1,721,020 research outputs found
ASESMEN STRUKTUR GEDUNG UMMI TERHADAP KETAHANAN GEMPA BERDASARKAN SNI 1726:2012 (Studi Kasus Gedung E dan F Universitas Muhammadiyah Sukabumi)
ASSESSMENT STRUCTURE OF UMMI BUILDINGS TO EARTHQUAKE RESISTANCE BASED ON SNI 1726: 2012 (CASE STUDY OF E AND F BUILDINGS, MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF SUKABUMI). Mochammad Rizal Fadillah. NIM. 1630111044.
Muhammadiyah University of Sukabumi is a university with a high student increase. Therefore, the need for buildings is increasing every year, both for learning spaces or facilities for supporting other academic activities. Therefore, periodic maintenance is required for old buildings and new buildings. This research was conducted with the aim of assessing the damage to E and F buildings against earthquake resistance and knowing the value of the strength of earthquake resistance from the results of the assessment to E and F buildings. The methods uses in this research such as: visual observation, building design data, material quality, earthquake loads, structural systems, soil investigations, structural modeling with the help of the ETABS application, and analysis stages. The analysis stages uses in this research consist of calculating the natural vibration time, the basic shear force, the earthquake horizontal shear force distribution, and the TReyleigh analysis of the structural vibration time. The results of all these assessments shows that E and F UMMI buildings on structural modeling uses the ETABS application that the buildings structure is included in the safe category with regard to the ultimate boundary performance of the buildings structure at earthquake loads in X and Y directions when an earthquake occurs and has a deviation between floors in the X direction that does not meet requirements stipulated in SNI 1726: 2012. The deviation value exceeds 1% of the required floor height, this value on the basement is 1.55% , 2.05% on the 1st floor, 1.36% on the 2nd floor and 1.21% on the 3rd floor
Data Logger pada Sel Surya dengan Manajemen Daya Independen Terintegrasi IoT (Internet of Things)
RINGKASANMaulana, Mochammad Rizal. 2019. Data Logger pada Sel Surya dengan Manajemen Daya Independen Terintegrasi IoT (Internet of Things). Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Eng Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng., (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D.Kata Kunci: Internet Of Things, Data logger, ESP32, Monitoring, Android, Application Programming Interface.Kinerja panel surya sangat diperlukan untuk diketahui secara langsung, untuk mengetahui parameter daya pada sel surya dibutuhkan perangkat yang dapat mengukur tegangan dan arus dari sel surya. Maka dari itu, dikembangkanlah suatu data logger yang dapat melakukan pengukuran parameter tegangan, arus, dan daya pada sel surya serta kondisi cuaca sekitar pembangkit listrik tenaga surya. Secara umum data logger atau perekam data terdiri dari mikrokontroler, sensor, dan media penyimpanan. Salah satu permasalahan dari data logger yang sudah ada saat ini yaitu perangkat akan tetap aktif meskipun pada kondisi malam hari. Prinsip dasar sel surya adalah memanfaatkan efek fotovoltaik, yaitu suatu efek yang dapat mengubah langsung cahaya matahari menjadi energi listrik. Hal ini menyebabkan pada malam hari, sel surya tidak dapat menghasilkan energi listrik. Sehingga penggunaan data logger pada malam hari menjadi tidak efektif karena tidak ada energi listrik yang perlu dicatat.Penelitian ini bertujuan untuk merancang data logger yang dapat membantu memantau parameter-parameter dari sel surya secara Real Time dan meningkatkan efisiensi penggunaan daya dari data logger. Parameter yang dipantau yaitu tegangan, arus, daya pada sel surya, suhu dan kelembapan udara pada lingkungan sekitar perangkat, dan tegangan baterai pada perangkat yang dapat dipantau melalui smartphone Android. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat dapat memonitor parameter tegangan sel surya, arus, daya, suhu dan kelembapan udara serta tegangan baterai secara Real Time. Hasil perbandingan pembacaan sensor dan alat ukur yaitu memiliki besar eror pengukuran tegangan baterai, tegangan, arus, daya sel surya dibawah 4.04%, sementara untuk eror pengukuran suhu dan kelembapan udara sebesar antara 9.76%-13.09%. Kemudian untuk pengujian penggunaan daya dari perangkat data logger didapatkan angka penghematan sebesar 65.56% pada pengaturan interval pengiriman datanya setiap 1 menit dan semakin lama interval pengiriman datanya maka penghematan yang didapatkan akan semakin tinggi
TINJAUAN AKAD MUKHABARAH TERHADAP SISTEM SEWA LAHAN PERTANIAN DI DESA KERJEN KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR
Mochammad Rizal Abidien, 12101193029, Tinjauan Akad Mukhabarah Terhadap
Sistem Sewa Lahan Pertanian di Desa Kerjen Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar,
Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid
Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022, Pembimbing Dr. H. Nur Efendi, M.Ag.
Kata Kunci: Tinjauan Akad Mukhabarah Terhadap Sistem Sewa Lahan
Pertanian, Mertelu, Sewa Lahan Pertanian, Mukhabarah
Penelitian ini dilatar belakangi adanya praktik sewa lahan pertanian di Desa
Kerjen Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar yang telah dipraktikkan masyarakat
setempat sejak lama secara turun menurun hingga ke generasi sekarang. Masyarakat
mengenal dengan sebutan perjanjian sewa lahan mertelu. Pelaksanaan perjanjian
mertelu memiliki kemiripan prinsip kerja sama dengan akad mukhabarah. Akan
tetapi terdapat perbedaan pada kerja sama mertelu jika terjadi kerugian dari hasil
panen akan ditanggung salah satu pihak saja dan bukan kedua belah pihak
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sistem sewa
lahan pertanian di Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar? (2)
Bagaimana penerapan Akad Mukhabarah tehadap sistem sewa lahan pertanian di
Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar?
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini nantinya adalah
penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian hukum yang dibagi
menjadi dua model penelitian, yaitu penelitian hukum normatif dan penelitian
hukum empiris. Proses pengumpulan data pada penelitian ini melalui proses
observasi, wawancara, dokumentasi. Adapun tahapan dalam melakukan
pengembangan data melalui tahapan sebagai berikut diantaranya, kondensasi data,
penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi agar data yang tersusun dalam
penelitian ini tidak diragukan kredibelitasnya maka perlu untuk melakukan
pengecekan keabsahan data dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan sistem sewa lahan
pertanian di Desa Kerjen, Kecamatan Sengat, Kabupaten Blitar menggunakan
besaran imbangan hasil keuntungan mertelu dan maro. Memang pada awalnya
mayoritas mempraktikkan imbanga hasil keuntungan maro, dimana kerugian hasil
panen akan dibebankan kepada petani penggarap akan tetapi seiring berjalannya
waktu mulai ditinggalkan dan masyarakat beralih menggunakan imbangan hasil
keuntungan mertelu. Jika ditelaah lebih lanjut konsep imbangan hasil keuntungan
mertelu memiliki konsep yang mirip dengan akad mukhabarah dimana tanggung
jawab pengelolaan lahan pertanian termasuk rincian modal dibebankan kepada
petani penggarap. (2) Ditinjau dari akad mukhabarah tentang sewa lahan pertanian
di Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar jika dilihat secara umum
telah memenuhi rukun dan syarat pelaksanaan akad mukhabarah, yaitu adanya Ija̅b
dan qabu̅l atau dengan menggunakan akad yang umunya hanya secara lisan tanpa
adanya perjanjian tertulis. Jika ditinjauan dari akad mukhabarah praktik sewa
menyewa tanah di desa Kerjen tersebut telah sesuai dengan syariat Islam. Jika
diperhatikan lebih jauh, terdapat beberapa hal yang seharusnya tidak dilakukan dalam praktik kerja sama yang berlaku di masyarakat Desa Kerjen tersebut. Seperti
tidak adanya perjanjian tertulis yang dilakukan dengan prosedur yang benar, walau
akad lisan diperbolehkan dan dianggap sah dalam Islam, namun dilihat dari
berbagai sisi, pada masa modern ini juga harus ada penyesuaian yang dilakukan dan
perjanjian secara autentik akan lebih aman
KAJIAN LIVING QUR’AN AYAT-AYAT PENGOBATAN DALAM KITAB SULLAM AL-FUTUHAT KARYA KH. ABDUL HANNAN MAKSUM
ABSTRAK
Tesis dengan judul ‚Kajian Living Qur’an Ayat-Ayat Pengobatan dalam Kitab Sullam al-Futu>h{a>t Karya KH. Abdul Hannan Ma’shum” yang ditulis oleh Mochammad Rizal Fanani dengan dibimbing oleh Dr. H. M. Saifudin Zuhri, M.Ag dan Dr. Ngainun Naim, M.HI.
Kata Kunci: Living Qur’an, Ayat-Ayat Pengobatan, Kitab Sullam al-Futu>h{a>t, KH. Abdul Hannan Ma’shum.
Al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada umat manusia melalui Nabi Muhammad merupakan pedoman bagi seluruh umat untuk menjalani setiap lika-liku kehidupan sesuai dengan petunjuk Allah. Di dalam al-Qur’an terkandung bermacam-macam ilmu yang sangat luas, baik ilmu agama, pengetahuan umum dan lainnya. Ilmu-ilmu sangat banyak ini tentunya tidak dapat seluruhnya dipahami dan dikaji oleh setiap orang, namun hanya ilmu-ilmu tertentu yang sesuai dengan kemampuan orang tersebut. Ada yang menggali ilmu astronomi yang terdapat dalam al-Qur’an, ada yang menggali ilmu kimia ada pula yang menggali ilmu pengobatan.
Rumusan masalah dalam penulisan tesis ini adalah: 1) Ayat-ayat apa saja yang digunakan untuk media pengobatan yang terdapat dalam kitab Sullam al-Futu>h{a>t ?; 2)Bagaimana pandangan KH. Abdul Hannan Ma’shum terhadap ayat-ayat pengobatan dalam kitab Sullam al-Futu>h{a>t ?; 3)Bagaimana pandangan para mufassir terhadap ayat-ayat pengobatan ?; 4)Bagaimana implementasi pengobatan dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur’an ?
Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan filosofis, karena pada penelitian ini penulis menggali pemikiran seorang tokoh yang beliau tuangkan dalam karyanya. Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan jenis penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang menjadikan bahan pustaka sebagai sumber data utama. Hal ini dimaksudnya untuk menggali teori-teori serta konsep-konsep terdahulu yang telah di cetuskan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Memperluas bahan yang dimiliki dalam membahas materi yang ingin diteliti bertujuan untuk menghindari plagiasi atau duplikasi dalam penelitian yang akan dilakukan.
Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: 1) Dalam kitab Sullam al-Futu>h{a>t terdapat beberapa ayat yang digunakan sebagai media pengobatan dengan berbagai macam cara yang berbeda-beda dalam setiap pengobatan yang dilakukan. 2) Data yang telah penulis dapatkan adalah pencantuman ayat-ayat yang terdapat dalam kitab Sullam al-Futu>h{a>t oleh KH. Abdul Hannan Ma’shum memiliki beberapa landasan yaitu penukilan-penukilan yang dilakukan dari berbagai kitab dan juga ijazah yang diterima, yang dari ijazah-ijazah tersebut telah KH. Abdul Hannan Ma’shum amalkan dan menunjukkan hasilnya. Sedangkan pendapat dari para mufassir berbeda-beda, meskipun terdapat pula yang dalam penafsiran yang penulis lakukan dengan mengambil penafsiran para mufassir tersebut yang sama sekali tidak menunjukkan adanya unsur-unsur yang mengandung pengobatan seperti surah al-Humazah. 3) Sedangkan pendapat dari para mufassir berbeda antara satu dengan yang lainnya, namun terdapat pula pendapat dari mereka yang senada. Dalam beberapa ayat
xix
penulis paparkan, terdapat ayat yang diyakini memiliki kasiat sebagai penyembuh dalam hal ini mungkin lebih cocok sebagai berlindung yaitu surah al-Falaq dan al-Nas. 4) Sedangkan mengenai tata cara pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan media ayat-ayat tersebut berbeda-beda sesuai dengan penyakit yang diderita
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
