33 research outputs found
Hubungan Antara Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies Pada Santriwati Di Pondok Pesantren An-Nur 2 Putri Al-Murtadlo, Bululawang, Malang.
Skabies atau kudis adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh suatu parasit yaitu Sarcoptes scabies. Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim dan skabies sendiri merupakan penyakit yang menyerang komunitas dan cukup identik dengan pondok pesantren. Personal hygiene merupakan salah satu hal yang memiliki peranan penting dalam penyebab penyebaran penyakit ini sehingga perlu adanya edukasi dalam mencegah penularan infeksi kuman penyakit. Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional ,yaitu suatu penelitian dimana variabel bebas dan variabel terikat yang diteliti dan diukur secara bersamaan. Populasi penelitian ini adalah santriwati Pondok Pesantren An-nur 2 putri Al- Murtadlo, Bululawang Malang. Sampel berjumlah 60 santriwati. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Sampel diambil secara acak oleh peneliti sejumlah sampel yang dibutuhkan selama penelitian. Didapatkan responden sebanya 60 diantarnya 30 responden tidak terkena skabies dan 30 responden sisanya terkena skabies. Analisis data menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil uji didapatkan bahwa p-value 0,001< 0,05. Sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies
Pendidikan Moderasi Beragama: Membangun Harmoni, Memajukan Negeri
Fenomena intoleransi atau ketiadaan tenggang rasa (KKBI) dalam beragama belakangan ini semakin menguat. Beberapa lembaga pendidikan diindikasikan menjadi tempat persemaian paham intoleran. Perilaku intoleransi pada peserta didik mengambil berbagai bentuk seperti mahasiswa setuju dengan negara berdasar agama tertentu, mahasiswa terpapar paham radikal. Aktivis ROHIS di berbagai lembaga pendidikan jenjang menengah bersimpati dan mendukung model gerakan ISIS di Suriah. Remaja usia di atas 17 tahun di Jabodetabek setuju terhadap gerakan keagamaan radikal. Menghadapi fenomena intoleransi kehidupan beragama, mulai tahun 2016 Kementerian Agama menggulirkan wacana moderasi beragama. Dunia pendidikan menjadi tumpuan harapan besar untuk penguatan kembali nilai-nilai moderasi beragama. Pendidikan moderasi beragama diharapkan menjawab sasaran revolusi mental yang menghendaki lahirnya karakter diri peserta didik yang berintegritas, memiliki etos kerja dan berjiwa gotong royong; serta terwujudnya budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahter
Sejarah dan Perkembangan Madrasah di Kepulauan Maluku
Sejarah dan perkembangan lembaga pendidikan madrasah di Kepulauan Maluku ini banyak
menjawab pertanyaan tentang bagaimana perkembangan dan sebaran lembaga pendidikan
madrasah di Kepulauan Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk melacak historisitas
perkembangan madrasah di Kepulauan Maluku melalui metode penelitian paradigma
konstruktivisme, yaitu usaha merekonstruksi pengetahuan yang berkaitan dengan sejarah
perkembangan madrasah. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pengumpulan
data melalui survei ke lapangan, wawancara dengan berbagai sumber dan pelacakan data
kepustakaan. Data selanjutnya dianalisis dengan cara deskriptif analisis
THE DEVELOPMENT OF SCIENTIFIC WRITING SKILLS IN PESANTREN: A COMPARATIVE ANALYSIS ON MA’HAD ALY SUKOREJO SITUBONDO AND MA’HAD ALY MANGGISAN WONOSOBO
This paper will examine the scientific writing skills in the context of pesantren. The pesantren has a long scientific history in Indonesia, unfortunately, it has not been accompanied by a strong tradition of scientific writing. The research question formulated is to figure out what causes the tradition of scientific writing in pesantren is not that strong. To find out the answer, this study will use a qualitative approach by raising two pesantren cases that organize ma’had aly education, namely the Ma’had Aly Sukorejo Situbondo and the Ma’had Aly Manggisan Wonosobo. This study found that the reason why the tradition of writing in pesantren is not that strong is due to the lack of scientific writing being introduced in pesantren. Eventhough, they have been introduced to the scientific tradition and academic culture in deciding various socio-religious issues. This study recommends the need for a pesantren breakthrough in the developing of scientific writing culture
Pengembangan Ekonomi Pesantren Butuh Terobosan Baru
Pasca UU No 18 tahun 2019 tengan Pesantren diundangkan, Kementerian Agama mempunyai tugas berat untuk menggerakkan dunia pesantren dalam tiga fungsinya, yaitu: fungsi pendidikan, fungsi pemberdayaan sosial, dan fungsi dakwah. Sejauh ini, lembaga pesantren lebih dominan menjalankan fungsi pendidikan . Penambahan dua fungsi yang lain merupakan perluasan mandat (wider mandate) yang merupakan aspirasi politik pesantren untuk mendapatkan status hukum dalam Undang-Undang NKRI. Khusus mengenai fungsi pemberdayaan sosial diharapkan pesntren mampu membangun ekosistem ekonomi yang tangguh. Tulisan ini mencoba mewacanakan perlunya terobosan baru pesantren sebagai salah satu kekuatan utama pemberdaya sosial di bidang ekonomi
KELUARGA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN DALAM MENANGKAL RADIKALISME
Keluarga berpeluang menjadi media strategis dalam menangkal paham radikal
pada anak. Fungsi keluarga sebagai membangun psikhologi kebersamaan,
arena penanaman nilai, diskusi dan penilaian berbagai perkembangan yang
terjadi di luar rumah, keteladanan orang tua dalam sikap keagamaan akan
menjadi rujukan yang kuat bagi keberagamaan anak
Strategi Madrasah Swasta Mewujudkan Lembaga Pendidikan Bermutu: Kasus Madrasah Pembangunan Ciputat
Madrasah di Indonesia sering diidentikkan dengan lembaga pendidikan yang penuh keterbatasan. namun belakangan ada beberapa madrasah swasta yang berhasil menjadi sekolah unggulan dan berhasil menarik minat masyarakat kelas menengah kota. salah satu madrasah itu adalah Madrasah Pembangunan Ciputat Tangerang Selatan. Studi ini bermaksud mengkaji usaha madrasah swasta ini menjadi sekolah unggulan dengan pendekatan studi kasus. Studi ini menemukan bahwa Madrasah Pembangunan Ciputat menerapkan pendekatan multi dimensi, atau yang sering disebut sebagai Total Quality Management
Situs Menanga Solor Flores Timur: Jejak Islam di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Solor Island, East Flores considered as one gate of the presence of three major religions (Islam, Catholicism, Christianity) in East Nusa Tenggara. The existence of Lohayong fort built by Portuguese (1566) became the beginning discussionabout history of religion in that area. This study was formulated to answer the question: whether Islam first present on the Solor Island? What kinds of evidencesthat prove of existence Islam on this island? Using archaeological and literature studies, the study concluded that there is some evidence like the presence of ulama Joe Pattiduri in Menanga at 13th century, the Fort of Menanga and the alliance of the five royal beach (Solor Watanlema). This facts also shows that Islam has been present before the Portuguese presence in the island.
Keywords: Sites, Menanga, Watanlema 

Pulau Solor, Flores Timur menjadi saksi penting masuknya tiga agama besar (Islam, Katholik, Kristen) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberadaan Benteng Lohayong yang dibangun Portugis (1566) menjadi awal diskusi masuknya agama di NTT. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab pertanyaan: apakah Islam lebih dahulu hadir di Pulau Solor? bukti apa saja yang bisa kita saksikan tentang Islam di Pulau Solor ini? Pendekatan kajian menggunakan studi arkeologi dan pustaka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada beberapa bukti seperti hadirnya ulama Joe Pattiduri di Menanga abad 13, keberadaan Benteng Menanga dan Aliansi 5 kerajaan pantai Solor Watanlema. Fakta ini juga menunjukkan bahwa bahwa Agama Islam telah hadir sebelum Portugis hadir di Pulau Solor. 
Kata-kata Kunci: Situs, Menanga, Watan Lema</jats:p
