikan skill mahasiswa (3) pelaksanaan praktik kewirausahaan akan memberikan pengalaman berwirausaha mahasiswa selain itu dapat memotivasi mahasiswa untuk mendirikan suatu usaha sendiri. Kata Kunci: Implementasi, Kewirausahaan, dan Motivasi Berwirausaha

    PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS PADA UKM PENCAK SILAT PAGAR NUSA UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

    No full text
    Ajeng Putri Maharani. 2025. Penanaman karakter religious pada UKM Pencak Silat Pagar Nusa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah. Pembimbing Skripsi : Dr. H. M. Muntahibun Nafis, M.Ag. Kata Kunci: karakter religius, pencak silat pagar nusa Pencak silat adalah olahraga bela diri asli Indonesia yang tidak hanya mengajarkan teknik pertahanan diri, tetapi juga menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental. Sangat disayangkan, banyak orang menganggap pencak silat hanya tentang kekerasan dan perkelahian. Padahal, dalam organisasi pencak silat, para anggota tidak hanya diajarkan gerakan bela diri, tetapi juga nilai-nilai akhlak mulia dan pengetahuan agama. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk : (1) Untuk mendeskripsikan bentuk Penanaman Karakter Religius pada UKM pencak silat Pagar Nusa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. (2) Untuk mendeskripsikan proses Penanaman Karakter Religius pada UKM pencak silat Pagar Nusa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. (3) Untuk mendeskripsikan implikasi dari Penanaman Karakter Religius pada UKM pencak silat Pagar Nusa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil peneltian ini adalah: (1) Bentuk Penanaman Karakter Religius pada UKM pencak silat Pagar Nusa dibagi menjadi 2 yaitu fisik dan non fisik. (2) Dalam proses Penanaman Karakter Religius pada UKM pencak silat Pagar Nusa menekankan pada aspek iman, islam, ihsan, ilmu, dan amal. Dengan menggunakan metode pembiasaan, metode nasihat, metode pemberian pengawasan/perhatian, dan metode hukuman. (3) implikasi dari proses Penanaman Karakter Religius pada UKM pencak silat Pagar Nusa yakni disiplin, rajin, sabar, jujur, tanggungjawab. Dan berprestasi dalam bidang non akademik berupa kejuaraan beladiri

    PERGESERAN KONSEP KAFA’AH DALAM PANDANGAN GENERASI Z DITINJAU DARI TEORI PERUBAHAN SOSIAL (Studi pada Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)

    No full text
    “Muhammad Syamsul Hudha, NIM 12102193143, Pergeseran Konsep Kafa’ah Dalam Pandangan Generasi Z Ditinjau Dari Teori Perubahan Sosial (Studi pada Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Sayyid Ali Rahamtullah Tulungagung), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing: Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag. Kata Kunci: Kafa’ah, Generasi Z, Pergeseran, Perubahan Sosial Pergeseran konsep kafa’ah begitu terlihat dari masa ke masa. Salah satu faktor yang menyebabkan pergeseran konsep kafa’ah tidak terlepas dari perubahan sosial. Dewasa ini, pergeseran konsep kafa’ah merupakan persoalan kontemporer yang jarang disentuh masyarakat awan, terlebih pemahaman dikalangan generasi Z yang dimana mereka memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki pemahaman berbeda terkait dengan konsep kafa’ah sebagaimana dipahami oleh orang-orang terdahulu. Perubahan sosial itu sendiri secara perlahan juga menggiring pemahaman kalangan generasi Z mengenai konsep kafa’ah sehingga menggeser akan pemahaman konsep kafa’ah. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menjawab 3 rumusan masalah. Pertama, bagaimana konsep kafa’ah menurut pandangan generasi z?. Kedua, bagaimana kriteria pasangan ideal menurut generasi z?. Ketiga, bagaimana pergeseran konsep kafa’ah dalam pandangan generasi z ditinjau dari teori perubahan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologi. Peneliti melihat kenyataan yang ada pada generasi z terkait pergeseran konsep kafa’ah dalam pandangan generasi z dan selanjutnya dilakukan analisis dengan teori perubahan sosial. Penelitian ini dilakukan pada generasi z yang merupakan mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pertama, Konsep kafa’ah menurut pandangan generasi z pada mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung masih relevan untuk diterapkan di era sekarang. Hal ini karena tujuan dari penerapan konsep kafa’ah ini memiliki tujuan mewujudkan keluarga sakinah sesuai dengan ajaran syariat Islam. Ada lima aspek kafa’ah yang masih relevan, yakni aspek agama, nasab, harta, profesi, dan bebas dari cacat. Kedua, Kriteria pasangan ideal menurut generasi z pada mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung adalah seagama, taat dalam beragama, memahami ilmu agama, memiliki akhlak yang baik, memiliki aliran keagamaan yang sama, memahami ilmu parenting, sehat secara jasmani dan rohani, cerdas secara emosi, sefrekuensi, tempat tinggal yang berdekatan. Ketiga, Konsep kafa’ah dalam pandangan generasi z pada mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung telah terjadi pergeseran berupa penambahan dan pengurangan. Penambahan ini terdapat pada aspek agama, nasab, harta, profesi, bebas dari cacat, sefrekuensi, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, keterampilan memasak, dan penampilan yang menarik. Sedangkan, pengurangan xix terdapat pada aspek kemerdekaan diri. Adapun faktor penyebabnya adalah struktur sosial. Sedangkan faktor pendorong penambahan adalah faktor toleransi, pendidikan, dan ideologi

    Pengaruh Pemberian Pamflet Kesehatan pada Pemulung Tentang Pengetahuan Sikap dan Perilaku Terhadap Penyakit Kutu Air (Tinea Pedis) di Tpa Supit Urang Kota Malang

    No full text
    Muhammad Ali Rahmatullah, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang, Maret 2023. Pengaruh Pemberian Pamflet Kesehatan Pada Pemulung Tentang Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Terhadap Penyakit Kutu Air (Tinea Pedis) Di Tpa Supit Urang Kota Malang. Pembimbing I: Sri Herlina, SKM.M.PH, Pembimbing II: dr. Arief Heru Wicaksono. Sp.An. Pendahuluan: Penyakit kutu air masih menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan pada pemulung terutama di TPA Supit Urang. Hal tersebut dikarenakan akibat kurangnya kesadaran para pemulung terhadap kebersihan diri.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pamflet kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penyakit kutu air. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental jenis One-Group Pretest-Posttest dengan uji Wilcoxon. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dari kriteria inklusi dan kriteria ekslusi dengan hasil perhitungan rumus Slovin didapatkan 104 sampel. Intervensi berupa edukasi tentang kebersihan diri menggunakan media pamflet mengenai pencegahan penyakit kutu air pada TPA Supit Urang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit kutu air. Hasil: Pada penelitian didapatkan hasil Sig (0,00<0,05) pada pengetahuan, sikap dan perilaku setelah diberikan intervensi. Peningkatan nilai posttest pada variabel pengetahuan sebanyak 100 pemulung, variabel sikap sebanyak 98 pemulung dan variabel perilaku sebanyak 64 pemulung. Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui media pamflet dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pemulung terhadap pencegahan penyakit kutu air. Kata kunci: kutu air,pamflet , pengetahuan, sikap, perilaku, pemulun

    KONSEP MAHAR DALAM COUNTER LEGAL DRAFT KOMPILASI HUKUM ISLAM PERSPEKTIF DOSEN HKI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG DAN ULAMA KOTA MOJOKERTO

    No full text
    Muhammad Agungmerchando Kholyly, 126102211067, Konsep Mahar Dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam Perspektif Dosen HKI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Dan Ulama Kota Mojokerto, Jurusan Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Dosen Pembimbing: Dr. Eko Siswanto, M.H.I. Kata Kunci: Konsep Mahar, Counter Legal Draft Kompilai Hukum Islam, Ulama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mahar dalam perkawinan Islam serta berbagai pemahaman dan praktik yang berkembang di masyarakat. Dalam Islam untuk melaksanakan perkawinan harus memenuhi rukun dan syaratnya yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pihak. Salah satunya kewajiban seorang calon suami yaitu memberikan mahar kepada calon istri. Namun untuk konsep mahar sendiri perlu dikaji secara mendalam agar tidak terjadi kesalahan yang sudah dianggap umum dan lumrah di kemudian hari. Rumusan masalahnya adalah: 1) Bagaimana persepsi dosen HKI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terhadap konsep mahar yang ada di dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam? 2) Bagaimana persepsi Ulama Kota Mojokerto terhadap konsep mahar yang ada di dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam? 3) Bagaimana perbandingan antara persepsi dosen HKI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan persepsi Ulama Kota Mojokerto terhadap konsep mahar yang ada di dalam Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam? Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif berlokasi penelitihan di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan Kota Mojokerto. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tahapan kondenasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan pengecekan keabsahan data dengan teknis trianggulasi, dependabilitri, konfirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Persepsi dosen HKI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melihat mahar sebagai kewajiban suami kepada istri, syarat nikah, dan bentuk penghormatan. Meskipun mereka terbuka terhadap adaptasi hukum Islam dengan budaya, usulan CLD-KHI yang membolehkan perempuan memberi mahar tidak disetujui karena tidak sesuai dengan Q.S. An-Nisa ayat 4 yang menetapkan laki-laki sebagai pemberi mahar. 2) Persepsi Ulama Kota Mojokerto (NU, Muhammadiyah, dan MUI) juga menolak konsep mahar dalam CLD-KHI karena tidak sesuai syariat Islam. Bagi mereka, mahar adalah kewajiban suami kepada istri, tanpa batasan jumlah tetapi harus disepakati, dan tidak boleh diminta kembali. 3) Perbandingan persepsi dosen HKI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan Ulama Kota Mojokerto terkait konsep mahar dalam CLD-KHI. perbedaannya yakni, persepsi dosen HKI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung lebih terbuka terhadap adaptasi hukum Islam dengan konteks sosial dan budaya, seperti keadilan gender atau praktik mubadalah, namun tetap berpegang pada Q.S. An-Nisa ayat 4 sebagai dasar utama kewajiban mahar bagi laki-laki. Sedangkan persepsi Ulama Kota Mojokerto lebih konservatif menolak konsep mahar dalam pasal 16 CLD-KHI yang membolehkan perempuan memberi mahar karena dianggap bertentangan langsung dengan Q.S. An-Nisa ayat 4, dan berpegang kuat pada prinsip bahwa mahar adalah kewajiban murni suami kepada istri. Meskipun ada perbedaan dalam keterbukaan terhadap interpretasi baru, keduanya mempunyai persamaan bahwa mahar adalah kewajiban laki-laki kepada perempuan, merupakan hak penuh istri, tanpa batasan jumlah spesifik, dan harus disepakati bersama agar tidak memberatkan calon suami dan tidak merendahkan calon istri. Mahar dipahami sebagai kesungguhan cinta kasih sayang calon suami kepada calon istri dan sebagai simbol penghormatan

    THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ SELFASSESSMENT AND LECTURER ASSESSMENT IN MEASURING PRONUNCIATION OF ENGLISH EDUCATION STUDENTS OF UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG 2024/2025

    No full text
    The Thesis entitled “The Correlation Between Students’ Self-Assessment And Lecturer Assessment in Measuring Pronunciation of English Education Students of UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2024/2025” was written by Herlin Febriani, Student ID Number 126203212140. 2025, English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic University (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah of Tulungagung, supervised by Muhammad Zen Masruri, M.Pd Keyword: Pronunciation Abilities, Self-Assessment, Lecturer Assessment. Assessment plays an important role in evaluating students' speaking abilities, especially in pronunciation, where clarity is essential to avoid misunderstandings. This study involved two variables: students’ self-assessment scores of their pronunciation abilities as the independent variable (X), and lecturer assessments as the dependent variable (Y). The aim was to identify whether there is a the correlation between self-assessment and lecturer assessment in measuring pronunciation of english education students of UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2024/2025 The research used a quantitative approach with a correlation analysis technique. The sampling method was purposive sampling, involving 55 students. Data were collected through recorded pronunciation test. Students were asked to record a given text and then assess their own pronunciation. These recordings were then evaluated by a lecturer. The data were analyzed using SPSS 27 and the Pearson Product-Moment Correlation formula. The correlation coefficient was 0.410, with a significance level of 0.002. Since the correlation fell within the 0.400–0.700 range, it was categorized as moderate. Because the significance value was lower than 0.05, the null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (H1) was accepted. Therefore, there is a correlation between students’ self-assessment and lecturer assessment in measuring pronunciation of english education students of UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2024/2025

    STUDENTS’ PERCEPTIONS OF CHATGPT’S USEFULNESS IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING (ELT) AMONG FIFTH-SEMESTER STUDENTS AT UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

    No full text
    Faizin, Muhammad Nur. 2024. Students’ Perceptions of The Usefulness of ChatGPT In ELT of The Fifth Semester at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. A Thesis, English Education Department, Faculity of Tarbiyah and Teacher Training, Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University of Tulungagung. Advisior: Dr.H.Muh Basun, M.Pd. Key Words: ChatGPT, ELT, Perception English language learning has undergone changes with the emergence of new technologies, one of which is the use of AI applications like ChatGPT. This technology has begun to be implemented to support language learning, but there is still little research examining students' perceptions of using ChatGPT in English language learning. This study aims to understand students' perceptions regarding the use of ChatGPT in ELT to improve English language skills, particularly writing, speaking, and reading comprehension skills. This research employs a quantitative approach using survey methods. Data was collected through a questionnaire with 30 fifth-semester English major students at UIN SATU TULUNGAGUNG. The findings show that most students feel ChatGPT is effective in improving their writing and speaking skills. they also feel that this application provides quite accurate information. This research concludes that ChatGPT can be a useful tool in English language learning, although it requires teacher supervision to maximize its use. Further research is recommended to explore the limitations of this application and its impact in the broader context of language teachin

    EXPLORING NON-ENGLISH MAJOR STUDENTS’ PERSPECTIVES ON USING SPOTIFY FOR ENGLISH VOCABULARY LEARNING AT UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

    No full text
    Patria, Farchan Hadi. Students Registered Number, 126203212138, 2025. Exploring Non-English Major Students’ Perspectives on Using Spotify for English Vocabulary Learning at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Advisor: Muhammad Zen Masruri, M.Pd. Keywords: Students’ Perception, Spotify, Vocabulary Learning, Digital Media, Non-English Majors Vocabulary is one of the most important aspects of learning English. In the era of Society 5.0, many students prefer to learn using digital media. One platform that offers rich English content is Spotify, which provides songs, podcasts, and audiobooks that are easy to access and enjoyable to use. This study explored the perception and experience of non-English department students in using Spotify to improve their English vocabulary. This research used a sequential explanatory mixed-method design. The quantitative data were collected through a questionnaire given to 118 non-English department students of UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung in the academic year 2024/2025. The qualitative data were collected through structured interviews with 6 selected participants. The data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. The findings showed that most students had positive perceptions toward Spotify as a vocabulary learning tool. Students believed that Spotify exposed them to new vocabulary, supported flexible learning, and helped them understand word meaning, spelling, pronunciation, and usage. Features such as synchronized lyrics and curated playlists were considered helpful. Students also stated that learning vocabulary through Spotify was more enjoyable and less stressful than traditional methods. However, some challenges were noted, including difficulty understanding certain accents, needing external support for word meanings, and facing distractions from content or environment. Overall, the study concluded that Spotify is a practical, motivating, and effective tool for improving English vocabulary, especially when used regularly and strategically
    corecore