16 research outputs found

    Pengembangan Bahan Ajar E Learning Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Untuk Mata Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik ElektroFakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Sholihuddin, Moh. 2017. Pengembangan Bahan Ajar E Learning Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Untuk Mata Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik ElektroFakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) A. N. Afandi, S.T., M.T., Ph.D., (II) Drs.  Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, e-learning, Pembangkit Listrik Tenaga DieselMatakuliah Pembangkit Tenaga Listrik merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro FT UM. Pada mata kuliah ini dibahas mengenai jenis-jenis pembangkit, yang salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Berdasarkan wawancara dan observasi kepada dosen pengampu serta mahasiswa yang telah menempuh matakuliah tersebut, diketahui bahwa belum ada bahan ajar yang sesuai dengan katalog matakuliah tersebut, dan bahan ajar yang digunakan selama ini hanya berupa power point yang dibuat oleh mahasiswa. Selain itu, Jurusan Teknik Elektro FT UM telah memiliki sistem ­e-learning sendiri, namun berdasarkan wawancara dengan admin ­e-learning diketahui jika e-learning tersebut masih kurang dimanfaatkan dalam proses perkuliahan, sertabahan ajar yang diunggah ke ­e-learning masih minim.Tujuan dari pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, serta menguji kelayakan bahan ajar e-learning PLTD. Bahan ajar tersebut kemudian akan diunggah ke sistem e-learning Jurusan Teknik Elektro FT UM. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono, denga ntahap-tahap yang dilakukan antara lain adalah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi masal. Produk dari pengembangan bahan ajar e-learning PLTD ini berupa modul digital dengan tipe file PDF, serta video dengan tipe file MP4. Produk pada pengembangan ini telah divalidasi oleh ahli serta diujicobakan kepada mahasiswa. Hasil uji validasi modul oleh ahli memperoleh persentase sebesar 85,71% (sangat valid), hasil uji coba produk memperoleh persentase sebesar 89,10% (sangat layak), dan hasil uji coba pemakaian memperoleh persentasesebesar 87,38% (sangat layak). Sedangkan hasil validasi video oleh ahli memperoleh persentase sebesar 93,75% (sangat valid), hasil uj

    Erratum to “Character and Adab Education in Indonesia, Turkey, and Japan: A Comparative Study” [Islamic Guidance and Counseling Journal 6(1) 2023]

    No full text
    Refers to: Huda, S., Tadjuddin, N., Sholihuddin, A., Kato, H., & Cengiz, K. (2022). Character and Adab Education in Indonesia, Turkey, and Japan: A Comparative Study. Islamic Guidance and Counseling Journal, 6(1), 1–17. https://doi.org/10.25217/igcj.v6i1.2973 Erratum: In the original published version of this article, the authors listed were Syamsul Huda, Nilawati Tadjuddin, Ahmad Sholihuddin, Hisanori Kato, and Korhan Cengiz. However, on September 4, 2023, Hisanori Kato from Chuo University, Japan, reached out to the Editorial Team. He clarified that he had never participated in the research and had not consented to be named as a co-author. Consequently, he requested an investigation and removal of his name from the author list. After consulting to the journal’s policy and COPE guidelines (https://publicationethics.org/retraction-guidelines), the list of authors has been updated. Hisanori Kato from Chuo University, Japan has been removed from the co-authors list

    Erratum to “Character and Adab Education in Indonesia, Turkey, and Japan: A Comparative Study” [Islamic Guidance and Counseling Journal 6(1) 2023, 1–17. 10.25217/igcj.v6i1.2973]

    No full text
    In the original published version of this article, the authors listed were Syamsul Huda, Nilawati Tadjuddin, Ahmad Sholihuddin, Hisanori Kato, and Korhan Cengiz. However, on September 4, 2023, Hisanori Kato from Chuo University, Japan, reached out to the Editorial Team. He clarified that he had never participated in the research and had not consented to be named as a co-author. Consequently, he requested an investigation and removal of his name from the author list. After consulting to the journal’s policy and COPE guidelines (https://publicationethics.org/retraction-guidelines), the list of authors has been updated. Hisanori Kato from Chuo University, Japan has been removed from the co-authors list. © Huda, S., Tadjuddin, N., Sholihuddin, A., and Cengiz, K

    MULTICULTURAL ISLAMIC EDUCATION VALUES IN THE INTERACTION OF SANTRI WITH CHINESE COMMUNITIES

    Full text link
    The Islamic boarding school is the oldest educational institution in Indonesia, as well as Kauman islamic boarding school of Lasem which founded in 2003. It is located in a multicultural environment, which peacefully coexists between people of different races, ethnicities and beliefs. This research aims to determine the values ​​of multicultural Islamic education that are resulted of the interaction of santri with Chinese communities. The approach used in this research is a qualitative approach with a phenomenological study. The data collection techniques were carried out by depth interview, observation and document analysis. Data analysis techniques used the Creswell phenomenological data analysis model, which includes; describing the phenomenon / experience that will be used as data, compiling a list of important statements to be grouped into important units or themes (data collection), writing textual descriptions (about “what”) and structural descriptions (about “how”), combining the two descriptions for compiled into a report. The results of this research are: the values ​​of multicultural Islamic education resulted of the interaction of santri with the Chinese community at Kauman Islamic boarding school of Lasem are adaptation, syafaqoh or compassion and caring

    KONSEP QANAAH (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Korban Pemutusan Hubungan Kerja di Desa Badal)

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Konsep Qanaah (Studi Fenomenologi Masyarakat Korban Pemutusan Hubungan Kerja di Desa Badal)” ditulis oleh Moh. Fahmi Ilman Nafia dengan pembimbing Dr. Moh. Sholihuddin Zuhdi M.Pd. Kata kunci : Konsep Qanaah, Penerimaan diri, Sufisme, Pemutusan Hubungan Kerja. Latar belakang penelitian ini adalah adanya gejala gangguan mental akibat pemutusan hubungan kerja. Namun pribadi yang memiliki penerimaan diri yang baik, dapat memiliki mental yang stabil. Penerimaan diri dalam Islam juga dibahas pada konsep Qanaah yang merupakan menerima segala ketentuan Tuhan dengan rela dan terus berusaha. Fokus penelitian ini ialah bagaimana Konsep Qanaah korban pemutusan hubungan kerja di masyarakat Desa Badal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Konsep Qanaah korban pemutusan hubungan kerja di masyarakat Desa Badal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, Temuan dari penelitian ini, Konsep Qanaah merupakan proses individu merasakan gejolak marah dan jengkel kemudian baru menerima, keyakinan atas ketentuan Tuhan dapat membantu individu bangkit dari keterpurukan yang berkembang melalui pengalaman hidup. Selain individu menerima dan bertawakal kepada kehendak Tuhan, mereka harus terus berusaha dan mengambil langkah-langkah konkret. Kesimpulannya Konsep Qanaah korban pemutusan hubungan kerja ialah proses penerimaan diri dengan keyakinan terhadap ketentuan Tuhan dan terus berusaha

    Implementasi metode inquiry dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam (SKI) kelas XI semester genap di Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem Rembang tahun ajaran 2009/2010

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi metode inquiry dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas XI semester genap di Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem, Rembang tahun ajaran 2009/2010, serta apa saja problematika implementasi metode inquiry dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas XI semester genap di Madrasah Aliyah Al-Hidayat Lasem Rembang tahun ajaran 2009/2010. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan: 1). Observasi yaitu untuk mengetahui implementasi metode inquiry dalam pembelajaran SKI kelas XI semester genap di Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem Rembang tahun ajaran 2009/2010 serta problematikanya 2). Interview atau wawancara yaitu untuk mengetahui tentang berbagai informasi yang berhubungan dengan implementasi metode inquiry dalam pembelajaran SKI kelas XI semester genap di Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem Rembang tahun ajaran 2009/2010. Selain itu interview digunakan untuk mengetahui problematika yang dihadapi pada implementasi metode inquiry dalam pembelajaran SKI kelas XI di Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem Rembang tahun ajaran 2009/2010 3). Dokumentasi yaitu untuk memperoleh data yang berhubungan dengan kondisi pelaksanaan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berupa jadwal pembelajaran, rencana pembelajaran serta dokumen lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode inquiry dalam pembelajaran SKI kelas XI semester genap di Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem Rembang tahun ajaran 2009/2010 sudah berjalan dengan cukup baik, hal ini dibuktikan dengan adanya kesiapan dari guru pengajar dan tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, adanya komunikasi antara guru dan siswa dalam bentuk bimbingan dan pengawasan selama peroses pembelajaran adalah salah satu bukti, hal ini dilakukan karena metode pembelajaran inquiry merupakan metode baru yang dikenalkan oleh guru kepada para siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Pada praktiknya, implementasi metode inquiry dalam pembelajaran SKI kelas XI semester genap di Madrasah Aliyah Al Hidayat Lasem Rembang tahun ajaran 2009/2010 memiliki problematika yang terjadi saat pelaksanaan pembelajaran di kelas. Adapun problematika yang penulis temukan diantaranya heterogenitas pendidikan dan keluarga peserta didik hal ini menjadikan guru mengalami kesulitan dalam upayanya mencapai tujuan pembelajaran. Selain heterogenitas peserta didik problematika lain adalah kompetensi guru, belum terbiasanya guru menggunakan metode inquiry dan terbatasnya sarana pembelajaran. Problematika dan kekurangan-kekurangan tersebut disadari oleh pihak pengelola karenanya untuk meminimalisir kekurangan tersebut Madrasah selalu berusaha untuk menambah buku-buku bacaan di perpustakaan sekaligus menyediakan buku ajar sebagai tambahan referensi bagi belajar siswa, disamping mengadakan pertemuan bulanan bagi guru-guru yang dimaksudkan untuk memberikan wadah kesempatan kepada staf madrasah untuk mengadakan dialog antar personal guna membahas problematika Madrasah khususnya yang terkait dengan sistem pembelajaran. Dari hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan bahan masukan bagi mahasiswa, tenaga pendidik, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan terutama di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang

    INTERNALIZATION OF PRINCIPAL CURRICULUM MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOL AND MADRASAH IBTIDAIYAH

    No full text
    Abstract: Curriculum is a system of learning programs to achieve institutional goals in educational institutions. The purpose of this research is to find out the role of the principal in managing the educational curriculum effectively in the institution. In this study using a literature study method that relies on bibliographic sources from articles in recent journals and books related to the main content of the problem 1) The role of the principal in developing the curriculum include: a) Principal as an educator (Educator), b) Principal as Manager, c) Principal as Administrator, d) Principal as Supervisor, e) Principal as Leader (Leader), f) Principal as Innovator, g) Principal as Motivator. 2) The duties and responsibilities of the principal can be classified into two fields, namely: a) the duties of the principal in the field of administration, including: teaching management, staffing management, discipleship management, building and yard management, financial management, and management of school and community relations. b) the duties of the principal in the field of supervision. Supervision is basically a service provided by the principal to help teachers and employees to become more capable / skilled in carrying out their duties in accordance with the demands of the time

    ANALISIS MINAT BELAJAR BAGI SISWA BOARDING SCHOOL DI MASA PANDEMI DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP UNGGULAN ALHIDAYAT LASEM

    Full text link
    The pandemic period is a condition where there is a certain number of diseases or groups so that the government enforces an online teaching and learning process. Online learning is a condition where students learn from home without teacher supervision so that the teaching and learning process is different from before. This study discusses how to learn Islamic religious education subjects and how to analyze interest in learning at SMP Unggulan Al Hidayat Lasem during the pandemic. This type of research is field research that uses quantitative methods with simple linear regression statistical analysis techniques. The results showed that students' interest in learning in PAI subjects showed a positive regression coefficient value, so it can be said that interest in learning had an effect on students' Islamic education lessons. So it was concluded that, student learning interest during the pandemic in Islamic education subjects at SMP Lasem  there was a decrease in interest in learning during the pandemic

    Pengaruh Pembelajaran Basis E-Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MA As Sathi’ Sedan

    Full text link
    e-learning is a new learning model carried out by the government to support student learning activities during the pandemic, this learning model is quite successful in developing in schools in Indonesia, especially Madrasah Aliyah As Sathi’, this is evidenced by the success of teachers in achieving the stages of learning through the e-learning model, but from that success there are still some symptoms that hinder the running of e-learning based learning itself, such as: Students who are reluctant to ask questions, lack of student interest when the material is delivered and students are still found who do not understand the subject matter. the material presented. In this study using a quantitative approach. The population in this study were students of class X Madrasah Aliyah As Sathi’ for the 2020/2021 academic year. Given the total number of students in class X is more than 100 people, the researchers took a sample of 25% of the total population. So this research is a sample study. In this study, the systematic data collection used an interview system to determine the use of the e-learning based learning model. The use of a questionnaire system to determine the effect of e-learning learning on learning outcomes and the use of report cards to determine student learning outcomes. The results of the study indicate that: (1) learning activities carried out by teachers of moral aqidah subjects through e-learning based learning are still considered less than optimal, this is evidenced by the results of a questionnaire of 24.5% which shows that students' low interest in learning through the model the basis of e-learning, (2) the calculation of the average value of students' learning outcomes or the average value of 89.8. This means that the average value of student learning outcomes in the moral aqidah subjects is categorized as very good, (3) the results of the discussion that have been submitted indicate that there is no effect of e-learning based learning on moral aqidah learning outcomes, the results obtained are 0.221. Where the value is significantly smaller than the "r" table, both at the 5% level and at the 1% level

    Pendidik dan peserta didik dalam perspektif Islam: Telaah pemikiran Iman Al-Ghazali dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin

    Full text link
    ABSTRAK Pendidik dan peserta didik merupakan komponen penting dari sebuah kegiatan pendidikan. Pemahaman tentang pendidik dan peserta didik bagi pelakunya, adalah sebuah keharusan. Sehingga tujuan pendidikan yang diinginkan dapat tercapai. Maka dari itu diperlukan suatu pemikiran yang menjelaskan tentang pendidik dan peserta didik dalam memahami konsep tersebut. Tujuan penelitihan ini adalah: (1) Mengetahui konsep pendidik menurut Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin. (2) Mengetahui konsep peserta didik menurut Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin. (3) Mengetahui keterkaitan antara konsep pendidik dan peserta didik menurut Imam al-Ghazali dengan pendidikan zaman sekarang. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pendekatan penelitihan kualitatif dengan jenis penelitihan penelitihan pustaka (Library Research). Intrumen kunci adalah peneliti sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan cara memilih data yang diperlukan, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitihan menunjukkan bahwa (1) Pendidik adalah seseorang dewasa yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada pesera didik dengan tujuan mencari ridho Allah SWT. (2) Peserta Didik adalah adalah seseorang yang mencari ilmu baik ilmu akhirat maupun ilmu dunia, dan tidak terbatas pada usia. dan yang terpenting adalah dalam mencari ilmu adalah untuk mencari ridho Allah dan merubah hidup menjadi lebih baik. (3) Relevansi dari konsep tersebut adalah merupakan salah satu solusi untuk membenahi perilaku masyarakat pada zaman sekarang, yang mana pendidikan lebih menekankan pada karakter. ABSTRACT Teacher and student are important component in educational process. Understanding of teacher and student for them self is must. So, the goal of education can be received. Further, it need a thoungt that explain ebaout teacher and student for understand the concept. The goal of this research are: (1) To know the comcept of techer according to Imam al-Ghazali on Ihya’ ‘Ulumuddin. (2) To know the concept of student according to Imam al-Ghazali on Ihya’ ‘Ulumuddin. (3) To Know relavance between the concept of teacher and student according to Imam al-Ghazali with Education in current era. Reseacher use qualitative reseach to receive the goal above especialy with library reseachr. The key of instrument is reseacher it self and technique of collecting data is documentation method. the data is analized by choose data, explore data, and conclusion. The result of research are (1) Teacher is an adult person teach knowledge to studet with the goal seeking Bless of Allah. (2) Student is someone is seeking knowledge of world and hereafter, forever and also the important one is seeking knoledge to seeking bless of Allah and chaenge be better. (3) The relevance of the concept is one of solution to repair public attituede in the current era where education more lead to character
    corecore