1,721,497 research outputs found
SUMBANGAN MUALIM HAJI WAHID DALAM BIDANG DAKWAH DI MELAKA
Artikel ini khususnya bertujuan untuk mengenalpasti dan memperkenalkan Mualim Haji Wahid tentang sumbangannya yang memainkan peranan utama dalam pembangunan dakwah Islam di Melaka. Metodologi yang digunakan dalam kajian ini adalah kaedah dokumentasi dan sejarah. Dua kaedah utama yang digunakan dalam kajian kualitatif ini ialah penyelidikan perpustakaan dan penyelidikan lapangan. Sementara itu, kaedah pengurangan dan induksi digunakan secara spesifik untuk menganalisis data. Selain itu, kajian ini adalah mengenai keperibadian Mualim Haji Wahid sepanjang hidupnya. Walaupun tidak pernah tinggal di zamannya, kami telah mencari maklumat mengenai Mualim Haji Wahid untuk dikongsi dengan responden yang lain. Biasanya kita hanya mendengar dakwah ulama di luar negeri tetapi tidak di Malaysia, contohnya seorang yang terkenal Mualim Haji Abdul Wahid. Diharapkan melalui artikel ini sumbangan beliau yang besar akan sentiasa dihargai dan diingati
“OPTIMALISASI PERAN MUALIM TERHADAP PENGISIAN LAPORAN DI APLIKASI IP MAN DI MT MEDITRAN”
ABSTRAKSI
Aga Surya Pradana, NIT : 561911117038 N, “Optimalisasi Peran Mualim Terhadap
Pengisian Laporan Di Aplikasi IP MAN Di MT Meditran”, skrispsi Program Studi
Nautika Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing
I : Capt. Anugrah Nur Prasetyo, M.Si., Pembimbing II : Pranyoto,S.Pi,M.AP.
Segala aspek kegiatan di kapal semua harus dipertanggung jawabkan melalui laporan
kegiatan yang dikirim oleh pihak pekerja ke perusahaan pusat. Salah satu ketentuan untuk
menjadi perwira di atas kapal tentunya harus belajar dibidang tersebut dan melakukan
praktek laut selama minimal satu tahun yang bertujuan untuk membangun dan
menumbuhkan calon – calon perwira pelayaran yang berwawasan global.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dan
menggunakan analisa statistik deskriptif menggunakan metode statistik untuk
menggambarkan data secara ringkas. Mengumpulkan data dengan observasi, dokumentasi,
dan melakukan survei menggunakan wawancara langsung untuk mengumpulkan data
responden. Informan merupakan crew kapal MT Meditran meliputi Chief Officer, Second
Officer, Third Officer, dan Smartphone kapal MT Meditran.
Sesuai hasil penelitian dan pengolahan data maka penulis mengambil kesimpulan;
peran mualim dalam membimbing sangat kesulitan untuk membimbing karena kurangnya
pemahaman mualim untuk menguasai penggunaan aplikasi; fungsi dari aplikasi IP MAN
juga meringankan tugas – tugas mualim di atas kapal karena laporan dapat diakses didalam
aplikasi tersebut; cara menggunakan aplikasi tersebut juga mudah dan perlu waktu yang
tidak terlalu lama untuk memahami jika mualim tersebut memiliki keinginan untuk
menguasainya. Dengan demikian dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mualim
di atas kapal mualim tersebut dapat bekerja dengan efektif dan efisien dengan cara yang
telah di fasilitasi dari pihak perusahaan
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PENGGUNAAN ECDIS BAGI PARA MUALIM DI MT PIS PARAGON
Bahari, Aldian, 2021, 531611105961 N, “Upaya meningkatkan pemahaman
penggunaan ECDIS bagi para Mualim di MT PIS PARAGON” Skripsi
Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Capt. Hadi Supriyono, M.M, M.Mar
Pembimbing II: Moh. Zaenal Arifin, S.ST, M.M
Untuk menjaga kelancaran operasi pada moda transportasi di laut agar
stabilitas perekonomian dunia tetap terjaga diperlukan beberapa faktor. Salah satu
faktor tersebut adalah faktor keselamatan pelayaran. Penemuan ECDIS (Electronic
Chart Display and Information System) dianggap mampu membantu meningkatkan
keselamatan dalam bernavigasi. Sehingga ECDIS memungkinkan para Navigator
melakukan pengawasan navigasi yang lebih efektif, tepat, dan cermat. Kenyataan
di lapangan hanya sedikit sekali Mualim yang memiliki kemampuan untuk
mengoperasikan ECDIS, karena sering terjadi kesalahpahaman saat menggunakan
ECDIS yang kemungkinan besar akan menimbulkan bahaya navigasi dan
mengancam keselamatan kapal, seperti risiko tubrukan, risiko kandas di perairan
dangkal, dan bahaya navigasi lainnya
Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif. Datadata
diambil dari data primer dan sekunder. Observasi, wawancara dan studi
pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan sehingga didapatkan
teknik keabsahan data. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik
reduksi data.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman para mualim terhadap
ECDIS (Electronic Chart Display and Information System) di atas kapal dinilai
belum maksimal, penilainan ini berdasarkan tidak digunakannya fasilitas-fasilitas
yang terdapat didalam alat tersebut saat bernavigasi secara maksimal. Kemudian
untuk meningkatkan pemahaman para mualim terhadap ECDIS dapat dilakukan
dengan melakukan familiarisasi kepada mualim yang baru naik ke atas kapal dari
mualim senior, dan juga dengan melakukan pengawasan oleh Nahkoda kepada para
mualim agar membaca dan mengerti isi dari manual ECDIS
OPTIMALISASI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MUALIM II SEBAGAI PERWIRA KESEHATAN DI MT. IRIS
ABSTRAKSI
Yosardinov Diassagara Saifullah, 2017, NIT: 49124339.N, ”Optimalisasi Tugas
dan Tanggung Jawab Mualim II sebagai Perwira Kesehatan” skripsi
program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I : Capt. Samsul Huda, MM, M.Mar, Pembimbing
II : Amad Narto, M.Mar.E, M.Pd.
Tugas dan tanggung jawab mualim II sebagai perwira kesehatan sangatlah
penting mengingat kesehatan seseorang merupakan salah satu faktor keselamatan
kapal ketika berlayar, meskipun bukan faktor utama dalam pelayaran, kesehatan
mutlak diperlukan, ketika seseorang akan naik ke kapal harus diperiksa
kesehatannya sesuai standard dari Marine Labour Convention (MLC). Dengan
dasar ini penulis merumuskan masalah tentang bagaimana pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab mualim II sebagai perwira kesehatan dalam pengelolaan obatobatan
di atas kapal. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan teori
tentang Medical First Aid Guide dan Ship Captain Medical Guide sebagai
landasan untuk memecahkan masalah yang ada dalam proses penelitian utamanya
terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mualim II sebagai perwira
kesehatan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif
berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dan perilaku yang diamati kemudian di
analisa dengan metode fishbone analysis. Dalam hal ini mengumpulkan data
berupa pendekatan terhadap obyek melalui observasi, wawancara secara langsung
terhadap subyek serta menggunakan dokumen dan data-data yang yang
berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab mualim II sebagai perwira
kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis selama praktek layar
di MT. Iris mengenai tugas dan tanggung jawab mualim II sebagai perwira
kesehatan, ditemukan adanya masalah-masalah dalam pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab mualim II sebagai perwira kesehatan seperti kurangnya
pemahaman mualim II terhadap standard operasional prosedur dan tidak
teraturnya peletakan obat-obatan. Dalam upaya mengurangi kesalahan tugas
mualim II sebagai perwira kesehatan, pelatihan dan pemahaman mendalam
tentang Medical First Aid Guide dan Ship Captain Medical Guide sangat
diperlukan. Mualim II sebagai penanggung jawab dan pemeran utama terhadap
kegiatan pelaksanaan tugasnya sebagai perwira kesehatan harus lebih mengerti
dan mendalami ketika training yang berkaitan dengan kesehatan dilakukan seperti
menolong orang jatuh ke laut. Perawatan dan pengecekan sarana kesehatan serta
pengelolaan obat yang tidak berjalan rutin mengakibatkan pelaksanaan tugasnya
tidak efisien dan efektif. Adapun saran penulis adalah dengan mengadakan
pelatihan dan pemahaman mendalam terkait tugas sebagai perwira kesehatan.
Keywords: Medical First Aid Guide, Ship Captain Medical Guide, SO
PERAN MUALIM DALAM MEMBIMBING CADET UNTUK MELAKUKAN PENGISIAN LAPORAN DI APLIKASI IP MAN DI MT MEDITRAN
Abstraksi - Semua tindakan yang dilakukan di kapal
harus tercatat melalui laporan kegiatan yang dikirim
oleh kru kapal kepada kantor pusat perusahaan.
Persyaratan untuk menjadi perwira di kapal adalah
mengikuti pelatihan dan memiliki pengalaman praktik
di laut selama setidaknya satu tahun, dengan tujuan
mengembangkan dan membentuk calon perwira
pelayaran yang memiliki pemahaman global.
Metode yang digunakan dalam penelitian
skripsi ini adalah deskriptif kualitatif dengan
menggunakan riset lapangan sebagai teknik
pengumpulan data, yang melibatkan wawancara,
observasi, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data,
disimpulkan bahwa peran mualim dalam membimbing
masih kesulitan karena kurangnya pemahaman
mereka terhadap penggunaan aplikasi. Namun, fungsi
dari aplikasi IP MAN membantu meringankan tugastugas mualim di kapal karena laporan dapat diakses
melalui aplikasi tersebut. Penggunaan aplikasi ini juga
relatif mudah dan dapat dipelajari dengan cepat jika
mualim memiliki motivasi untuk menguasainya.
Dengan demikian, mualim dapat bekerja dengan
efektif dan efisien dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawab mereka di kapal
PERANAN MUALIM TIGA DALAM MEMIMPIN BONGKAR MUAT DI MV DK 02
ABSTRAKSI
Trisnanto, Rendy Bagus 541711106350 N, 2021, “Peranan Mualim Tiga Dalam
Memimpin Bongkar Muat Di MV DK 02”, Program Diploma IV, Program
Studi Nautika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembibing 1: Capt. Tri
Kismantoro, MM, M.Mar, Pembimbing II: Andy Wahyu Hermanto, MT.
Sifat kepemimpinan merupakan kualitas pribadi seseorang yang amat
berharga bagi seorang pemimpin dari menjalankan kepemimpinan, merupakan sikap,
tingkah laku yang dapat dilihat dan dicontoh oleh lingkungannya. Oleh karena itu
sifat-sifat kepemimpinan dapat dipelajari dengan menjalani dan memahami sifat-sifat
kepemimpinan seseorang. Model kepemimpinan yang terjadi di atas kapal adalah
model kepemimpinan tim. Suatu tim atau kelompok yang anggotanya saling
bergantung memiliki tujuan bersama, dan harus mengoordinasikan aktivitas mereka
untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui peranan
kepemimpinan mualim tiga dan akibat apa yang ditimbulkan dari kelalaian jaga
bongkar muat.
Dalam melaksanakan penelitian, penulis menggunakan metode kualitatif.
Observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi dilakukan untuk
mengumpulkan data. Untuk menguji keabsahan data yang diperoleh untuk
mengetahui peranan mualim tiga dalam memimpin bongkar muat di MV DK 02 milik
perusahaan PT. Karya Sumber Energy,
Berdasarkan hasil penelitian, menyatakan bawah pengaruh mualim tiga
mempengaruhi profesionalitas dan efektivitas anak buah kapal. Kegiatan bongkar
muat di pelabuhan bisa berjalanan dengan baik tergantung pada perencanan bongkar
muat, pengorganisasian waktu tugas jaga, tanggung jawab yang baik dan benar oleh
mualim tiga jaga saat pelaksanaan kegiatan bongkar muat. Akibat dari kelalaian
mualim tiga jaga dapat menyebabkan penganturan muatan yang tidak sesuai sehingga
mengakibatkan kapal miring
Peranan Mualim Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Dan Tanggung jawab Musyrif Di Ma'had Al Jami'ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo Putra
ABSTRAK
Kurniawan, Dimas. 2020. Peranan Mualim Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Dan Tanggung Jawab Musyrif Di Ma’had Aljami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo Putra. Skripsi. Juurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing. Arif Wibowo, M,Pd.I.
Kata Kunci: Mualim, Sikap Kedisiplinan, dan Tanggung jawab, Musyrif.
Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar adalah asrama mahasiswa IAIN Ponorogo atau bisa disebut sebagai pesantren mahasiswa yang menerapkan sistem pondok pada umumnya. Dengan difasilitasi pendidik selaku pelaksana program dan kegiatan yaitu Ustadz/Mualim dan Musyrif/Pengurus. Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar hanya diperuntukkan bagi mahasiswa IAIN Ponorogo. Problematika yang umum dialami dalam dunia pendidikan terutama dalam lingkungan pondok pesantren yaitu salah satunya adalah mengenai sikap disiplin dan bertanggung jawab. Peran Mualim adalah salah satu faktor penting penunjang sikap disiplin dan bertanggung jawab seorang Musyrif yang membantu Mualim dalam melaksanakan program dan kegiatan Ma’had. Upaya Mualim dalam mendidik, membimbing, mengontrol, dan mengevaluasi, dinilai berpengaruh dalam peningkatan sikap disiplin dan tanggung jawab Musyrif.
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui fungsi Mualim dalam pengelolaan aktifitas pembelajaran di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. (2) Untuk mengetahui peran Mualim dalam meningkatkan sikap kedisiplinan Musyrif di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. (3) Untuk mengetahui peran Mualim dalam meningkatkan tanggung jawab Musyrif di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. (4) Untuk mengetahui kedisiplinan dan tanggung jawab Musyrif di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus yang bersifat analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Adapun hasilnya adalah (1) Fungsi Mualim dalam pengelolaan aktivitas pembelajaran sudah berfungsi dengan baik. Hal ini berdasarkan teori tugas dan fungsi Mualim. (2) Peran Mualim dalam meningkatkan kedisiplinan Musyrif di Ma’had IAIN Ponorogo dikatakan berperan berdasarkan kesesuaian tolak ukur teori dengan fakta dilapangan. (3) Peran Mualim dalam meningkatkan tanggungjawab Musyrif di Ma’had IAIN Ponorogo dikatakan berperan karena kesesuaian antara tolak ukur teori dengan fakta dilapangan. (4) Kedisiplinan dan Tanggungjawab Musyrif terlihat dengan baik dilihat dari segi teori metode disiplin dan unsur-unsur tanggungjawab
Peran Kepemimpinan Mualim Tiga Jaga Demi Kelancaran Bongkar Muat Di MV DK 02
Sifat kepemimpinan merupakan kualitas pribadi
seseorang yang amat berharga bagi seorang pemimpin dari
menjalankan kepemimpinan, merupakan sikap, tingkah laku
yang dapat dilihat dan dicontoh oleh lingkungannya. Oleh
karena itu sifat-sifat kepemimpinan dapat dipelajari dengan
menjalani dan memahami sifat-sifat kepemimpinan seseorang.
Model kepemimpinan yang terjadi di atas kapal adalah model
kepemimpinan tim. Suatu tim atau kelompok yang anggotanya
saling bergantung memiliki tujuan bersama, dan harus
mengoordinasikan aktivitas mereka untuk mencapai tujuan
tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui peranan
kepemimpinan mualim tiga dan akibat apa yang ditimbulkan
dari kelalaian jaga bongkar muat.
Dalam melaksanakan penelitian, penulis menggunakan
metode kualitatif. Observasi, wawancara, studi pustaka, dan
dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data. Untuk
menguji keabsahan data yang diperoleh untuk mengetahui
peranan mualim tiga dalam memimpin bongkar muat di MV
DK 02 milik perusahaan PT. Karya Sumber Energy,
Berdasarkan hasil penelitian, menyatakan bawah
pengaruh mualim tiga mempengaruhi profesionalitas dan
efektivitas anak buah kapal. Kegiatan bongkar muat di
pelabuhan bisa berjalanan dengan baik tergantung pada
perencanan bongkar muat, pengorganisasian waktu tugas
jaga, tanggung jawab yang baik dan benar oleh mualim tiga
jaga saat pelaksanaan kegiatan bongkar muat. Akibat dari
kelalaian mualim tiga jaga dapat menyebabkan penganturan
muatan yang tidak sesuai sehingga mengakibatkan kapal
miring
Antonio Mualim to Khalil, Quillota (Chile) 16 Oct 1922
This image is a digital reproduction of a handwritten letter and accompanying transcription donated by William Kattan. The letter was sent from Antonio Mualim in Quillota, Chile, to Khalil Giries Kattan.This image exists as part of the Kattan Family Letters collection within the William Kattan project of the Planet Bethlehem Archive.</div
- …
