1,720,958 research outputs found
Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran Suhu Dan Kalor Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Atph Tahun Pelajaran 2018/2019
Abstrak: Penelitian tentang Penggunaan Metode Eksperimen pada Pembelajaran Materi Sifat Bahan dan Kegunaannya Terhadap Hasil dan Respon Belajar Siswa Kelas X ATPH SMKKPP N Mataram bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap penggunaan metode eksperimen pada pembelajaran materi Suhu dan Kalor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen.Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan tes.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang bersifat kolaboratif. Teknik yang digunakan yaitu observasi langsung dan pengukuran dengan alat pengumpul data berupa lembar observasi guru dan lembar soal.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.Pada siklus I skor kemampuan guru mengelola kegiatan pembelajaran sebesar 45 (rata-rata 3,0) dan pada siklus II sebesar 51(rata-rata3,4). Ada peningkatan sebesar 6,0. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus Imencapai 65,20 dan 80,74 pada siklus II, ada peningkatan sebesar 15,54.Abstract: Research on the Use of Experimental Methods in Learning Materials Properties of Materials and Their Uses on Learning Outcomes and Responses of Students of Class X ATPH SMKKPP N Mataram aims to determine student learning outcomes against the use of experimental methods in learning temperature and heat materials. This study used experimental research methods. Data collection techniques were carried out by tests. The research method used is a descriptive method with a collaborative classroom action research (CAR). The technique used is direct observation and measurement with data collection tools in the form of teacher observation sheets and question sheets. This research was carried out in two cycles. In the first cycle the score the ability of teachers to manage learning activities is 45 (an average of 3.0) and in the second cycle it is 51 (an average of 3.4). There is an increase of 6.0. While the average student learning outcomes in the first cycle reached 65.20 and 80.74 in the second cycle, there was an increase of 15.54.
Tanggung Jawab Notaris dalam Pengamanan Data Pribadi dalam Perjanjian Notariil Pada Era Digital
The development of the current digital era has brought many changes, not only in the world of education and government, but in the role of Notaries as well. As a result of this change, notaries have new responsibilities in safeguarding the personal data of parties to notarial agreements. The research method used is normative research, where the author conducted a review of positive law in Indonesia, especially the regulations of Law Number 27 of 2022 concerning Personal Data Protection. Research findings indicate that Notaries act as guarantors of clients\u27 trust and confidentiality with respect to personal information and bear responsibility for the safe and lawful handling of such information. Notaries are generally known as data controllers who have the obligation to maintain the confidentiality of personal information under their supervision. Notaries are obliged to provide warnings to the public and related agencies if there is a violation of the protection of personal identity information (PII) in their jurisdiction
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 008 SUNGAI SEGAJAH
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas V SDN 008 Sungai Segajah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) yang disajikan sebanyak empat kali pertemuan, dan dua kali ulangan harian dalam dua siklus. Peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari 76% pada siklus I, sedangkan pada siklus II menjadi 95%. Dengan demikian dapat dikatakan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar sisw
“Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas V Di MI Al Muhajirin Kota Jambi”.
Penelitian ini memiliki tujuan, secara khusus: untuk mengetahui
bagaimana menumbuhkan media komik dalam pembelajaran topikal konten IPA
kelas V di MI Muhajirin Kota Jambi. untuk mengetahui layak tidaknya
pengembangan komik sebagai sarana pembelajaran konten IPA tematik kelas V
MI Muhajirin Kota Jambi. untuk mengetahui bagaimana reaksi siswa yang berada
di MI Muhajirin terhadap medianya komik sebagai bagian dari pembelajaran
tematik muatan IPA. Menurut Branch (2009:2), penelitian pengembangan ini
dilakukan di MI Muhajirin Kota Jambi yang dikembangkan oleh ADDIE. 16
siswa dijadikan untuk sampel. Berdasarkan temuan penelitiannya, hasil validasi
ahli desain sangat layaksekali dalam ktegori ini dengan persentase penilaian 97
persen; hasil validasi dari ahli desain media yang tertuliskan sangat pantas untuk
digunakan dan mendapatkanpersentase penilaian 90 persen; dan medianya
mendapatkan hasil yang memsukan sesuai dengan validainya yang termasuk
kategorinya “sangat sesuai” yang memiliki nilai sebanyak 94 persen, media yang
digunakan yaitu Komik Digital yang sangat menarik untuk dipelajari. penggunaan
dalam pembelajaran tematik isi IPA, dan evaluasi keefektifan pengembangan
media komik digital pada penelitian dan mendapatkan penilain yang sangat
diinginkan didalam minat baca bagian pembelajaran tematiknya yang berisi IPA.
Krelompoknya yang berbagi dibagian kecil yang menguji 7 siswa menilai media
ini masuk kategori “Sangat Layak” dengan proporsi penilaian 91,5 persen.
Sedangkan hasil angket respon kelayakan dan nilai minat baca siswa yaitu 91,5
persen dan 93,5 persen menunjukkan didalam bagian kelompok kecil dan terbesar
bahwa mereka berhasil meningkatkan minat baca siswa pada prosesnya
pmbelajaran.
Kata kunci: Komik, Media Pembelajaran, Tematik Muatan IP
Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas V Di Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin Kota Jambi
Penelitian ini memiliki tujuan, secara khusus: untuk mengetahui
bagaimana menumbuhkan media komik dalam pembelajaran topikal konten IPA
kelas V di MI Muhajirin Kota Jambi. untuk mengetahui layak tidaknya
pengembangan komik sebagai sarana pembelajaran konten IPA tematik kelas V
MI Muhajirin Kota Jambi. untuk mengetahui bagaimana reaksi siswa yang berada
di MI Muhajirin terhadap medianya komik sebagai bagian dari pembelajaran
tematik muatan IPA. Menurut Branch (2009:2), penelitian pengembangan ini
dilakukan di MI Muhajirin Kota Jambi yang dikembangkan oleh ADDIE. 16
siswa dijadikan untuk sampel. Berdasarkan temuan penelitiannya, hasil validasi
ahli desain sangat layaksekali dalam ktegori ini dengan persentase penilaian 97
persen; hasil validasi dari ahli desain media yang tertuliskan sangat pantas untuk
digunakan dan mendapatkanpersentase penilaian 90 persen; dan medianya
mendapatkan hasil yang memsukan sesuai dengan validainya yang termasuk
kategorinya “sangat sesuai” yang memiliki nilai sebanyak 94 persen, media yang
digunakan yaitu Komik Digital yang sangat menarik untuk dipelajari. penggunaan
dalam pembelajaran tematik isi IPA, dan evaluasi keefektifan pengembangan
media komik digital pada penelitian dan mendapatkan penilain yang sangat
diinginkan didalam minat baca bagian pembelajaran tematiknya yang berisi IPA.
Krelompoknya yang berbagi dibagian kecil yang menguji 7 siswa menilai media
ini masuk kategori “Sangat Layak” dengan proporsi penilaian 91,5 persen.
Sedangkan hasil angket respon kelayakan dan nilai minat baca siswa yaitu 91,5
persen dan 93,5 persen menunjukkan didalam bagian kelompok kecil dan terbesar
bahwa mereka berhasil meningkatkan minat baca siswa pada prosesnya
pmbelajaran.
Kata kunci: Komik, Media Pembelajaran, Tematik Muatan IP
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS XI TKR SMKN I NARMADA
Abstract: The process of IPAS learning, like as mk. physics in vocational high schools is still less effective. his ismarked by the emergence of several problems, including (1) the lack of student motivation in learning, (2) indications of the use of the signment/recitation model so that students do not receive guidance in the learning process, and (3) there is no active interaction between the learning components. In line with these conditions, is necessary to apply the right learning model, one of which is the contextual leearning model. Therefore, the purpose of this study is to describe and improve (1) the learning process by applying contextual learning models in physics earning about waves in class XI TKR vocational high schools; and (2) student learning outcomes of class XI TKR vocational high school wave concept using a contextual learning model. The research method used in this research is the Classroom Action Research (CAR) method. This research was conducted in an SMK I in West Lombok Regency with the research subject of a number of students consisting of 21 male students. To obtain the correct data, research instruments were used in the form of field notes, testing, and questionnaires. The data analysis technique used is qualitative and quantitative data analysis. The results showed that (1) the contextual learning model can be applied in physics learning about waves because the steps of this model can be implemented by the teacher ffectively so that the learning process becomes more conducive and students are more active and creative; and (2) contextual learning models can be used to improve students' ability to understand wave material. This is indicated by the increased understanding of students in the material.Abstrak: Proses pembelajaran IPAS, khususnya pada mk. fisika di sekolah menengah kejuruan ternyata masih berlangsung kurang efektif. Hal ini ditandai dengan munculnya beberapa masalah, antara lain (1) minimnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran, (2) indikasi penggunaan model penugasan/ resitasi sehingga siswa tidak mendapat bimbingan dalam proses pembelajaran, dan (3) tidak ada interaksi aktif antara komponen belajar. Sejalan dengan kondisi tersebut diperlukan penerapan model pembelajaran yang tepat yang salah satunya adalah model pembelajaran kontekstual. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan meningkatkan (1) proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran fisika tentang gelombang pada siswa kelas XI TKR sekolah menengah kejuruanr; dan (2) hasil belajar siswa kelas XI TKR sekolah menengah kejuruan konsep gelombang menggunakan model pembelajaran kontekstual.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas penelitian (PTK). Penelitian ini dilakukan di sebuah SMK I Narmada dengan subjek penelitian sejumlah orang siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki. Untuk memperoleh data yang benar, digunakan instrumen penelitian berupa catatan lapangan, pengetesan, kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dalam pembelajaran fisikatentang gelombang karena langkah-langkah model ini mampu dilaksanakan guru dengan efektif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kondusif dan siswa semakin aktif dan kreatif; dan (2) model pembelajaran kontekstual dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi gelombang. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pemahaman siswa dalam materi tersebut
PENGEMBANGAN ALAT PENGHASIL ASAP CAIR DARI SEKAM PADI UNTUK MENGHASILKAN INSEKTISIDA ORGANIK
Sekam padi merupakan salah satu limbah pertanian yang pemanfaatannya masih sedikit. Limbah sekam padi dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan asap cair dengan proses pirolisa. Asap cair yang dihasilkan dari proses pirolisa ini dapat digunakan sebagai insektisida organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase asap cair yang dihasilkan setiap kilogram sekam padi, melakukan pengujian asap cair sebagai insektisida dan mengetahui pengaruh variasi lama waktu pirolisa terhadap volume asap cair yang dihasilkan. Lama waktu pirolisa yang dilakukan yaitu 1, 1.5, dan 2 jam dengan massa sekam padi 2 kg pada setiap ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pirolisa yang optimum adalah 2 jam pada suhu berada dalam interval 380-430 °C, dimana rata-rata volume asap cair yang dihasilkan sebanyak 25,83 ml, rata-rata sekam padi setelah pirolisa 83,3 %, kinerja alat 1,24 gr/jam.m kondensor, dan komponen yang hilang sebesar 13,45 %. Asap cair dapat membunuh serangga yang ada pada pohon kakao. Lama pirolisa berpengaruh terhadap asap cair yang dihasilkan. Semakin lama waktu pirolisa, maka semakin banyak asap cair yang dihasilkan.
Kata Kunci : Pirolisa; Insektisida; Sekam padi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
