1,720,977 research outputs found

    KEPUASAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW

    Full text link
    Salah satu indikator yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diperoleh sebagai peserta JKN. Setiap pasien JKN berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, cepat dan setara. Penting bagi rumah sakit untuk menjaga mutu pelayanan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien JKN terhadap mutu pelayanan di rumah sakit. Artikel ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari database elektronik Google Scholar dan Garuda Ristekbrin. Kata kunci yang digunakan adalah kepuasan pasien JKN di rumah sakit untuk menemukan artikel yang relevan. Hasil pencarian menemukan 3.856 artikel. Artikel yang tidak memenuhi kriteria inklusi harus dikeluarkan. Sebanyak 6 artikel yang memuat kepuasan pasien JKN terhadap pelayanan di rumah sakit telah dipilih untuk dianalisis dalam penelitian ini. Artikel-artikel tersebut menunjukkan bahwa kepuasan pasien JKN di rumah sakit dipengaruhi oleh dimensi mutu pelayanan kesehatan. Adapun faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien JKN di rumah sakit adalah tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Untuk meningkatkan kepuasan pasien, maka rumah sakit perlu terus melakukan perbaikan dengan meningkatkan kualitas rumah sakit

    SCOPING REVIEW: RISK FACTORS FOR TUBERCULOSIS EXPOSURE IN HOSPITAL WORKERS

    No full text
    Health workers and workers in hospitals are the backbone of health services in hospitals. Hospitals are labor-intensive, technology-intensive, with a high level of human involvement, ongoing activities every day, and there are potential biological hazards, one of which is the Tuberculosis (TB) bacterium. For this reason, hospitals are workplaces with high occupational health and safety (K3) risks. This scoping review follows the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR) guidelines. The scoping review framework was developed using PEO (Population, Exposure and Outcome). The population in question is the hospital workforce, the exposure is tuberculosis, and the outcome is the protection of the workforce from TB. This framework is the basis for researchers to determine keywords when conducting a literature. A search on 2 databases, namely Pubmed and Science Direct, obtained 100 articles. after screening and eligibility criteria, there were 12 articles included for review. Workers who are at risk of exposure to TB include nurses, doctors, other health workers, and non-health workers. Causal factors, Behaviours, Attitudes, Knowledge, Policies, Infrastructure, and monitoring and evaluation. Tuberculosis is a significant occupational health problem among health workers. In reducing TB exposure in health care facilities, it is necessary to build an infection control system to ensure the health of health workers and reduce TB transmission in health care facilities. Existing policies do not clearly regulate work-related TB to health workers, legal sanctions, continuous PPI monitoring in health care facilities, compensation and reporting of TB cases to health workers. Health facility management and health workers are required to carry out PPI according to standards, carry out TB screening tests and prioritize safety culture at work. &nbsp

    Penguatan Standar Pengendalian Pencegahan Infeksi dan Pendekatan Inovatif untuk Mengatasi Infeksi Silang dalam Praktik Kedokteran Gigi: Literature Review

    Full text link
    Latar Belakang: Praktik kedokteran gigi memiliki risiko tinggi terhadap infeksi silang yang dapat membahayakan pasien dan tenaga kesehatan. Penularan terjadi melalui kontak langsung, aerosol, atau permukaan yang terkontaminasi. Meskipun protokol pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) telah menjadi standar, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan PPI dalam praktik kedokteran gigi, mengidentifikasi celah kepatuhan, serta mengeksplorasi potensi pendekatan inovatif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga medis. Metode: Tinjauan literatur dilakukan secara sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Kajian ini mencakup studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025, menggunakan pendekatan kerangka PICO untuk memastikan relevansi dengan topik. Basis data seperti Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang sesuai. Hasil: Dari 297 artikel yang diidentifikasi, 11 studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan tentang PPI relatif tinggi, kepatuhan terhadap langkah-langkah seperti penggunaan APD, sterilisasi alat, dan pengelolaan lingkungan klinis masih perlu ditingkatkan. Hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan teknis, dan biaya teknologi modern. Kesimpulan: Penguatan PPI memerlukan pendekatan terpadu melalui edukasi berbasis bukti, dukungan fasilitas, dan penerapan teknologi inovatif seperti suction HVE, filter HEPA, dan pelatihan berbasis teknologi. Selain itu, dukungan organisasi dan kebijakan yang jelas sangat penting untuk memastikan implementasi yang optimal. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi silang dan meningkatkan keselamatan praktik kedokteran gigi

    Evaluasi Tingkat Risiko Kesehatan Dalam Metode Pengujian Emas Pada Laboratorium Mineral Xyz

    Full text link
    Gold testing at the XYZ Mineral Laboratory is a routine activity that uses chemicals that are hazardous to workers' health, including the fire assay method, aqua regia method, and cyanide leaching method. However, the hazard rating, risk rating, adequacy of controls, and comprehensive health risk assessment are currently unknown. By understanding these factors, laboratory management can establish preventive measures to avoid exposure to hazardous chemicals, prevent work-related illnesses, and determine gold testing methods with lower health hazard levels. The CHRA DOSH Malaysia (2018) method can be used to qualitatively assess inhalation, dermal, and ingestion exposure. The health risk comparison of gold testing using the aqua regia method has a lower risk rating with a value of 9 (Moderate Risk), compared to the fire assay method with a value of 25 (High Risk) and cyanide leaching with a value of 15 (High Risk). The dermal exposure risk rating for all three methods is H2 (High). This aligns with the highest hazard rating value for gold testing using the cyanide leaching method, with a value of 5. Health risk control for gold testing at the Mineral XYZ laboratory is currently adequate; however, gold testing using the aqua regia method and cyanide leaching method should be prioritized for further control measures

    ANALISIS STIGMA PADA PENDERITA TBC DI TEMPAT KERJA

    Full text link
    Stigma adalah sifat negatif yang melekat pada kepribadian seseorang akibat pengaruh lingkungannya. Stigma memiliki pengaruh penting pada proses pengendalian dan pengobatan TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar stigma yang ada pada penderita TBC di tempat kerja sehingga diharapkan dapat memberikan informasi untuk memberikan solusi yang tepat untuk menghilangkan stigma di tempat kerja dan menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat yang diharapkan dapat meningkatkan tenaga kerja. produktifitas. Penelitian ini dilakukan secara online menggunakan Google form link pada bulan Februari-Mei 2023 dengan desain penelitian cross sectional. Mengukur stigma TBC menggunakan kuesioner Van Rie yang telah diadaptasi untuk tempat kerja. Hasil penelitian adalah 24 orang (80%) mengalami stigma negatif, dimana 62% merupakan usia produktif, laki-laki mengalami 75% dan 75% mengalami stigma negatif di lingkungan kerja formal. Dibutuhkan upaya yang tepat serta dukungan dan komitmen pengusaha dalam menghilangkan stigma di tempat kerja

    Literature Review : Analisis Faktor Terjadinya Hipertensi Pada Pekerja Lapangan

    Full text link
    Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) tahun 2013 menjelaskan bahwa dari 17 juta kematian penduduk dunia per tahun akibat penyakit kardiovaskular ini diketahui 9.4 juta kematian diantaranya karena hipertensi. Menurut (RI, 2019) dalam riskesdas 2018 disebutkan bahwa angka prevalensi hipertensi pada penduduk usia produktif atau >18 tahun secara nasional meningkat menjadi 34.11%. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan kata kunci hipertensi, dan hipertensi pada pekerja lapangan melalui database elektronik. Dari jurnal yang diperoleh, faktor penyebab hipertensi pada pekerja lapangan diantaranya aktifitas fisik kurang, work shift, stress kerja, kebiasaan merokok dan minum kopi, kepedulian akan kesehatan, adanya riwayat keluarga, usia, obesitas, tipe kepribadian pekerja, serta pajanan dari lingkungan kerja seperti pajanan panas, pajanan partikel kecil, pajanan kebisingan, dan pajanan timbal. Dari faktor-faktor ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk memitigasi terjadinya hipertensi pada pekerja

    Upaya Perlindungan Tenaga Kerja Melalui Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah

    Full text link
    Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia pada Februari 2021 mengalami puncak jumlah kasus aktif dan kematian tertinggi jika dilihat pada parameter rata-rata kasus di Asia Tenggara dan kasus global. Pemerintah mengeluarkan peraturan terkait protokol COVID-19 di fasilitas kesehatan untuk mencegah dan melindungi tenaga kesehatan dari COVID-19. Tujuan studi ini untuk menggambarkan penerapan protokol kesehatan di fasilitas kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dalam memberikan pelayanan kesehatan selama pandemi COVID-19. Desain studi ini adalah cross-sectional pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Studi ini dilaksanakan pada kurun waktu bulan maret sampai dengan agustus 2021 pada 4Pelaksanaan studi ini adalah bulan maret hingga agustus 2021, di 6 fasilitas pelayanan kesehatan (3 rumah sakit, 2 puskesmas, dan 1 laboratorium kesehatan daerah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan protokol kesehatan didominasi kategori “cukup†, 2 fasilitas pelayanan kesehatan berkategori “baik†dan 1 fasilitas pelayanan kesehatan berkategori “sangat Baikâ€. Dari hasil penelitian tersebut bahwa masih perlunya perbaikan dan peningkatan penerapan protokol kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut dalam upaya perlindungan petugas kesehatan

    LITERATURE REVIEW KAJIAN RISIKO KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH

    Full text link
    Pengumpulan dan pengangkutan sampah adalah jenis pekerjaan dengan risiko terhadap gangguan kesehatan berupa penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan karena terpapar sumber penyakit yang terkandung dalam sampah melalui kontak dengan pekerja. Literatur review ini dilakukan untuk mendeskripsikan masalah gangguan kesehatan apa saja yang berpotensi diakibatkan oleh aktivitas pekerjaan pengumpulan dan pengangkutan sampah serta rekomendasi pengendaliannya. Metode pencarian literature dengan Google Scholar, Proquest, Science Direct, dan Situs pencarian jurnal Universitas Indonesia didapatkan beberapa artikel dan dipilih sebanyak 24 (dua puluh empat) penelitian yang relevan. Masalah kesehatan yang dialami pekerja pengumpulan dan pengangkutan sampah antara lain gangguan kesehatan kulit, peningkatan kasus diare & gangguan gastrointestinal, gangguan otot rangka, gangguan saluran pernapasan, hepatitis A, dan infeksi parasit. Upaya yang perlu dilakukan adalah dengan berpedoman pada hirarki pengendalian dari mulai tahapan substitusi, pengendalian teknis, pengendalian administrasi, menyediakan alat pelindung diri yang sesuai standard, dan meningkatkan pemahaman pekerja mengenai pentingnya disiplin penggunaan APD, dan menjaga kebersihan pribadi

    FAKTOR RISIKO TERKAIT STRES KERJA DI INDUSTRI KONSTRUKSI: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS

    Full text link
    Di industri konstruksi, stres kerja merupakan masalah kesehatan yang cukup serius. Stres kerja tidak hanya memberikan dampak negatif pada pekerja, namun juga pada perusahaan tempat mereka bekerja. Stres dapat memberikan efek negatif pada tubuh, mengganggu kerja sistem dalam tubuh, mempengaruhi kondisi mental, menyebabkan unsafe action, penurunan produktivitas, dan penurunan kepuasan kerja. Hal ini menuntut perhatian berbagai pihak untuk mengatasinya. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk melihat secara sistematis kumpulan pengetahuan yang ada tentang faktor risiko terkait stres kerja (stresor) dalam proyek konstruksi. Artikel ini mengulas 18 artikel yang diterbitkan antara tahun 2014-2023. Artikel dipilih dari berbagai jurnal terakreditasi. Hasil penelitian mengidentifikasi 30 stresor di industri konstruksi. 5 penyebab stres teratas adalah "beban kerja berlebih" (7 artikel), "jam kerja panjang" (6 artikel), "konflik pekerjaan-keluarga" (6 artikel), "kompensasi/ penghargaan tidak sesuai" (5 artikel), dan "konflik peran” (5 artikel). Berdasarkan model stres kerja Davidson dan Cooper (1981), 4 dari 5 stresor berasal dari arena kerja dan 1 stresor berasal dari arena rumah. Semua stresor tersebut dapat mempengaruhi munculnya stres secara langsung maupun tidak langsung. Dapat disimpulkan bahwa ada banyak faktor risiko terkait stres kerja di industri konstruksi. Faktor risiko tersebut dapat berasal dari dalam lingkungan kerja maupun dari luar lingkungan kerja. Untuk mengendalikan stres kerja secara efektif dan efisien, diperlukan informasi tentang faktor risiko terkait stres kerja dan kerjasama berbagai pihak

    Analisis Hubungan Faktor Fisik dan Individu Terhadap Prevalensi Keluhan Musculoskeletal Disorder (MSDs) Pada Pekerja CV Bengkel Otomotif Tahun 2022

    Full text link
    Keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada umumnya dapat terjadi karena adanya kontraksi atau pembebanan yang berlebihan pada otot ataupun tulang. Salah satu contoh aktivitas yang dapat memicu kejadian keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) adalah pekerjaan manual material handling. Pekerjaan manual material handling masih banyak ditemukan pada pekerjaan yang dilakukan pada CV Bengkel Otomotif. Penelitian ini berfokus pada melihat hubungan antara variabel fisik dan individu dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) pada pekerja CV Bengkel Otomotif. Penelitian ini bersifat studi cross-sectional dengan instrumen quick exposure check dan nordic body map. Dari sebanyak 60 orang pekerja yang menjadi responden penelitian, didapati bahwa 38 orang pekerja (63.3%) mengalami keluhan. Bagian tubuh yang paling banyak mengalami keluhan adalah pada bagian pinggang (25 pekerja).  Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel indeks massa tubuh (p value=0.004), dan kebiasaan olahraga (p value=0.004) dengan keluhan musculoskeletal disorder (MSDs)
    corecore